• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Hasil Evaluasi Process HSE Passport Training

BAB V HASIL

B. Hasil Penelitian

2. Gambaran Hasil Evaluasi Process HSE Passport Training

Evaluasi process dinilai berdasarkan hasil evaluasi terhadap peserta, evaluasi terhadap trainer dan evaluasi terhadap pihak penyelenggara HSE Passport Training. Pada masing-masing evaluasi terdapat unsur-unsur yang harus dinilai pada saat pelaksanaan HSE Passport Training, yakni evaluasi peserta, evaluasi trainer dan evaluasi terdahap pihak penyelenggara.

a. Gambaran Evaluasi Peserta HSE Passport Training

Unsur-unsur yang terdapat dalam evaluasi peserta adalah kehadiran peserta, ketepatan waktu peserta menghadiri HSE Passport Training, ketepatan peserta dalam menyelasikan tugas, sikap dan perilaku peserta, dan cara berpakaian peserta.

1) Kehadiran Peserta HSE Passport Training

Bulletin HSE Passport Training yang berisi keterangan berupa, daftar peserta HSE Passport Training, keterangan nomor batch, waktu dan tempat pelaksanaan HSE Passport Training, materi yang akan disampaikan dan trainer yang akan mengajar. Bulletin HSE Passport Training pada ambar 5.14:

Peserta yang menghadiri pelaksanaan HSE PassportTraning Batch 62 pada tanggal 14 Maret 2016 berjumlah 10 peserta, kemudian pada tanggal 15 Maret 2016 peserta yang menghadiri pelaksanaan HSE Passport Training juga berjumlah 10 peserta.

Daftar kehadiran peserta HSE Passport Training pada tanggal 14 dan 15 Maret 2016 dapat dilihat pada tabel 5.7:

Tabel 5.7 Daftar Hadir Peserta HSE Passport Training Batch 62 Pada Tanggal 14 dan 15 Maret 2016

No. Nama Peserta Work Unit

1. NA Operability Assurance

2. SR SDQA

3. MNA Procurement Adm

4. FA Admin Project 5. M Instrument 6. UR ICT 7. MNS ICT 8. AEP QC 9. YRS SDQA 10. HAR Procurement

Peserta yang hadir dalam pelaksanaan HSE Passport Training merupakan peserta yang terdaftar pada batch 62.

Berdasarkan daftar peserta HSE Passport Training Batch 62 dapat diketahui bahwa tidak seluruh peserta menghadiri HSE Passport Training yang berjumlah 14 peserta, dari 14 peserta yang seharusnya hadir hanya 10 peserta yang hadir pada pelaksanaan HSE Passport Training. Presentase kehadiran HSE Passport Training pada gambar 5.15:

Gambar 5.15 Presentase Kehadiran HSE Passport Training Batch 62 Hasil observasi sejalan dengan hasil wawancara terhadap penyelenggara (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“kalo sampe target ya kira-kira 80% kehadiran.”-(IUP2)

Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan SMHSE (informan pendukung) yakni,

“kehadiran peserta kalo bisa 80% persen.”-(IPN1)

Berdasarkan grafik yang telah disajikan dapat diketahui bahwa kehadiran peserta HSE Passport Training pada tanggal 14 Maret 2016 maupun tanggal 15 Maret 2016 hanya mencapai 71%. Hal tersebut tidak sesuai dengan target kehadiran peserta yang seharusnya mencapai 80%.

