• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL OBSERVASI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

No Aspek Indikator Deskripsi Kesimpulan

1 Religius Ada mushola Terdapat mushola untuk tempat shalat guru dan siswa. Akan tetapi apabila shalat berjamaah dilakukan di Masjid Al Ihsan yang letaknya berdekatan dengan masjid.

Sekolah mengondisikan nilai religius dengan adanya mushola.

Ada Al Quran dan Juz Amma

- Belum tersedia juz amma dan Al-

Quran di perpustakaan untuk menunjang nilai karakter religius. Melaksanakan

shalat jamaah

Shalat jamaah biasanya dilakukan setiap hari senin- rabu, yaitu hari kelas 4,5, dan 6 les. Sebelum les, siswa terlebih dahulu shalat berjamaah di masjid. Hal ini berdasarkan hasil observasi:

a. Selasa, 1 Desember 2015 siswa kelas VI shalat dhuhur berjamaah.

b. Rabu, 13 Januari 2016, setelah pelajaran selesai, ada jeda sebelum tambahan pelajaran, siswa kelas VI, V, dan IV shalat jamaah dhuhur terlebih dahulu di Masjid Al Ihsan.

c. Rabu, 2 Desember 2015, siswa kelas VI A dan VI B shalat dhuhur berjamaah di Masjid Al Ihsan.

Shalat jamaah dilakukan oleh siswa kelas tinggi, yaitu kela IV, V, dan VI. Shalat jamaah rutin dilakukan sebelum les, setiap hari senin, selasa, dan rabu.

171 Perayaan hari-hari

besar islam

Ketika hari raya idul adha SD N Plebengan menyembelih hewan kurban. Hewan kurban dibeli dari hasil uang infak siswa.

SD menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban secara rutin setiap hari raya idul adha. Pembelian hewan kurban diperoleh dari infak siswa setiap hari jumat. Melaksanakan

kegiatan keagamaan

Pesantren kilat ketika bulan ramadhan, Maulid nabi, doa bersama sebelum ujian (diperkuat dengan hasil dokumentasi foto).

Sekolah rutin melaksanakan peringatan hari keagamaan, seperti pesantren kilat, maulid nabi, doa bersama, dll.

2 Jujur Membeli di koperasi

kejujuran dengan jujur

Koperasi kejujuran berada di kantor guru. Hal ini berdasarkan hasil observasi: ketika ada siswa sedang membeli di koperasi kejujuran pada hari Rabu, 13 Januari 2016 (lihat lampiran dokumentasi gambar 2). Siswa membeli alat tulis di koperasi sekolah. Koperasi sekolah berada di ruang guru. Beberapa siswa yang membeli di koperasi membayar sendiri dan mengambil pengembalian sendiri.

Koperasi kejujuran yang berada di ruang guru. Hal ini memudahkan guru dalam mengawasi siswa yang sedang membeli. Walaupun guru tidak melayani secara langsung siswa yang membeli, akan tetapi guru bisa mengawasi dari jauh. Siswa memilih sendiri barang yag diperlukan, membayar sendiri. Apabila membutuhkan kembalian, siswa mengambil kembalian sendiri.

172 3 Toleransi Siswa menghargai

teman yang berbeda agama dan suku.

Salam dan mencium tangan guru dan tamu. Siswa berbahasa dengan baik, baik itu dengan guru, dan sesama temannya. Hal ini berdasarkan hasil observasi peneliti ketika siswa membeli makanan di kantin, siswa berbahasa kepada penjual makanan di kantin (Senin, 11 Januari 2016). Ketika siswa di perpustakaan mengembalikan buku, siswa berbahasa jawa halus/berbahasa Indonesia dengan penjaga perpustakaan. Siswa makan makanan sambil duduk. Siswa duduk di kurisi yang disediakan. Kalau penuh, siswa duduk di pinggir- pinggir jalan (5 Desember 2015, 7 Desember 2015, 11 Desember 2015, dan 15 Desember 2015)

Siswa menghormati semua guru dan tamu yang datang ke SD N Plebengan. Siswa sudah terbiasa mencium dan mengucapkan salam. Siswa berbahasa dengan baik di semua tempat, tidak hanya di dalam kelas, akan tetapi sudah diimplementasikan ketika membeli di kantin, bertemu dengan guru lain, dan ketika berbicara dengan petugas perpustakan. Dalam hal makan, siswa sudah terbiasa makan sambil duduk.

