BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Hotel
5.1.3 Regresi Berganda Data Panel
Berdasarkan pengujian pemilihan model yang telah dilakukan, maka model yang terbaik digunakan dalam regresi berganda data panel ini adalah Fixed Effect
Redundant Fixed Effects Tests Pool: PAJAKHOTEL
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 36.819093 (10,62) 0.0000
Cross-section Chi-square 149.156296 10 0.0000
Cross-section fixed effects test equation:
Dependent Variable: LOG(PAJAKHOTEL?) Method: Panel Least Squares
Date: 10/14/22 Time: 15:21 Sample: 2015 2021
Included observations: 7 Cross-sections included: 11
Total pool (balanced) observations: 77
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -4.377142 5.664110 -0.772786 0.4422
LOG(YCAP?) 0.424607 0.430177 0.987053 0.3269 LOG(JW?) 0.485218 0.131463 3.690901 0.0004 LOG(JKH?) 1.399069 0.112960 12.38555 0.0000 THH? -0.030153 0.007227 -4.172327 0.0001 R-squared 0.719123 Mean dependent var 11.79960 Adjusted R-squared 0.703518 S.D. dependent var 2.035510 S.E. of regression 1.108337 Akaike info criterion 3.106330 Sum squared resid 88.44565 Schwarz criterion 3.258525 Log likelihood -114.5937 Hannan-Quinn criter. 3.167207 F-statistic 46.08494 Durbin-Watson stat 0.494528 Prob(F-statistic) 0.000000
Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: PAJAKHOTEL
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 31.802273 4 0.0000
Cross-section random effects test comparisons:
Variable Fixed Random Var(Diff.) Prob.
LOG(YCAP?) 2.643070 1.454735 0.089075 0.0001
LOG(JW?) 0.274887 0.293217 0.000365 0.3375
LOG(JKH?) -0.582295 0.363455 0.030708 0.0000
THH? -0.002151 -0.004649 0.000006 0.3240
Cross-section random effects test equation:
Dependent Variable: LOG(PAJAKHOTEL?) Method: Panel Least Squares
Date: 10/14/22 Time: 15:22 Sample: 2015 2021
Included observations: 7 Cross-sections included: 11
Total pool (balanced) observations: 77
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -17.04912 5.921139 -2.879365 0.0055
LOG(YCAP?) 2.643070 0.549384 4.810968 0.0000
LOG(JW?) 0.274887 0.087929 3.126227 0.0027
LOG(JKH?) -0.582295 0.260454 -2.235696 0.0290
THH? -0.002151 0.006452 -0.333480 0.7399
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.959519 Mean dependent var 11.79960 Adjusted R-squared 0.950379 S.D. dependent var 2.035510 S.E. of regression 0.453427 Akaike info criterion 1.428975 Sum squared resid 12.74697 Schwarz criterion 1.885561 Log likelihood -40.01556 Hannan-Quinn criter. 1.611606 F-statistic 104.9713 Durbin-Watson stat 1.854266 Prob(F-statistic) 0.000000
108 Model (FEM). Dengan hasil estimasi model regresi yang diperoleh sebagai berikut:
Tabel 5.6 Hasil Regresi Berganda Data Panel-Fixed Effect Model
Sumber : Hasil data yang diolah EViews 12 (2022).
Berdasarkan analisis regresi berganda data panel dengan hasil estimasi fixed effect model yang ditampilkan pada tabel diatas, maka dapat dihasilkan persamaan regresi dengan menggunakan persamaan logaritma dalam bentuk semilog linear (semi-log) sebagai berikut:
Dari persamaan regresi berganda data panel dengan hasil estimasi fixed effect model diatas dapat dilihat pengaruh dari variabel – variabel independen (pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel) terhadap variabel dependen (pajak hotel). Dalam persamaan tersebut diperoleh nilai konstanta dan masing – masing koefisien yang dijelaskan sebagai berikut :
Dependent Variable: LOG(PAJAKHOTEL?) Method: Pooled Least Squares
Date: 10/14/22 Time: 15:21 Sample: 2015 2021
Included observations: 7 Cross-sections included: 11
Total pool (balanced) observations: 77
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -17.04912 5.921139 -2.879365 0.0055
LOG(YCAP?) 2.643070 0.549384 4.810968 0.0000 LOG(JW?) 0.274887 0.087929 3.126227 0.0027 LOG(JKH?) -0.582295 0.260454 -2.235696 0.0290 THH? -0.002151 0.006452 -0.333480 0.7399 Fixed Effects (Cross)
_KERINCI_--C -1.401255 _MERANGIN_--C 1.177599 _SAROLANGUN_--C 0.902568 _BATANGHARI_--C -0.097836 _MUAROJAMBI_--C -3.424174 _TANJABTIM_--C -4.612628 _TANJABBAR_--C -0.778541 _TEBO_--C -0.526509 _BUNGO_--C 3.159835 _KOTAJAMBI_--C 5.735010 _SUNGAIPENUH--C -0.134070
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.959519 Mean dependent var 11.79960 Adjusted R-squared 0.950379 S.D. dependent var 2.035510 S.E. of regression 0.453427 Akaike info criterion 1.428975 Sum squared resid 12.74697 Schwarz criterion 1.885561 Log likelihood -40.01556 Hannan-Quinn criter. 1.611606 F-statistic 104.9713 Durbin-Watson stat 1.854266 Prob(F-statistic) 0.000000
LogPHit = β0 + β1LogYcapit + β2LogJWit + β3LogJKHit+ β4THHit+e LogPHit = - 17,04912 + 2,643070LogYcap+ 0,274887LogJW–
0,582295LogJKH - 0,002151THH
109 1. Nilai Konstanta Keseluruhan
Nilai konstanta keseluruhan kabupaten/kota di Provinsi Jambi sebesar – 17,04912. Artinya tanpa kenaikan pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel kabupaten/kota di Provinsi Jambi maka penerimaan pajak hotel kabupaten/kota di Provinsi Jambi (dianggap konstan), maka penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 17,04912 persen.