Peserta yang mengikuti HSE Passport Training harus mengetahui beberapa hal terkait dengan pelaksanaan HSE Passport Training. Berdasarkan telaah dokumen penyelenggara menetapkan hal-hal terkait diselenggarakannya HSE Passport Training, yakni

a) Sebagai persyaratan mobilisasi ke site project b) Sebagai persyaratan untuk mendapatkan insentif

c) Peserta harus mengikuti seluruh modul HSE Passport Training d) Jika peserta tidak bisa hadir maka harus membuat surat izin

e) Apabila melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi berupa dianggap tidak lulus dan harus mengulang keseluruhan materi HSE Passport training

Peserta yang tidak hadir pada pelaksanaan HSE Passport Training harus membuat surat izin. Berikut kutipan wawancara peserta (informan pendukung) yang tidak hadir pada pelaksanaan HSE Passport Training, “Enggak ikut karena saya ada rapat dengan atasan mengenai kerjaan juga, jadinya gak bisa hadir. Kalo konfirmasi udah ke HSE pas hari H karena rapatnya juga memang mendadak. Korfirmasinya lewat telepon”-(IPN2)

Pernyataan peserta yang tidak hadir (informan pendukung) sejalan dengan pernyataan penyelenggara (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“peserta yang gak hadir kemarin karena rapat mendadak dan ada pekerjaan yang lebih penting ya.. urgent gitu. Kemaren rata-rata yang konfirmasi alasannya gitu. Setelah konfirmasi ditelpon jadi nanti di pindah jadwal.”-(IUP1)

Berdasarkan hasil telah dokumen, observasi dan wawancara yang dilakukan dapat diketahui bahwa kehadiran peserta hanya 71%, artinya kehadiran peserta tidak sesuai dengan target kehadiran peserta 80%. Alasan peserta tidak menghadiri HSE Passport Training karena peserta menghadiri rapat dan ada pekerjaan lain yang lebih urgent. Peserta tidak memberitahu penyelenggara dengan surat izin tetapi peserta hanya melakukan konfirmasi ketidakhadiran pada hari pelaksanaan dengan menggunakan pesawat telepon.

2) Ketepatan Waktu Hadir Peserta HSE Passport Training

Seluruh peserta yang hadir juga diperhitungkan ketepatan waktu hadir pada pelaksanaan HSE Passport Training. Berdasarkan observasi yang dilakukan seluruh peserta tidak tepat waktu dalam menghadiri HSE Passport Training. Daftar waktu hadir peserta HSE Passport Training pada tanggal 14 dan 15 Maret 2016 pada tabel 5.8:

Tabel 5.8 Daftar Waktu Hadir Peserta HSE Passport Training

No. Nama Peserta 14 Maret 2016 15 Maret 2016 Waktu Hadir Modul 1 dan 2 Waktu Hadir Modul 3 Waktu Hadir Modul 4 Waktu Hadir Modul 5 1. NA 13.15 15.46 12.50 Peserta dan trainer sepakat untuk melanjutkan modul 5 tanpa istirahat 2. SR 13.16 15.46 13.30 3. MNA 13.19 15.52 13.25 4. FA 13.30 15.52 13.26 5. M 13.30 15.46 13.25 6. UR 13.30 15.50 13.25 7. MNS 13.30 15.56 13.26 8. AEP 13.32 16.05 13.25 9. YRS 13.34 16.05 13.04 10. HAR 13.42 15.44 13.26

Berdasarkan hasil observasi mengenai ketepatan waktu kehadiran, dalam pelaksanaan HSE Passport Training yang dilakasanakan pada tanggal 14 dan 15 Maret 2016 sebagian besar kehadiran seluruh peserta tidak sesuai dengan waktu pelaksanaan yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara HSE Passport Training. Hasil observasi sejalan dengan hasil wawancara terhadap informan. berikut kutipan hasil wawancara trainer (informan utama),

“Nah itu, ketepaan hadir para peserta rata-rata memang kurang disiplin menurut saya, kalo di jamnya sendiri kan di jam satu, untuk mulai HSE Passport Training nya tapi ya mungkin menyadari juga bahwa mereka bukan orang yang santai, mereka punya kesibukan entah itu meeting atau ada beberapa hal yang harus diberesin, sehingga mereka kadang jam satu lewat baru

dateng kayak tadi itu. Ya itu masih kurang sih disiplin dari mereka”- (IUT1)

