BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Hasil Posttest Kemampuan Koneksi Matematik Siswa
Setelah instrumen tes kemampuan koneksi matematika diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, data hasil posttest selanjutnya diolah sehingga dapat memberikan gambaran kemampuan koneksi matematik siswa pada kedua kelompok.
49
a. Hasil Posttest Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Kelompok Eksperimen
Data hasil posttest kemampuan koneksi matematik siswa yang diperoleh dari kelompok eksperimen yang pada proses pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran REACT dengan teknikscaffoldingdisajikan dalam tabel 4.1:
Tabel 4.1
Kemampuan Koneksi Matematik Kelompok Eksperimen No. Interval Nilai Frekuensi (%) 1 38–46 4 9.09 4 2 47–55 3 6.82 7 3 56–64 8 18.18 15 4 65–73 12 27.27 27 5 74–82 13 29.55 40 6 83–91 4 9.09 44 Jumlah 44 100
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 67,98 dengan nilai tertinggi 91 dan nilai terendah 38. Dari total 44 siswa yang ada pada kelompok eksperimen, jumlah siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata kelas adalah 23 siswa atau sebanyak 52,27%. Artinya jumlah siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata kelas lebih banyak dibanding siswa yang mendapat nilai di bawah nilai rata-rata kelas. Selanjutnya berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai median kelompok eksperimen sebesar 69,75, nilai modus sebesar 74,40, varians sebesar 159,05, simpangan baku sebesar 12,61, koefisien kemiringan sebesar -0,51 (kurva landai kiri) dan ketajaman sebesar 0,256 (distribusi platikurtis atau bentuk kurva datar) (lampiran 23).
Secara visual, distribusi frekuensi hasil posttest kemampuan koneksi matematik siswa kelompok eksperimen dapat dilihat pada histogram dalam diagram 4.1 berikut:
Diagram 4.1
Histogram dan Poligon Distribusi Frekuensi Kemampuan Koneksi Matematik Kelompok Eksperimen
b. HasilPosttestKemampuan Koneksi Matematik Siswa Kelompok Kontrol Data hasil posttest kemampuan koneksi matematik siswa yang diperoleh dari kelompok kontrol yang pembelajarannya dilakukan secara konvensional dengan strategi ekspositori disajikan dalam tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2
Kemampuan Koneksi Matematik Kelompok Kontrol No. Interval Nilai Frekuensi (%) 1 31–39 4 9,09 4 2 40–48 6 13,64 10 3 49–57 12 27,27 22 4 58–66 10 22,73 32 5 67–75 10 22,73 42 6 76–84 2 4,55 44 Jumlah 44 100
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata posttest kemampuan koneksi matematik siswa kelompok kontrol sebesar 57,5 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 31. Sebanyak 22 siswa atau 50% dari total 44 siswa di
51
kelompok kontrol memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata kelas, sedangkan 50% lainnya masih memperoleh nilai di bawah nilai rata-rata kelas. Hal ini menunjukkan bahwa proporsi siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata kelas sebanding dengan yang memperoleh nilai di bawah nilai rata-rata kelas. Selanjutnya diperoleh nilai median sebesar 57,5, nilai modus sebesar 55,25, varians sebesar 148,81, simpangan baku sebesar 12,20, koefisien kemiringan sebesar 0,18 (kurva landai kanan), dan ketajaman sebesar 0,273 (distribusi leptokurtis atau bentuk kurva runcing) (lampiran 24).
