Diagram 3 Model Antropolog
B. Fungsi Bahasa menurut Halliday
Dalam serangkaian makalahnya Halliday (1973) menjelajahi hubungan yang ada antara fungsi dan penggunaan dalam bahasa anak-anak dan bahasa orang dewasa. Ia mengajukan satu teori Semantik Sosiologis yang menunjukkan hilangnya tujuh fungsi pada bahasa anak kecil (pra-sekolah) yang berubah menjadi tiga makrofungsi pada bahasa orang dewasa.
Ia berpendapat bahwa anak kecil mempunyai tujuh fungsi bahasa yang mempunyai korelasi yang sangat dekat, mula-mula dalam percakapan satu lawan satu dengan bahasa, misalnya seorang anak ingin meminta permen cenderung mengatakan “aku mau...”, penggunaan bahasa ini bukan seperti penggunaan bahasa pada orang dewasa yang lengkap. Karena adanya hubungan yang sangat dekat antara bentuk bahasa dan fungsi sosial pada anak tersebut, Halliday (1973: 27) mengemukakan pendapatnya bahwa “sistem bahasa pada anak yang masih kecil merupakan variasi yang terbatas, apa yang dilakukan anak kecil dalam bahasa cenderung menentukan strukturnya”
Selama masa pematangan, menurut Halliday, ketujuh fungsi bahasa anak-anak itu berangsur digantikan oleh sistem yang lebih abstrak, lebih tinggi nilai kodenya tapi juga merupkan sistem fungsi yang lebih sederhana. Sistem ini hanya memiliki tiga makrofungsi yaitu, (1) fungsi ideasional, (2) interpersonal, dan (3) tektual.
1. Fungsi ideasional bahasa berkaitan erat dengan fungsi kognitif, tetapi lebih luas sifatnya karena mencakup dengan pemakaian istilah “ekspresi pengalaman”, aspek- aspek sifat yang evaluatif dan afektif, juga nilai, emosi dan perasaan. Fungsi ideasional bahasa dikatakan berkaitan dengan ekspresi pengalaman yang mencakup proses di dalam ataupun di luar diri, fenomena dari dunia luar dan fenomena kesadaran serta hubungan logis yang dapat dideduksikan dari fenomena tersebut. 2. Fungsi interpersonal berkaitan dengan fungsi pengelolaan interaksi dan fungsi indeks
yang meliputi aspek bentuk psikologi dan status sosial si pembicara, yaitu identitasnya, atributnya, sikap dan emosinya, serta bertindak sebagai alat pemotret sikapnya terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, dan untuk mendefinisikan peran yang ia mainkan dalam interaksi itu (Argyle, 1969: 140). Fungsi bahasa inilah yang kemudian berfungsi membentuk dan memperoleh hubungan sosial dan
96
berfungsi di dalam pengungkapan ekspresi dan pembentukan kepribadiannya sendiri (Halliday, 1970 dalam Lyon, 1970: 143).
3. Fungsi tektual berkaitan dengan pengaturan struktur tindak ujar, pilihan kalimat- kalimat yang cocok serta gramatikal dan situasional serta pengaturan “order” isi kalimat dalam cara yang logis dan kohesif sesuai dalam interaksi secara keseluruhan.
Rangkuman
Model teori informasi pada tahun 1948 dikembangkan oleh Shannon. Model teori informasi ini dapat dikatakan sebagai model dari peristiwa-peristiwa dan fakta yang terjadi bila seorang pembicara mengomunikasikan sebuah pesan kepada seorang pendengar, yaitu peristiwa ujar yang mengandung tingkah ujar.
Model Antropologi bukan hanya mengkaji penguasaan bahasa pada diri anggota kelompok budaya melainkan juga adanya pengakuan bahwa aktivitas budaya merupakan aktivitas kebahasaan yang mampu memformulasikan dan mengalihkan pesan melalui sebuah ujaran.
Model Sosiologi juga mengkaji orang dalam masyarakat tetapi lebih cenderung memfokuskan perhatiannya pada kelompok-kelompok besar yang ada dalam masyarakat, tidak seperti antropologi yang lebih memusatkan kajiannya pada kelompok-kelompok kecil yang relatif homogen.
Model Psikologi meliputi kajian terkecil yaitu tingkah laku individu dan tingkah laku sosial dalam diri individu, yang disebut psikologi sosial. Unit kajiannya adalah peristiwa-peristiwa tingkah laku antarpersonal dan tujuan dari disiplin ilmu tersebut yang berupa penciptaan atau pengungkapan hukum-hukum yang menjelaskan tentang sifat keadaan, perkembangan serta perubahan peristiwa-peristiwa semacam itu. Psikologi sosial sebagian mencakup masalah-masalah sosiologi-kelas sosial, status, norma-norma tingkah laku , sifat, organisasi kelompok, dan lain-lain.
