• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Harga Konsumen dan Inlasi 1 Indeks Harga Konsumen (IHK)

Dalam dokumen LULUS UN SMAMA IPS 2017 (Halaman 157-161)

Masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang EkonomiC.

8. Indeks Harga Konsumen dan Inlasi 1 Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks harga konsumen adalah ukuran rata-rata perubahan harga dari suatu paket komoditas (commodity basket) dalam suatu kurun waktu tertentu atau antarwaktu.

Tujuan penghitungan IHK adalah sebagai berikut.

a. Mengetahui perkembangan harga barang dan jasa yang tergantung pada diagram timba- ngan IHK.

b. Sebagai pedoman untuk menentukan suatu kebijaksanaan yang akan datang, terutama di bidang pembangunan ekonomi.

c. Sebagai penghitungan penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK)

d. Mempermudah pemantauan supply dan demand khususnya barang kebutuhan masyarakat

yang ada di pasar. 2. Inlasi

Pengertian Inlasi

Inlasi adalah suatu keadaan yang mengakibatkan naiknya harga secara umum atau suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu).

Tiga aspek penting dalam deinisi inlasi, yaitu sebagai berikut.

a. Adanya kecenderungan harga-harga untuk meningkat, yang berarti mungkin saja tingkat harga yang terjadi/actual pada waktu tertentu turun atau naik dibandingkan dengan sebe- lumnya, tetapi tetap menunjukkan kecenderungan yang meningkat.

b. Peningkatan harga tersebut berlangsung terus-menerus, yang berarti bukan terjadi pada suatu waktu saja.

c. Mencakup pengertian tingkat harga umum, yang berarti tingkat harga yang meningkat bu- kan hanya pada satu waktu atau beberapa komoditas saja.

Berdasarkan sumber timbulnya, inlasi dibedakan menjadi dua.

a. Inlasi yang berasal dari luar negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya deicit anggaran be- lanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.

b. Inlasi yang berasal dari luar negeri, yaitu inlasi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.

Sebab-sebab Timbulnya Inlasi

a. Tarikan Pemerintaan (Demand Pull Inlation)

Meningkatnya permintaan terhadap produksi menyebabkan harga faktor produksi meningkat.

b. Desakan Biaya (Cost Push Inlastion)

Biasanya pada batas demand inlation ada kecenderungan untuk meningkatkan produksi

pustaka-indo.blogspot.com

akibat meningkatnya permintaan dari masyarakat, akan tetapi kenaikan harga tersebut dii- kuti dengan menurunnya omzet penjualan sebagai akibat kelesuan pasar sekalipun harga meningkat.

c. Inlasi Campuran

Inlasi campuran adalah inlasi yang terjadi disebabkan oleh kombinasi (campuran) antara unsur inlasi tarikan permintaan dan inlasi dorongan biaya.

d. Inlasi Impor atau Imported Inlation

Inlasi jenis ini terjadi karena pengaruh inlasi dari luar negeri, yaitu akibat adanya perda- gangan antarnegara.

Pengukuran Laju Inlasi

Untuk menentukan berapa besar kenaikan harga barang terlebih dahulu dihitung angka indeks harga. Angka indeks harga adalah perbandingan harga-harga barang tertentu pada suatu peri- ode yang berbeda atau pada periode yang sama dalam bentu persentase.

Cara Pengukuran laju Inlasi a. GNP Delator

GNP delator adalah suatu indeks harga yang digunakan untuk menyesuaikan nilai uang dalam GNP guna mendapatkan nilai riil GNP.

b. Indeks Harga Konsumen (IHK)

Cara-cara Mengatasi Inlasi

a. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang dilakukan melalui Bank Indonesia (bank sentral) tujuannya menjaga kestabilan moneter agar kesejahteraan rakyat meningkatkan.

b. Kebijakan Fiskal

Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah sejalan dengan kebijakan moneter, ada 3 (tiga) cara yang dilakukan dalam kebijakan iskal, yaitu sebagai berikut.

• Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah • Menaikkan tarif pajak.

• Mengadakan pinjaman pemerintah. c. Kebijakan Nonmoneter (Kebijakan Riil)

Kebijakan ini bisa ditempuh dengan cara berikut :

• Menaikkan hasil produksi agar tingkat konsumsi bertambah, sehingga akan menambah uang beredar.

• Kebijakan upah yang disepakati dengan serikat-serikat buruh agar tidak terjadi banyak tuntutan selama inlasi.

