• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KEHIDUPAN PARA PECINTA MINUMAN BOBA

3.3. Inez, Atlet Karate Pecinta Boba

3.3.2. Keseharian Hidup Inez

Inez juga seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari sertifikat karatenya di salah satu Universitas Swasta di Medan yaitu Universitas Panca Budi mengambil jurusan ekonomi. Inez masuk kuliah pada tahun 2018. Selain itu ia juga memiliki usaha online shop yang menjual jasa print foto ala polaroid. Cara kerja usaha online shop Inez ini adalah, konsumen mengirimkan foto apa yang mau dicetak pada Inez dalam bentuk softcopy, kemudian Inez mencetaknya menggunakan printer foto polaroid yang dia punya. Satu foto polaroid dia tarif sekitar Rp500 per lembar untuk yang polos dan Rp1.000 untuk foto yang berbingkai. Inez menggunakan media sosial Instagram sebagai media online shop-nya.

Uang saku yang ia dapatkan dari ibunya lima ratus ribu perbulannya. Uang saku ini diperuntukkan untuk kebutuhan sehari-hari Inez atau untuk membeli barang yang dia mau. Uang saku ini juga untuk Inez apabila dia ingin jalan-jalan dengan kekasih, sepupu, atau teman-temannya ke luar, meskipun di masa pandemi

ini Inez tidak begitu sering keluar lagi. Pendapatan dari karatenya bisa mencapai seratus sampai empat ratus ribu perbulannya. Dan pendapatan dari online shopnya sekitar seratus ribu perbulan, jadi total uang perbulannya sekitar satu juta kurang lebih.

“Inez termasuk orang yang suka belanja kak, apalagi kalau baru dapat duit.

Entah ke salon beli baju dan yang paling sering makanan dan minuman kayak boba sih kak”

Ketika ditanya antara sepatu, tas dan hp, mana yang lebih dia sering beli, Inez dengan percaya diri menjawab pakaian. Meskipun begitu, Inez tidak memaksakan harus memiliki pakaian, tas atau sepatu branded. Handphone yang dia gunakan pun adalah handphone android dengan harga menengah ke bawah.

Pakaian yang ia kenakan ketika saya amati tidak branded, dilihat dari sandal pansus yang tidak bermerk dan baju yang sering ia kenakan. Bisa dikatakan, dikaitkan dengan barang, barang-barang milik Inez sederhana. Walaupun tidak branded, Inez telah berhasil memadukannya baju, celana, tas dan sepatunya menjadi lebih kekinian ala outfit of the day seperti milenial yang kekinian. Tas yang ia pakaipun hanya tas ransel jalan sederhana dan tidak terdapat tulisan merknya.

Kendaraan yang ia pakai sehari-hari adalah sepeda motor Honda Beat yang dia pakai bergantian dengan ibunya. Maksud dari bergantian adalah, Inez bisa memakai motor tersebut apabila ibunya tidak memakainya. Inez tidak begitu memiliki banyak teman, ia lebih sering jalan atau nongkrong bersama Jihan yaitu sepupunya yang tinggal selang lima rumah dari rumah Alm kakeknya. Kadang ketika Jihan tidak bisa ia juga sering pergi bersama pacarnya yang sesama atlet

karate juga. Maka dari itu, Inez pun tidak begitu sering menggunakan Honda Beat yang di rumahnya.

Dengan timbangan 60 kg dengan tinggi 150 cm, Inez termasuk anak yang hobi makan dan ngemil di waktu senggangnya, baik saat tidak ada latihan atau kuliah, atau hanya sedang bersantai di rumah. Hal ini berdasarkan observasi pribadi, karena setiap saya berkunjung kerumahnya ia pasti selalu membeli makanan dari luar entah itu gorengan, bakso, ataupun minuman boba. Inez membeli cemilannya menggunakan uang yang dia peroleh dari usaha online shop-nya, atau menggunakan sisihan jajan dari orang tuanya. Sesekali, Inez ditraktir oleh kekasihnya ketika mereka berdua ingin makan atau ngemil makanan yang sama.

Untuk mengikuti trend terkini ia juga salah satu millennial yang rutin membeli boba. Boba yang pertama kali ia rasakan adalah Chatime yang memang sudah lebih dulu gerainya buka di Medan dibandingkan dengan brand boba lainnya. Sekitar kelas 11 SMA ia pertama kali merasakannya dengan kekasihnya yang juga penasaran ingin mengetahui bagaimana rasa boba ini. Oleh karena rasa penasarannya, mereka berdua menghampiri gerai chatime yang menjual minumannya dengan kisaran harga berbeda-beda, mulai dari dua puluh ribu hingga tiga puluh ribu ke atas. Pada saat itu, Inez tidak begitu ingat apakah antrian chatime ramai atau tidak, tapi yang Inez ingat dengan pasti, ketika mereka sampai, mereka tidak langsung bisa membeli chatime tersebut, alias mengantri.