4 Disiplin Berangkat tepat waktu

Berdasarkan hasil observasi siswa pada: a. Selasa, 1 Desember 2015, b. Selasa, 8 Desember 2015, c. Rabu, 6 Januari 2016, d. Sabtu, 9 Januari 2016, dan e. Selasa, 26 Januari 2016,

Siswa berangkat tepat waktu. Peneliti tidak menemukan adanya siswa yang terlambat berangkat sekolah di hari pembelajaan biasa. Berdasarkan hasil observasi peneliti di setiap kelas, peneliti juga belum menemukan siswa yang terlambat berangkat sekolah.

Berdasarkan hasil observasi 5 kali kali, maka sudah memberikan gambaran bahwa siswa sudah terbiasa berangkat sekolah sebelum pukul 7, jadi tidak ada siswa yang terlambat. Sudah menjadi kegiatan rutin siswa untuk berangkat sebelum pukul 7.

Membawa atribut seragam upacara lengkap

Apabila lupa, siswa maju di depan tempat upacara. Ada tempat khusus untuk siswa yang tidak tertib dan siswa yang terlambat. Pada hari Senin tanggal 30 November 2015, ada dua siswa yang terlambat,

Secara mayoritas, siswa sudah tertib dalam memakai atribut seragam upacara. Hanya beberapa siswa saja yang lupa tidak memakai.

173

dan satu siswa yang tidak berseragam upacara dengan lengkap. Siswa tersebut berdiri di depan tempat upacara, yaitu tempat khusus, dekat dengan inspektur upacara.

Pengondisian untuk

mengantisipasi siswa yang terlambat ketika upacara dan siswa yang kurang lengkap dalam memakai atribut upacara yaitu siswa berdiri di tempat khusus.

5 Demokrartis Membuat tata tertib

Tata tertib yang ditempel di kelas merupakan hasil kesepakatan di awal semester.

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap awal semester di hampir semua kelas yaitu membuat kesepakatan awal tata tertib kelas.

Menentukan ketua kelas

Ketua kelas dipilih setiap awal tahun ajaran baru. Ketua kelas dipilih berdasarkan musyawarah kelas.

Kegiatana rutin yang dilakukan setiap awal tahun di semua kelas yaitu pemilihan ketua kelas.

6 Semangat kebangsaan

Tidak membeda- bedakan suku dan etnis.

Siswa menerima siswa pindahan dari daerah lain. Siswa pindahan dari daerah lain berbaur dengan siswa yang lain. Siswa tidak mengucilkan siswa yang baru (hasil observasi peneliti pada tanggal 5 Desember 2015, 7 Desember 2015, 11 Desember 2015, dan 15 Desember 2015).

Siswa tidak membeda-bedakan suku dan etnis. Walaupun ada siswa baru yang berbeda tempat asal, siswa menerima dan emmbantu siswa pindahan untuk beradaptasi di SD N Plebengan.

7 Cinta Tanah Air

Mencintai produk dalam negeri.

Di kantin makanan berasal dari buatan penjual. Di kantin sekolah ada poster tentang sekolah sehat. Makanan yang ada merupakan makan buatan pribadi. Tidak ada makanan buatan pabrik dan tidak ada makanan yang berwarna mencolok. Makanan ditutupi dalam etalase sehingga bersih dan terbebas dari lalat. Makanan di kantin sekat merupakan makanan sehat. Siswa makan hanya di kantin sehat apabila di sekolah (Senin, 11 Januari 2016).

