• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PEMETAAN YANG DILAKUKAN OLEH POKJA SANITASI A. Hasil Pengumpulan Data dari SKPK

Dalam dokumen BUPATI KABUPATEN ACEH BARAT (Halaman 181-185)

BAB V INDIKASI PERMASALAHAN DAN OPSI PENGEMBANGAN SANITASI

5.3. HASIL PEMETAAN YANG DILAKUKAN OLEH POKJA SANITASI A. Hasil Pengumpulan Data dari SKPK

Pengumpulan data dari SKPK dilakukan dengan mewawancarai nara sumber di masing-masing SKPK yang berhubungan dengan sanitasi. Untuk Kabupaten Aceh Barat, wawancara dilakukan pada narasumber dari 4 SKPK/dinas yaitu Bagian Humas, kantor Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Cipta dan Pengairan.

Tabel. 5. 3. Tupoksi SKPK dan Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

SKPK/BAGIAN TUPOKSI

Bagian Humas • Tupoksi utama adalah untuk membantu Bupati dalam menyebarluaskan informasi pemerintah daerah. Dalam prakteknya, semua SKPD/dinas akan mengkomunikasikan semua hal yang menjadi tanggungjawabnya seperti dinas kesehatan akan menyebarluaskan tentang kesehatan. Infomas akhirnya lebih mengurus isu publik yang tidak memiliki induk seperti misalnya hak intelektual, keterbukaan informasi publik selain juga masih selalu mendukung penyebarluasan informasi pemerintah kota.

• Dalam penyebarluasan informasi tersebut, Bagian Humas bekerjasama dengan pemerintahan Gampong, media massa lokal, dan SKPD/dinas di Kabupaten Aceh Barat. Sosialisasi dalam bentuk pertemuan menjadi pilihan kegiatan komunikasi oleh infomasi selain juga membuat acara-acara dengan bekerjasama dengan media massa lokal.

I-43

• Pemilihan isu dilakukan dengan cara mengamati media nasional, provinsi dan lokal. Isu ini kemudian dikaitkan dengan kebutuhan kota. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memiliki beberapa media internal yang berada dibawah tanggung jawab bagian humas.

• Infomas juga menggunakan media film, leaflet, pamplet, booklet, baliho dan spanduk untuk mengkomunikasikan isu yang sedang menjadi perhatian.

• Setiap SKPK/dinas memiliki anggaran komunikasi/sosialisasi dan kadang langsung memproduksi materi komunikasinya sendiri.

• Bagian Humas telah memiliki hubungan baik dengan wartawan.

• Hubungan yang dilakukan dengan media saat ini seperti Surat Kabar Serambi Indonesia, Prohaba, RRI dll.

Dinas Kesehatan • Tugas Umum adalah membantu Bupati menyelenggarakan, pengkoordinasian, kebijakan di bidang pelayanan kesehatan.

• Merumuskan rencana dan program kerja Dinas Kesehatan.

• Merumuskan kebijakan umu dan petunjuk tehnis dalam bidang kesehatan.

• Melaksanakan pedoman dan atau petunjuk tehnis dalam bidang kesehatan.

• Merumuskan konsep produk jangka panjang, menengah dan tahunan.

• Melaksanakan pelayanan kesehatan umum bagi masyarakat.

• Mengelolah urusan ketatausahaan dinas.

• Melaksanakan pembinaan dan pengendalian di bidang kesehatan meliputi bidang peningkatan upaya pelayanan kesehatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit,penyehatan lingkungan dan permukiman dan perkotaan,promosi kesehatan,pemulihan kesehatan dan penelitian kesehatan.

• Melaksanakan pembinaan tehnis di bidang peningkatan SDM kesehatan, registrasi dan akreditasi tenaga dan sarana kesehatan.

• Melaksanakan hubungan kerjasama dengan instansi pemerintah, lembaga swasta dan organisasi kemasyarakatan tenaga kesehatan.

• Melaksanakan uji kopetensi tenaga kesehatan.

• Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

• Hubungan yang dilakukan dengan media saat ini seperti Surat Kabar Serambi Indonesia, Prohaba, RRI dll.

