• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KEHIDUPAN PARA PECINTA MINUMAN BOBA

3.1. Intan Yang Fashionable

3.1.1. Latar Belakang Keluarga Intan

Annisa Intan Muthia Sipahutar oleh teman-temannya dipanggil Intan sedangkan di lingkungan keluarga luasnya dipanggil Nisa. Lahir di Medan tanggal 18 Juli 1998. Intan lahir dari sebuah keluarga yang secara ekonomis termasuk dalam golongan menengah atas. Ayahnya adalah seorang general menejer di sebuah peusahaan swasta yang bergerak di industry makanan berasal dari Sibolga.

Sedangkan ibunya seorang tenaga pendidik berstatus sebagai pegawai negeri di sebuah sekolah menengah atas di kota Binjai. Oleh teman-teman Intan sering dipanggil tante Dewi. Ibunya berasal dari Gayo yang menghabiskan masa kecilnya di Aceh Singkil, kemudian ikut orang tua pindah kerja ke Sibolga. Kedua orang tua Intan menikah di Sibolga setelah itu pindah ke Medan.

Dalam keluarganya, intan memiliki dua orang adik yang sekarang masih duduk dibangku kelas 12 di sebuah Sekolah Menengah Atas tempat ibunya mengajar, sedangkan adik keduanya masih duduk di kelas Sembilan di sebuah SMP swasta yang “cukup” berkelas di kota Medan. Intan sebagai anak tertua dari keluarga ini sejak Taman Kanak-kanak, hingga SMP menempuh pendidikan swasta yang cukup “bekelas” di kota Binjai dan kota Medan, sedangkan jenjang Pendidikan SMA beliau menempuh di sekolah negeri tempat ibunya mengajar.

Saat ini Intan telah menyeleasaikan Pendidikamm S1 di Agribisnis USU. Tentang pilihan Pendidikan Intan dan kedua adiknya, intan berucap.

“…. Orang tua aku memang mencari sekolah yang kualitas pendidikannya baik, ada agama islamnya dan cukup dikenal, berapapun biayanya mereka menyanggupi yang penting terkenal sih….”

Intan dan keluarganya tinggal di sebuah kompleks perumahan untuk golongan ekonomi menengah keatas berlokasi di Kilometer 12 jalan Medan Binjai. Rumah yang ditempati Intan dan keluarga kecilnya, bertingkat dua dengan lantai kedua adalah gudangnya. Memiliki tiga kamar yang masing-masing memiliki kamar mandi di dalam kamarnya. Dan terdapat dua kulkas besar.

Ayahnya pergi ke kantor setiap harinya menggunakan mobil Inova Reborn dengan speksifikasi yang paling tinggi. Ayahnya juga aktif dalam kelompok masjid di kompleksnya. Yang saya amati ayahnya juga memiliki penampilan yang lumayan necis, dengan outfit yang rata-rata bermerk terkenal. Ibunya pun begitu memiliki tas yang bermerk terkenal serta ibunya juga aktif mengikuti arisan. Total arisan yang diikutinya sekitar empat arisan.

“….mamaku sering kali arisan hampir setiap minggu ada aja arisan yang diikutinya. Kadang capek juga aku ngantar ke café-café yang kekinian, walaupun kadang aku juga ikut nongkrong jugasih…”

3.1.2. Intan Dalam Kehidupan Kesehariannya

Setelah menamatkan Pendidikan S1 di Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada tanggal 30 Juni 2020 yang lalu, saat ini Intan belum memperoleh pekerjaan, dulu sempat memiliki kerjaan tetapi karena ketidak cocokan terhadap kerjaan tersebut Intan hanya sanggup bekerja selama sebulan dan tidak diberikan gaji. Setelah itu dia sudah banya mengajukan pekerjaan dibeberapa perusahaan terkenal tetapi tak satupun mendapat jawaban dari pihak perusahaan. Karena tidak ada kegiatan dia membantu ibunya berjualan di media sosial, yaitu berjualam pempek, dimsum, dan lainnya. Selain itu Intan juga melakukan bisnis kecil-kecilan menjual berbagai jenis tas kekinian di Instagram miliknya. Bisnis ini dilakukan Intan untuk menutupi pemotongan uang bulanan yang diperolah dari orang tuanya setelah menamatkan Pendidikan S1.

“….untuk nambah-nambah uang jajanlah nik karena kan uang jajanku di potong abis sidang kemaren..”

Dalam kesehariannya, Intan memiliki hobi traveling baik bersama keluarga, temannya maupun pacarnya. Kegiatan trevelling tersebut selalu diperlihatkan kedalam akun instagram milikinya setiap melakukan treveling. Intan juga merupakan seorang yang fashionable. Dari pengamatan yang dilakukan terlihat dari gaya berpakaian yang mengikuti tren terkini. Merk pakaiannya pun bukan dari sembarang merk. Dia selalu memilih merk yang cukup berkelas.