Siswa dibiasakan di sekolah untuk cinta produk dalam negeri, yaitu salah satunya dengan adanya kantin sehat. Kantin sehat di sekolah menjual makanan buatan penjual sendiri. Makanan buatan penjual sendiri yang sehat dan merupakan jajanan pasar, jadi mengenalkan siswa dengan makanan- makanan khas.

174 Upacara bendera

dengan tertib

Pada hari Senin tanggal 30 November 2015, ada dua siswa yang terlambat, dan satu siswa yang tidak berseragam upacara dengan lengkap. Secara umum, siswa tertib ketika mengikuti upacara. Ada beberapa guru yang berada di barisan belakang siswa. Guru mengingatkan apabila ada siswa yang ramai sendiri. Inspektur upacara mengingatkan kepada siswa untuk selalu tertib ketika upacara. Inspektur upacara mengajak siswa agar tidak terlambat lagi, dan agar lebih tertib lagi. Siswa tersebut berdiri di depan tempat upacara, yaitu tempat khusus, dekat dengan inspektur upacara.

Pada hari Senin tanggal 4 Januari 2016, ada 1 siswa yang terlambat ketika upacara. Siswa tersebut datang, langsung menuju depan tempat upacara dan menempatkan diri di tempat khusus untuk siswa yang terlambat.

Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap hari senin yaitu upacara bendera. Upacara bendera diikuti oleh semua siswa.

Ada beberapa siswa yang berangkat terlambat, siswa yang berangkat terlambat sudah mengondisikan sendiri untuk berdiri di tempat khusus yang disediakan untuk siswa yang kurang tertib dna terlambat upacara. Kegiatan spontan yang dilakukan oleh guru ketika ada yang terlambat adalah mengingatkan ketika amanat pembina upacara. Selain mengingatkan kepada siswa yang kurang tertib, pembina upcara (kepala sekolah) memberikan apresiasi kepada siswa yang sudah tertib, dna memberikan apresiasi kepada guru ayng telah tertib juga.

Hormat pada bendera merah putih dengan benar.

Berdasarkan hasil observasi pada hari Senin tanggal 30 November 2015, Siswa hormat kepada bendera dengan baik. Tidak ada siswa yang terlihat bercanda ketika hormat. Semua siswa menghadap depan (lihat lampiran dokumentasi gambar 3).

Siswa mengetahui cara hormat kepada bendera dengan baik. Secara umum, tidak ada siswa yang berbicara sendiri ketika hormat kepada bendera.

8 Menghargai prestasi

Siswa mempunyai prestasi

Berikut beberapa contoh hasil prestasi siswa: a) Lomba Matematika Juara I tingkat Kecamatan

tahun 2013,

SD Plebengan menghargai prestasi dengan memajang piala di ruang piala. Hal ini untuk memotivasi siswa berprestasi.

175

b) Lomba IPS Juara I tingkat Kecamatan tahun 2013,

c) Lomba IPS Juara II tingkat Kabupaten tahun 2013,

d) Hasil UN Juara I tingkat Kecamatan tahun 2013, dll

Lomba dalam bidang non-akademik yang diikuti siswa juga banyak:

a) Lomba menulis pantun/sajak Juara II tingkat Kabupaten tahun 2012,

b) Cerdas Cermat TVRI Juara III babak final tahun 2012,

c) Lomba Karate Perorangan Juara III tingkat Provinsi tahun 2012,

d) Lomba Drumband Polisi Sahabat Anak Juara II tingkat Kabupaten tahun 2013,

e) Lomba menganyam Juara III tingkat Kabupaten tahun 2013,

f) Lomba INKAI Putra Juara II tingkat Kabupaten Bantul tahun 2015.

g) Lomba Kasti Putra Juara II tingkat Kecamatan tahun 2015,

h) Lomba Kasti Putri Juara I tingkat Kecamatan tahun 2015,

i) Lomba Sekolah Sehat Juara III tingkat Kabupaten tahun 2015, dll

Ada tepat khusus untuk meletakkan piala.

Siswa SD N Plebengan beprestasi, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kejuaraan yang telah diraih. Hal ini didukung dengan kegiatan ektrakurikuler.

