• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wisatawan

Dalam dokumen Dengan ini menyatakan: (Halaman 103-107)

BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

4.7 Wisatawan

88 Sumber : BPS Provinsi Jambi, data diolah, 2022.

Gambar 4.6 Grafik Rata-rata Perkembangan Pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2015-2021 (Persen)

Melihat rata-rata perkembangan pendapatan perkapita kabupaten/kota di Provinsi Jambi periode tahun 2015-2021 terlihat berfluktuasi, kondisi ini menggambarkan bahwa pendapatan perkapita di kabupaten/kota Provinsi Jambi berada pada situasi yang berbeda-beda setiap daerahnya. Secara berurutan dari yang tertinggi daerah-daerah tersebut yakni Kabupaten Merangin, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kota Jambi, Kabupaten Bungo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan yang terendah adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

89 mempengaruhi penerimaan pajak hotel. Wisatawan yang dapat juga disebut dengan pengunjung merupakan subyek pajak hotel yang melakukan pembayaran atas pelayanan yang disiapkan oleh pengusaha hotel. Besar kecilnya jumlah omzet yang diterima oleh pengusaha ditentukan oleh jumlah pengunjung yang menikmati fasilitas yang disiapkan oleh pengusaha hotel dan sebagai penanggung jawab pajak adalah pengusaha rumah penginapan (Muqoddim, 1999).

Tabel 4.8 Perkembangan Jumlah Wisatawan Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2015-2021 (Persen)

Kabupaten/

Kota

TAHUN Rata-rata

(%) 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Kerinci 333.485 335.442 267.940 364.992 391.443 186.963 252.324

2,35 Perkembangan

(%) 9,81 0,59 -20,12 36,22 7,25 -52,24 34,96 Merangin 520.309 520.862 431.355 465.000 449.171 90.931 246.939

15,02 Perkembangan

(%) 26,00 0,11 -17,18 7,80 -3,40 -79,76 171,57 Sarolangun 33.185 33.054 21.676 34.524 43.194 54.328 93.873

24,02 Perkembangan

(%) 19,97 -0,39 -34,42 59,27 25,11 25,78 72,79 Batanghari 19.859 35.692 17.308 37.171 40.739 3.433 3.244

5,98 Perkembangan

(%) -13,61 79,73 -51,51 114,76 9,60 -91,57 -5,51 Muaro Jambi 297.549 274.516 259.358 266.013 105.251 60.600 85.800

-15,52 Perkembangan

(%) -36,69 -7,74 -5,52 2,57 -60,43 -42,42 41,58 Tanjab Timur 9.965 16.490 8.643 9.031 9.530 25.678 38.974

34,62 Perkembangan

(%) -6,79 65,48 -47,59 4,49 5,53 169,44 51,78 Tanjab Barat 37.187 54.864 45.836 58.624 14.785 44.468 25.164

16,83 Perkembangan

(%) -23,76 47,54 -16,46 27,90 -74,78 200,76 -43,41 Tebo 247.806 219.334 258.840 125.763 106.050 94.764 162.808

-1,34 Perkembangan

(%) -9,99 -11,49 18,01 -51,41 -15,67 -10,64 71,80 Bungo 103.602 109.691 97.071 91.067 11.289 84.747 184.863

95,68 Perkembangan

(%) 0,33 5,88 -11,51 -6,19 -87,60 650,70 118,14 Kota Jambi 699.633 1.016.403 657.060 872.023 447.295 297.710 270.444

-0,37 Perkembangan

(%) 46,11 45,28 -35,35 32,72 -48,71 -33,44 -9,16 Sungai Penuh 185.857 137.099 97.068 75.352 41.324 15.512 10.693

-27,52 Perkembangan

(%) 23,86 -26,23 -29,20 -22,37 -45,16 -62,46 -31,07

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, data diolah, 2022.