“Kalo yang telat hadir tadi banyak bahkan tadi sudah mulai 30 menit masih ada yang dateng, jadi kan informasi dari slide-slide yang awal itu tidak tersampaikan pada akhirnya ke peserta yang telat”- (IUT2)

Pernyataan kedua informan di atas sejalan dengan pernyataan peserta (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“gak sesuai dengan waktu mulainya sih termasuk saya, tapi tadi banyak juga yang lebih telat dari saya. Tadi memang masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kalo setelah istirahat tadi juga telat sih.”-(IUPS1)

“telat karena memang ada pekerjaan tadi. Istirahatnya juga baru sih jadinya telat datengnya.”-(IUPS2)

Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara dapat diketahui bahwa sebagian besar peserta tidak hadir tepat waktu pada pelaksanaan HSE Passport Training dikarena terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sehingga pekerja membutuhkan waktu lebih untuk istirahat makan siang.

4) Sikap dan Perilaku Peserta HSE Passport Training

Sikap dan perilaku peserta dalam pelaksanaan HSE Passport Training merupakan hal yang perlu dinilai karena kontribusi peserta sangat penting dalam berjalannya sebuah pelatihan. Berdasarkan observasi peserta yang hadir pada modul pertama (SMK3LL) dan modul ke empat (Rigging Lifting & Working at Height) peserta cenderung diam dan kurang berinteraksi terhadap trainer. Peserta modul pertama pada gambar 5.16 dan peserta modul ke empat pada gambar 5.17:

Gambar 5.16 Peserta Modul Pertama HSE Passport Training

Gambar 5.17 Peserta Modul Pertama HSE Passport Training Hasil observasi tersebut sejalan dengan hasil wawancara terhadap informan. Berikut kutipan wawancara trainer (informan utama),

“sikap dan perilaku tadi sih banyak diam mungkin karena mungkin memenuhi kewajibanya untuk mengikuti training. Kalo banyak yang tidak bertanya jadi kurang menyenangkan.” -(IUT1)

“Saya rasa tadi dibanding training-training HPT sebelumnya, partisipasi pesertanya kurang memuaskan buat saya sendiri, karena memang, kesiapan saya mungkin.”-(IUT4)

Kutipan wawancara dari trainer (informan utama) sejalan dengan wawancara terhadap peserta (informan utama), berikut kutipan wawancaranya:

“Kalo tadi saya melihat peserta yang lain juga diam, kalo menurut saya memang penyampaian trainer yang kurang interaktif jadi saya dan yang lainnya cenderung diam.”-(IUPS1)

“Peserta lain tadi banyak yang diam sih, mungkin karena cara trainer menyampaikan atau mungkin peserta ngantuk karena kurang adanya interaksi dari trainer”-(IUPS4)

Berdasarkan keterangan dari ketiga informan tersebut bahwa peserta HSE Passport Training pada sesi pertama modul satu, dan modul ke empat cenderung diam karena penyampaian trainer yang kurang interaktif.

Berdasarkan observasi saat penyampaian modul dua materi UAC & Incident Investigation dan modul ketiga materi Environmental Awareness, trainer yang mengajar adalah trainer yang sama. Kemudian saat penyampaian modul ke dua, ke tiga dan lima (Work Permit System & JSA) partisipasi peserta pada cenderung berperan aktif dan menanggapi pertanyaan dari trainer. Peserta modul ke dua dan ketiga HSE Passport Training pada gambar 5.18 dan peserta modul ke lima pada gambar 5.19:

Gambar 5.19 Peserta Modul ke Lima HSE Passport Training Hasil observasi sejalan dengan hasil wawancara terhadap trainer (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“Tadi enak kok pesertanya, karena saya pancing juga jadi akhirnya beberapa dari mereka mau menceritakan beberapa pengalaman saat mereka di lapangan.”-(IUT2)

“peserta yang cenderung diam ya saya pancing, dan tadi juga ada yang hiper aktif yaaa, kita rem, karena jadi terpotong kan? Karena dia tadi tuh cerita terus. Nah kalo gak kita hentikan ini terus ini setengah jam nanti bisa habis waktunya.”-(IUT4)

