• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pembentuk Gaya Hidup Millenial Penikmat Boba

BAB IV ANALISI TEORI

4.2. Hasil Analisis Gaya Hidup Generasi Millenial

4.2.2 Faktor Pembentuk Gaya Hidup Millenial Penikmat Boba

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa factor yang membentuk gaya hidup millenial saat ini. Factor tersebut yaitu bahwa millenial menganggap Boba mempunyai prestigenya sendiri yang dapat dilihat dari beberapa karakteristik seperti banyaknya orang yang selalu memposting ketika sedang meminum Boba, sehingga millenial sudah menjadikan meminum Boba masuk kedalam gaya hidupnya. Selain itu di era modern ini fashion juga merupakan hal utama dalam mengaktualisasikan diri dihadapan public dan juga media sosial.maka dari itu dengan gaya hidup kaum millenial seringkali berbentuk atas industry gaya hidup, iklan gaya hidup dan public relation dimana industry gaya hidup merupakan industry penampilan, dimana fashion sebagai penentu identitas yang membentuk estetika tubuh dan brand yang melekat pada produk tersebut. Terakhir yatu public relation dan journalisme gaya hidup yang memjelaskan tentang media yang menjadi alat milenial saat ini untuk mempublish kegiatannya ketika membeli Boba agar tercipta pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Substantif

Minuman boba merupakan minuman yang sedang hits pada kalangan anak millenial. Mereka berlomba-lomba untuk membeli boba. Selain rasanya yang manis hingga membuat mereka tertarik, kemasan minuman ini pun disajikan unik-unik. Sehingga mereka pun tertarik untuk membeli minuman ini bukan karena rasanya saja tetapi kemasan juga menjadi poin penting dalam hal membeli minuman. Karena ketika kemasannya unik sehingga cocok untuk mereka unggah ke media sosial.

Keempat informan saya mengalami pergeseran perilaku dan budaya.

Setelah adanya minuman boba ini membuat mereka menjadi konsumtif sehingga mereka tidak bisa mengatur keuangan mereka atau bisa dibilang boros. Karena minuman ini dimasukkan ke dalam gaya hidup mereka. Dimana mereka membeli atau mengkonsumsi minuman boba ini secara rutin. Dan mereka cenderung mengkonsumsi sesuatu bukan lagi berdasarkan nilai guna atau kebutuhan melainkan nilai simbol dan tanda.

Selain itu gaya hidup merekapun mengalami pergeseran dibidang teknologi. Dari keempat informan saya, semuanya mengetahui minuman hits boba ini dari media sosial. Tentu saja di era digital seperti sekarang mereka lebih memilih melihat informasi dari internet, salah satu platform yang rutin mereka gunakan adalah instagram. Mereka rentan tergiur akan iklan-iklan yang disajikan di platform tersebut termasuk minuman yang sedang hits ini. Dalam instagram ini

mereka sering mengunggah kehidupan mereka sehari-hari, ketika mereka membeli boba, tak jarang pula mereka mengunggahnya ke media sosial tersebut. Karena mereka menganggap hal terssebut adalah kegiatan yang kekinian. Dulu informasi yang kita dapatkan hanya dari media cetak tetapi sekarang berubah dengan adanya teknologi internet ini. Selain itu teknologi lainnya yang ikut ke dalam fenomena ini adalah layanan gofood ataupun grabfood, mereka adalah layanan pesan antar makanan via online. Layanan ini pun ikut membantu kekonsumtifan mereka menjadi semakin praktis.

Penyebab perubahan gaya hidup millenial karena adanya pengaruh oleh budaya digital dan penggunaan internet. Internet sudah mengambil peran yang sangat signifikan dalam kehidupan millenial. Dalam media sosial mereka pasti berteman dengan teman mereka juga. Faktor lainnya adalah dari pertemanan mereka sendiri.Seorang anak milenial akan merasa tertekan untuk ikut membeli barang-barang tertentu jika teman-teman di dalam komunitasnya juga menggunakan atau memiliki barang tersebut.

