• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Pembangunan Manusia

Dalam dokumen GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 66-70)

Ukuran pembangunan yang digunakan selama ini, yaitu, PDB (dalam konteks nasional) dan PDRB (dalam konteks regional), hanya mampu memotret pembangunan ekonomi saja. Untuk itu dibutuhkan suatu indikator yang lebih komprehensif, yang mampu menangkap tidak saja perkembangan ekonomi akan tetapi juga perkembangan aspek sosial dan kesejahteraan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting yang bisa digunakan sebagai dasar merencanakan kebijakan dan evaluasi pembangunan. Indikator ini penting karena melalui IPM dapat diketahui sejauh mana keberhasilan pembangunan manusia yang telah dilaksanakan.

Dimulai pada tahun 2015, BPS melakukan beberapa penyesuaian pada penghitungan baru IPM atau dengan menggunakan metode baru, yaitu pada komponen pendidikan. Pada metode baru, komponen pendidikan meliputi Angka Harapan Lama Sekolah (Expected Years of Schooling/EYS) dan Angka Rata-Rata Lama Sekolah, sedangkan pada metode lama, komponen pendidikan meliputi Angka Melek aksara dan Rata-Rata Lama Sekolah. Pada komponen Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan dengan menggunakan Produk Nasional Bruto (PNB) sebagai pengganti Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara untuk komponen Angka Harapan Hidup masih sama dengan metode lama atau tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu data IPM Kalimantan Utara yang diterbitkan sebelum tahun 2015 akan berbeda dengan data IPM yang diterbitkan pada tahun 2015. Untuk melihat capaian IPM antar wilayah dapat dilihat melalui pengelompokan IPM ke dalam beberapa kategori, yaitu kategori sangat tinggi (IPM≥80), kategori tinggi (70≤IPM<80), kategori sedang (60≤IPM<70), dan kategori rendah (IPM<60). Berikut ini adalah kondisi IPM di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2010 sampai dengan tahun 2015.

Tabel 2.2.2.E.1

Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2010-2015 di Provinsi Kalimantan Utara

Kabupaten/Kota 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Bulungan 66,79 67,63 68,16 68,66 69,25 69,37 Malinau 66,90 68,15 68,88 69,84 70,00 70,15 Nunukan 60,33 60,64 61,18 62,18 63,13 63,35 Tana Tidung 61,16 61,92 62,91 63,79 64,70 64,92 Tarakan 70,95 71,60 72,53 73,58 74,60 74,70 Kalimantan Utara - - - 67,99 68,64 68,76 Indonesia 66,53 67,09 67,70 68,31 68,90 69,55

Sumber : Analisis Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Utara 2015

Berita Resmi Statistik BPS Kalimantan Timur No.49/06/64/Th.XIX, 15 Juni 2016

Berdasarkan tabel di atas, kota/kabupaten di Kalimantan Utara yang memiliki IPM tertinggi adalah Kota Tarakan. Pada tahun 2010, Kota Tarakan memiliki nilai IPM sebesar