Wawancara dari trainer (informan utama) sejalan dengan wawancara terhadap peserta (informan utama), berikut kutipan wawancaranya:

“Ya.. temen-temen saya banyak yang cerita tentang pengalamannya di lapangan karena tadi trainernya mungkin sudah lebih berpengalaman jadi cara penyampaiannya beda dengan yang pertama.”-(IUPS2)

“Partisipasi peserta lain tadi mendukung karena dengan trainer yang ini (sesi 2) kita tadi lebih interaktif dibanding yang pertama.”-(IUPS4)

Pada saat pelaksanaan HSE Passport Training modul dua dan modul tiga partisipasi peserta cenderung lebih berperan aktif karena trainer lebih interaktif kepada peserta pelatihan.

Sikap dan perilaku peserta dalam mengikuti HSE Passport Training berbeda pada saat modul pertama dan modul ke empat dengan

pada saat modul kedua, ketiga dan kelima. Peserta yang cenderung diam karena peserta merasa trainer pada modul pertama dan keempat kurang berinteraksi terhadap peserta. Sementara pada modul kedua, ketiga dan kelima peserta saling berinteraksi karena penyampaian trainer yang menarik, sehingga peserta lebih aktif ketika mengikuti pelatihan pada modul tersebut

5) Cara Berpakaian Peserta HSE Passport Training

PT. X tidak memiliki aturan khusus mengenai pakaian yang digunakan untuk bekerja di perusahaan tetapi pakaian harus sopan dan rapih. Pada pelaksanaan HSE Passport Training juga tidak ada persyaratan khusus dalam berpakaian menjadi peserta.

Berdasarkan hasi observasi yang dilakukan cara berpakaian peserta sudah sesuai dengan aturan di PT. X bebas, sopan dan rapih. Pakaian yan digunakan peserta HSE Passport Training pada gambar 5.20:

Gambar 5.20 Pakaian Peserta HSE Passport Training

Hasil observasi sejalan dengan hasil wawancara dengan informan. Berikut kutipan wawancara trainer (informan utama),

“Normal seperti biasa, rapih, dan sopan sesuai aturan di PT. X.”- (IUT3)

“Ya sama kok, seperti itu, sesuai dengan aturan di PT. X.”-(IUT4) Pernyataan trainer (informan utama) sejalan dengan pernyataan peserta (informan utama). Berikut kutipan hasil wawancara nya

“ Ya karena orang PT. X ya jadi ya sama aja penampilannya.”- (IUPS3)

“biasa, sopan dan rapih yang penting.”-(IUPS4)

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara maka dapat diketahui bahwa cara berpakaian para peserta yang menghadiri HSE Passport Training telah sesuai dengan aturan, yakni berpakaian sopan dan rapih. Hasil penelitian dalam proses pelatihan evaluasi peserta HSE Passport Training dapat disimpulkan bahwa kehadiran peserta tidak mencapai target yang ditetapkan oleh penyelenggara karena kehadiran peserta pelatihan kurang dari 80%. Peserta yang tidak dapat menghadiri pelatihan tidak membuat surat izin kepada penyelenggara, tetapi hanya melakukan konfirmasi ketidakhadiran dengan pesawat telepon pada hari pelaksanaan HSE Passport Training. Peserta cenderung diam pada modul pertama dan keempat, sementara peserta berperan aktif dan berinteraksi terhadap trainer pada modul kedua, ketiga dan kelima HSE Passport Training. Cara berpakaian peserta telah sesuai dengan peraturan PT. X dan tidak ada ketentuan khusus mengenai pakaian untuk menghadiri HSE Passport Training.

b. Gambaran Evaluasi Trainer HSE Passport Training

Proses berjalannya suatu pelatihan membutuhkan peran seorang trainer untuk menyampaikan materi. Seorang trainer membutuhkan evaluasi agar unsur-unsur dari evaluasi terhadap trainer dapat dinilai. Unsur-unsur yang terdapat dalam evaluasi trainer adalah ketepatan hadir dalam pelaksanaan pelatihan, sistematika penyajian, kesesuaian penggunaan metode penyampaian materi pelatihan, sikap dan perilaku trainer, penggunaan bahasa, cara berpakaian dan pencapaian tujuan pembelajaran.