Secara visual distribusi frekuensi hasil posttest kemampuan koneksi matematik kelompok kontrol disajikan dalam histogram pada diagram 4.2 berikut:
Diagram 4.2
Histogram dan Poligon Distribusi Frekuensi Kemampuan Koneksi Matematik Kelompok Kontrol
Berdasarkan uraian di atas terlihat adanya perbedaan hasil yang diperoleh mengenai skor kemampuan koneksi matematik pada kelompok eksperimen dan skor kemampuan koneksi matematik pada kelompok kontrol. Untuk lebih memudahkan dalam melihat perbedaan tersebut, statistik deskriptif dari kedua kelompok akan disajikan dalam tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3
Perbandingan Hasil Tes Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Statistik Kelompok
Eksperimen Kontrol
Jumlah siswa (n) 44 44
Nilai Maksimum (Xmaks) 91 84
Nilai Minimum (Xmin) 38 31
Mean ( ) 67,98 57,50 Median (Me) 69,75 57,50 Modus (Mo) 74,40 55,25 Varians (S2) 159,05 148,81 Simpangan baku (S) 12,61 12,20 Tingkat kemiringan ( ) -0,51 0,18 Ketajaman/Kurtosis ( ) 0,256 0,273
Berdasarkan tabel di atas dapat diamati bahwa terdapat perbedaan antara hasil tes kemampuan koneksi matematik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata kelompok eksperimen yang lebih besar dari kelompok kontrol dengan selisih sebesar 10,48 menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan koneksi matematik siswa di kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding rata-rata pada kelompok kontrol. Selain itu, diperoleh data bahwa pencapaian nilai tertinggi dari kedua kelompok terdapat pada kelompok eksperimen dengan nilai 91, sedangkan nilai terendah dari kedua kelompok terdapat pada kelompok kontrol dengan nilai 31. Data ini menunjukkan bahwa ditinjau dari perolehan nilai tiap individu, kemampuan koneksi matematik dengan nilai tertinggi dicapai oleh siswa dari kelompok eksperimen dan nilai terendah terdapat pada kelompok kontrol.
Hal yang sama terjadi pada nilai median dan modus, di mana nilai median dan modus pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding nilai median dan modus pada kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen nilai median dan modus lebih tinggi dibanding nilai rata-rata, hal ini dapat memberikan gambaran bahwa sebagian besar perolehan nilai siswa berada di atas nilai rata-rata kelompok. Sedangkan pada kelompok kontrol, nilai median sama dengan nilai rata-rata dan nilai modus lebih rendah dari nilai rata-rata kelompok. Hal ini dapat
53
menggambarkan bahwa sebagian besar data menyebar di kisaran dan di bawah nilai rata-rata kelompok. Ini didukung oleh perolehan koefisien kemiringan pada kelompok eksperimen yang bernilai negatif, yaitu sebesar -0,51 yang berarti distribusi data miring negatif atau landai kiri, dengan kata lain kecenderungan data mengumpul di atas rata-rata. Sedangkan pada kelompok kontrol koefisien kemiringan sebesar 0,18 yang berarti distribusi data miring positif atau landai kanan, sehingga dapat dikatakan data cenderung mengumpul di bawah rata-rata.
Selanjutnya, ketajaman/kurtosis yang diperoleh kelompok eksperimen sebesar 0,256 yang dikategorikan sebagai kurva datar (platikurtis), artinya sebaran data tidak terlalu mengelompok. Pada kelompok kontrol ketajaman sebesar 0,273 yang dapat dikategorikan kurva runcing (leptokurtis) artinya sebaran data terlalu mengelompok. Secara visual, perbandingan sebaran data antara siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada diagram 4.3:
Diagram 4.3
Perbandingan Sebaran Data Hasil Tes Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Dari diagram 4.3 terlihat bahwa kurva hasil tes kemampuan koneksi matematik siswa kelompok eksperimen bergeser ke kanan dibanding kurva hasil tes kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa nilai siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding nilai siswa pada kelompok kontrol. Selain itu,
dapat diamati bahwa puncak kurva kelompok eksperimen berada di sebelah kanan puncak kurva kelompok kontrol. Hal ini menggambarkan bahwa nilai yang diperoleh oleh mayoritas siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding nilai yang diperoleh oleh mayoritas siswa pada kelompok kontrol.
2. Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Berdasarkan Indikator Koneksi