Dinas Cipta dan

I-44

• Melaksanakan pedoman dan atau petunjuk tehnis dalam bidang Cipta Karya dan Pengairan, serta mendokumentasikan dan menyebarluaskan hasil-hasilnya.

• Menyelenggarakan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jaringan drainase.

• Mengatur dan mengelola pembangunan serta pemeliharaan sarana dan prasarana dumberdaya air, rawa dan danau.

• Menyelenggarakan dan pengawasan prasarana kawasan pembangunan dan sistem manajemen konstruksi, pengembangan konstruksi bangunan sipil dan arsitektur.

• Penyelenggaraan dan pengawasan prasarana dan sarana jembatan dan jalan beserta simpul-simpulnya jalan bebas hambatan yang dibangun atas prakarsa daerah sendiri serta pengembangannya.

• Menetapkan kebijakan untuk mendukung pembangunan bidang Cipta Karya dan pengairan.

• Menyelenggarakan dan mengawasi standar pelayanan minimal dalam bidang Cipta Karya dan Pengairan.

• Menyelenggarakan dan mengawasi kerjasama di bidang Cipta Karya dan Pengairan.

• Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan tupoksi.

Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA)

• Bappeda mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan dalam bidang perencanaan pembangunan daerah.

• Merumuskan rencana dan program kerja Bappeda.

• Mengkoordinasikan penyusunan program perencanaan pembangunan daerah.

• Merumuskan dan melaksanakan kebijakan dalam bidang perencanaan pembangunan daerah.

• Menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah yang terdiri dari RPJP,RPJM,RKPD dan Restra serta kebijakan penyusunan dokumen daerah yang berhubungan dengan perencanaan.

• Merumuskan dan menyusun program-program tahunan sebagai pelaksana rencana yang dibiayai oleh derah ataupun yang disulkan kepada pemerintah tingkat atasan untuk dimasukan ke dalam program tahunan propinsi dan nasional.

• Menyusun dan menyampaikan KUA dan PPAS ke Bupati dan kemudian diteruskan oleh DPRK.

• Melaksanakan kegiatan penatausahaan Bappeda.

• Melaksanakan pembinaan, pengendalian dan fasilitasi dalam bidang perencanaan pembangunan Sosial Budaya, perencanaan pembangunan ekonomi, Perencanaan pembangunan Sarana dan prasarana, perencanaan serta dalam bidang pengendalian dan penelitian dan evaluasi pembangunan.

• Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati melalui SEKDA sesuai dengan

I-45

tugas dan fungsinya.

Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan

10. Pelaksanaan urusan ketatausahaan kantor;

11. Penyusunan program kerja tahunan, jangka menengah dan panjang;

12. Perumusan kebijakan teknis dalam ligkup pengendalian dampak lingkungan;

13. Pelayanan penunjang penyelenggaraan pengendalian dampak lingkungan;

14. Penyelenggaraan pengendalian dampak lingkungan, termasuk penelitian, pengujian, standarisasi, perizinan, peningkatan sumber daya manusia dan pengembangan kapasitas kelembagaan;

15. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, pengendalian dampak lingkungan;

16. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian dampak lingkungan; dan

17. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa narasumber dari SKPK/Dinas dapat ditarik kesimpulan yaitu:

1. Setiap SKPK/Dinas memiliki anggaran untuk melakukan kegiatan komunikasi (termasuk di dalamnya membuat materi komunikasi yang biasanya berbentuk leaflet, spanduk maupun spot di radio). Untuk produksi materi komukasi, SKPD/dinas membuat sendiri dan juga bisa bekerja sama dengan bagian humas.

2. Semua SKPK/dinas yang menjadi narasumber menggunakan media sosialisasi dan penyuluhan dalam mengkomunikasikan isu tertentu. Alat yang digunakan masih berupa leaflet, paparan presentasi dan hard copy yang disebarkan saat sosialisasi.

3. Isu yang diangkat oleh SKPK/dinas tergantung dari tupoksi masing-masing.

Untuk isu tertentu, beberapa SKPK/dinas bersama-sama dalam pengerjaannya.

4. Tiap SKPK/dinas cukup dekat dengan media massa lokal dan wartawan dalam menjaga hubungan komunikasi dan koordinasi.

I-46

Dalam dokumen BUPATI KABUPATEN ACEH BARAT (Halaman 181-185)