• Tidak ada hasil yang ditemukan

Guaranteed Quality, Newest Style

Dalam dokumen Mitra Binaan | Semen Indonesia (Halaman 120-123)

PERKARA MODEL, sepatu yang dirancang Nanik memang oke. Semua itu berkat ketekunannya mencari referensi ke berbagai sumber, mulai majalah sampai terjun langsung ke toko dan mal- mal. Perempuan 31 tahun ini berusaha menyelaraskan karyanya dengan tren baru yang digandrungi anak-anak muda.

“Harus up to date, tapi itu saja tidak cukup. Kalau di toko modelnya begini, maka sepatu saya nanti harus beda. Misalnya ditambahi pernak-pernik, atau komposisi warnanya diubah,” terangnya. Resep itu yang membuat alas kaki merek Lievieda se- lalu ditunggu konsumen setianya yang tersebar di berbagai kota di Jatim, Semarang, Jogjakarta, sampai Kalimantan.

Saat ini yang paling laris adalah sepatu boots kulit untuk perempuan. Di toko-toko harganya mencapai Rp 400 ribu, “Buatan saya cuma Rp 200 ribu. Kualitasnya saya jamin setara, malah modelnya lebih bagus dan baru,” sambung desainer yang tinggal di Jl Panderman Gang XV/34 Mojokerto ini. Di luaran, menurut Nanik, angka Rp 200 ribu hanya dapat sepatu boots berbahan kanvas.

Mempekerjakan delapan perajin yang notabene warga sekitar, workshop sepatu Lievieda yang beralamat di Perum Griya Japan Raya Tahap 4, Jl Palembang

Blok D2/28 Sooko, Mojokerto, tiap hari selalu sibuk. Mereka mengolah bahan kulit sapi terbaik menjadi sepatu berbagai model, tas, juga dompet.

Sepatu dan sandal dibanderol Rp 100 ribu – Rp 500 ribu, tas mulai harga Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta, sedangkan dompet Rp 75 ribu sampai Rp 400 ribu. Para perajin itu bekerja dengan sistem borongan di rumah masing-ma- sing, tapi semua peralatan dipasok oleh Nanik. Selembar kulit sapi seharga Rp 17 ribu bisa dibuat tiga pasang sepatu.

“Soal bahan saya juga tidak mau asal beli. Salah sedikit, bisa-

FOR SHOES STYLE, Nanik’s design is always okay. All thanks to her diligence to look for references from various sources; Internet, magazine, or directly goes to stores and malls. Born in 1985, Nanik always tries to align her work with new trend loved by young people.

“Must be up to date. But, it is not enough. If the store has particular style, then I must create different style. For example, I must add trinkets, or change color composition, to my shoes,” she explained. It is the formula that makes Lievieda brand footwear always be waited by loyal consumers which spread across various cities in East Java, Semarang, Jogjakarta, to Borneo.

Commonly, the best-seller is leather boots for women. In stores, the price is about Rp 400 thousand. “However, the same leather boots I made only cost Rp 200 thousand. I guarantee the same quality, or even better, and with new styles,” said the designer who lives in Jl Panderman Gang XV/34 Mojokerto. To compare, Nanik said the Rp 200 thousand in common store can only buy canvas boots.

Employing eight craftsmen from her neighborhood, Lievieda shoe workshop at Perum Griya Japan Raya Tahap 4, Jalan Palem- bang Blok D2/28 Sooko, Mojokerto, is always busy every day. They cultivate the best cow leather material into the various styles of shoes, handbags, and wallets.

Shoes and sandals are priced at Rp 100 thousand to Rp 500 thousand, bags are tagged Rp 250 thousand to Rp 1 million, while wallet is about Rp 75 thousand to Rp 400 thou-

sand. The craftsmen worked with a contract system in their own homes, with

all equipment supplied by Nanik. A piece of Rp 17

thousand cow leather could be changed into three pairs of shoes. “For raw materials, I do not want to buy carelessly. One little

bisa brand yang sudah saya bangun bertahun-ta- hun ini jatuh,” tandas alumni Universitas Pesantren Tinggi Darul `Ulum (UNIPDU) Jombang jurusan Administrasi Bisnis ini. Dalam sehari Nanik mampu memproduksi 20 sampai 30 pasang sepatu, de- ngan omzet penjualan Rp 120 juta sebulan.

Padahal pemasarannya hanya mengandalkan getok tular dan BlackBerry Messenger. Itu salah satu alasan Nanik menjadi mitra binaan Semen Indonesia. Di samping mendapat pinjaman lunak Rp 10 juta yang digunakan untuk menambah modal usaha, bersama Semen Indonesia dia berharap jaringan pemasaran sepatu Lievieda semakin luas.

“Saya pernah diajak pameran ke berbagai dae- rah, antara lain Tuban, Gresik, Royal Plaza (Sura- baya), Malang, bahkan sampai Kalimantan. Saya berharap suatu saat ada yang mengajak pameran di Singapura. Saya yakin pangsa pasarnya bagus, sebab Singapura kan salah satu tujuan wisata belanja paling terkenal di Asia,” ujar dia.

Mantan karyawati bank swasta ini berkisah, ketertarikannya bergabung dengan Semen Indo- nesia berawal dari ajakan teman perajin dari Tang- gulangin, Sidoarjo. Lantaran usaha sang teman berkembang bagus, Nanik tak berpikir lama-lama untuk menjadi mitra binaan BUMN penghasil se- men tersebut. (*)

in many years will fall,” said the alumni of Uni- versitas Pesantren Tinggi Darul `Ulum (UNIPDU) Jombang department of Business Administration. In a day, Nanik can produce 20 to 30 pairs of shoes, with sales turnover at about Rp 120 million per month.

The marketing is relied solely on word of mouth and BlackBerry Messenger. That’s one reason why Nanik becomes a trained partner with Semen Indonesia. In addition receive Rp 10 mil- lion soft loan which was used to increase business capital, she hopes the partnership with Semen Indonesia can make Lievieda shoes marketing network broader.

“I’ve been invited to some exhibition in various areas, such as Tuban, Gresik, Royal Plaza (Sura- baya), Malang, even to Kalimantan. I hope one day I will be invited to participate in exhibition in Singapore. I believe there will be a good market there, because Singapore is one of the most famous shopping destinations in Asia,” she said.

The former private bank employee said, her interest in joining Semen Indonesia partnership was originated from a crafter-friend from Tang- gulangin, Sidoarjo. Due to her friend’s business, Nanik did not think too long to apply as the part- ners of the state-owned cement producer. (*)

Pemilik : Nanik Muida

Produk : Sepatu, tas, dan dompet kulit Rumah : Jl Panderman Gang XV/34 Mojokerto Workshoop : Perum Griya Japan Raya Tahap 4,

Jl Palembang Blok D2/28 Sooko, Mojokerto HP : 081330045776 Omzet : Rp 120 juta per bulan Gabung Semen Indonesia: 2015

Owner : Nanik Muida

Product : Leather shoes, leather bags and leather wallets Home : Jl Panderman Gang XV / 34 Mojokerto

Workshoop : Perum Griya Japan Raya Tahap 4, Jalan Palembang Blok D2/28 Sooko, Mojokerto Mobile phone : 081330045776

Turnover : Rp 120 million per month Join Semen Indonesia partnership : 2015

SUSILANINGSIH

Dalam dokumen Mitra Binaan | Semen Indonesia (Halaman 120-123)