• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN SOSIAL EKONOMI 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi

MISI I : Membangun Masyarakat Yang Berkualitas dan Berdaya Saing

GAMBARAN UMUM DAN PERILAKU PENDUDUK

B. GAMBARAN SOSIAL EKONOMI 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan perhitungan PDRB atas dasar harga konstan 2000, rata–rata Laju Pertumbuhan ekonomi (LPE) Provinsi Jawa Barat tahun 2014 Laju pertumbuhan ekonomi (LPE), sebesar 5,07 %, dengan laju inflasi 6,16%. Sektor yang menghasilkan

Tahun Kepadatan Penduduk Per

Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 15 pertumbuhan ekonomi yang tertinggi adalah Sektor Kontruksi, Industri, Perdagangan, sedangkan kontribusi yang paling kecil diberikan oleh Sekror Keuangan, Persewaan dan Jasa.

PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2012, mengalami peningkatan sebesar 6,6% dari tahun 2012 sebesar Rp. 364,41 trilyun menjadi Rp.

386,84 trilyun tahun 2013, sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga sebesar 57,28%, ekspor dan import sebesar 65,35% dan pembentukan modal tetap bruto 18,16%. konsumsi Pemerintah sebesar 8,86%. Dari sisi lapangan usaha, perekonomian Jawa Barat didominasi oleh peranan tiga sektor utama yakni sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan Hotel & Restoran dan sektor Pertanian.

2. Penduduk Miskin

Indikator kemiskinan ditentukan dengan Nilai Rupiah yang dibelanjakan untuk 2.100 kalori per kapita per hari ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya seperti perumahan, bahan bakar, sandang, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Perubahan batas kemiskinan di Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya sesuai dengan ukuran pendapatan per kapita menurut nilai mata uang rupiah yang sedang berlaku.

Jawa Barat masih menghadapi masalah kemiskinan yang antara lain ditandai oleh masih tingginya proporsi penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2013 sebanyak 4,38 juta orang atau 9,61% dari jumlah penduduk Jawa Barat dan mengalami penurunan dari tahun 2011 yang mencapai angka 10,57%. Tingkat kemiskinan ini dipandang sebagai ketidak-mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan dibawah Garis Kemiskinan.

Gambar III. B. 1

Tingkat Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota (%), di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 16 Keterjangkauan pelayanan kesehatan pada golongan lapisan masyarakat tersebut diharapkan dapat menstimulus meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Perluasan jangkauan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan secara berkelanjutan dengan disertai upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat melaksanakan perilaku hidup sehat.

3. Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting terhadap kemajuan suatu bangsa. Semakin bagus kualitas pendidikan akan semakin menentukan arah perbaikan kualitas sumber daya manusianya. Komponen pendidikan yang bisa dijadikan acuan melihat kemajuan dari sisi pendidikan adalah rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf.

Rata-rata lama sekolah tahun 2013 di Provinsi Jawa Barat adalah sebesar 8,11%. Apabila dibandingkan antar kabupaten/kota yang memiliki rata-rata lama sekolah di atas angka provinsi sebanyak terdapat 12 kabupaten/kota.

Angka melek huruf di Provinsi Jawa barat sejak tahun 2011 – 2013 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 angka melek huruf sebesar 96,29% dan tahun tahun 2013 sebesar 96,87%, artinya sudah lebih dari 96% dari penduduk di Provinsi Jawa Barat bisa membaca dan menulis. Terdapat 8 kabupaten/kota yang memiliki angka melek huruf di bawah angka Jawa Barat.

Angka partisipasi sekolah di Provinsi Jawa Barat paling tinggi pada usia SD yaitu 7-12 tahun , dengan APS diatas 98%, artinya hamper semua penduduk usia sekolah SD atau yang berusia 7-12 tahun sedang mengenyam pendidikan SD.

4. Status Pembangunan Manusia

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat berdasarkan penghitungan BPS dapat dilihat dalam Gambar III.B.3. Secara umum pembangunan manusia di Jawa Barat selama periode 2008 - 2013 mengalami peningkatan sebesar 2,03 poin. Hal ini berhubungan langsung dengan perbaikan beberapa indikator sosial ekonomi. Misalnya, angka melek huruf dewasa terus meningkat seiring dengan meningkatnya program pemerintah dalam pengentasan buta aksara.

Target pencapaian Indeks Pembangunan Manusia 80 tahun 2015, sesuai dengan PERDA 9 Tahun 2008 Tentang RPJPD Provinsi Jabar Tahun 2005-2025 tercantum pada gambar berikut ini.

Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 17 Gambar III. B. 2

Skenario IPM 80 di Provinsi Jawa Barat Tahun 2005 – 2015

\

Indeks Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013, mencapai 72,99 poin, dan naik 0,99 poin apabila dibandingkan dengan tahun 2010 (72,00 poin), akan tetapi pencapaian Indeks Kesehatan tersebut belum mencapai target (73,40).

Gambar III. B. 3

Perkembangan IPM, AHH, Indeks Kesehatan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 – 2013

Tabel III. B. 1

Capaian IPM Jawa Barat tahun 2007-2013

Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 18 Gambar III. B. 4

Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

Beberapa kabupaten kota capaian IPM berada diatas rata-rata capaian IPM Jawa Barat yaitu Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Banjar, Kota Cimahi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis. Sedangkan 3 kabupaten/kota lainya berada dibawah rata-rata IPM Jawa Barat dengan capaian terendah berada di WKPP III dan WKPP IV yaitu Kabupaten Indramayu, Kabupten Cianjur dan Kabupaten Cirebon.

Indeks Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2013 mencapai 82,31 atau naik 1,08 point dari tahun 2010. Beberapa komponennya yaitu rata-rata lama sekolah (RLS) mencapai 8,20 tahun atau naik 0,25 tahun, angka melek huruf (AMH) mencapai 96,48%

atau naik 0,48%, APK SD/MI mencapai 119,06% atau naik 1,88%, APK SMP/MTs mencapai 94,03% atau naik 0,06%, serta APK SMA/SMK/MA mencapai 59,56% atau naik 2,06%. Namun demikian, disadari sepenuhnya bahwa berbagai program yang telah kita canangkan tentunya tidak akan berhasil dengan optimal jika tidak diiringi dengan sinergitas dan dukungan yang penuh dari segenap stakeholders pembangunan pendidikan, khususnya untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan.

Selanjutnya pada tahun 2013, pencapaian Provinsi Jawa Barat dalam Indeks Daya Beli yang merupakan alat ukur untuk mengetahui standar kehidupan yang layak adalah 64,89 poin. Kondisi Purchasing Power Parity atau Paritas Daya Beli LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2012 mencapai Rp.640,80 ribu, jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai Rp. 630,77 ribu mengalami kenaikan sekitar 1,59%.

Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 19 Gambar III. B. 5

Peta Angka Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Kesehatan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

Indeks Pembangunan Manusia Indeks Kesehatan

Sumber : BPS Jawa Barat

Apabila dibandingkan antara Kabupaten/Kota, dari gambar diatas terlihat bahwa ada 13 Kabupaten/Kota yang Indeks Kesehatannya diatas angka Jawa Barat (72,34) dan 13 Kabupaten/Kota dibawah angka Jawa Barat. Apabila dibandingkan per Kabupaten/Kota ternyata yang tertinggi terdapat di Kota Depok (79,95) dan yang terendah terdapat di Kabupaten Cirebon (66,95).