• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Dalam dokumen BUPATI LIMA PULUH KOTA (Halaman 73-76)

Bab VIII Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat .1 Pertumbuhan Ekonomi

2.2.5 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

IPM Kabupaten Lima Puluh Kota dari tahun 2016–2020 masih berada pada posisi sedang yaitu berada pada angka 68,37 sampai dengan 69,47, dan tidak ada peningkatan yang siginifikan dari tahun ke tahun bahkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2020 sebesar 69,47 turun 0,2 jika dibandingkan dengan IPM Tahun 2019. Penurunan IPM ini salah satunya disebabkan oleh turunnya nilai pengeluaran per kapita disesuaikan yang turun sebesar 246 ribu rupiah per tahun.

Perkembangan IPM Kabupaten Lima Puluh Kota dari tahun 2016-2020 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2.49

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2016–2020 di Kabupaten Lima Puluh Kota

Indikator 2016 2017 2018 2019 2020

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 68,37 68,69 69,17 69,67 69,47

Angka Harapan Hidup (tahun) 69,27 69,41 69,47 69,7 69,79

Harapan Lama Sekolah (tahun) 13,25 13,26 13,27 13,28 13,29

Rata-rata Lama Sekolah (tahun) 7,92 7,96 7,97 7,98 7,99

Pengeluaran perkapita disesuaikan (ribu rp/org /th) 8.936,- 9.151,- 9.500,- 9.842,- 9.596,- Sumber BPS Provinsi Sumatera Barat

Dari tabel diatas, IPM di pengaruhi oleh dimensi pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dimensi pendidikan antara lain rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah selama kurun waktu 5 (lima) tahun tidak mengalami peningkatan yang signifikan dan begitu juga dengan dimensi kesehatan (angka harapan hidup) dan dimensi ekonomi (pengeluaran perkapita disesuaikan). Perbandingan IPM Kabupaten Lima Puluh Kota terhadap 19 Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, maka Kabupaten Lima Puluh Kota berada pada peringkat ke 13. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan IPM ini. Perbandingan IPM Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Provinsi Sumatera Barat dan nasipnal selama kurun waktu 5 (lima) tahun dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.50

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia

Tahun 2016–2020 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi dan Nasional

Wilayah Indeks Pembangunan Manusia

2016 2017 2018 2019 2020

LIMA PULUH KOTA 68,37 68,69 69,17 69,67 69,47

SUMATERA BARAT 70,73 71,24 71,73 72,39 72,38

NASIONAL 70,18 70,81 71,39 71,92 71,94

Sumber BPS RI; BPS Provinsi Sumatera Barat

Untuk tahun 2021, target pencapaian IPM Kabupaten Lima Puluh Kota yang dituangkan di dalam RPJMD Tahun 2016-2021 adalah 70,82 dan untuk pencapaian target IPM pada RPJPD sampai tahun 2025 adalah sebesar 78,5. Bila dibandingkan dengan realisasi pencapaian IPM di tahun 2020, maka target

II - 50 tersebut belum tercapai baik terhadap target RPJMD tahun 2016-2021 maupun terhadap target RPJPD Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya peningkatan yang signifikan terhadap Angka Harapan Hidup, Harapan lama Sekolah, Rata Rata Lama Sekolah dan bahkan pengeluaran perkapita disesuaikan justru mengalami penurunan.

Untuk perbandingan dimensi pendidikan (rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah), kesehatan (angka harapan hidup) dan ekonomi (pengeluaran perkapita yang disesuaikan) yang membangun terhadap IPM antara Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat dan nasional dapat dilihat pada uraian dibawah ini :

a. Angka Harapan Hidup

Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. Angka Harapan Hidup menggunakan pendekatan tak langsung (indirect estimation). Ada dua jenis data yang digunakan dalam penghitungan Angka Harapan Hidup yaitu jumlah rata-rata anak yang dilahirkan hidup (live births) dan jumlah rata-rata yang masih hidup (still living children) per wanita usia (15 – 49) tahun menurut kelompok umur lima tahunan. Besarnya nilai maksimum dan nilai minimum untuk masing-masing komponen ini merupakan nilai besaran yang telah disepakati oleh semua negara (175 negara di dunia). Semakin sejahtera dan terpenuhi akses kesehatan penduduk, angka Angka harapan Hidup (AHH) akan semakin tinggi.

Pada komponen angka angka harapan hidup, angka tertinggi sebagai batas atas untuk penghitungan indeks dipakai 85 tahun dan terendah adalah 20 tahun. Angka ini diambil dari standar UNDP.

Angka harapan hidup Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2020 adalah sebesar 69,79 tahun lebih rendah bila dibandingkan dengan nasional yaitu sebesar 71,47 tahun sebagaimana tabel berikut :

Tabel 2.51

Angka Harapan Hidup Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi dan Nasional Tahun 2016-2020

Wilayah Umur Harapan Hidup Saat Lahir (UHH) (Tahun)

2016 2017 2018 2019 2020

LIMA PULUH KOTA 69,27 69,31 69,47 69,7 69,79

SUMATERA BARAT 68,73 68,78 69,01 69,31 69,47

NASIONAL 70,9 71,06 71,2 71,34 71,47

Sumber BPS RI; BPS Provinsi Sumatera Barat

Dari tabel diatas, tidak adanya peningkatan terhadap angka harapan hidup Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini dipengaruhi oleh masih banyaknya kasus kematian ibu, bayi dan balita, tingginya angka prevalensi stunting dan permasalahan gizi lainnya, rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap, pemberian ASI eksklusif yang belum optimal, rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih sehat.

b. Rata-rata Lama Sekolah

Rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Rata-rata lama sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2020 sebesar 7,99 tahun, yang artinya secara rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas hanya menjalani pendidikan selama 7,99 tahun atau dengan kata lain belum menuntaskan wajib belajar 9 tahun.

