• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hipotesis Kerja

Dalam dokumen SHAFIRA MAULIDA NIM : (Halaman 33-0)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.5 Hipotesis Kerja

Menurut Sugiyono (2013:64) mengatakan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.Hipotesis kerja adalah hipotesis yang bersumber dari kesimpulan teoritik, sebagai pedoman untuk melakukan penelitian (Umar,

2010:38). Dalam penelitian kualitatif , hipotesis tidak diuji, tetapi sebagai panduan dalam proses analisis data. Maka penulisi merumuskan hipotesiskerja dalam penelititan ini, yaitu “Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Deliserdang meliputi Standar Dan Sasaran Kebijakan, Sumber Daya, Hubungan Antar Organisasi, Karakteristik Agen Pelaksana, Kondisi Social, Ekonomi Dan Politik Dan Disposisi Implementor.”

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Yang bertujuan untuk menggambarkan sifat peristiwa yaitu implementasi kebijakan keterbukaan informasi public di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang yang ditinjau dari model Van Meter dan Van Horn.

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memusatkan perhatian terhadap masalah masalah atau fenomena – fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan, kemudian menggambarkan fakta – fakta dan menjelaskan keadaan dari objek penelitian yang sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya dan mencoba menganalisis untuk memberikan kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh (Sudarman, 2002:41).

Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala–gejala, fakta dan kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat populasi serta menganalisa kebenaran berdasarkan data yang diperoleh (Nawawi,1993:140).

Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, maka peneliti diharapkan dapat melihat fakta-fakta, kejadian-kejadian, dan gejala-gejala yang ada, yakni tentang implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik dengan mengumpulkan informasi atau data kelapangan terkait dengan Standar Dan Sasaran Kebijakan, Sumber Daya, Komunikasi/Hubungan Antar Organisasi, Karakteristik Agen Pelaksana, Kondisi Sosial, Ekonomi Dan Politik Dan Disposisi Implementor.

3.2 Lokasi penelitian

Penelitian yang penulis teliti adalah mengenai Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang. Penulis mengambil mengenai itu dikarenakan permasalahan minimnya sosialisasi berkaitan dengan keterbukaan informasi mengenai syarat-syarat pengurusan izin yang harus dipenuhi pemohon.

Untuk memperoleh data sebagai bahan untuk menjawab permasalahan yang telah dikemukakan, Penelitian ini dilaksanakan Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( DPMPPSTSP) Kabupaten Deli Serdang di Jl. Mawar No. 5 Tj. Garbus Satu, Lubuk Pakam.Dimana Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang sebagai lembaga publik yang menangai terkait implementasi kebijakan keterbukaan informasi, sehingga peneliti mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah dengan menggunakan teori yang sudah di tentukan oleh peneliti.

3.3 Informan Penelitian

Menurut Sugiyono (2013:221) penentuan sampel atau informan dalam penelitian kualitatif berfungsi untuk mendapatkaninformasi yang maksimum.Dalam penelitian kualitatif subjek penelitian ditentukann secara sengaja.Informan adalah orang yang benar-benar mengetahui atau pelaku yang terlibat langsung dengan permasalahan penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari :

Tabel 3.1 : Matrik Informan

No. Informan Informasi yang dibutuhkan Jumlah 1 Kasubbag 1. Standar/tujuan dan sasaran kebijakan KIP

2. Ketersediaan SDM, anggaran dan ketersediaan fasilitas DPMPPTSP Deli Serdang

3. Komunikasi dan penyampaian informasi DPMPPTSP Deli Serdang kepada masyarakat

2 Kepala bidang 1. Standar/tujuan dan sasaran kebijakan KIP

2. Ketersediaan SDM, anggaran dan ketersediaan fasilitas DPMPPTSP Deli Serdang

3. Komunikasi dan penyampaian informasi DPMPPTSP Deli Serdang kepada masyarakat

3 Kepala seksi 1. Standar/tujuan dan sasaran kebijakan KIP 2 Ketersediaan SDM, anggaran dan ketersediaan fasilitas DPMPPTSP Deli Serdang