Setelah merasakan untuk yang pertama kalinya ia tidak begitu menyukai boba dari Chatime karena tekstur boba yang keras. Beberapa waktu ke depan, Inez tidak lagi membeli boba karena merasa semua boba sama saja dengan boba

Chatime, yakni keras dan terlalu manis. Tetapi, produk boba mulai berkembang dan makin banyak produk boba lain yang bermunculan. Inez terpengaruh iklan dan endorsement artis populer serta selebgram terkenal di Medan yang kerap memposting produk boba tersebut.

Inez jadi tertarik untuk mencoba lagi karena dia pikir, kalau memang boba itu tidak enak, tidak akan banyak artis yang mau mengendors boba tersebut dan tidak akan banyak selebgram yang memposting setiap kali mereka membeli boba.

Saat Inez mencoba lagi, ternyata tekstur produk boba lain kenyalnya pas dan rasanya enak, membuat Inez menjadi salah satu anak zaman kini yang kecanduan pada boba.

Dalam sebulan, Inez bisa dibilang sampai empat kali ia membeli minuman boba, dan minuman tersebut entah dia minum di rumah atau di mall bersama kekasihnya. Saking sukanya dengan boba, Inez tidak keberatan menghabiskan waktunya berjam-jam untuk mengantri membeli boba. Pernah sesekali ia ikut mengantri panjang untuk membeli boba karena gerai boba tersebut baru dibuka di Medan. Walaupun hanya membeli satu cup tapi ia rela tetap ingin mengantri dan menjadi salah satu yang pertama kali mencoba boba tersebut. Ia di temani oleh kekasihnya yang mau tak mau ya harus ikut kemauan dia. Bisa dibilang, Inez ingin mengikuti tren kekinian seperti anak millenial yang pada umumnya tidak mau ketinggalan tren.

“Iyaa ines pingin aja kak walaupun ngantri sampek 2 jam, pagi-pagi ines uda datang ke Lippo Mall untuk rasain Xing Fu Tang”

Ia mengetahui info-info tentang boba dari media sosial pastinya Instagram.

Karena ia banyak memfollow artis atau pun selebgram di Instagramnya jadi ia

ketika ia meminum boba sehingga membuat ia penasaran akan rasa boba tersebut.

Maka dari situlah ia mulai maniak dengan boba.

Brand boba favorit Inez adalah OneZo. Karena brand boba favoritnya adalah OneZo yang terdekat dari rumahnya adalah cabang yang di Mall Ringroad City Walk jadi ia paling sering membeli boba di Mall tersebut. Tak jarang pula ia datang ke mall hanya untuk membeli boba lalu lanngsung pulang. Ia lebih sering membeli langsung karena menurutnya jika membeli melalui online terkadang buang-buang duit. Buang-buang duit ini dikarenakan ongkos kirim yang dicharge oleh Gojek menurut Inez mahal. Selain itu, harga makanan di Gojek dimarkup sehingga harga boba tersebut menjadi lebih mahal dari biasanya. Atas alasan itu, Inez merasa menggunakan Gojek buang-buang duit, kecuali dia sedang berada di situasi dimana dia tidak bisa membeli sendiri, dan dia sangat ingin meminum boba sehingga dia harus mengorder minuman tersebut lewat aplikasi Gojek.

“ines lebih suka belik langsung kak, karena rasanya kalo pakek gojek buang-buang duit aja soalnya kadang ongkosnya kan mahal. Jadi selagi ada kereta kenapa gak beli sendiri aja, lagian kan gak pala jauh.”

Walaupun ia lebih merasakan lebih worth it membeli langsung, tetapi pernah sesekali ia beli melalui gofood atau pun grabfood karena emang keadaan yang mendesak. Keadaan mendesak yang dimaksud di sini adalah ketika Inez sedang tidak bisa pergi keluar untuk membeli boba secara langsung, atau ada yang harus dia lakukan sehingga dia tidak bisa pergi membeli langsung. Ketika membeli boba, Inez lebih sering membayar dengan duit cash atau tunai dibandingkan memakai Ovo, Gopay, ataupun debit. Ketika ditanya apakah Inez selalu memposting di media sosial ketika membeli boba, Inez menjawab bahwa beberapa kali ia memposting ketika sedang minum boba tetapi tidak terlalu sering,

tergantung moodnya saja. Kalau dia ingin posting, maka dia akan posting, kalau tidak, ya, dia hanya akan menikmati minumannya saja tanpa memposting.

Inez mengaku bahwa dia tidak selalu memiliki uang untuk membeli boba kapanpun dia mau. Terkadang masa uangnya mulai menipis, biasanya pada akhir bulan, Inez sangat menginginkan minum boba tapi dia sudah kehabisan pemasukan. Keinginan Inez untuk merasakan boba bisa terpancing karena tergiur melihat di intagram temannya, selebgram, atau sekedar memantau laman instagramnya dan menemukan postingan minuman boba, membuat dia memaksakan diri untuk tetap membeli boba apapun cerita dan caranya, seperti meminta kepada kekasihnya ataupun orang tuanya. Inez sebenarnya sadar bahwa hal seperti ini yang harusnya tidak terjadi. Hanya kerana keinginan yang tidak penting ia rela mencari cara agak mendapatkan hal yang dia inginkan. Namun Inez terlalu menginginkan boba hingga dia melakukan segala cara agar bisa minum boba yang diinginkan.