Secara umum rata- rata lama sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota dari tahun 2016-2020 masih berada di bawah provinsi dan Nasional dan tidak mengalami peningkatan yang berarti. Hal ini dipengaruh oleh tingkat kemiskinan, kemampuan fiskal daerah yang masih rendah, sulitnya akses ke lokasi sekolah, rendahnya kesadaran penduduk terhadap pendidikan serta tingkat ketersediaan ruang kelas. Angka rata-rata lama sekolah tahun 2016-2020 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi dan Nasional dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.52

Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi dan Nasional Tahun 2016-2020

Wilayah Rata-rata Lama Sekolah (Tahun)

2016 2017 2018 2019 2020

LIMA PULUH KOTA 7,92 7,96 7,97 7,98 7,99

SUMATERA BARAT 8,59 8,72 8,76 8,92 8,99

NASIONAL 7,95 8,1 8,17 8,34 8,48

Sumber BPS RI; BPS Provinsi Sumatera Barat

II - 51 c. Harapan Lama sekolah

Angka harapan lama sekolah didefenisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan anak pada umur tertentu di masa mendatang. Harapan Lama Sekolah di asumsikan bahwa peluang anak akan tetap bersekolah pada umur– umur berikutnya sama dengan peluang penduduk yang bersekolah per jumlah penduduk untuk umur yang sama saat itu dan dihitung untuk penduduk berusia 7 tahun keatas.

Pada tahun 2020 angka harapan lama sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota adalah 13,29 tahun yang artinya penduduk yang berumur 7 tahun ke atas diharapkan merasakan sekolah selama 13 tahun atau hanya sampai pada strata diploma 2. Hal ini mengakibatkan rendahnya daya saing SDM Kabupaten Lima Puluh Kota bila dibandingkan dengan daerah yang lain. Dilihat perbandingan angka harapan sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Provinsi, maka angka harapan lama sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota berada di bawah Provinsi. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.53

Angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi dan Nasional Tahun 2016-2020

Wilayah Harapan Lama Sekolah (Tahun)

2016 2017 2018 2019 2020

LIMA PULUH KOTA 13,25 13,26 13,27 13,28 13,29

SUMATERA BARAT 13,79 13,94 13,95 14,01 14,02

NASIONAL 12,72 12,85 12,91 12,95 12,98

Sumber BPS RI; BPS Provinsi Sumatera Barat

Bila dibandingkan antara rata–rata lama sekolah dengan harapan lama sekolah di Kabupaten Lima Puluh Kota, masih ada selisih sebesar 5,3 tahun, artinya masih banyak penduduk usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

d. Pengeluaran Perkapita di Sesuaikan

Dimensi lain dari ukuran kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai dampak semakin baiknya ekonomi. BPS dalam menghitung standar hidup layak menggunakan pengeluaran per kapita disesuaikan. Untuk tahun 2020, pengeluaran per kapita disesuaikan Kabupaten Lima Puluh Kota adalah 9.596 ribu rupiah per orang per tahun, yang artinya pengeluaran per orang setiap tahunnya sebesar 9.596.000 rupiah. Pengeluran per kapita disesuaikan Kabupaten Lima Puluh Kota dalam 5 tahun terakhir selalu berada di bawah Provinsi dan Nasional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.54

Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi dan Nasional Tahun 2016-2020

Wilayah

Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Ribu Rupiah/Orang/Tahun)

2016 2017 2018 2019 2020

LIMA PULUH KOTA 8.936 9.151 9.500 9.842 9.596

SUMATERA BARAT 10.126 10.306 10.638 10.925 10.733

INDONESIA 10.420 10.664 11.059 11.299 11.013

Sumber BPS RI; BPS Provinsi Sumatera Barat 2.2.6 Angka Kriminalitas

Rasa aman merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga semakin tinggi angka kriminalitas menunjukkan semakin tidak amannya kehidupan masyarakat, sehingga berdampak kepada semua aktivitas sosial dan ekonomi. Disamping itu tingginya angka kriminalitas juga menunjukan bahwa kualitas sumber daya manusia dari sisi perilaku, karakter dan lingkungan tidak sesuai dengan nilai dan norma social yang berlaku di masyarakat. Perkembangan angka kriminalitas dan persentase penyelesaian kamtibmas di Kabupaten Lima Puluh Kota dari tahun 2016- 2020 dapat dilihat dalam tabel berikut:

II - 52 Tabel 2.55

Angka Kriminalitas Per 100.000 penduduk dan Persentase Penyelesaian Gangguan Kamtibmas di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 – 2020

Tahun

Gangguan Kamtibmas

Jumlah

Penduduk Angka Kriminalitas

Penyelesaian Gangguan Kamtibmas (%) Lapor Selesai Tunggakan

2016 719 410 309 372.568 193 57

2017 588 254 334 376.072 156 43

2018 1.397 594 776 379.514 368 43

2019 1.061 548 513 382.817 277 52

2020 968 798 229 383.525 252 82

Sumber BPS, Kabupaten Lima Puluh Kota Dalam Angka, 2019-2021 (diolah)

Angka kriminalitas di Kabupaten Lima Puluh Kota dari tahun 2016-2020 cenderung meningkat di mana pada tahun 2020 angka kriminalitas sebesar 252 mengindikasikan bahwa setiap 252 orang dari 100.000 penduduk beresiko terkena tindak kejahatan. Dari sisi tingkat penyelesaian gangguan Kamtibmas sampai tahun 2020 belum maksimal.

Dalam dokumen BUPATI LIMA PULUH KOTA (Halaman 73-76)