Nilai pendidikan karakter ada beberapa macam. Nilai yang dianggap penting untuk dikembangkan menjadi karakter ada dua, yaitu respect(hormat) dan responsibility (tanggung jawab) (Lickona dalam Dharma Kesuma, Cepi Triatna, dan Johar Permana, 2013: 14). Sumber karakter pun ada yang dari agama, Pancasila, dan budaya. Ada 18 nilai karakter menurut Kementrian Pendidikan Nasional (2010: 9-10) yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja
31
keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Berikut penjabaran dari nilai-nilai pendidikan karakter: a. Religius
Religius merupakan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dan menghormati dan menghargai ajaran agama lain, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain juga merupakan wujud dari religius (Kementrian Pendidikan Nasional, 2010: 9). Sebagai insan yang religius, melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Ketaatan akan ada apabila dalam diri insan tersebut ada iman. Iman membuat hati ini menjadi tenang, dan jiwa menjadi tentram.
b. Jujur
Seseorang dikatakan jujur apabila dapat dipercaya. Jujur merupakan perilaku yang dilaksanakan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 9). Hal ini sejalan dengan pendapat Dharma Kesuma, dkk (2013: 16) yang menyatakan bahwa jujur sebagai sebuah nilai merupakan keputusan seseorang untuk mengungkapkan (perkataan dan perbuatan) bahwa realitas yang ada tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau menipu orang lain untuk kepentingannya sendiri. Jujur tidak mau berbohong kepada siapa saja. Tanda-tanda dari
32
kejujuran itu menyembunyikan ketaatan dan kesusahan, tidak membiarkan orang lain tahu. Apapun kondisinya, tetap menjunjung tinggi kejujuran. Berikut beberapa ciri orang yang dianggap jujur: berniat yang baik, berkata apa adanya, dan tidak berbohong (sama apa yang dikatakan dengan apa yang ada dalam hati).
c. Toleransi
Toleransi mengajarkan untuk menghargai sesama manusia, tidak mempengaruhkan perbedaan agama, suku bangsa, dll. Toleransi merupakan sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 9). Hal ini sejalan dengan Fatchul Mu’in (2013: 213) yang menyatakan bahwa toleransi merupakan sikap menghormati orang lain yang berbeda dengan kita atau kadang seakan menentang kita dan memusuhi kita.
d. Disiplin
Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 9). Disiplin berarti taat kepada aturan dan tertib dalam setiap tindakannya. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju pada yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma, dsb (Syamsul Kurniawan, 2013: 136).
33 e. Kerja Keras
Kerja keras merupakan perilaku yang menunjukkan upaya sungguh- sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan, belajar, dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 9-10). Hal ini sejalan dengan Dharma Kesuma, dkk (2013: 17) yang menyatakan bahwa kerja keras adalah suatu istilah yang melingkupi suatu upaya yang dilakukan (tidak pernah menyerah) dalam menyelesaikan pekerjaan/yang menjadi tugasnya sampai tuntas. Orang yang kerja keras merasa was-was apabila pekerjaannya belum selesai. Kerja keras dicerminkan dengan tanggung jawab dan dapat mengelola waktunya dengan baik.
f. Kreatif
Kreatif merupakan berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Hal ini sejalan dengan Agus Wibowo (2013: 83) yang menyatakan bahwa kreatif adalah menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Dari kedua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kreatif merupakan cara berpikir yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru. Sekolah diharapkan dapat memancing siswa agar siswa kreatif menemukan hal-hal baru, baik itu secara pengetahuan ataupun menghasilkan suatu barang.
34 g. Mandiri
Mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Hal ini sejalan dengan Mohamad Mustari (2014: 144) yang menyatakan bahwa orang yang mandiri tidak memerlukan batuan orang lain, berani mengambil resiko atas keputusannya, dan tidak khawatir atas masalah yang dihadapinya.
Orang mandiri jarang meminta pendapat pada orang lain. Mandiri berarti berusaha memecahkan masalahnya sendiri. Mandiri dalam mengerjakan tugas, dan juga mandiri dalam hal memenuhi kebutuhan diri sendiri.
h. Demokratis
Demokratis merupakan berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban diri dan orang lain (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Siswa dibiasakan untuk demokrasi sejak SD. Hal ini sejalan dengan Berkowitz dan Mary Anne Hoppe, “Both to support healthy child development and to socialize the next generation of democratic
citizens, schools and classrooms need to emphasize structures and
processes that empower youth” (2009: 134). Mendukung perkembangan anak yang sehat dan bersosialisasi generasi berikutnya dari warga negara yang demokratis, sekolah dan ruang kelas perlu menekankan struktur dan proses yang memberdayakan anak.