Berdasarkan Model Tiga Fungsi ada tiga fungsi bahasa yakni (1) fungsi kognitif yaitu fungsi bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan gagasan, konsep dan pemikiran. Fungsi ini sejalan dengan fungsi bahasa secara umum sebagai alat komunikasi untuk mengungkapkan ide atau gagasan, (2) fungsi evaluatif yaitu fungsi bahasa untuk menyalurkan atau mengantarkan sikap serta nilai-nilai dalam komunikasi, (3) fungsi afektif yaitu fungsi yang mengalihkan emosi serta perasaan dalam komunikasi.
Ada dua model modifikasi fungsi bahasa model tradisional yakni fungsi bahasa menurut Jakobson dan menurut Halliday. Menurut Jakobson fungsi bahasa menyangkut
97
(1) fungsi emotif atau fungsi personal yaitu fungsi bahasa dilihat dari sudut pandang penutur, (2) fungsi konatif yaitu fungsi bahasa dilihat dari segi pendengar atau lawan bicara, (3) fungsi referensial atau fungsi yang dilihat dari topik ujaran, (4) fungsi puitik yaitu fungsi bahasa yang dilihat dari segi amanat yang disampaikan, (5) fungsi fatik yaitu fungsi yang dilihat dari segi kontak antara penutur dan pendengar, dan (6) fungsi metalinguistik yaitu fungsi bahasa yang dilihat dari segi kode yang digunakan.
Berdasarkan klasifikasi fungsi bahasa menurut Halliday ada tiga fungsi bahasa secara umum yakni (1) fungsi ideasional bahasa berkaitan erat dengan fungsi kognitif, tetapi lebih luas sifatnya karena mencakup dengaan pemakaian istilah “ekspresi pengalaman”, aspek-aspek sifat yang evaluatif dan afektif, juga nilai, emosi dan perasaan, (2) fungsi interpersonal berkaitan dengan fungsi pengelolaan interaksi dan fungsi indeks yang meliputi aspek bentuk psikologi dan status sosial si pembicara, yaitu identitasnya, atributnya, sikap dan emosinya, serta bertindak sebagai alat pemotret sikapnya terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, dan untuk mendefinisikan peran yang ia mainkan dalam interaksi itu, dan (3) fungsi tektual berkaitan dengan pengaturan struktur tindak ujar, pilihan kalimat-kalimat yang cocok serta gramatikal dan situasional serta pengaturan “order” isi kalimat dalam cara yang logis dan kohesif sesuai dalam interaksi secara keseluruhan.
Soal :
1. Terangkanlah bagan fungsi bahasa berdasarkan model teori informasi yang dikembangkan oleh Shanno!
2. „Model Antropologi bukan hanya mengkaji penguasaan bahasa pada diri anggota kelompok budaya melainkan juga adanya pengakuan bahwa aktivitas budaya merupakan aktivitas kebahasaan‟, menurut Saudara, apakah yang dimaksud dengan aktivitas budaya merupakan aktivitas bahasa?
3. Buatlah sebuah ilustrasi fenomena di Indonesia berdasarkan model tiga fungsi bahasa!
4. Jelaskanlah perbedaan antara fungsi bahasa menurut Jakobson dan fungsi bahasa menurut Halliday!
98
DAFTAR PUSTAKA
Argyle, M (ed). 1973. Social Encounters. Penguin Book Ltd: Harmondsworth.
Bell. Roger T. 1990. Sosiolinguistics: Goal, Approach and Problem. London:BT. Batsford Ltd.
Hymes, Dell (ed.).1964. Language in Culture And Society. New york:Haper and Row Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 1995. Sosiolinguistik: perkenalan awal. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Halliday, Michael A.K. 1970. Fuctional Divesity in Language as Seen from a Consideration of Modality and Mood in English. Foundation of Language 6. Halliday, Michael A.K. 1970. Fuctional Divesity in Language as Seen from a
Consideration of Modality and Mood in English. Foundation of Language 6. Halliday, M.A.K. 1973. Explorations in the Functions of Language. London: Edward
Arnold.
Ibrahim, A. Syukur.1995. Sosiolinguistik: sajian, tujuan, pendekatan, dan problem (terjemahan dari buku Roger T. Bell). Surabaya: Usaha Nasional.
Jacobson, R.190. Closing Statement Linguistics and Politics. In Sebeok (Ed). Lyons, John, Cd. 1970. New Horizons in Linguistuics. Harmonsworth:Penguin.
Nababan, P.W.J.1991. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
99 BAB V