• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik

Dalam dokumen GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 104-107)

B. Pemuda dan Olahraga 1. Jumlah Klub Olahraga

1. Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik

Kinerja jaringan jalan berdasarkan kondisi seperti yang tertuang dalam Lampiran 1 Permendagri 54/2010 terdiri atas terminologi baik, sedang, rusak dan rusak berat, dimana terminologi tersebut didasarkan pada besarnya persentase tingkat kerusakan jalan. Pada jalan kondisi baik (tingkat kerusakan ≤ 6%) merupakan kondisi jalan yang mendukung arus lalu lintas dapat berjalan lancar sesuai dengan kecepatan desain dan tidak ada hambatan yang disebabkan oleh kondisi jalan, jalan kondisi sedang (tingkat kerusakan 6-10%) merupakan kondisi dimana belum (atau sedikit saja) menimbulkan gangguan terhadap kelancaran arus pergerakan lalu lintas. Selanjutnya, pada kondisi jalan rusak sudah sangat menghambat kelancaran pergerakan lalu lintas yang mengakibatkan kendaraan harus berjalan secara perlahan-lahan, mengurangi kecepatannya, dan kadangkala harus menghentikan kendaraannya akibat adanya kerusakan dan atau hambatan pada permukaan perkerasan. Pada jalan dengan kondisi rusak berat, kondisi kerusakan jalan yang ada sudah sangat parah dan nyaris tidak dapat lagi dilewati oleh kendaraan roda empat dan atau hanya dapat dilewati dengan kecepatan yang sangat rendah.

Tabel 2.3.1.C.1

Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Tahun 2010-2014 Provinsi Kalimantan Utara

No Kondisi Jalan Panjang Jalan (km)

2010 2011 2012 2013 2014

1. Kondisi Baik 1.282,977 1.475,441 1.432,457 1.555,530 1.767,475

2. Kondisi Sedang 1.019,589 1.034,079 1.567,537 1.939,683 1.945,218

3. Kondisi Rusak 407,747 409,974 308,746 308,738 201,634

4. Kondisi Rusak Berat 202,686 215,496 138,247 63,017 140,887

5. Jalan secara keseluruhan

2.912,999 3.134,990 3.446,987 3.866,968 4.055,214 Sumber : Kabupaten/Kota Dalam Angka Tahun 2010-2015

Hingga tahun 2014, jalan yang sudah terbangun di Provinsi Kalimantan Utara adalah sepanjang 4.055,214 km dengan panjang jalan kondisi baik mencapai 1.767,475 km atau sebesar 43,59%, panjang jalan kondisi sedang sepanjang 1.945,218 km atau sebesar 47,97%, panjang jalan kondisi rusak sepanjang 201,634 km atau sebesar 4,97%, panjang jalan kondisi rusak berat sepanjang 140,887 km atau sebesar 3,47%.

Jaringan jalan dengan kondisi baik di Provinsi Kalimantan Utara memiliki kecenderungan meningkat dalam kurun waktu tahun 2010-2014 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 8,34% per tahun, hal tersebut juga terjadi pada jaringan jalan kondisi sedang dimana dalam kurun waktu yang sama (tahun 2010-2014) memiliki kecenderungan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 17,53% per tahun. Jaringan jalan dengan kondisi rusak dan rusak berat memiliki nilai dengan kecenderungan menurun dalam kurun waktu tahun 2010-2014 dengan rata-rata pertumbuhan -16,14% per

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 105 tahun untuk jaringan jalan kondisi rusak dan -8,69% per tahun untuk jaringan jalan kondisi rusak berat. Melihat rata-rata pertumbuhan yang meningkat untuk jaringan jalan kondisi baik dan sedang, juga menurunnya nilai rata-rata pertumbuhan untuk jaringan jalan kondisi rusak dan rusak berat menunjukkan adanya upaya-upaya perbaikan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh pemerintah lingkup Provinsi Kalimantan Utara.

Tabel 2.3.1.C.2

Proporsi Panjang Jaringan Jalan Dalam Kondisi Baik Tahun 2010-2014 di Provinsi Kalimantan Utara

Uraian 2010 2011 2012 2013 2014

Panjang jalan kondisi baik (km)

1.282,98 1.475,44 1.432,46 1.555,53 1.767,475 Panjang jalan seluruhnya

(km)

2.913,00 3.134,99 3.446,99 3.866,97 4.055,214 Proporsi panjang jaringan

jalan dalam kondisi baik

0,440 0,471 0,416 0,402 0,436

Persentase panjang jaringan jalan dalam kondisi baik

44,04 47,06 41,56 40,23 43,59

Sumber : Kabupaten/Kota Dalam Angka Tahun 2010-2015 dengan Hasil Olahan

Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik merupakan hasil perbandingan antara panjang jalan kondisi baik dengan panjang jalan seluruhnya. Indikator proporsi jaringan jalan dalam kondisi baik ini mengindikasikan kualitas jalan dari keseluruhan panjang jalan, dimana jaringan jalan yang baik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat pada khususnya dan wilayah pada umumnya yang sangat krusial, dimana hal tersebut berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Infrastruktur jalan yang baik adalah modal sosial masyarakat dalam menjalani roda perekonomian, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak mungkin dicapai tanpa ketersediaan infrastruktur jalan yang baik dan memadai.

Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik di Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan kecenderungan meningkat dalam kurun waktu tahun 2010-2014, yakni 0,440 pada tahun 2010 meningkat menjadi 0,436 pada tahun 2014, atau dengan rata-rata pertumbuhan sebesar -0,26% per tahun. Penurunan rata-rata pertumbuhan pada indikator proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik ini dipengaruhi dengan jumlah panjang jalan kondisi baik yang fluktuatif dengan kecenderungan meningkat.

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 106 Tabel 2.3.1.C.3

Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2014 Provinsi Kalimantan Utara

NO Kabupaten/kota Kondisi Jalan (km) Jalan secara

keseluruhan

Baik Sedang Rusak Rusak Berat

1 Bulungan 550,320 405,337 43,309 4,717 1.003,683 2 Malinau 245,68 1.229,96 89,35 75,5 1.640,490 3 Nunukan 570,40 266,12 37,73 60,67 934,920 4 Tana Tidung 214,09 10,05 23,95 0 248,090 5 Tarakan 186,985 33,751 7,295 0 228,031 Jumlah 1.767,475 1.945,218 201,634 140,887 4.055,214

Sumber : Kabupaten/Kota Dalam Angka Tahun 2008-2015 dengan Hasil Olahan

Kondisi panjang jaringan jalan di kabupaten/kota lingkup Provinsi Kalimantan Utara umumnya didominasi oleh kondisi jalan baik, kecuali Kabupaten Malinau yang jaringan jalannya didominasi oleh kondisi jalan sedang (74,98%). Secara keseluruhan, jaringan jalan didominasi oleh kondisi jalan sedang (47,97%) dan kondisi jalan sedang (43,59%), sedangkan hanya sebagian kecil saja kondisi jalan yang rusak dan rusak berat, yakni 4,97% untuk kondisi jalan rusak dan 3,47% untuk kondisi jalan rusak.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 01/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang disebutkan bahwa penyediaan jalan untuk melayani kebutuhan masyarakat salah satunya diukur dengan indikator persentase tingkat kondisi jalan. Indikator persentase tingkat kondisi jalan sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan tersebut adalah panjang jaringan panjang jalan kondisi baik dan sedang. Indikator tersebut dihasilkan dari perbandingan antara panjang jalan memenuhi kondisi jalan baik dan sedang dengan total keseluruhan panjang jalan.

Tabel 2.3.1.C.4

Persentase Tingkat Kondisi Jalan Baik dan Sedang Tahun 2010 – 2014 di Provinsi Kalimantan Utara

Uraian 2010 2011 2012 2013 2014

Panjang jalan kondisi baik dan sedang

2.302,57 2.509,52 2.999,99 3.495,21 3712,693

Panjang jalan seluruhnya 2.913,00 3.134,99 3.446,99 3.866,97 4055,214

Persentase tingkat kondisi jalan baik dan sedang

79,04 80,05 87,03 90,39 91,55

Sumber : Kabupaten/Kota Dalam Angka Tahun 2008-2015 dengan Hasil Olahan

Persentase tingkat kondisi jalan baik dan sedang memiliki kecenderungan meningkat dalam kurun waktu tahun 2010 hingga tahun 2014, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,74% per tahun. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah panjang jalan kondisi baik dan sedang yang juga mengalami peningkatan dalam kurun waktu yang sama yakni 2.302,57 km pada tahun 2010 meningkat menjadi 3.712,693 km pada tahun 2014 atau dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 12,69% per tahun.

RPJMD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021 II - 107 Dikutip dari peraturan yang sama (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 01/PRT/M/2014), target capaian SPM penyediaan jalan untuk melayani kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan jalan adalah tingkat kondisi jalan baik dan sedang sebesar 60% pada tahun 2019. Melihat capaian tingkat kondisi jalan baik dan sedang dalam kurun waktu tahun 2010 hingga 2014 sudah melampaui target yang ditetapkan bahkan pada tahun 2014 sudah mencapai 91,55%.

Dalam dokumen GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 104-107)