1) Ketepatan Waktu Hadir Trainer HSE Passport Training

Sebelum pelaksanaan HSE Passport Training, pihak penyelenggara pelatihan membuat Bulletin HSE Passport Training sebagai informasi bagi trainer terkait materi yang akan disampaikan serta waktu pelaksanaan HSE Passport Training. Bulletin HSE Passport TrainingBatch 62 pada gambar 5.21:

Berdasarkan hasil telaah dokumen dari Bulletin HSE Passport Training Batch 62 pelaksanaan pelatihan dimulai pada pukul 13.00 – 17.00 WIB. Hasil telaah dokumen sejalan dengan hasil wawancara dengan informan. Berikut kutipan wawancara terhadap penyelenggara (informan utama)

“HSE Passport Training itu mulainya jam satu sampai jam tiga, terus istirahat setengah jam lah.. terus lanjut lagi sampe jam lima.”-(IUP1)

Hasil wawancara tersebut juga sejalan dengan SMHSE (informan pendukung). Berikut kutipan wawancaranya,

“Mulainya itu jam satu kemudian jam tiganya istirahat. Hmm.. kira-kira 30 menit nanti dilanjutkan lagi sampai jam lima.”-(IPN) Informasi tersebut menunjukan bahwa waktu HSE Passport Training dimulai pada pukul 13.00 – 17.00 WIB sesuai dengan jadwal yang tercantum pada Bulletin HSE Passport Training.

Hasil telaah dokumen dan hasil wawancara sejalan dengan hasil observasi terhadap ketepatan waktu kehadiran trainer dalam pelaksanaan pelatihan. Waktu kehadiran trainer dalam pelaksanaan HSE Passport Training Batch 62 pada tabel 5.9:

Tabel 5.9 Waktu Kehadiran Trainer Dalam Pelaksanaan HSE Passport Training Batch 62

No. Tanggal Modul Trainer Waktu

Kehadiran

1. 14/03/16 SMK3LL ZP

(HSE Engineer)

13.00

2. 14/03/16 UAC & Incident Invetigation FR (HSE Engineer) 14.23 3. 14/03/16 Environmental Awareness FR (HSE Engineer) 15.30 4. 15/03/16 Rigging-Lifting & Working at Height SA (Senior HSE) 13.28

No. Tanggal Modul Trainer Waktu Kehadiran 5. 15/03/16 Work Permit

System & JSA

MF (Senior

HSE)

15.00

Berdasarkan tabel yang disajikan sebelumnya kehadiran trainer pada tanggal 14 Maret 2016 telah hadir sesuai dengan jadwal yang ditetapkan di Bulletin HSE Passport Training. Hasil observasi ketepatan waktu hadi trainer sejalan dengan kutipan wawancara dengan peserta (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“kalo trainer yang pertama tadi sudah datang lebih awal kayaknya karena saat saya masuk ke ruangan pelatihan trainer udah ada di sana. Klo yang kedua juga gitu udah dateng lebih awal dari peserta.”-(IUPS1)

“kehadiran trainer pertama udah sih pastinya, malah saya yang telat, yang kedua juga trainer tadi nungguin kita-kita (peserta).”- (IUPS2)

Berdasarkan keterangan kedua informan bahwa trainer yang mengajar pada tanggal 14 Maret 2016 telah datang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selanjutnya berdasarkan observasi trainer yang hadir pada tanggal 15 Maret 2016 pada sesi pertama tidak hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan peserta (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“trainer yang pertama tadi telat datengnya jadi tadi saya nunggu aja di luar ruangan training.”-(IUPS3)

