• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fisiologi janin

Dalam dokumen Catatan Kuliah Obstetri (Halaman 41-45)

DARAH JANIN

Sampai 2 minggu setelah ovulasi hasil konsepsi disebut embrioatau mudigan. Pada akhir minggu ke-4 setelah ovulasi sudah terbentuk saluran yang akan menjadi jantung yang telah berdenyut , begitu sudah tampak yang akan menjadi tangan dan kaki, dan amnion sudah meliputi badna penghubung yang akan menjadi tali pusat.Pada kahir minggu ke-6 sudah ada jari tangan dan kakiserta terlihat kepalajauh lebih besar dari badan. Pada umur 8 minggu lebih sudah tampak terbentuk manusia, disebut sekarang foetus atau janin.

Ruang kuning telor (yolk sac) berperan dalam pembentukan dan peredaran darah semasa pertumbuhan mudigah, dan hanya berfungsi sampai kehamilan 10 minggu. Sesudah kehamilan 16 minggu sum - sum tulang yang berperan menghasilkan sel - sel darah. Pada permulaan kehamilan megaloblast di samping megalosit dan makrosit yang banyak, tapi kemudian setelah sum - sum tulang ikut serta dalam hemopoesis barulah tampak normosit.

Sel darah yang dihasilkan oleh yolk sac sebagai besar terdiri dari megaloblast. Heparpun menghasilkan megaloblast di samping megalosit dan makrosit. Oleh karena itu sel-sel darah merah janin berinti. Semakin tua kehamilan semakin kurang dan pada akhir kehamilan ditemukan 5-10 normosit/100 eritrosit.

Hemoglobin yang dibuat oleh janin berbeda dengan hemoglobin orang dewasa, pada janin disebut hemoglobin foetal (tipe F) sedang pada orang dewasa disebut tipe A. Pembuatan tipe A ini semakin lama semakin banyak. Perbedaan antara kedua tipe ini hanya dalam hal daya tarik terhadap Oksigen. Eritrosit yang mengandung hemoglobin F mempunyai daya tarik yang tinggi terhadap Oksigen dibanding dari eritrosit yang mengandung hemoglobin A pada keadaan pO2 darah yang sama.

Pada kehamilan 8-10 minggu mulai terbentuk pembuluh darah janin dan pada minggu ke -12 umumnya denyut jantung sudah dapat dicatat dengan alat foetal electrocordiograph. Dengan stetoskop Laenec baru dapat didengarkan denyut jantung janin pada kehamilan 20 minggu.

Janin membutuhkan oksigen yang lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang telah lahir. Hal ini

disebabkan janin mempunyai basal metabolik yang tinggi (BMR) Oleh karena itu perlu konsentrasi hemoglobin yang lebih tinggi pada janin dibandingkan dengan bayi. Kadar Hb janin pada umumnya kira-kira 15,5 gram/ml, dengan bentuk eritrosit yang makrositik hiperkromik.

Setelah beberapa minggu bayi lahir keadaan berubah di mana ditemukan keadaan seperti orang dewasa. Hal ini disebabkan sel darah merah janin tidal lama dapat bertahan dibandingkan dengan sel darah merah pada dewasa, di samping menurunya kapasitas sum-sum tulang mengahsilkan eritrosit. Ikterus neonatorum pada bayi yang baru lahir adalah merupakan gambaran terjadinya hemolisis pada rah bayi yang baru lahir sehingga terhadi hiperbilirubinemia. Dikatakan bahwa sepertiga dari bayi-bayi yang lahir belum cukup bulan (prematur). Keadaan ini berlangsungnya secara fisiologik dengan dikatakan ketidak mampuan hepar untuk membersihkan sampah hemoglobin tersbut.

Bermacam jumlah leukosit janin bervariasi dan ini berasal dari kepala dan badan bagian atas masuk ke dalam atrium kanan terus ke dalam ventrikel kanan. Resistensi vaskuler pulmoner tinggi pada kehidupan intra uterin. Oleh sebab itu darah dari arteri pulmonalis yang berasal dari ventrikel kanan sebagian kecil yang masuk ke dalam paru-paru, dan sebagian besar darah masuk ke dalam aorta melalui duktus arteriosus Botalli. Darah dari paru-paru masuk ke dalam atrium kiri melalui vena pulmonalis yang kemudian darah masuk ke dalam ventrikel kiri. Jadi terlihat bahwa darah yang masuk ke dalam paru-paru bukanlah untuk pertukaran gas tetapi untuk suplai mutrisi untuk paru-paru dalam pertumbuhan. Darah dari aorta disebarkan ke seluruh tubuh dan alat-alat badan janin. Darah kembali ke plasenta melalui arteri umbilikalis yang berhubungan dengan cabang arteria hipogastrika. Oleh karenanya darah dalam tubuh janin banyak mengalir ke dalam arteri umbilikalis. Demikianlah sirkulasi darah janin selama ia berada di dalam uterus.

