BAB II FILANTROPI ISLAM
D. Integrasi Pendayagunaan ZISWAF
banyak kelompok masyarakat dapat menikmati hasilnya secara terus-menerus;
4. Membangun masyarakat sejahtera. Jaminan sosial bagi si miskin dan jaminan keamanan sosial bagi si kaya. Wakaf tunai dalam tahap yang makin baik menjadi wahana terciptanya kepedulian dan kasih sayang si kaya terhadap si miskin, sehingga tercipta hubungan harmonis dan kerja sama yang baik. Wakaf tunai bisa diandalkan menebar manfaat di bidang ekonomi dan sosial bagi masyarakat secara keseluruhan.
Dalam sejarah Islam, wakaf tunai berkembang dengan baik pada zaman Bani Mamluk dan Turki Usmani. Pada masa itu, pemberdayaan dana wakaf bisa optimal karena dikelola langsung oleh negara. Sebagai salah satu contoh jejak wakaf peninggalan peradaban Islam yang terkenal dan masih bisa kita temui adalah Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir.
Hingga saat ini, pelajar yang mengenyam pendidikan di sana tidak dipungut biaya pendidikan.
Belakangan ini, wakaf tunai menjadi bahan diskusi yang intensif di kalangan para ulama dan pakar ekonomi Islam. Adapun istilah wakaf tunai, sebagaimana dinyatakan oleh Dian Masyitah, dipopulerkan oleh A.
Mannan, seorang pemikir dari Bangladesh dengan istilah cash waqf.
Wakaf tunai tersebut dipopulerkan oleh A. Mannan dengan mendirikan sebuah badan bernama Social Investment Bank Limited (SIBL) di Bangladesh. Lembaga ini memperkenalkan produk sertifikat wakaf tunai (cash waqf certificate) yang pertama kali dalam sejarah perbankan. SIBL menggalang dana dari orang kaya untuk dikelola dan keuntungan pengelolaan disalurkan kepada rakyat miskin.93
problem kesejahteraan yang dihadapi oleh masyarakat. Berdasarkan potensi yang besar tersebut, beberapa peneliti telah mengkaji potensi besar kedua instrumen filantropi Islam tersebut dan berupaya mengintegrasikan dua instrumen filantropi tersebut agar fungsi dan peran kedua instrumen tersebut bisa lebih optimal. Ahmed dalam penelitiannya menunjukkan bahwa zakat dan wakaf berperan penting dalam pertumbuhan dan pembangunan, baik di tingkat makro dan tingkat mikro ekonomi. Zakat dan wakaf berkontribusi dalam konteks makro untuk meningkatkan sumber daya manusia dan merancang program khusus untuk masyarakat miskin dan kelompok rentan, termasuk program pendidikan, kesehatan dan layanan sosial.94
Sementara, Shirazi meneliti zakat dan wakaf di negara-negara anggota IDB. Berdasarkan hasil penelitiannya, lembaga zakat dan wakaf perlu diintegrasikan ke dalam strategi pengentasan kemiskinan negara-negara anggota IDB. Namun, penelitian Shirazi tersebut masih sebatas rekomendasi dan belum menghasilkan sebuah konsep integrasi zakat dan wakaf.95
Upaya integrasi zakat dan wakaf dalam tataran konsep yang lebih jelas ditawarkan oleh Hassanain. Dalam tulisannya, Hassanain meninjau beberapa literatur yang tentang model keuangan mikro yang secara bersamaan menggabungkan prinsip-prinsip zakat dan wakaf. Ada tiga model yang dikaji, yaitu Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berbasis Wakaf, Model Organisasi Lembaga Keuangan Mikro Zakat dan Wakaf dan Model Keuangan Mikro Wakaf dan Zakat Terintegrasi. Sejalan dengan doktrin keuangan mikro, zakat dan wakaf dipandang sebagai alat yang paling cocok untuk membantu orang miskin yang membutuhkan pembiayaan dan pada akhirnya bisa efektif untuk pengentasan kemiskinan.