“tadi telat sih mba kalo trainer yang awal.”-(IUPS4)

Kedua pernyataan peseta (informan utama) sejalan dengan pernyataan trainer (informan utama). berikut kutipan wawancaranya,

“saya telat tadi karena pemberitahuannya mendadak, karena tadi yang harusnya ngisi ada rapat, sama saya juga rapat. Tapi karena

beliau rapat di luar jadinya saya yang mengantikan beliau.”- (IUT3)

Berdasarkan observasi, trainer pada sesi kedua segera mengisi pelaksanaan HSE Passport Training setelah melakukan kesepakatan dengan peserta untuk melanjutkan materi tanpa adanya istirahat selama 30 menit. Informasi tersebut sejalan dengan pernyataan peserta (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“...kalo trainer kedua tadi langsung dateng karena tadi peserta minta lanjut ke materi selanjutnya.”-(IUPS3)

“...nah tadi harusnya sebelum sesi kedua itu kan ada istirahat, tapi tadi saya sama yan lainnya minta lanjut aja.”-(IUPS4)

Pernyataan kedua peserta (informan utama) sejalan dengan pernyataan trainer(informan utama). berikut kutipan wawancaranya,

“tadi sih diskusi dan sepakat kalo materi selanjutnya itu modul yang terakhir jadi lanjut aja, jadi gak usah ada istirahat. Yasudah saya hadir tadi langsung setelah pak Sofyan (trainer sesi pertama).”-(IUT1)

Berdasarkan informasi tersebut maka ketepatan waktu hadir trainer pada sesi kedua sudah tepat waktu walaupun pelaksanaan sesi kedua menjadi lebih awal sesuai dengan kesepakatan antara trainer dengan peserta saat itu.

2) Sistematika Penyajian Trainer HSE Passport Training

Sistematika penyajian sebuah materi yang dilakukan oleh trainer merupakan unsur yang harus dinilai dalam evaluasi terhadap trainer. Hasil telaah dokumen salah satu dari materi HSE Passport Training pada gambar 5.22:

Gambar 5.22 Materi HSE Passport Training

Hasil telaah dokumen sejalan dengan hasil observasi selama pelaksanaan pelatihan. Salah satu materi yang disajikan secara sistematis pada gambar 5.23:

Gambar 5.23 Sistematika Penyajian Materi HSE Passport Training Hasil telaah dokumen dan hasil observasi sejalan dengan hasil wawancara terhadap informan. Berikut kutipan hasil wawancara peserta (informan utama),

“Trainer sudah sistematika dalam menyampaikan materi tadi karena sesuai dengan outline pembahasan.”-(IUPS1)

“Saya rasa sudah sistematis sesuai sama rincian materi yang tadi ingin disampaikan.”-(IUPS2)

Pernyataan peserta (informan utama) sejalan dengan pernyataan informan kunci berikut adalah kutipan wawancaranya

“Kalo sistematika sudah, karena sudah urut antara judul dan sub judul outline nya gitu, dan di dalamnya ada slide yang isinya tujuan pelatihan.”-(IK)

Berdasarkan keterangan sebelumnya dapat diketahui bahwa penyajian materi pelatihan HSE Passport Training yang dilakukan trainer pada sesi pertama maupun sesi kedua telah menyajikan materi secara sitematis.

3) Penggunaan Metode Penyampaian HSE Passport Training

Metode penyampaian merupakan cara membekali kompetensi kepada peserta pelatihan. Metode penyampaian terdiri dari ceramah, presentasi, diskusi kelompok, praktik, studi kasus, membaca, demonstrasi, penugasan dan simulasi (Aprinto dan Jacob, 2013). Berdasarkan hasil observasi, metode penyampaian yang digunakan oleh trainer adalah presentasi karena trainer menyampaikan materi dengan berbicara langsung kepada peserta dengan menggunakan media power point. Trainer bertanya kepada peserta untuk membangun interaksi dua arah agar peserta menanggapi, mengajukan pertanyaa dan fokus terhadap materi pelatihan yang diberikan. Foto peserta saat bertanya mengenai referensi yang digunakan dalam prosedur pada materi confined space pada gambar 5.24:

Gambar 5.24 Salah Satu Peserta yang Bertanya Saat Pelaksanaan HSE Passport Training

Hasil observasi sejalan dengan kutipan wawancara kepada informan. Berikut adalah kutipan wawancara trainer (informan utama),

“Kalo saya itu lebih memilih presentasinya sih, kalo misal saya pilih diskusi waktunya tidak mencukupi untuk kondisi HSE Passport Training. Jadi materi belum selesai atau penyampaian belum selesai, karena diskusi kan terlalu banyak. Jadi saya lebih suka dengan penyampaian dengan cara presentasi karena juga kan pake slide PPT (power point). Tapi ada beberapa tanggapan, beberapa interaksi mereka untuk bertanya gitu sih.”- (IUT1)

“Saya lebih senang dengan presentasi, karena waktunya terbatas. Walaupun memang saya juga berusaha mengajak peserta untuk interaksi, misal saya tanya dulu tuh “bapak tahu gak perbedaan warna helm.” Itu sebagai pancingan saja. Selanjutnya ya saya presentasi seperti awal lagi.”-(IUT2)

Pernyataan mengenai penggunaan metode presentasi yang dipilih oleh trainer sejalan dengan pernyataan peserta (informan utama). Berikut kutipan wawancaranya,

“Tadi sih trainernya presentasi seperti biasa, keduanya sama- sama presentasi pake slide.”-(IUPS1)

Metode penyampaian yang digunakan oleh trainer HSE Passport Training adalah presentasi karena waktu yang terbatas dan menyesuaikan dengan media HSE Passport Training berupa power point.

4) Sikap dan Perilaku Trainer HSE Passport Training

Unsur selanjutnya yang dinilai adalah sikap dan perilaku trainer dalam pelaksanaan HSE Passport Training. Berdasarkan hasil observasi sikap dan perilaku trainer sesuai dengan etika dan sopan santun. Tetapi pada saat penyampaian terdapat perbedaan. Terdapat trainer kurang interaktif terhadap peserta dan terdapat trainer yang sangat interaktif terhadap peseserta. Hal tersebut sejalan dengan hasil wawancara terhadap informan. Berikut hasil wawancara terhadap peserta (informan utama)

“trainer yang pertama tadi sih..sikap dan trainer biasa cuma kurang interaktif aja. Kalo yang kedua juga sama biasa tapi lebih interaktif.”-(IUPS1)

“ya.. wajar selayaknya trainer tapi kalo trainer yang pertama kurang mengajak interaksi. Beda sama yang kedua, kalo itu dia ngajak peserta untuk aktif dan interaksi gitu..”-(IUPS2)

Sikap dan perilaku trainer pada modul pertama dan kedua menunjukan perbedaan dan kesamaan. Persamaannya adalah kedua trainer sama-sama bersikap wajar seperti halnya trainer yang menyampaikan materi. Namun perbedaannya adalah pada modul pertama trainer kurang interaktif dan kurang mengajak interaksi sedangkan trainer modul kedua lebih interaktif terhadap peserta. 5) Penggunaan Bahasa dan Cara Berpakaian Trainer HSE Passport Training

Unsur seperti penggunaan bahasa dan cara berpakaian merupakan hal yang dapat dievaluasi. Berdasarkan hasil observasi para trainer yang mengajar, menyampaiakan materi dengan menggunakan bahasa

yang mudah dipahami dan menjelaskan beberapa istilah yang sekiranya belum diketahui oleh peserta HSE Passport Training. Pakaian yang digunakan trainer sesuai dengan aturan PT. X, yakni bebas, rapih dan sopan. Trainer menggunakan kemeja serta bawahan berbahan kain. Pakaian yang digunakan trainer pada saat pelaksanaan HSE Passport