Pada waktu bayi lahir segera tali pusat dijepit terjadilah penurunan darah yang masuk ke dalam atrium kanan pada waktu yang bersamaan darah masuk ke dalam paru-paru. Sewaktu bayi lahir, bayi mengisap udara dan menangis kuat karenanya arunya berkembang. Berkembangnya paru-paru berarti tekanan di dalamnya kurang sehingga seolah-olah darah terhisap ke dalam paru-paru. Hal inilah yang

meneybabkan duktus arteriosis Boltalli tidak berfungsi lagi dan menutup.

Sehungan dengan tidak adanya lagi darah yang masuk melalui vena umbilikalis berarti darah di dalam vena kava inferior berkurang, maka tekanan di dalam artrium kanan berkurang. Pada waktu ini tekanan di dalam atrium kiri bertambah akibat bertambahnya darah yang masuk dari paru-paru, dengan demikian foramen ovale akan menutup. Sekarang kedua ventrikel (kanan dan kiri) sudah bekerja secara paralel dan menuju kepada sistem sirkulasi dewasa yakni semua darah untuk seluruh tubuh dipompa oleh ventrikel kiri, dan tentunya lebih dulu darah dipompa oleh ventrikel kanan melalui paru-paru ke jantung kiri Jadi terlihat ada fase peralihan sirkulasi darah janin dari sirkulasi kehidupan intra uterin kepada darah janin dari sirkulasi kehidupan intra uterin kepada kehidupan dewasa setelah lahir.

Sebagai akibat dari potongnya tali pusat maka arteria umbilikalis dan duktus venosus Arantii mengalami atrofi dan obliterasi. Dengan demikian setelah bayi lahir arteria umbilikalis menjadi ligamentum hipogastrikum, vena umbilikalis menjadi ligamentum teres hepatis, duktus venosus Arantii menjadi ligementum venosum Arantii dan duktus arteriosus Boltalli menjadi ligamentum arteriosim Botalli.

TRAKTUS DIGESTIVUS

Pada kehamilan 4 bulan traktus gastrointestinalis sudah terbentuk dan telah dapat menelan air ketuban, sehingga dengan demikian sudah ikut serta dalam mengatur sirkulasi air ketuban. Seluruh mukosa saluran pencernaan dapat mengabsobsi air ketuban.

Selain ini pembentukan mekonium yang berwarna hitam kehijau-hijauan yang disebabkan oleh penghancuran bilirubin yang masuk ke dalam usus melalui saluran empedu dan mengalmi oksidasi hingga terjadi biliverdin dan pigmen inilah yang menyebabkan warna kehijaua-hijauan tersebut. Ditemukannya rambut lanugo, verniks kaseosa pada mekonium dapat di ambil sebagai bukti bahwa janin menelan air ketuban dalam kehidupan intrauterin. Pada kehamilan air ketuban yang diisap itu mengandung bahan makanan yang penting juga. Dikatakan bahwa janin menelan rata-rata 450 ml air ketuban perhari. Ditemukan air ketuban yang berwarna kehijau-hijauan memberi petunjuk bahwa kemungkinan janin sudah mengalami hipoksia yang berat intra uterin. Pada keadaan hipoksia terjadi peristaltik usus dan muskulus sfingter ani lumpuh sehingga keluar mekonium.

HEPAR

Hepar janin mengandung enzim dalam jumlah yang sedikit dibanding dengan orang dewasa. Bahwa hepar janin dalam dalam fungsinya belum sempurna terlihat dari ketidak mampuannya meniadakan bekas-bekas penghancuran

darah pada peredaran darah. Walapun demikian plasenta dan hepar ibulah yang membantu janin dalam hal ini. Dalam hal metobolisme bilirubin, plasenta dapat meniadakan bekas-bekas metabolisme tersebut. Akan tetapi pada keadaan dimana terjadi hemlisis darah yang cepat (pada eritroblastosis feotalis) mekanisme yang ada pada plasenta tidak dapat mengatasi lagi maka timbul hiperbilirubinema dengan pigmen yang dapat ditemukan di dalam air ketuban. Agaknya hal ini dapat dijelaskan dengan adanya keterbatasan kemampuan sistem enzim di mana dalam hal merubah bilirubin bebas ini menjadi bilirubin diglukuronosid terbatas, disebabkan kurang aktifnya enzim dehidrogenase uridin difosfoglukose dan enzim dehidrogenase uridin difosfoglukose dan enzim transferase glukuronil pada masa neonatus. Agaknya ikterus neonatorum dapat terjadi karena hal demikian di mana hepar belum mampu meniadakan pengolahan hemoglobin. PANKREAS

Pada kehamilan 12 minggu insulin sudah terdapat di dalam plasma dan produksi insulin meningkat dengan tuanya kehamilan. Pada kehamilan 8 minggu di dalam pankreas janin sudah terdapat flukagon, sedangkan pada minggu ke 9 insulin sudah ditemukan. Pada ibu dengan diabetes dan pada bayi yang besar di dalam plasmanya banyak ditemukan insulin. Sebaliknya pada bayi yang kecil menurut tua kehamilannya terdapat insulin yang sedikit. Belum ada bukti bahwa pada ibu dengan diabetes mellitus insulin janin membantu ibunya.