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 67 70,95 dan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga pada tahun 2015 bisa mencapai nilai 74,70. Yang berarti kualitas hidup manusia di Kota Tarakan terus membaik dari tahun ke tahun. Sedangkan nilai IPM terendah di Kalimantan Utara dimiliki oleh Kabupaten Nunukan, hal ini berbeda bila menggunakan IPM metode lama dimana kabupaten yang memiliki nilai IPM terendah adalah Kabupaten Tana Tidung. Pada tahun 2010, nilai IPM Kabupaten Nunukan mencapai 60,33 dan setiap tahunnya selalu meningkat sehingga pada tahun 2015 nilai IPM mencapai 63,35. Nilai IPM seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara selama tahun 2010-2015 mengalami peningkatan yang berarti kualitas hidup manusia di Provinsi Kalimantan Utara terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kalimantan Utara tahun 2015, hanya Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung yang nilai IPMnya di bawah nilai IPM provinsi, sedangkan untuk Kabupaten Nunukan, Malinau dan Kota Tarakan semuanya berada di atas nilai IPM Kalimantan Utara. Bila dibandingkan dengan nilai IPM Indonesia, terdapat tiga kabupaten yang nilai IPM-nya berada dibawah nilai IPM nasional, yaitu Kabupaten Nunukan, Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan, sedangkan nilai IPM Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau berada di atas nilai IPM nasional. Angka Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Kalimantan Utara, pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 di seluruh kabupaten/kota tidak ada yang berada di kategori rendah, semua kabupaten/kota berada di kategori sedang. Pada tahun 2015, selain Kota Tarakan (74,70) dan Kabupaten Malinau (70,15) yang berada di kategori tinggi, kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara (Kabupaten Bulungan 69,37; Kabupaten Nunukan 63,35; dan Kabupaten Tana Tidung 64,92) memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia yang berada di kategori sedang. Meskipun tiga kabupaten yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung memiliki nilai IPM yang berada di bawah nilai IPM Kalimantan Utara (68,76) dan Nasional (69,55) pada tahun 2015. Ini berarti kualitas hidup manusia penduduk di Provinsi Kalimantan Utara cukup baik namun harus terus ditingkatkan. Secara umum, nilai indeks pembangunan manusia di Kalimantan Utara selama 2013-2015 mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 angka IPM sebesar 67,99 meningkat menjadi 68,76 (kategori sedang) pada tahun 2015.

Sedangkan bila dilihat berdasarkan provinsi-provinsi yang berada di Pulau Kalimantan, nilai IPM Kalimantan Utara selama tahun 2013-2015, selalu berada di urutan kedua setelah Kalimantan Timur di atas nilai IPM Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 68 Tabel 2.2.2.E.2

Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2010-2015 Menurut Provinsi di Pulau Kalimantan

Provinsi 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Kalimantan Barat 61,97 62,35 63,41 64,30 64,89 65,59 Kalimantan Tengah 65,96 66,38 66,66 67,41 67,77 68,53 Kalimantan Selatan 65,20 65,89 66,68 67,17 67,63 68,38 Kalimantan Timur 71,31 72,02 72,62 73,21 73,82 74.17 Kalimantan Utara - - - 67,99 68,64 68,76 Indonesia 66,53 67,09 67,70 68,31 68,90 69,55 Sumber : www.bps.go.id

Bila dilihat dari peringkat nasional, IPM Kalimantan Utara pada tahun 2015 berada di peringkat 17 dari 34 provinsi. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin membaiknya kinerja perekonomian di Provinsi Kalimantan Utara, kualitas hidup dan pendidikan penduduk relatif cukup baik dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Hal ini didukung dengan kekayaan alam yang dianugerahkan pada Provinsi Kalimantan Utara yang dapat dipergunakan untuk membangun dan meningkatkan kualitas hidup manusia, khususnya sumber daya manusianya. Meski secara umum pembangunan manusia di Kalimantan Utara mengalami kemajuan setiap tahunnya, namun kesenjangan pembangunan manusia antar kabupaten/kota masih terjadi. Disparitas kesenjangan pembangunan manusia yang digambarkan dengan besaran nilai IPM pada tahun 2015 bervariasi antara 63,35-74,70 dengan IPM tertinggi di Kota Tarakan dan IPM terendah di Kabupaten Nunukan.

IPM menyiratkan kondisi kualitas hidup manusia di suatu wilayah yang terdiri dari komponen Angka Harapan Hidup (Life Expectancy at Age), Angka Harapan Lama Sekolah (Expected Years of Schooling/EYS), Angka Rata-Rata Lama Sekolah (Mean Years of

Schooling/MYS), dan Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan (Purchasing Power Parity/PPP).

IPM sebagai indikator keberhasilan pembangunan manusia dapat menjadi isyarat seberapa besarnya pembangunan yang telah dijalankan mampu memberi peluang penduduk untuk hidup secara layak, melalui hidup sehat, dan panjang untuk memiliki pendidikan yang lebih tinggi, keterampilan yang lebih baik serta mempunyai pendapatan yang diperlukan untuk hidup layak.

