MISI I : Membangun Masyarakat Yang Berkualitas dan Berdaya Saing
RS KHUSUS JUMLAH %
C. PEMBIAYAAN KESEHATAN 1. Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaaan memegang peranan sangat penting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Demikian juga kegiatan pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Barat memerlukan sumber dana untuk upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan di Jawa Barat. Sumber dana pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Barat berasal dari APBN, APBD Provinsi, Hibah dan Pinjaman Luar Negeri.
Total anggaran pembangunan kesehatan Provinsi Jawa Barat 2014 mengalami peningkatan jika dibandingkan anggaran 2013 APBD, yaitu sebesar Rp.
1,877,357,913,809, sedangkan anggaran tahun 2013 sebesar Rp. 1,872,298,014,025 atau naik sekitar 0.27 %. Demikian juga dengan sumber pembiayaan APBD 2014 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2013, pembiayaan kesehatan 2014 naik 22.53 %. Sedangkan untuk sumber APBN terdapat penurunan pembiayaan sekitar 5.1 % serta untuk PHLN menurun sebesar 38.1 %.
Tabel. VI. C. 1
Anggaran Pembangunan Kesehatan Menurut Sumber Anggaran di Provinsi Jawa Barat 2013 – 2014
SUMBER Anggaran (Rp) Tahun
2013 2014
APBD 390,378,006,608 478,311,998,342
BL 75,654,839,471 105,999,676,232
BTL 46,186,661,377 369,812,322,110
BANKEU 268,536,505,760 2,500,000,000 APBN 1,459,972,401,782 1,385,469,696,782
DEKON 35,551,448,000 74,798,849,000
DAK 216,037,124,522 192,612,633,682 JKN 894,450,734,260 773,827,502,422 LAIN – LAIN 313,933,095,000 715,174,562,754 PHLN 21,947,605,635 13,576,218,685 TOTAL
ANGGARAN 1,872,298,014,025 1,877,357,913,685
Keterangan : Tidak termasuk APBD Kab Kota
Komponen belanja kegiatan yang anggarannya meningkat selain yang bersumber dari APBD yaitu Belanja tidak langsung yang meningkat meningkat 7 kali
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 127 lipat dari tahun sebelumnya. Dana Dekon APBN meningkat 100% lebih. Anggaran Tugas Pembantuan kabupaten kota meningkat Anggaran APBN tersebut diatas meliputi anggaran yang pelaksanaannya hampir seluruhnya dilaksanakan di tingkat dinas kabupaten kota, rumah sakit dan puskesmas. Yang dikelola langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat meliputi APBD dan sebagian kecil kegiatan Monitoring Evaluasi BOK.
Berdasarkan Undang Undang Kesehatan dipersyaratkan setiap pemerintahan daerah harus mengalokasikan dana kesehatan sebesar 10% dari total APBD nya.
Berdasarkan data yang masuk ke provinsi selama periode 2008 – 2013 diketahui bahwa selama periode tersebut hanya tahun 2012 yang mencapai angka diatas 10%.
Termasuk tahun 2013 yang hanya mencapai 9.1%.
Gambar VI. C. 1
Proporsi Anggaran APBD Kesehatan di Provinsi Jawa Barat 2009 – 2014
Untuk mengetahui proporsi alokasi anggaran kesehatan kabupaten kota dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar VI. C. 2
Proporsi Anggaran APBD Kesehatan Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Barat 2014
Proporsi anggaran kesehatan (terhadap total anggaran kesehatan kab/kota) kabupaten kota di Jawa Barat tahun 2014 berkisar 0.72 % sampai dengan 13.98 %.
Proporsi tertinggi pada kelompok kabupaten dicapai oleh Kabupaten Bogor dengan
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 128 proporsi 13.98 %, dan yang terendah adalah Kabupaten Pangandaran 0.72 %. Proporsi tertinggi pada kelompok Kota dicapai oleh Kota Bandung dengan proporsi 5.27 % dan yang terendah adalah Kota Banjar dengan 0.42 %.
Terdapat 11 kabupaten kota yang proporsi anggaran kesehatannya sudah melebihi rata rata provinsi 3.70 %, yaitu Kabupaten Sukabumi, Indramayu, Bandung, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, Bogor, Kota Depok, Sukabumi, Bekasi serta Kota Bandung, sedangkan 16 kabupaten kota lainnya proporsi anggaran kesehatannya masih lebih kecil dari rata rata provinsi (3.70%).