TRAKTUS URINARIUS

Pada akhir trimester pertama, ginjal janin sudah mulai berfungsi, dan pada kandung seni janin telah ditemukan air kencing, yang kemudian dikeluarkan ke dalam air ketuban. Jadi janin kencing pada kehidupan intra uterin, tetapi ginjal sendiri belum penting untuk kehidupannya. Ginjal penting dalam mengatur komposisi dan jumlah air ketuban. Glomerulus di ginjal mulai terbentuk di bagian korteks renalis pada umur 8 minggu. Diperkirakan terdapat 350.000 pada kehamilan 20 minggu, dan meningkat menjadi 27 ml per jam atau 650 ml sehari pada kehamilan cukup bulan. Urine yang dikeluarkan oleh ginjal janin sangat hipotonik karena sedikit sekali mengandung elektolit.Alat eksresi pada janin sebetulnya belumlah ginjal, tapi adalah plasenta. TRAKTUS RESPIRATORIUS

Janin dalam kehidupan intra uterin telah gerakan-gerakan pernafasan, yang sudah kelihatan pada kehamilan 9 minggu. Air ketuban masuk ke dalam alveoli paru. Pusat pernafasan ini dipengaruhi oleh konsentrasi oksigen dan CO2 di dalam tubuh janin dan keadaan ini dipengaruhi oula oleh sirkulasi uteroplasenter (aliran darah antara uterus dan plasenta). Setelah kehamilan trimester ke II bronkhioli, alveoli, otot-otot respirasi dan koordinasi melalui sistem syaraf sentral sudah terbentuk. Pada waktu janin atau bayi lahir hidup sistem respiratorius mampu mengatur memenuhi

kebutuhan akan oksigen dan membuang CO2 dalam beberapa menit sesudah lahir. Pada permukaan paru yag sudah matur ditemukan lipoprotein yang berfungsi untuk mengurangi tahanan pada permukaan alveoli dan memudahkan paru berkembang pada tarikan nafas pertama sewaktu bayi lahir. Lecithin merupakan bagian utama dari lapisan di permukaan alveoli yang telah matur, oleh karenanya kadar lecitihin yang tinggi dapat memberi petunjuk bahwa paru-paru sudah matur.

SISTEM SYARAF

Janin yang lahir pada umur 10 minggu hidup terlihat sudah terdapat gerakan-gerakan spontan dan sudah ada respon terhadap stimulus lokal. Rangsangan lokal dapat menyebabkan janin menganga dan fleksi pada jari-jari tangan dan kaki. Pada kehamilan 4 bulan baru ada gerakan menelan, tetapi gerakan mengisap atau menyedot baru pada kehamilan 6 bulan. Pada kehamilan trimester ke III baru ada hubungan yang lebih sempurna antara urat syaraf dan fungsi otot-otot sehingga bayi yang lahir pada kehamilan 32 minggu dapat hidup. Pada kehamilan 7 bulan mata janin sangat sensitif terhadap cahaya.

Pada trimester ke II sudah mulai dibentuk bagian dalam, tengah dan luar telinga. Dikatakan janin sudah dapat mendengar pada kehaminal 24 - 26 minggu.

GLANDULA PITUITARIA.

Pada kehamilan 10 minggu di dalam hipofise janin sudah ditemukan hormaon-hormon kortikotropin, somato-mammotropin, prolaktin, FSH dan LH. Hormon kortiktropin diperlukan untuk mempertahankan glandula suprarenalis (bila hormon ini tidak ada terjadi atrofi). Hormon somato-mamtropin selain dibentuk oleh hipofise juga oleh plasenta dalam janin terbatas. Hormon ini ditemukan agak banyak didalam darah tali pusat. Pada janin yang menderita anensefalus dimana terdapat sedikit jaringan hipofisis terlihat glandula suprarenalis atrofik dan badan janin tumbuh dengan baik.