3 Komunikasi dan penyampaian informasi DPMPPTSP Deli Serdang kepada masyarakat

4 Staff 1. Standar/tujuan dan sasaran kebijakan KIP 2. Ketersediaan SDM, anggaran dan

ketersediaan fasilitas DPMPPTSP Deli 3

Serdang

3. Komunikasi dan penyampaian informasi DPMPPTSP Deli Serdang kepada masyarakat ketersediaan fasilitas DPMPPTSP Deli Serdang

2. Sosialisasi atau penyampaian informasi DPMPPTSP Deli Serdang kepada masyarakat

3. Pemahaman atau respon badan publik terhadap kebijakan KIP

3

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini diperlukan data atau keterangan dan informasi. Untuk itu penelitian menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Teknik pengumpulan data primer

Teknik pengumpulan data primer adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara lansung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer tersebut dapat dilakukan dengan instrument sebagai berikut :

a. Wawancara mendalam, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan lansung kepada pihak yang terkait dengan tujuan untuk memperoleh informasi yng dibutuhkan. Metode wawancara ini ditujukan untuk informan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya yang mengetahui dan terkait dengan topic penelitian. Sebelum mengumpulkan informasi kelapangan penulis terlebih dahulu menyusun pedoman wawancara.

b. Observasi ( pengamatan ) adalah pengamatan lansung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Melalui observasi peneliti dapat memperoleh pandangan mengenai apa yang sebenarnya dlakukan dan melihat lansung keterkaitan yang terdapat didalamnya dan kemudian mencatat gejala – gejala yang ditemukan dilapangan untuk melengkapi data – data yang diperlukan sebagai acua yang berkenaan dengan topic penelitian. Sebelum mengumpulkan informasi kelapangan penulis terlebih dahulu menyusun pedoman observasi.

c. Studi dokumentasi,yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan-catatan atau dokumen – dokumen yang ada di lokasi penelitian atau sumber-sumber lain yang terkait dengan objek penelitian. Sebelum mengumpulkan informasi kelapangan penulis terlebih dahulu menyusun pedoman dokumentasi.

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif. Analisa data kualitatif adalah analisa terhadap data yang diperoleh berdasarkan kemampuan nalar penelititan dalam menghubungan fakta, data dan informasi.Jadi teknik analisis data kualitatif menyajikan hasil wawancara dan melakukan analisis terhadap masalah yang di temukan dilapangan sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang objek yang diteliti dan kemudian dapat menarik kesimpulan.

Menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2007:243) Terdapat beberpa langkah dalam melakukan analisis datayaitu sebagai berikut :

1. Reduksi data

Reduksi data dilakukan dengan merangkum dan memfokuskan hal – hal yang penting tentang penelitian dengan mencari tema dan pola hingga memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.

2. Data display / penyajian data

Data display bermakna sebagai sekumpul informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Penyajian data ini dilakukan dalam bentuk uraian atau teks yang bersifat naratif, bagan dan dalam bentuk tabel sehingga memudahkan peneliti memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnyaberdasarkan apa yang telah dipahami.

3. Kesimpulan atau verifikasi

Dalam penelitian ini, kesimpulan awal yang dikemukan masih bersifat sementara dan bisa berubah bila tidak ditemukan bukti – bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun apabila kesimpulan pada tahap awal didukung oleh bukti – bukti yang valid san konsisten saat penelitian kembali ke lapangan maka data tersebut dapat dikatakan sebagai data yang kredibel

3.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Triangulasi.Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moloeng, 2004:330)

Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:115)yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini

selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.

Denzin (dalam Moloeng, 2004), membedakan empat macam triangulasi diantaranya dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori.

Pada penelitian ini, dari keempat macam triangulasi tersebut, peneliti hanya menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan sumber.

Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Patton,1987:331).

Adapun untuk mencapai kepercayaan itu, maka ditempuh langkah sebagai berikut :

 Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara

 Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

 Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu

 Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan masyarakat dari berbagai kelas.

 Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

Tujuan umum dilakukan triangulasi adalah untuk meningkatkan kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari sebuah riset. Dengan demikian triangulasi memiliki arti penting dalam menjembatani dikotomi riset kualitatif dan

kuantitatif, dan pengumpulan data triangulasi (triangulation) melibatkan observasi, wawancara dan dokumentasi.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum DPMPPTSP Deli Serdang

Terbentuknya Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Deli Serdang pada tanggal 23 November 2016 adalah salah satu perwujudan dari penataan kembali Sususan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang telah disusun sebelumnya dalam Peraturan Daerah Deli Serdang Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Deli Serdang dan telah diubah dengan Peraturan Derah Kabupaten Deli Serdang Nomor 1 Tahaun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Deli Serdang, dengan Nomenklatur sebelumnya Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) yang terbentuk pada tanggal 04 Januari 2016.