• Pengawasan dan epnetapan harga karena pengawasan yang tidak intensif dapat menim-

bulkan pasar gelap (black market).

Dampak Inlasi

Dampak inlasi terhadap perekonomian sebagai berikut :

a. invenstasi berkurang akibat turunnya nilai uang yang mengurangi minat orang untuk mena- bung dan pertumbuhan output nasional dapat turun.

b. Mendorong tingkat bunga melalui lembaga keuangan/perbankan untuk menghindari mero- sotnya nilai uang.

c. Mendorong tindakan spekulatif.

9. Uang

Sejarah Uang

• Tahap Sebelum barter (memenuhi sendiri kebutuhanya) • Tahap Barter (kebutuhan semakin banyak)

• Tahap Uang Barang (kerang, karena kelemahan barter) • Tahap Uang Logam (emas dan perak)

• Tahap Uang Kertas (uang kepercayaan, praktis) • Tahap Uang Bank (giral, rek Koran)

• Tahap Uang Kredit (kartu kredit dan cek perjalanan)

Pengertian Uang

• A.C. Pigou : sesuatu yang umum digunakan sebagai alat penukar

• D.H. Roberston : sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang • R.S. Sayer : sesuatu yang umum diterima sebagai alat pembayaran utang.

• Umum: Benda yang secara umum digunakan masyarakat untuk mengukur, menukar, dan melakukan pembayaran atas barang dan jasa serta utang dan penimbun kekayaan.

Syarat Uang

• Diterima masyarakat umum (Acceptability)

• Nilainya tetap (Stability of value)

• Tahan lama (Durability)

• Mudah dibawa (Portability)

• Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (Disability)

• Satu kualitas yang sama (Uniformity)

• Jumlahnya terbatas

Fungsi Uang

a) Asli

• Sebagai alat tukar (Medium of exchange)

• Sebagai alat satuan hitung (Unit of account)

b) Turunan

• Sebagai alat pembayan utang • Sebagai penimbun kekayaan • Sebagai pemindah kekayaan

Jenis Uang

• Bahannya: uang logam dan uang kertas

• Lembaga yang mengeluarkanya : uang kartal, dan giral

pustaka-indo.blogspot.com

• Berdasarkan nilai : nilai penuh (full bodied money)/bahan (intrinsik) dan nominal sama, tidak

bernilai penuh (token money)

• Pemakainya : Internal value (kemampuan uang untuk membeli barang dalam suatu Negara), Eksternal value (kemampuan uang untuk ditukar dengan uang asing)

Permintaan dan penawaran Uang

Permintaan uang adalah istilah yang digunakan oleh para ekonomo untuk menerangkan mengapa individu dan perusahan memegang uang. Permintaan uang dipengaruhi oleh 3 hal menurut JM. Keynes :

• Untuk bertransaksi (Transaction motive)

• Untuk berjaga-jaga (Precaution motive)

• Untuk berspekulasi (Speculation motive)

Penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. L (lambang penawaran uang)

M1 = uang logam, kertas dan uang giral

M2 = M1 + tabungan non giro dan rekening bank kurang likuid lainnya (tidak bias dicairkan dalam bentuk cek)

M3 = M2 + kesepakatan pembelian kembali dalam jangka panjang (deposito jangka panjang) Near = kekayaan bentuk lain yang bisa dikonversi kedalam bentuk yang likuid dan dapat dihitung sebagai uang.

L = M1 + M2 + M3 + near money

Teori Uang

a) Teori Kuantitas Uang (Quantity theory) / Irving Fisher

Perubahan dalam uang beredar akan menimbulkan perubahan yang sama cepatnya ke atas harga-harga.

M · V = P · T Keterangan:

M = Jumlah uang beredar (Money)

V = Kecepatan peredaran uang (Velocity circulation)

P = Tingkat Harga (Price)

T = Volume perdagangan (Trade)

b) Teori Persediaan Kas (Cash balance theory) / Alfred Marshal/Cambridge

Tinggi rendahnya nilai uang tergantung tergantung dari jumlah uang yang disimpan (ditahan) masyarakat untuk persediaan kas.

M = k · P · Y Keterangan:

M = Jumlah uang yang beredar (Money)

k = Koeisien (keinginan untuk menahan uang sebagai persediaan kas)

P = Tingkat harga (Price)

Y = Pendapatan (Income)

10. Perbankan

Dalam dokumen LULUS UN SMAMA IPS 2017 (Halaman 157-161)