Standar biaya kesehatan per kapita menurut World Bank adalah sebesar $12 atau Rp.144.000. Sedangkan menurut WHO sebesar $34 atau Rp. 408.000. dengan asumsi Kurs Rp. 12.000 per 1 dolar. Anggaran kesehatan per kapita kabupaten kota di Jawa Barat periode 2009 sampai 2014 berkisar Rp. 81.245 sampai dengan Rp. 957.673 dengan kecenderungan mengalami peningkatan. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar VI. C. 3
Anggaran Kesehatan Per Kapita Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 – 2014
Anggaran kesehatan per kapita kabupaten kota di Jawa Barat tahun 2014 dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar VI. C. 4
Anggaran Kesehatan Per Kapita Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2014
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 129 Besaran anggaran kesehatan per kapita kabupaten kota tahun 2014 berkisar Rp. 81.245 sampai dengan Rp. 957.673. Per kapita tertinggi pada kelompok kabupaten terdapat di Kabupaten Karawang sebesar Rp. 253.662 dan yang terendah adalah Kabupaten Garut yaitu sebesar Rp. 81.245. Per kapita tertinggi pada kelompok kota dicapai oleh Kota Sukabumi sebesar Rp. 957.673 dan yang terendah adalah Kota Tasikmalaya yaitu sebesar Rp. 123.150.
Terdapat 8 kabupaten kota dengan anggaran kesehatan per kapitanya melebihi rata rata provinsi Rp. 177.015, yaitu Kab. Bogor, Tasikmalaya, Kuningan, Cirebon, Karawang, Kota Cimahi, Cirebon, dan Kota Sukabumi. Sedangkan 19 kabupaten kota lainnya masih dibawah per kapitanya rata rata provinsi.
Gambar VI. C. 5
Persentase APBD Anggaran Kesehatan Terhadap APBD Kabupaten/Kota Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2014
Berdasarkan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 171 ayat 2 Besar anggaran kesehatan pemerintah daerah provinsi, Kabupaten /Kota dialokasikan minimal 10 % dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) diluar gaji. Rata – rata besaran anggaran Kesehatan dari 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat telah mencapai 7.86 %. Sebanyak 6 Kabupaten Kota telah mencapai lebih dari 10
% Anggaran kesehatn terhapad APBD daerah terdiri dari Kabupaten Bandung Barat, Bogor, Cirebon, Kota Cimahi dan Kota Sukabumi.
2. Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Tujuan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yaitu untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan hampir miskin agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. Melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka kematian bayi dan balita serta menurunkan angka kelahiran di samping dapat
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 130 terlayaninya kasus-kasus kesehatan bagi masyarakat miskin umumnya. Program ini telah berjalan lima tahun, dan telah memberikan banyak manfaat bagi peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat miskin dan hampir miskin di puskesmas dan jaringannya serta pelayanan kesehatan di rumah sakit
Peserta Jamkesmas mendapatkan pelayanan kesehatan komprehensif dan berjenjang dari pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya hingga pelayanan kesehatan rujukan di RS.
Cakupan kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2014 baru mencapai 24,95 %, yang meliputi Pekerja Penerima Upah 4.8 %, Peserta Bukan Pekerja 3.44 %, Peserta Bukan Penerima Upah, Asuransi Perusahaan 5.03 %, Asuransi Swasta 0.08, Jamkesda 5.97 %, PBI APBN 9.25 % dan PBI APBD 0.11 % .
Apabila dibandingkan antar kabupaten/kota, ternyata terdapat 14 Kabupaten yang angka diatas angka Jawa Barat dan kabupaten/kota yang tertinggi cakupan kepersertaan jaminan kesehatan ada di Kabupaten Bandung Barat (59,03 %), dan yang terendah terdapat di Kota Tasikmalaya (11.67 %). Untuk beberapa kabupaten tidak tercantum cakupan kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan dikarenakan tidak terdapat data di profil kabupaten yang bersangkutan.
Gambar VI. C. 6
Cakupan Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2014
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 131
Provinsi Luas Wilayah
(Km2) Kab/Kota Kec Desa/
Kelurahan
1. DKI Jaya 664 6 626 5.960
2. Jawa Barat 37.116 26 573 8.559
3. Jawa tengah 32.801 35 78 438
4. DI.Yogyakarta 3.133 5 664 8.499
5. Jawa Timur 47.800 38 155 1.551
6. Banten 9.663 8 57 716
7. Bali 5.780 9 116 1.137
Indonesia 1.913.579 497 7.094 82.505
BAB VII
PERBANDINGAN PROVINSI JAWA BARAT