SAPI POTONG DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
3. Kulit dan Tulang. Kulit dan tulang harus diolah lebih lanjut untuk kepentingan usaha berbahan kulit ataupun tulang
8.5. Subsistem Pemasaran
8.5.2. Fasilitasi Pendukung Distribusi Perdagangan Sapi antar Pulau antar Pulau
Jalur laut merupakan satu-satunya alat transportasi untuk mengangkut sapi pada perdagangan antar pulau. Awalnya, perdagangan sapi antar pulau menggunakan pelayaran rakyat dengan kapal angkut yang terbuat dari kayu. Sapi-sapi dari pelabuhan diangkut melalui tali pengangkat dari kapal rakyat tersebut, kemudian diletakkan di atas kapal. Ada juga pengangkutan sapi dengan cara sapinya direnangkan menuju kapal pengangkut lalu ditarik ke kapal rakyat. Metode-metode tersebut sudah sangat lama digunakan dalam perdagangan sapi antar pulau. Akan tetapi, sejak pemerintah menetapkan
Tol Laut, pemerintah memberikan fasilitas kapal tol laut yang lebih layak dibandingkan dengan pengapalan sapi sebelumnya (Gambar 47).
(1) (2)
Gambar 47
(1) Tempat Penampungan Sapi di Balai Karantina Tenau dan (2) Tol Laut Cemara Nusantara 3
Sebagai tindak lanjut dari program pemerintah, Pemerintah Pusat memberikan fasilitasi Tol Laut untuk angkutan kapal ternak yang diberi nama Camara Nusantara (CN). Pada tahun 2018, terdapat 5 unit Kapal Ternak Camara Nusantara (CN) yakni : CN1, CN2, CN3, CN5 dan CN6 melayani pemuatan ternak sapi potong dari NTT ke DKI Jakarta, Samarinda dan Banjarmasin, dengan rute pelayaran yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan sebagai berikut :
1. Kapal Ternak CN1: Kupang (Pelabuhan Tenau) – Waingapu – Tanjung Priok – Cirebon – Kupang (Pelabuhan Tenau), dioperasikan oleh PT. PELNI.
2. Kapal Ternak CN2 : Kupang (Pelabuhan Tenau) – Wini – Atapupu – Tanjung Priok – Kupang (Pelabuhan Tenau), dioperasikan oleh PT. ASDP.
3. Kapal Ternak CN3 : Kupang (Pelabuhan Tenau) – Waingapu – Tanjung Priok – Cirebon – Surabaya – Dumai – Cirebon – Kupang (Pelabuhan Tenau). Dioperasikan oleh PT. PELNI.
4. Kapal Ternak CN5 : Celukan Bawan – Tanjung Priok - Kupang – Wini Atapupu – Samarinda – Celukan Bawang, dioperasikan oleh PT. ASDP.
5. Kapal Ternak CN6 : Bima/Kupang – Waingapu – Tanjung Priok – Bima/Kupang – Banjarmasin – Bima/Kupang, dioperasikan oleh PT. Luas Line Surabaya.
Tabel 18. Pengeluran Sapi Potong dari Beberapa Pelabuhan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018
No Pelabuhan Pengeluaran Total KalSel KalTeng KalTim Jakarta Banten Jateng NTB Jabar Bengkulu Sumbar SumSel Sulsel
1 Tenau, Kupang 38,379 2,025 3,350 3,240 1,000 28,734 30
2 Wini, Kefa 7,346 6,000 500 846 3 Atapupu, Belu 10,100 9,850 250
4 Waingapu, Sumba Timur 3,781 15 3,766
5 Labuan Bajo 313 70 232 11 6 Reo 3,159 1,427 30 210 1,492 7 Maropokot Nagekeo 3,580 1,375 70 95 2,040 8 Ende 400 280 120 9 Waikelo, Sbd -10 Sabu Raijua
-11 Ba'a, Rote Ndao 242 242
12 Riung, Ngada 90 90 13 Lembata -14 Maumere 64 64 Jumlah 67,454 4,897 3,350 19,090 1,262 - 15 70 33,835 - 30 - 4,905 Quota 69,950 Realisasi (% ) 96.43
Sumber: Dinas Peternakan Provinsi NTT, 2019
Berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT (2019) bahwa pengeluaran sapi dari beberapa pelabuhan tahun 2018 dan sampai Oktober 2019 dapat dilihat pada Tabel 18 dan Gambar 48. Pada Tabel 18 diperlihatkan bahwa selama tahun 2018 pengiriman sapi ke luar Provinsi NTT di dominasi oleh Pelabuhan Tenau Kupang yang diikuti oleh Pelabuhan Atapupu, dan Wini. Ketiga pelabuhan ini menjadi pelabuhan yang terbesar pengeluaran sapi dari NTT. Adapun wilayah tujuan dari pengiriman sapi potong dari NTT ada 12 provinsi. Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang paling banyak menerima sapi dari NTT, yaitu sebanyak 33.835 ekor dalam tahun 2018. Provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah mengikuti
Provinsi Jawa Barat dalam penerimaan sapi dari NTT, yaitu 19.090 ekor, 4.905 ekor, 4.897 ekor, dan 3.350 ekor. Dengan demikian, Jawa Barat adalah provinsi yang terbanyak membutuhkan sapi dari NTT.