5.2 Integrasi Teori Terhadap Hasil Penelitian

Menurut teorinya Jean Baudrillard bahwa yang dikonsumsi masyarakat bukanlah kegunaan dari suatu produk melainkan citra atau pesan yang disampaikan dari suatu produk tersebut. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa konsumen tidak lagi melakukan tindakan konsumsi suatu objek atas dasar kebutuhan, tetapi juga untuk mendapatkan status sosial tertentu dan kepuasan dari nilai tanda dari obyek. Fenomena masyarakat konsumeris tersebut terjadi karena

diri dalam gaya hidupnya. (1998 : 32) Keinginan mendorong aktor untuk mengkonsumsi simbol dan citra bukan lagi mengkonsumsi bentuk komoditas dalam arti yang sebenarnya.

Dengan adanya boba menurut millenial minuman ini menjadi tren yang membawa pesan dan gaya hidup suatu komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sosial. Tren juga mengekspresikan atau menandakan suatu identitas tertentu, yang dengannya sesorang menempatkan diri mereka terpisah dari orang lain yang berkembang menjadi identitas suatu kelompok. Milenial tidak hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan, tetapi juga merek. Merek barang tersebut menimbulkan kebanggaan diri. Membeli merek-merek yang dianggap ternama menimbulkan perasaan diri “lebih” dalam diri penggunanya.

5.3 Saran

Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi pembaca hendaknya dapat memberikan masukan supaya tulisan ini lebih bermanfaat dan memperkaya penelitian serupa.

2. Bagi mahasiswa antropologi hendaknya memberikan masukan agar tulisan ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk menambah referensi dalam wawasan kajian di bidang antropologi.

3. Bagi penikmat Boba agar lebih mengatur pengeluaran sehingga tidak konsumtif berlebihan terhadap minuman Boba yang mereka sendiri tidak mengetahui bahwa frekuensi pembelian Boba sudah melebihi batas pada umumnya.

4. Bagi penikmat boba agar mengurangi mengkonsumsi boba karena memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Adithya, Yudi. 2016. “CAFE ADDICT” Gaya Hidup Milenials Perkotaan. Hlm 1&2

Bakti, Indra Setia. 2019. KONSUMERISME DALAM PERSPEKTIF JEAN BAUDRILLARD. Jurnal Sosiologi USK. Volume 13:146-163.

BlogCakap.2019. sejarah boba dan jenisnya.

Blog.cakap.com/sejarah-boba-dan-jenisnya.

Darisman, Solin.2018. Generasi Millenial Lupa Kebudayaan.

Kompasiana.com/daris mansolin/generasi-millenial-lupa-kebudayaan.

Demartoto, Argyo dan Djarat Tri Kartono dan Solikatun.2015. Perilaku Konsumsi Kopi Sebagai Budaya Masyarakat Konsumsi: Studi Fenomenologi Pada Peminum Kopi Di Kedai Kopi Kota Semarang. Jurnal Analisa Sosiologi.

Vol4(1):60-74.

Fatharani, Afrida.2009. Pengaruh Gaya Hidup (Life Style), Harga (Price), dan Kelompok Referensi (Reference Group) terhadap Keputusan Pembelian Telepon Seluler Blackberry.Makalah.

Hendariningrum, Retno. Fashion dan gaya hidup : identitas dan komunikasi.Makalah.

Ikhsan, Muhammad. 2015. Teori Masyarakat Konsumsi Jean P baurdillard.

https://sociologypolitik.blogspot.com/2015/12/teori-masyarakat-konsumsi-jeanp.html

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta, Rineka Cipta, 2009.

KumparanFood. 2019. Cerita Boba. Buble Drink yang digandrungi anak muda.

Kumparan.com/kumparanfood/cerita-boba-bubble-drink-yang-digandrungi-anak- muda.

Kushendrawati, Selu Margaretha.2006. Masyarakat konsumen sebagai ciptaan kapitalisme global: fenomena budaya dalam realitas sosial. VOL10:1-9.