“…brand favoritku masih Uniqlo nik, bisa kau liat sendiri bajuku rata-rata pasti dari uniqlo karena emang adem kali bahannya dan kualitasnya yang menurutku worth it dengan harga yang dua ratus ribu keatas…”

Selain itu, tas hingga sepatunya pun termasuk kedalam brand ternama yang harganya mecapai jutaan. Dan tentu saja ia memakai smartphone yang

berlambang apel. Tipe smartphone yang ia pakai adalah iphone 11dengan harga lima belas juta rupiah. Yang membuat saya yakin dia termasuk anak millennial menengah keatas adalah kesehariannya yang selain memakai pakaian dari brand ternama ia juga selalu mengendarai mobil kemanapun ia pergi. Mobil yang ia pakai adalah Xpander dari Mitsubisi.

Dia memiliki teman lumayan banyak tetapi yang paling akrab hanya dua geng yaitu geng teman kuliahnya dan geng dengan saya yaitu teman satu SMPnya. Saya bertemu dengan Intan pertama kali di SMP Alfityan. Saat itu kami berada disatu kelompok yang sama saat masa orientasi anak baru. Di geng teman kampusnya terdapat empat orang termasuk dia. Dan keempatnya sama-sama memakai transportasi pribadi yaitu mobil untuk ke kampus. Didalam geng kami terdapat lima orang dan ada tiga orang yang memakai transportasi pribadi termasuk dia juga.

Minuman favoritnya tentu saja yang kekinian pula yaitu boba dari berbagai merk. Pertama kali mengetahui boba dari temannya sendiri, dan ia tertarik mencobanya.

“kan boba sedang hits, jadi pengen aja aku rasain gimana rasanya. Masa orang lain sudah pernah rasain aku belum”.

Pertama kali yang ia rasakan boba adalah chatime. Karena chatime salah satu merk boba yang sudah lama buka di Medan dibanding dengan merk yang lainnya. Awalnya ia tidak begitu menyukai boba karena menurutnya boba dari chatime agak sedikit keras. Setelah buka merk-merk boba yang lainya baru ia mulai menyukai boba seperti Xing Fu Tang, Xiboba, Kokumi dan lainnya. Saat pertama kali gerai Xing Fu Tang dibuka di Medan tepatnya di Lippo Mall Jl.

Imam Bonjol No.6, Suka Damai, Kec. Medan Polonia. Ia ikut mengantri panjang

setelah seminggu buka, demi mendapatkan dan merasakan boba merk Xing Fu Tang tersebut. Ia rela mengantri panjang sampai setengah jam karena melihat dari sosmed temannya yang mengupload foto kemasan Xing Fu Tang jadi ia juga harus merasakannya juga dalam waktu dekat.

Ia selalu membeli boba dengan duit cash melalui gojek ataupun datang langsung ke gerainya, karena dia jarang memasukkan uang sakunya ke bank.

Tetapi dia lebih sering membeli langsung digerainya karena ketika melalui gojek dia menganggap ongkos kirimnya yang terlalu mahal. Dan tentu saya dia pergi mengendarai mobilnya sendiri.

Walaupun ia lebih sering membeli boba di mall yang menengah keatas seperti Sun Plaza Medan, tetapi kadang ia juga membelinya di mall menengah kebawah. Tergantung ketika ia menginginkan boba berada di dekat mall ataupun gerai yang mana. Biasanya ketika dia menginginkan boba tanpa memikir panjang selalui langsung membelinya. Ia sangat menyukai boba karena ketika memakan boba ada tenaga yang harus dikeluarkan dengan tekstur boba yang kenyel sehingga tidak bisa langsung ditelan. Mungkin sudah ratusan botol boba yang sudah diminum dalam hidupnya. Minimal seminggu sekali dia pasti membeli boba. Sejauh ini boba favoritnya dari merk Xing Fu Tang.

Intan termasuk anak millennial yang sangat aktif menggunakan sosmed.

Yang saya amati dia cukup sering memposting kehidupannya di sosmed lebih tepatnya di Instagram. Dari pagi hingga malam rutinitasnya pasti di posting di story instagramnya, dari yang hanya foto selfie, hangout bersama temannya, hingga foto makanan dan minuman yang baru dia beli. Contohnya adalah boba, hampir setiap dia membeli boba pasti selalu mempostingnya di Instagram.

“…aku sering upload di IG kalau lagi minum boba karena menurut aku kemasan botolnya gemes-gemes jadi makanya aku upload, trus aku ngerasa keren aja kalau lagi postingnya”