Gambar 48
Pengiriman Sapi Perbulan Keluar Provinsi NTT di Tahun 2018
(Sumber: Dinas Peternakan Provinsi NTT, 2019)
Apabila dipetakan pengeluaran sapi perbulannya, selama tahun 2018 pengiriman sapi dimulai di bulan Februari sampai dengan Desember 2018 (Gambar 48). Pengiriman sapi terus meningkat dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli. Puncak pengiriman terjadi di bulan Juli karena hal ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Sapi potong yang berasal dari NTT cukup diminati oleh para pedagang untuk ibadah qurban karena harga relatif lebih murah dibandingkan dengan sapi-sapi yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Madura sehingga margin yang dapat diperoleh oleh para pedagang tersebut lebih besar. Umumnya, para pedagang musiman untuk sapi kurban melakukan pembelian sapi 3 bulan sebelum Hari Raya Idul Adha. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan berat badan sehingga sapi yang dijual memiliki bobot yang maksimal. Di samping itu, para pedagang
melakukan pembelian sapi dari NTT dalam rangka bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Satu hal yang sangat krusial diminatinya sapi dari NTT adalah karena harganya yang lebih murah.
Tabel 19. Pengeluran Sapi Melalui Berbagai Pelabuhan di Nusa Tenggara Timur sampai dengan Oktober 2019
No Pelabuhan Pengeluaran Total Kalsel Kalteng Kaltim DKI Jakarta Banten Jateng NTB Jabar Bengkulu Sumbar Sumsel Sulsel
1 Tenau, Kupang 37,460 8,800 1,400 6,475 700 20,085
2 Wini, Kefa 6,377 5,400 150 827 3 Atapupu, Belu 8,350 7,350 1,000
4 Waingapu, Sumba Timur 2,724 57 2,667
5 Labuan Bajo 1,827 580 660 275 170 142 6 Reo 2,285 830 95 110 1,250 7 Maropokot Nagekeo 1,000 360 640 8 Ende 453 265 188 9 Waikelo, Sumba Barat Daya
-10 Sabu Raijua
-11 Ba'a, Rote Ndao 194 194
12 Riung, Ngada 520 520 13 Lembata -14 Maumere 23 23 Jumlah 61,213 10,570 1,400 19,225 1,512 275 - - 24,337 - - 110 3,784 Quota 68,650 Realisasi (%) 89.17
Sumber: Dinas Peternakan Provinsi NTT, 2019
Selanjutnya, data dari Dinas Peternakan Provinsi NTT menginformasikan bahwa sampai dengan Oktober 2019, pengeluaran sapi dari NTT ke luar provinsi dapat dilihat pada Tabel 19. Berdasarkan tabel tersebut jumlah sapi yang keluar baru mencapai 89,17% dari total kuota yang disiapkan oleh pemerintah daerah NTT. Pengiriman sapi ke Jawa Barat tetap mendominasi pengeluaran sapi di NTT karena sampai dengan Oktober 2019 sudah mencapai 34,9% dari total kuota yang disiapkan, disusul oleh Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Umumnya, sapi-sapi yang
dikirim ke Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah Sapi Bali karena sapi ini cocok dengan iklim di sana. Di samping itu, sapi Bali memiliki adaptasi yang cepat dengan lingkungannya. Dengan demikian, tidak ada perbedaan yang signifikan pengiriman sapi tahun 2019 dengan tahun 2018, yaitu memiliki pola pengiriman yang hampir sama.
Adapun pengiriman sapi selama tahun 2019 sampai dengan bulan Oktober dapat dilihat pada Gambar 49. Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa pengiriman untuk edisi kuota 2019 baru dimulai pada bulan Maret. Puncak pengiriman sapi terjadi di bulan Mei 2019. Hampir sama dengan kondisi tahun 2018, pengiriman sapi tersebut dalam rangka persiapan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pola penjualan sapi antar pulau dan provinsi tersebut, umumnya hampir sama setiap tahunnya. Oleh karena itu, para pedagang sapi di NTT mempersiapkan pengadaan sapi untuk hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha jauh-jauh sebelumnya.
Gambar 49
Pengiriman Sapi perbulan sampai dengan Oktober 2019 (Sumber: Dinas Peternakan Provinsi NTT, 2019)
Jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam pengiriman sapi potong dari NTT ke luar provinsi sebanyak 115 perusahaan di tahun 2018 (Tabel 20). Pada tabel 20, perusahaan-perusahaan diklasifikasikan berdasarkan jumlah angkutan sapinya. Ada sebanyak 15 perusahaan yang mengirim sapi kurang dari 100, sedangkan 59 perusahaan mampu mengirim sapi dari 100 – 500 ekor dan merupakan yang terbanyak. Adapun jumlah perusahaan dengan kapasitas kirim antara 5001 – 1.000 ekor terdapat 15 perusahaan, sedangkan jumlah perusahaan dengan kapasitas angkut antara 1.001 – 1.500 sebanyak 17 perusahaan. Adapun jumlah perusahaan dengan kapasitas kirim > 1.500 ekor terdapat 9 perusahaan. Hanya ada 4 perusahaan dengan kapasitas angkut > 2.000 ekor, yaitu CV. Garuda Indah, CV. Murrimadda, CV. Sinar Pelangi, dan UD. Terobos. UD Terobos adalah satu-satunya perusahaan yang mampu mengirim sapi potong dari NTT dengan jumlah lebih dari 3.000 ekor. Jumlah pengiriman sapi terbesar dari perusahaan ini adalah ke wilayah Jawa Barat.
Tabel 20. Jumlah Perusahaan Pengirim Sapi ke Luar Provinsi NTT No Jumlah Sapi yang Dikirim Jumlah Perusahaan
Keterangan Nama Perusahaan dengan Pengiriman Sapi 2000
ekor ke atas (ekor)
1 < 100 15 CV. Garuda Indah 2.000 2 100 - 500 59 CV. Murrimadda 2.000 3 501 - 1000 15 CV. Sinar Pelangi 2.502 4 1001 - 1500 17 UD. Terobos 3.375 5 1501 - 3375 9 Jumlah 115
8.6. Subsistem Pendukung Agribisnis Sapi Potong di