Visi DPMPPTSP adalah “Prima Dalam Pelayanan Perizinan Dan Investasi Serta Mendorong Kualitas Perekonomian Daerah Yang Berdaya Saing”. Misi DPMPPTSP adalah(1) Menciptakan pelayanan perizinan terpadu dan penanaman modal yang berkualitas, (2) Mengupayakan optimalisasi profesionalisme sumber daya aparatur (SDA).

Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 2333 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah. Memiliki tugas melaksanakan koordinasi kebijakan daerah dan pelayanan di bidang perizinan usaha dan perizinan non usaha secara terpadu dengan

prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dansimplikasi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.

Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang merupakan unsur pendukung tugas Bupati Kabupaten Deli Serdang bidang pelayanan perizinan dan penanaman modal, dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Deli Serdang melalui sekretaris daerah. Dinas yang awal mulanya adalah Badan ini berubah menjadi dinas pada tahun 2016 berdasarkan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 2333 Tahun 2016

Tuntutan pelayanan yang baik oleh pemerintah yang lebih tinggi, dan masyarakat Deli Serdang itu sendiri bahwa kebutuhan masyarakat akan jasa layanan publik yang semakin tinggi dan kompleks membawa pemerintah Deli Serdang untuk membentuk pusat pelayanan publik dengan sistem satu atap dan mengintegrasikan kantor pelayanan perizinan terpadu di dalamnya yang kemudian disempurnakan menjadi Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang yang berdasarkan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 2029 Tahun 2016 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Kepada Dinas Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang diberikan kewenangan 31 jenis pelayanan yaitu :

1. Izin Mendirikan Bangunan;

2. Izin Gangguan (HO);

3. Izin Usaha Perdagangan dan Tanda Daftar Perusahaan;

4. Izin Reklame;

5. Izin Apotik;

6. Izin Usaha Toko Modern (IUTM) beserta Izin Pronsip Lokasi;

7. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) beserta Izin Prinsip Lokasi;

8. Izin Usaha Jasa konstruksi;

9. Izin Peruntukan Penggunan Tanah;

10. Izin Usaha Industri dan Tanda Daftar Industri;

11. Izin Usaha dan Tada Daftar Usaha Pariwisata;

12. Tanda Daftar Gudang;

13. Izin Laboratorium Kesehatan;

14. Izin Usaha Angkutan;

15. Izin Trayek;

16. Izin Usaha Peternakan dan Tanda Daftar Peternakan;

17. Izin Usahan Perkebunan Untuk Budidaya (IUP-B);

18. Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P);

19. Izin Usaha Perkebunan (IUP);

20. Izin Perubahan Luas Lahan;

21. Izin Perunahan Jenis Tanaman;

22. Izin Perubahan Kapasitas Pengolahan Hasil Perkebunan;

23. Izin Diversifikasi Usaha;

24. Izin Usaha Produksi Benih dan Tanda Daftar Produsen, Penyalur, dan Pedagang Benih Bina;

25. Rekomendasi Kesesuian Dengan Perencanaan Pembangunan Perkebunan Kabupaten Untuk IUP-P Yang Diterbitkan Oleh Gubernur;

26. Rekomendasi Kesesuian Dengan Perencanaan Pembangunan Perkebunan Kabupaten Untuk IUP-B Yang Diterbitkan Oleh Gubernur;

27. Izin Usaha Perikanan;

28. Izin Lingkungan;

29. Izin Pengumpulan Limbah B3 Skala Kabupaten;

30. Izin Pembuangan Air Limbar Ke Badan Air;

31. Izin Pemanfaatan Bagian Jalan.

4.1.1 Tugas Pokok Dan Fungsi DPMPPTSP Deli Serdang

Sesuai Dengan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 768 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 886 Tahun 2008 Tentang Tugas Pokok Fungsi Dan Rincian Tugas Jabatan Perangkat Daerah Kabupaten Deli Serdang, Maka Dalam Melaksanakan Tugas Pokok Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang, Kepala Dinas Mempunyai Fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan perizinan terpadu yang meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang pertanian dan umum serta bidang penanaman modal.