Tabel 2.2.2.E.3

Pertumbuhan IPM Tahun 2010-2015 di Provinsi Kalimantan Utara

Kabupaten/Kota 2010-2011 2011-2012 2012-2013 2013-2014 2014-2015 Rerata Pertumbuhan Bulungan 1,26 0,78 0,73 0,86 0,22 0,91 Malinau 1,87 1,07 1,39 0,23 0,17 1,14 Nunukan 0,51 0,89 1,63 1,53 0,35 1,14 Tana Tidung 1,24 1,60 1,40 1,43 0,35 1,42 Tarakan 0,92 1,30 1,45 1,39 0,14 1,26 Kalimantan Utara - - - 0,96 0,18 0,57 Indonesia 0,84 0,91 0,90 0,86 0,95 0,88

Sumber : Hasil Olahan Data Analisis Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Utara 2015 Berita Resmi Statistik BPS Kalimantan Timur No.49/06/64/Th.XIX, 15 Juni 2016

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 69 2.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga

A. Kebudayaan

1. Jumlah Grup Kesenian

Pembangunan bidang seni salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan jumlah grup kesenian di suatu daerah. Jumlah grup kesenian menunjukkan jumlah grup kesenian dibandingka dengan 10.000 penduduk. Berikut adalah data jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2010 sampai dengan 2015. Berikut ini merupakan tabel perkembangan jumlah grup kesenian di Provinsi Kalimantan Utara.

Tabel 2.2.3.A.1

Perkembangan Jumlah Grup Kesenian Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2010 s.d 2014 Provinsi Kalimantan Utara

No Uraian Kabupaten/Kota 2010 2011 2012 2013 2014 1. Jumlah grup kesenian Bulungan 3 na na na 43 Malinau na na na na 83 Nunukan na na 34 43 57 Tana Tidung na na na na na Tarakan na na na na 51

Prov. Kalimantan Utara 3 na 34 43 234

2. Jumlah penduduk/10.000 penduduk Bulungan 11.27 11.70 12.06 12.30 12.61 Malinau 5.96 6.26 6.68 7.15 7.45 Nunukan 14.08 14.88 15.57 16.27 17.00 Tana Tidung 1.52 1.64 1.71 1.90 2.04 Tarakan 19.34 20.26 21.07 21.88 22.72

Prov. Kalimantan Utara 52.16 54.73 57.09 59.498 61.82

3. Jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk Bulungan 0.266 na na na 3.41 Malinau na na na na 11.14 Nunukan na na 2.184 2.643 3.35 Tana Tidung na na na na na Tarakan na na na na 2.24

Prov. Kalimantan Utara 0.0575 na 0.5955 0.7227 3.785

Sumber:

1) Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Rencana Jangka Panjang Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2005-2025

2) Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara 2016

Proses pendataan yang semakin membaik dari tahun ke tahun menyebabkan Provinsi Kalimantan Utara memiliki peningkatan jumlah grup kesenian yang terdaftar dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Dari yang semula terdaftar seluruhnya sebanyak 3 grup kesenian (0,0575 unit per 10.000 penduduk) pada tahun 2010 menjadi 234 grup kesenian (3.785 unit per 10.000 penduduk) pada tahun 2014 di Provinsi Kalimantan Utara. Berikut ini merupakan tabel perkembangan jumlah grup kesenian di Provinsi Kalimantan Utara.

2. Jumlah Gedung Kesenian

Pembangunan bidang seni sangat erat kaitannya dengan kualitas hidup manusia dan masyarakat di suatu daerah. Salah satunya ditunjukkan dengan adanya gedung kesenian dalam rangka mendukung berkembangnya kesenian suatu daerah.Data jumlah gedung

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 70 kesenian di Provinsi Kalimantan Utara hanya terdapat untuk tahun 2014, yaitu dengan rasio 0.016 gedung per 10.000 penduduk.

B. Pemuda dan Olahraga

Dalam dokumen GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 66-70)