90 Berdasarkan tabel 4.8 diatas, dapat dilihat bahwasanya perkembangan jumlah wisatawan kabupaten/kota di Provinsi Jambi cenderung berfluktuatif setiap tahunnya. Jumlah wisatawan ini yang didukung dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara dengan keinginan yang timbul untuk melakukan sebuah perjalanan berwisata akan menimbulkan kunjungan wisatawan pada suatu daerah. Rata-rata perkembangan jumlah wisatawan Kabupaten Bungo memiliki angka 95,68 persen yang tertinggi diantara sebelas kabupaten/kota di Provinsi Jambi selama kurun waktu tujuh tahun. Ditahun 2019 jumlah wisatawan Kabupaten Bungo yang dilanda pandemi covid-19 menyebabkan menurunnya jumlah wisatawan dengan jumlah hanya 11.289 orang. Namun daerah ini dengan rata-rata perkembangan jumlah wisatwan tertinggi didukung dari peningkatan jumlah wisatawan yang ditahun 2019 hanya 11.289 orang lalu meningkat menjadi 184.863 orang ditahun 2021. Lonjakan kenaikan jumlah wisatawan ditahun tersebut membuat rata-rata perkembangan jumlah wisatawan Kab. Bungo tertinggi diantara daerah lain. Faktor pendukung lainnya Kab. Bungo memiliki daya tarik pariwisata yang dapat dikembangkan guna menarik wisatawan dan beragam sumber daya yaitu seperti sektor perkebunan yang di sokong oleh karet dan kelapa sawit, dan sektor pertambangan yang di sokong oleh emas serta batu bara. Selain itu, Kab. Bungo sendiri juga memiliki beberapa objek wisata untuk dijadikan tempat rekreasi. Objek wisata tersebut bukan hanya berada di kota saja tetapi juga banyak objek wisata yang berada di kecamatan-kecamatan kecil di Kabupaten Bungo. Potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bungo cukup banyak, tercatat ada 25 objek wisata yang di data oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Bungo (2021) yang bisa menjadi pilihan untuk para wisatawan melakukan perjalanan wisata, baik berupa objek wisata alam ataupun buatan. Semua objek wisata tersebut tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bungo. Berkembangnya sektor pariwisata diharapkan dapat menguntungkan bagi pihak-pihak terkait seperti, pemerintah, pengelola, masyarakat serta wisatawan.

Dilihat dari perkembangan jumlah yang berkunjung di Kota Sungai Penuh, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara mengalami perlambatan selama kurun waktu tujuh tahun (2015-2021). Kondisi ini

91 menunjukkan bahwa berbagai potensi pariwisata di Kota Sungai Penuh memerlukan penanganan yang lebih serius untuk dapat menambah lama tinggal wisatawan sehingga dapat membelanjakan uangnya di Kota Sungai Penuh.

Perkembangan jumlah wisatawan Kota Sungai Penuh setiap tahunnya mengalami penurunan yang cukup signifikan, dimana tahun 2015 jumlah wisatawan Kota Sungai Penuh sebanyak 185.857 orang menurun drastis ditahun 2019 menjadi 41.324 orang lalu kemunculan pandemi covid-19 membuat jumlah wisatawan Kota Sungai Penuh menurun dratis dengan jumlah wisatawan 15.512 orang dan ditahun 2021 tidak terjadi peningkatan melainkan terjadi penurunan lagi menjadi 10.693 orang, kondisi ini menjadi faktor penyebab menurunnya jumlah wisatawan terjadi pembatasan sosial berskala besar, hal ini diperkuat dengan adanya peraturan pemerintah yang menghimbau masyarakat luas agar menjalankan protokoler kesehatan dengan sosial distancing untuk tidak melakukan perjalanan jauh terutama berwisata. Dampak dari pandemi covid-19 merambah ke berbagai sektor terutama pariwisata. Terjadinya pandemi ini sektor pariwisata mengalami kelesuan secara tajam sebab berkurangnya pengunjung baik wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Dengan demikian dilihat dari angka jumlah wisatawan tersebut maka menunjukkan perkembangan jumlah wisatawan yang terjadi kemerosotan terus menerus maka Kota Sungai Penuh sebagai daerah terendah jumlah wisatawannya. Hal ini juga disebabkan karena akses sarana dan prasana menuju ke lokasi susah dijangkau dengan jarak tempuh yang jauh dari pusat kota lalu dengan kenaikan harga BBM yang otomatis akan meningkatkan ongkos transportasi biro travel dan perjalanan yang dikeluarkan. Selain itu fasilitas-fasilitas seperti infrastruktur jalan, kapasitas air bersih, sungai, TPS regional dan hotel-hotel nya masih banyak yang tidak layak. Kurangnya pemerintah setempat dalam memperhatikan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan utuk wisatawan yang akan berkunjung ke daerah tersebut.

Infrastruktur dasar tersebut, perlu dilakukan untuk meningkatkan layanan kepada wisatawan.

92 Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, data diolah, 2022.

Gambar 4.7 Grafik Rata-rata Perkembangan Jumlah Wisatawan Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2015-2021 (Persen)

Melihat rata-rata perkembangan jumlah wisatawan kabupaten/kota di Provinsi Jambi periode tahun 2015-2021 terlihat berada pada situasi yang berbeda-beda setiap daerahnya. Secara berurutan dari yang tertinggi daerah-daerah tersebut yakni Kabupaten Bungo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Merangin, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi, dan yang terendah adalah Kota Sungai Penuh.

Dalam dokumen Dengan ini menyatakan: (Halaman 103-107)