2. Koefisien Pendapatan Perkapita (X1)
Nilai koefisien regresi variabel pendapatan perkapita adalah sebesar 2,643070 atau bersifat positif. Artinya bila pendapatan perkapita naik sebesar satu persen, maka nilai penerimaan pajak hotel akan mengalami kenaikan sebesar 2,643070 persen.
3. Koefisien Jumlah Wisatawan (X2)
Nilai koefisien regresi untuk variabel jumlah wisatawan adalah sebesar 0,274887 atau bersifat positif. Artinya bila jumlah wisatawan naik sebesar satu persen, maka nilai penerimaan pajak hotel akan mengalami kenaikan sebesar 0,274887 persen.
4. Koefisien Jumlah Kamar Hotel (X3)
Nilai koefisien regresi pada variabel jumlah kamar hotel adalah sebesar – 0,582295 atau bersifat negatif. Artinya bila jumlah kamar hotel naik sebesar satu persen, maka nilai penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 0,582295 persen.
5. Koefisien Tingkat Hunian Hotel (X4)
Nilai koefisien regresi pada variabel jumlah kamar hotel adalah sebesar – 0,002151 atau bersifat negatif. Artinya bila tingkat hunian hotel naik sebesar satu persen, maka nilai penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 0,002151 persen.
Dari hasil estimasi dengan menggunakan Fixed Effect Model (FEM), dapat dijelaskan bahwa masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Jambi memiliki nilai konstanta akhir yang berbeda-beda tanpa memasukkan pengaruh unsur waktu serta daerah lainnya. Nilai konstanta akhir yang berbeda-beda dengan adanya
110 perubahan pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel baik antar daerah maupun antar waktu. Jika variabel-variabel tersebut tidak ada atau sama dengan nol maka penerimaan pajak hotel kabupaten/kota di Provinsi Jambi akan mengalami penurunan. Disimpulkan hasil penelitian di kabupaten/kota di Provinsi Jambi bahwa Kota Jambi memiliki nilai konstan akhir terbesar yakni 11,314110, lalu diikuti Kabupaten Bungo sebesar -13,889285 sementara Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki nilai konstanta akhir yaitu -21,661748.
Tabel 5.7 Nilai Konstanta Akhir Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Konstanta Akhir (Ci + C)
KERINCI—C - 1,401255 - 17,04912 = - 18,450375
MERANGIN—C 1,177599 - 17,04912 = - 15,871521
SAROLANGUN—C 0,902568 - 17,04912 = - 16,146552 BATANGHARI—C - 0,097836 - 17,04912 = - 17,146956 MUAROJAMBI—C - 3,424174 - 17,04912 = - 20,473294 TANJABTIM—C - 4,612628 - 17,04912 = - 21,661748 TANJABBAR—C - 0,778541 - 17,04912 = - 17,827661
TEBO—C - 0,526509 - 17,04912 = - 17,575629
BUNGO—C 3,159835 - 17,04912 = - 13,889285
KOTAJAMBI—C 5,735010 - 17,04912 = - 11,314110 SUNGAIPENUH—C - 0,134070 - 17,04912 = - 17,183190 Sumber : Hasil data yang diolah EViews 12 (2022).
Berikut penjelasan nilai konstanta akhir persamaan model regresi penerimaan pajak hotel dilihat dari per kabupaten/kota di Provinsi Jambi sebagai berikut :
1. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Kerinci
Nilai konstanta akhir Kabupaten Kerinci sebesar –18,450375. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Kerinci (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 18,450375 persen.
111 2. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Merangin
Nilai konstanta akhir Kabupaten Merangin sebesar –15,871521. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Merangin (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 15,871521 persen.
3. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Sarolangun
Nilai konstanta akhir Kabupaten Sarolangun sebesar –16,146552. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Sarolangun (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 16,146552 persen.
4. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Batanghari
Nilai konstanta akhir Kabupaten Batanghari sebesar –17,146956. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Batanghari (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 17,146956 persen.
5. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Muaro Jambi
Nilai konstanta akhir Kabupaten Muaro Jambi sebesar –20,473294. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Muaro Jambi (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 20,473294 persen.
6. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Nilai konstanta akhir Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar –21,661748.
Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 21,661748 persen.
112 7. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Nilai konstanta akhir Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar –17,827661.
Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 17,827661 persen.
8. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Tebo
Nilai konstanta akhir Kabupaten Tebo sebesar –17,575629. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Tebo (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 17,575629 persen.
9. Konstanta penerimaan pajak hotel Kabupaten Bungo
Nilai konstanta akhir Kabupaten Bungo sebesar –13,889285. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kabupaten Bungo (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 13,889285 persen.
10. Konstanta penerimaan pajak hotel Kota Jambi
Nilai konstanta akhir Kota Jambi sebesar –11,314110. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kota Jambi (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 11,314110 persen.
11. Konstanta penerimaan pajak hotel Kota Sungai Penuh
Nilai konstanta akhir Kota Sungai Penuh sebesar –17,183190. Artinya tanpa kenaikan atau sama dengan nol pada variabel pendapatan perkapita, jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel dan tingkat hunian hotel maka penerimaan pajak hotel di Kota Sungai Penuh (dianggap konstan) sehingga penerimaan pajak hotel akan menurun sebesar 17,183190 persen.
113