176 9 Bersahabat Menolong teman

yang jatuh

Ketika ada siswa yang kesulitan, dibantu. Ketika ada yang jatuh, siswa bersedia menolong (Senin, 11 Januari 2016).

Siswa terbiasa menolong teman yang jatuh.

Menyapa teman Siswa menyapa teman yang ditemui ketika siswa berjalan, di kantin, dan di lingkungan sekolah (hasil observasi peneliti pada tanggal 5 Desember 2015, 7 Desember 2015, 11 Desember 2015, 15 Desember 2015).

Siswa saling menyapa ketika bertemu.

10 Peduli Lingkungan

Kerja bakti Kerja bakti rutin dilakukan setiap hari Jumat. Selain hari Jumat, sebulan minimal 2 kali dilakukan kerja bakti setiap hari Senin. Berdasarkan hasil observasi peneliti, SD N Plebengan kerja bakti pada:

a. Jumat, 27 November 2015,

Ada siswa yang menyirami tanaman, membersihkan rumput, menyapu, dan menata pot.

b. Jumat, 4 Desember 2015,

Ada siswa yang menyapu, ada yang menyabuti rumput, dan ada yang menyiram tanaman. c. Senin, 4 Januari 2016, dan

Siswa dan guru bekerja bakti. Guru awalnya menata apotik hidup dan memilih tanaman yang masih bagus untuk ditanam dan memilih tanaman yang sudah tidak bagus untuk ditanam. Siswa mengikuti contoh dari guru bagaiman amemilah tanaman yang masih bagus dan yang perlu diganti dan dicabut. Ada juga siswa yang menyabuti rumput.

Kegiatan rutin untuk peduli lingkungan salah satunya adalah kerja bakti. Kerja bakti dilakukan setiap hari Jumat. Selain hari Jumat, terkadang hari Senin juga diadakan kerja bakti. Kerja bakti pada hari Senin sifatnya insidental saja, yaitu apabila dibutuhkan.

177 d. Jumat, 8 Januari 2016

Siswa menata pot anaman, menata polybag yang telah dikumpulkan untuk diletakkan di tempat apotik hidup dan green house. e. Senin, 11 Januari 2016.

Guru Ks, Sa, dan Sk memberi contoh siswa ketika kerja bakti yaitu bagaimana memilih bibit yang baik, membersihkan rumput liar, dan menata tanaman apotik hidup.

Membuang sampah pada tempatnya

Berdasarkan hasil observasi selama peneliti di SD N Plebengan, semua siswa membuang sampah pada tempatnya. Di setiap tempat ada tempat sampah, jadi semua siswa membuangnya di tempat sampah.

Semua siswa sudah melakukan kegiatan rutin membuang sampah pada tempatnya. Hal ini didukung dengan pengondisian yang dilakuka sekolah, yaitu terdapat tempat sampah disetiap kelas. Selain di setiap depan kelas, di tempat yang dibutuhkan khusus juga disiapkan tempat sampah, yaitu di perpustakaan, kantin, dan kamar mandi.

Budaya cuci tangan

Setiap istirahat, terlihat siswa mencuci tangan di tempat cuci tangan (5 Desember 2015, 7 Desember 2015, 11 Desember 2015, 15 Desember 2015). Setelah pembelajaran, sebelum siswa makan, siswa mencuici tangan (Rabu, 6 Januari 2016).

Setelah pewarnaan membatik, siswa mencuci tangan (Kamis, 14 Januari 2016).

Kegiatan rutin siswa sebelum dan sesudah makan yaitu cuci tangan terlebih dahulu. Hal ini juga didukung dengan guru yang mengarahkan.

Menyirami tanaman

a. Ketika siswa kerja bakti (27 November 2015, 4 Desember 2015, 8 Januari 2016, dan 11 Januari 2016).