35 i. Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Orang yang mempunyai rasa ingin tahu mencoba untuk menjawab pertanyaan yang ada pada dirinya dengan menggunakan pengamatan dan pengalaman. Pengalaman menemukan akan melahirkan adanya pengetahuan.
Belajar merupakan salah satu kegiatan yang memberi kebebasan rasa ingin tahu, maka hal ini membuat setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Belajar tidak hanya di dalam kelas untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, akan tetapi dapat dilakukan di luar kelas.
j. Semangat Kebangsaan
Semangat kebangsaan berhubungan dengan kepentingan bangsa. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional (2010: 10), semangat kebangsaan merupakan cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya. Hal ini diwujudkan dengan rasa bangga terhadap bangsanya. k. Cinta Tanah Air
Cinta tanah air merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa
36
(Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Cinta tanah air mendorong untuk membangun dan memajukan negara dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Salah satu indikator cinta tanah air yaitu cinta produk dalam negeri.
l. Menghargai prestasi
Menghargai prestasi merupakan sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Sekolah mengarahkan siswa untuk berprestasi. Guru hendaknya mengarahkan siswa untuk bersaing prestasi secara sehat. Ada cara yang dapat dilakukan oleh guru agar siswa termotivasi untuk berprestasi. Jangan segan memberikan pujian kepada siswa yang melakukan sesuatu yang baik (Ngainun Naim, 2012: 179). m.Bersahabat
Bersahabat merupakan tindakan yang memperhatikan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Siswa dibiasakan untuk bergaul dengan siapa saja ketika di sekolah, tidak membeda-bedakan teman. Guru membiasakan untuk menyapa dan mengucapkan salam.
n. Cinta Damai
Cinta damai merupakan sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Cinta damai identik dengan
37
kata antikekerasan. Implementasinya di sekolah dengan membiasakan perilaku kasih sayang di seluruh elemen sekolah.
o. Gemar Membaca
Gemar membaca merupakan kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Perpustakaan sekolah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan gemar membaca siswa. Faktor koleksi buku merupakan salah satu yang berpengaruh dalam minat baca siswa. Banyak koleksi buku dan selalu ada yang baru menjadi perangsang bagi siswa untuk mau membaca (Syamsul Kurniawan, 2013: 155).
p. Peduli Lingkungan
Peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Kerusakan alam memang sudah banyak terjadi, oleh karena itu penting untuk diadakan peduli lingkungan kepada siswa sekolah dasar.
q. Peduli Sosial
Peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakan yang membutuhkan (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Peduli sosial penting diajarkan di sekolah. Peduli sosial tidak hanya sebatas perasaan dan pikiran saja akan tetapi juga action. Dengan jiwa sosial tinggi, mereka akan lebih
38
mudah bersosialisasi serta akan lebih dihargai (Syamsul Kurniawan, 2013: 157).
r. Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010: 10). Apa yang telah diperbuat, dipertanggungjawabkan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat, lingkungan, dan Tuhan.
Tanggung jawab menghendaki kita untuk mengenali apa yang kita lakukan karena kita bertanggung jawab pada akibat pilihan kita (Fatchul Mu’in, 2013: 216). Hal ini menganjurkan untuk konsisten pada apa yang menjadi pilihan. Harus konsekuen dengan apa yang sudah dipilih, tidak dapat lari dari pilihan tersebut.
Berdasarkan 18 nilai karakter diatas, dapat dijabarkan indikator yang menunjukkan nilai-nilai karakter tersebut. Berikut tabel nilai karakter berdasarkan Kementerian Pendidikan Nasional (2010: 26-31).
Tabel 2. Nilai Karater
Nilai Indikator Sekolah Indikator Kelas
1) Religius a)Merayakan hari-hari besar keagamaan.
b)Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah.
a) Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.
b)Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.
39
c)Memberikan kesempatan kepada semua peserta
didik untuk
melaksanakan ibadah. 2) Jujur a) Menyediakan fasilitas
tempat temuan barang hilang.
b) Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. c) Menyediakan kantin
kejujuran.
d) Menyediakan kotak saran dan pengaduan. e) Larangan membawa
fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian.
a) Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang.
b) Tempat pengumuman barang temuan atau hilang.
c) Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala. d) Larangan menyontek.
3) Toleransi a) Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas.
b) Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
a) Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
b) Memberikan pelayanan
terhadap anak
berkebutuhan khusus. c) Bekerja dalam kelompok
yang berbeda.