GLANDULA PARATHIROIDEA

Pada kehamilan trisemester I sudah ada parathormon. Kalsium dan fosfor dari ibu dapat lewat plasenta dan ini diperlukan untuk pertulangan. Dengan meningkatnya kadar Ca dan P didalam darah janin akibatnya menekan parathoromon (PH) sehingga kalsium dan fosfor ini terdapat banyak didalam tulang janin. Hipoparathiroidisme pada janin ini bersifat sekilas dan cepat pulih kembali pada bayi yang lahir normal. Bila ibu menderita hiperparathioroid agaknya mungkin bayii akan menderita tetania hipokalsemik.

GLANDULA ADRENALIS (SUPRARENALIS)

Glandula suprarenalis janin lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Terlihat besar adalah karena bagian korteksnya yang besar dan segera menjadi kecil setelah

bayi lahir. Pada kehamilan 22-24 minggui adrenal janin sudah membuat kortisol asetat. Kathekolamin sejak permulaanm kehidupan janin sudah didapatkan dalam konsentrasi yang tinggi dan mudah melewati plasenta. Pada kehamilan cukup bulan kadar aldosteron di dalam darah tali pusat melebihi dari pada yang ada di plasma ibu, begitu pula renin dan substrat renin.

PERTUMBUHAN JANIN

Pertumbuhan janin selama 40 minggu intrauterin ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor genetik maupun faktor lingkungan. Faktor lingkungan di sini diartikan ilah perfusi jaringan plasenta yang adekuat oleh darah ibu dan fungsi plasenta sendiri yang dapat menjamin pemberian makanan pada janin secara adekuat pula. Asam amino diperlukan untuk sintesa protein dan ini diperoleh dari darah ibu. Jumlah asam amino yang melewati plasenta tergantung pada kemampuan plasenta menimbun asma amino. Hiperglikemia pada ibu akan menyebabkan transport glukose melewati plasenta bertambah hingga terjadi hiperglikemia dan hipe-rinsulinemia pada jani dengan akibat akan mempercepat pertumbuhan janin. Keadaan yang dapat memperlambat pertumbuhan janin antara lain ialah :

1.

Tidak mencukupi tersedianya makanan pada plasma arterial ibu.

2.

Kurangnya perfusi jaringan plasenta dan aliran darah pada uterus.

3.

Tidak sempurnanya fungsi permukaan villi khorialis.

4.

Terganggunya transportasi makanan melewati plasenta.

5.

Aliran darah di tali pusat yang tidak memadai. IMUNOLOGI

Dikatakan bahwa sejak kehamilan 8 minggu sudah ada gejala terjadinya kekebalan dengan adanya limfosit-limfosit di sekitar tempat beradanya kelenjer thimus. Thimus adalah organ yang pertama menjadi matang dan membentuk sistem limfosit-limfosit T yang tidak tergantung pada adanya antigen. Limfosit ini beredar dan migrasi ke dalam jaringan parakorteks limfoif. Sekarang ia mampu bereaksi terhadap antigen dengan menghasilkan banyak limfosit kecil, yang disebut immunitas selluler. Tonsil dan arkus orofaring berfungsi sama seperti bursa membentuk sistem limfosit (sel B) yang dapat membuat antibodi humoral sedemikian setelah mendapat stimulasi antigen. Sel T tidak menghasilkan imunoglobulin yang konvensional, tetapi dapat mengatur sel B menjadi sel plasma yang mengeksresikan imunoglobulin. Selama kehamilan aktifitas humoral (sel B) meningkat menghasilkan IgG, IgM, IgA dan IgE. Imunitas humral ini terdapat di dalam serum. Molekul-molekul imunoglobulin ini berasal dari ibu melewati plasenta secara aktif dengan cara pinocytosis.

Gamma-G ni barulah dibentuk banyak dalam tubuh bayi dalam bulan kedua sesudah lahir. Terlihat bila janin terserang infeksi dengan sitomeglovirus misalnya maka janin mengadakan reaksi bukan saja dengan adanya

plasmositosis juga mengadakan sintesis gamma-M imunoglobulin. Keadaan ini baru bisa ditemukan setelah dibentuk pada kehamilan 2 bulan, tetapi baru banyak setelah bayi lahir, khususnya sekret traktus di gestivus. Bayi-bayi hanya dilindungi oleh gamma-G imunoglobulin ibu saja dan sangat kurang gamma-A imunoglobulin di permukaan alat pencernaan, karenanya neonatus sangat

mungkin tidak dapat mengatasi infeksi dan mengalami sepsis. Yang dapat menambah perlindungan bayi ialah didapatnya gama-A imunoglobulin di dalam kolostrum. Lain halnya pada Rh isoimunisasi, dimana antibodi IgG dari ibu melintasi plasenta dan merusak eritrosit IgG dari ibu melintasi plasenta dan merusak eritrosit janin dan terdilah eritroblastosis-foetails.

BAB 10

Dalam dokumen Catatan Kuliah Obstetri (Halaman 41-45)