Siswa memunyai kesadaran untuk menyirami tanaman di depan kelas. Tidak hanya siswa yang piket saja yang

178

b. Ketika siswa piket, siswa menyirami tanaman (hasil observasi: 5 Desember 2015, 7 Desember 2015, 11 Desember 2015, dan 15 Desember 2015).

c. Ketika tanaman kering, siswa yang tidak piket me Mengamati siswa kelas 5B (Nd dan Ga) yang tidak sedang bertugas piket akan tetapi mempunyai kedasaran untuk menyirami apotek hidup miliknya dan teman-teman yang lain (Sabtu, 9 Januari 2016)

menyirami tanaman, akan tetapi teman yang lain harus membantu menyirami.

Membersihkan apotek hidup

Membersihkan rumput di apotik hidup dilakukan setiap kerja bakti (27 November 2015, 4 Desember 2015, 8 Januari 2016, dan 11 Januari 2016).

Setiap kali kerja bakti, apotek hidup dibersihkan dan dirawat. Selain membersihkan rumput yang ada di apotek hidup, juga membersihkan halaman dan lainnya.

11 Tanggung jawab

Menata sepeda Siswa menata sepeda dengan rapi. Sepeda

menghadap timur (5 Desember 2015, 11 Desember 2015, dan 14 Januari 2016).

Kegiatan rutin siswa, menata sepeda dengan rapi, menghadap timur. Selain itu, Kelas VI akan menggemboskan ban sepeda siswa yang tidak menata sepeda dengan rapi. 12 Gemar Membaca Siswa membaca dan meminjam buku di perpustakaan

a. Rabu, 25 November 2015, tidak ada siswa yang mengunjungi perpustakaan.

b. Sabtu, 28 Novemember, tidak ada siswa yang mengunjungi perpustakaan.

c. Selasa, 1 Desember 2015, tidak ada siswa yang mengunjungi perpustakaan.

d. Selasa, 1 Desember 2015, ada 3 siswa yang mengembalikan buku di perpustakaan.

Apabila dilihat dari jumlah siswa yang berkunjung di perpustakaan, baru sebagian kecil dari siswa yang berkunjung. Namun, apabila dilihat dari segi kunjungan siswa di perpustakaan, hampir setiap hari perpustakaan dikunjungi oleh siswa.

179

e. Sabtu, 9 Januari 2016, ada 9 siswa pengunjung perpustakaan.

f. Senin, 11 Januari 2016, ada 11 pengunjung perpustakaan, 2 diantaranya adalah guru. Pada hari

g. Selasa, 12 Januari 2016, ada 15 siswa yang mengunjungi perpustakaan.

h. Selasa, 19 Januari 2016 ada 13 siswa yang mengunjungi perpustakaan.

13 Peduli Sosial

Iuran dana sosial Iuran dana sosial dilakukan setiap senin. Dana sosial digunakan untuk menjenguk siswa yang sakit atau untuk takziah ketika ada keluarga siswa atau keluarga guru atau masyarakat sekitar SD ada sripah. menjenguk teman yang sakit.

Kegiatan iuran sudah rutin dilakukan. Hal ini untuk menumbuhkan nilia peduli sosial kepada siwa.

Piket dokter kecil Piket dokter kecil dilakukan setiap ada upacara bendera. Tugas dokter kecil adalah membantu siswa yang sakit ketika upacara. Hal berdasarkan observasi pada:

a. Senin, 30 November 2015. b. Senin, 4 Januari 2016. c. Senin, 11 Januari 2016.

Dokter kecil dipilih dan bertugas untuk membantu teman yang sakit.

Ikut dalam kegiatan sosial

Siswa menjenguk teman yang sakit.

Takziah ketika ada keluarga siswa atau keluarga guru atau masyarakat sekitar SD ada sripah. menjenguk teman yang sakit.

Kegiatan spontan yang dilakukan oleh siswa yaitu ketika ada temannya sakit menjenguk. Sekolah mengajak siswa dan semua guru untuk takziah.

180

Lampiran 13. Reduksi, Penyajian Data, dan Kesimpulan Hasil Wawancara Implementasi Pendidikan Karakter dengan Kepala Sekolah, Guru, dan Dewan/Komite Sekolah