4) Disiplin a) Memiliki catatan kehadiran.
b) Memberikan
penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin.
c) Memiliki tata tertib sekolah.
d) Membiasakan warga
sekolah untuk
berdisiplin.
a) Membiasakan hadir tepat waktu.
b) Membiasakan mematuhi aturan.
40
e) Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.
5) Kerja Keras a) Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. b) Menciptakan suasana
sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras.
c) Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja.
a) Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. b) Menciptakan kondisi etos
kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar. c) Mencipatakan suasana
belajar yang memacu daya tahan kerja.
d) Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar.
6) Kreatif Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.
a) Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif. b) Pemberian tugas yang
menantang munculnya karya-karya baru baik yang autentik maupun modifikasi.
7) Mandiri Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik.
Menciptakan suasana kelas
yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri. 8) Demokratis a) Melibatkan warga
sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. b) Menciptakan suasana
sekolah yang menerima perbedaan.
c) Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka.
a) Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat.
b) Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka. c) Seluruh produk kebijakan
melalui musyawarah dan mufakat.
d) Mengimplementasikan model-model
pembelajaran yang dialogis dan interaktif. 9) Rasa Ingin
Tahu
a) Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak
a) Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu.
41
atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah. b) Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. b) Eksplorasi lingkungan secara terprogram. c) Tersedia media
komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik).
10)Semangat Kebangsaan
a) Melakukan upacara rutin sekolah.
b) Melakukan upacara hari- hari besar nasional. c) Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional. d) Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. e) Mengikuti lomba pada
hari besar nasional.
a) Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku, etnis, status sosial-ekonomi. b) Mendiskusikan hari-hari besar nasional. 11)Cinta Tanah Air a) Menggunakan produk buatan dalam negeri. b) Menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
c) Menyediakan informasi (dari sumber cetak, elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.
a) Memajangkan: foto presiden dan wakil presiden, bendera negara, lambang negara, peta Indonesia, gambar kehidupan masyarakat Indonesia.
b) Menggunakan produk buatan dalam negeri. 12)Menghargai
Prestasi
a) Memberikan
penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah.
b) Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.
a) Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik.
b) Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi. c) Menciptakan suasana
pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi.
13)Bersahabat a) Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah.
b) Berkomunikasi dengan bahasa yang santun.
a) Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik. b) Pembelajaran yang
42
c) Saling menghargai dan menjaga kehormatan. d) Pergaulan dengan cinta
kasih dan rela berkorban.
c) Guru mendengarkan keluhan-keluhan peserta didik.
d) Dalam berkomunikasi, guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik. 14)Cinta Damai a) Menciptakan suasana
sekolah dan bekerja yang nyaman, tenteram, dan harmonis.
b) Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.
c) Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender. d) Perilaku seluruh warga
sekolah yang penuh kasih sayang.
a) Menciptakan suasana kelas yang damai.
b) Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.
c) Pembelajaran yang tidak bias gender.
d) Kekerabatan di kelas yang penuh cinta kasih.
15)Gemar Membaca
a) Program wajib baca. b) Frekuensi kunjungan perpustakaan. c) Menyediakan fasilitas dan suasana menyenangkan untuk membaca.
a) Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik. b) Frekuensi kunjungan
perpustakaan. c) Saling tukar bacaan. d) Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi. 16)Peduli Lingkungan a) Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. b) Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan. c) Menyediakan kamar
mandi dan air bersih. d) Pembiasaan hemat
energi.
e) Membuat biopori di area sekolah.
f) Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik. a) Memelihara lingkungan kelas. b) Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas.
c) Pembiasaan hemat energi. d) Memasang stiker perintah
mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruangan apabila selesai digunakan.
43
g) Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.
h) Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik. i) Menyediakan peralatan kebersihan. j) Membuat tandon penyimpanan air. k) Memrogramkan cinta bersih lingkungan. 17)Peduli Sosial a) Memfasilitasi kegiatan
bersifat sosial.
b) Melakukan aksi sosial. c) Menyediakan fasilitas
untuk menyumbang.
a) Berempati kepada sesama teman kelas.
b) Melakukan aksi sosial. c) Membangun kerukunan
warga kelas. 18)Tanggung
jawab
a) Membuat laporan setiap
kegiatan yang
dilakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis. b) Melakukan tugas tanpa
disuruh.
c) Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat.
d) Menghindarkan
kecurangan dalam pelaksanaan tugas.
a) Pelaksanaan tugas piket secara teratur.
b) Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah.
c) Mengajukan usul pemecahan masalah.