Mudjiono, Anisag Hijriyati. Karoke kKeluarga “Studi Tentang Gaya Hidup di Perkotaan”. Makalah.

Ngafifi, M. (2014). Kemajuan teknologi dan pola hidup manusia dalam perspektif sosial budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 2(1).

Nurhayati, dkk. 2016. Sustainable Life Style Masyarakat Perkotaan (Studi Tentang Gaya Hidup Berkelanjutan Masyarakat Perkotaan di Riau). Jurnal SOROT. Vol 11, nomor 2,oktober 2016:75-86.

Ramadhani, Aditya. 2016. Trend Gaya Hidup Konsumtif Dalam Perspektif Baurdilard.

http://www.academia.edu/26617792/TREND_GAYA_HIDUP_KONSUM TIF_

Satria Edia. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Handpone Blackberry Di Kota Sunggal Punuh Jambi.

Soedjatmiko, Haryanto.2008. SAYA BERBELANJA MAKA SAYA ADA: KETIKA KONSUMSI DAN DESAIN MENJADI GAYA HIDUP KONSUMERIS.

Yogyakarta dan Bandung. Jalasutra.

Suyanto, Bagong.2017. Sosiologi Ekonomi, Kapitalisme, dan Gaya Hidup.

https://www.jawapos.com/opini/sudut-pandang/07/07/2017/sosiologi-ekonomi kapitalisme-dan-gaya-hidup/

Tarigan, Debby Ingan Malem.2015.Kajian gaya hidup masyarakat di kelurahan bahu kecamatan malalayang kota manado.e-journal”Acta Diurna”.vol IV:1-15

Yevita, Nurti. 2017.Kajian Makanan DalamPersepektif Antropologi.

Jurnal Antropologi. Vol-19(1):1-10

Venus, Antar dan Lucky Helmi, Budaya Populer Jepang di Indonesia : Catatan Studi Fenomenologis Tentang Konsep Diri Anggota Cosplay Party Bandung. Makalah.

Zainal, Arifin. 2010. Makanan Sebagai Simbol Budaya.

Arifinzed.wordpress.com/2010/06/02/makanan-sebagai-simbol-budaya.

LAMPIRAN

5. Pendapatan dari mana? Apakah sudah punya pendapatan sendiri atau masih dari ortu?

6. Dulu sekolah dimana ? sd sampai kuliah?

7. Tinggal daerah mana ?

8. Lebih sering beli tas, sepatu atau hp yang bagaimana?

9. Apakah pernah membeli minuman sejenis boba?

10. Merk boba apa yang pertama kali anda rasakan?

11. Dari mana mendapatkan info pertama kali tentang boba?

12. Biasanya beli boba dimana?

13. Belinya pakai cash atau debit atau ovo atau yang lainnya?

14. Belinya biasanya pakai kendaraan apa? Mobilkah sepeda motorkah?

Punya sendiri atau kendaraan online?

15. Ketika membeli langsung belinya di mall yang mana? Dan mengapa memilih mall tersebut?

16. Kenapa tertarik membeli minuman tersebut dan apa yang membuat tertarik ?

17. Apakah saat membeli minuman berjenis boba tersebut pernah mengantri panjang ? jika pernah kenapa mau untuk mengantri panjang?

18. Selain beli langsung pernah membeli melalui aplikasi online atau sejenisnya?

19. Dari pertama kali membeli sampai sekarang kira-kira sudah berapa kali membeli minuman tersebut?

20. Apakah harus rutin membeli minuman tersebut ? 21. Sejujurnya anda menyukai boba tersebut atau tidak?

22. Dari sekian banyak jenis minuman boba yang mana yang paling anda sukai?

23. Apakah anda pernah memposting foto minuman tersebut ke akun media sosial anda ketika anda membelinya? Jika pernah mengapa dan apa yang anda rasakan ketika mempostingnya?

24. Apakah setiap anda membeli boba akan selalu mempostingnya?