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan publik serta penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat (KM) pada Pelayanan Perizinan Terpadu yang meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang, pertanian dan umum serta bidang penanaman modal.

c. Pembinaan dan melaksanakan tugas dalam bidang pelayanan perizinan terpadu yang meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang, pertanian dan umum serta penanaman modal.

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya di bidang Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal.

Masing - masing kepala dan sub bagian mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

1. Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal

 Menetapkan program kerja disetiap bidang seksi

 Melaksanakan pelayanan perizinan terpadu secara langsung maupun paralel

yang meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang, pertanian dan umum serta Penanaman Modal dan Promosi Daerah

 Merumuskan kebijakan teknis di bidang Pelayanan Perizinan Terpadu yang

meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang, pertanian dan umum serta dan Penanaman Modal dan Promosi Daerah;

 Merumuskan penyelenggaraan promosi terpadu potensi daerah dalam rangka pengembangan investasi di daerah di dalam negeri maupun di luar negeri;

 Merumuskan laporan sesuai hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan menggunakan formulir capaian SKP

yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai penetapan kontrak prestasi kerja bawahan

 Melaksanakan tuga lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan

fungsinya.

1. Kepala Sub Bagian Tata Usaha

 Merancang/menyusun pelaksanaan kegiatan dari program kerja;

 Menyusun dan melakukan pengelolaan administratif umum

 Menyusun dan melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian;

 Menyusun dan melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan;

 Menyusun dan melakukan pengelolaan administrasi keuangan;

 Menyusun melakukan pengelolaan administrasi Program, Rencana Kerja,

Rencana Kebijakan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA);

 Melakukan kebersihan lingkungan kantor /bertanggung jawab atas keamanan kantor,

 Melakukan pengawasan terhadap disiplin pegawai, budaya bersih, budaya kerja dan budaya tertib,

 Merancang dan melakukan penyelenggaraan rapat dinas dan mempersiapkan

Surat Perintah Tugas (SPT) bagi pegawai yang akan melaksanakan perjalanan dinas;

 Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan

sesuai hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas,

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan menggunakan formulir capaian SKP

yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai penetapan kontrak prestasi kerja bawahan. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

2. Kepala Seksi Perizinan Dan Non Perizinan

 Merancang /menyusun pelaksanaan kegiatan dari program kerja;

 Melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan Pelayanan Perizinan Terpadu yang meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang, pertanian dan umum;

 Menyusun pedoman dan petunjuk teknis persyaratan pembuatan Izin yang diterbitkan Memproses penerbitan perizinan dan non perizinan,

 Melakukan monitoring dan evaluasi dengan instansi terkait dalam rangka penelitian lapangan

 Melakukan studi kelayakan yang bersifat teknis bersama instansi terkait,

 Menyusun pembuatan berita acara dan laporan hasil pelaksanaan penelitian di lapangan;

 Memproses pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan perizinan dan non perizinan umum;

 Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan

sesuai hasil yang telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas,

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan menggunakan formulir capaian

SKP yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai penetapan kontrak prestasi kerja bawahan.

 Melaksanakan tuga lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

3. Kepala Seksi Penanaman Modal Dan Promosi Daerah

 Merancang /menyusun pelaksanaan kegiatan dari program kerjas

 Memberikan pelayanan perizinan non perizinan di bidang Penanaman modal

 Melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan penanaman modal daerah;

 Melakukan penelitian dan pengkajian potensi daerah bagi pengembangan Promosi Penanaman Modal guna pengembangan investasi daerah;

 Menyusun dan melakukan kegiatan penanaman promosi modal di dalam dan luar negeri secara terpadu antara dinasinstansi terkait lainnya;

 Menyiapkan bahan kegiatan kerja sama antara instansi di daerah, kabupaten/kota propinsi pusat/luar negeri dan dunia usaha,

 Memproses pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan perizinan dan non perizinan bidang penanaman modal;

 Melakukankan pemutahiran data dan informasi penanaman modal daerah;

 Melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perizinan

dan non perizinan serta melaksanakan pelaporan pemantauan kegiatan penanaman modal (LKPM);

 Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan

sesuai hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan menggunakan formulir capaian

SKP yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai penetapan kontrak prestasi kerja bawahan.

 melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

4. Kepala Seksi Pendataan, Pelaporan Dan Penyuluhan

 Merancang / menyusun pelaksanaan kegiatan dari program kerja

 Melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan administrasu perencanaan pendataan perizinan dan non perizinan, monitoring dan evaluasi

 Memproses penyusunan data pelaporan tentang pemberian perizinan dan

perizinan yang meliputi bidang industri dan perdagangan, pertanian, bangunan tata ruang, pertanian dan umum serta bidang penanaman modal yang telah diterbitkan;

 Melakukan penghimpunan data investasi Penanaman Modal Dalam Negeri

(PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) yang ada di Kabupaten Deli Serdang

 Merancang pelaksanaan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi

sistem informasi pemerintah provinsi dan pusat dalam Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE);

 Memberikan penyuluhan tentang perizinan dan non perizinan pada bidang

industri dan perdagangan, pertanian, bangunan dan tata ruang, pertanian dan umum maupun bidang penanaman modal;

 Menyusun laporan hasil kegiatan perizinan dan program-program kegiatan kantor

 Menyusun Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

 Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan

sesuai hasil yang telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan menggunakan formulir capaian SKP

yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai penetapan kontrak prestasi kerja bawahan.

 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

4.1.2 Struktur Organisasi DPMPPTSP Deli Serdang

Adapun sususan organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang terdiri atas:

1. Kepala Dinas 2. Sekretaris

2.1 Kasubbag Umum Dan Kepegawaian 2.2 Kasubbag Keuangan

2.3 Kasubbag Perencanaan Dan Program

3. Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan Iklim & Promosi Penanaman Modal

3.1 Kepala Seksi Perencanaan Penanaman Modal

3.2 Kepala Seksi Pengembangan Iklim Penanaman Modal 3.3 Kepala Seksi Promosi Penanaman Modal

4. Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Dan Sistem Informasi

4.1 Kepala Seksi Pemantauan Dan Pengaawasan Pelaksanaan Penanaman Modal

4.2 Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal 4.3 Kepala Seksi Pengolahan Data Dan Informasi

5. Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan 5.1 Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan I

5.2 Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan II 5.3 Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan III 6. Kepala Bidang Pengaduan, Kebijakan, Dan Pelaporan Layanan

6.1 Kepala Seksi Pengaduan Dan Informasi Layanan

6.2 Kepala Seksi Kebijakan Dan Advokasi Layanan 6.3 Kepala Seksi Pelaporan Dan Peningkatan Layanan 7. UPTD

Gambar 4.1

Struktur Organisasi DPMPPTSP Deli Serdang

Sumber: Dokumen ISO 9001 : 2015 DPMPPTSP Kab. Deli Serdang 2017

4.1.3 Komposisi Pegawai DPMPPTSP Deli Serdang

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Deli Serdang didukung oleh aparatur dengan jumlah personil sebanyak 69 (Enam Puluh Sembilan) orang terdiri dari 40 (Empat Puluh) orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 29 (Dua Puluh Sembilan) orang pegawai honorer, adapun tingkat pendidikan yang dimiliki oleh pegawai Dinas Penanaman

Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Deli Serdang dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 4.2 : Tingkat Pendidikan Pegawai Negeri Sipil pada DPMPPTSP Deli Serdang

No. Jenis pendidikan Jumlah

1 S2 7

2 S1 19

3 D3 3

4 SMA/Sederajat 11

Jumlah 40

Sumber : DPMPPTSP 2018

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Deli Serdang juga terdiri dari beberapa golongan yaitu golongan II, III dan IV dengan perincian sebagai berikut :

Tabel 4.3 : Klasifikasi Tingkat Golongan Pegawai Negeri Sipil DPMPPTSP Deli Serdang

No. Golongan Jumlah

1 IV/c 1

2 IV/a 3

3 III/d 7

4 III/c 5

5 III/b 9

6 III/a 5

7 II/d 6

8 II/c 2

9 II/b 1

10 II/a 1

Jumlah 40

Sumber : DPMPPTSP 2018

4.2 Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Informasi Publik Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang

4.2 Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Informasi Publik Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang

Dalam dokumen SHAFIRA MAULIDA NIM : (Halaman 33-0)