Rekomendasi tulisan ini adalah mengintegrasikan model keuangan mikro ke dalam kebijakan ekonomi secara keseluruhan.96
94 Habib Ahmed, Role of Zakah and Awqaf in Poverty Alleviation, Occasional Paper 201 (Jeddah: The Islamic Research and Teaching Institute (IRTI), 2004).
95 Nasim Shah Shirazi, ―Integrating Zakat and Waqf into the Poverty Reduction Strategy of the IDB Member Countries,‖ Islamic Economic Studies 22, no. 1 (2014): 79–108, doi:10.12816/0004131.
96 Hassanain, ―Integrating Zakah, Awqaf and IMF for Poverty Alleviation: Three Models of Islamic Micro Finance.‖
Selanjutnya, Indrawan dan Herman juga mengembangkan model integrasi pengelolaan dana zakat dan wakaf. Model ini dikembangkan untuk penanganan para korban pengungsian melalui ZIS dan wakaf.
Dalam model ini dana yang berasal dari donatur institusional hanya disalurkan ke dana charity pooling. Sementara, dana donatur individu akan disalurkan ke dana charity pooling dan dana cadangan.97 Berikut gambar model Integrated Zakat and Waqf Model for Refugees (IZWMR) yang dikembangkan oleh Indrawan dan Herman:
Sumber: Indrawan dan Herman (2018)
97 Imam W. Indrawan dan Sebastian Herman, ―Integrated Zakat and Waqf Model for Refugees (IZWMR), Proposal to Improve Livelihood of Global Refugees,‖ 2018.
Selain itu, Ascarya merumuskan model lain yang mengintegrasikan Islamic social finance dan Islamic commercial finance. Model ini dikembangkan dalam konteks pengelolaan dana filantropi di lembaga keuangan mikro syariah (BMT) yang berfungsi sebagai lembaga keuangan komersial dan lembaga keuangan sosial. Lembaga ini, selain berinvestasi di sektor riil secara komersial, juga melakukan pengelolaan dana sosial, terutama zakat dan wakaf, untuk mengangkat kondisi sosial ekonomi orang-orang miskin dan masyarakat.98 Berikut model integrasi yang dirumuskan oleh Ascarya:
Sumber: Ascarya (2018)
98 Ascarya, ―Baitul Maal Wat Tamwil (BMT): An Integrated Islamic Social And Commercial Financial Institution In Indonesia,‖ dalam ISLAMIC COMMERCIAL LAW REPORT 2018 (Kuala Lumpur: ISRA, THOMSON REUTERS & IRTI, 2018).
TATA KELOLA ZISWAF
DI RUMAH SAKIT ISLAM PONOROGO
Sebagai instrumen filantropi Islam, zakat, infak, dan shadaqah serta wakaf memainkan peran penting dan memiliki potensi besar dalam pengembangan kehidupan masyarakat melalui pemerataan kesejahteraan dan keadilan ekonomi umat. Untuk merealisasikan kesejahteraan umat, salah satu layanan yang sangat dibutuhkan terutama oleh masyarakat ekonomi lemah yang seringkali tidak terjangkau dari sisi biaya adalah layanan kesehatan pada rumah sakit. Melalui pendayagunaan dana ZISWAF, beberapa rumah sakit yang menjadi representasi organisasi masyarakat Islam di Ponorogo berupaya untuk membantu meringankan beban biaya yang harus ditanggung pasien dan merealisasikan beberapa program untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Pada bab ini diuraikan pola pendayagunaan dan optimalisasi ZISWAF di RSU Aisiyah dan RSU Muhammadiyah sebagai Rumah Sakit yang berafiliasi ke organisasi Muhammadiyah serta RSU Muslimat sebagai rumah sakit yang berafiliasi ke organisasi Nahdlatul Ulama.
A. ZISWAF di Rumah Sakit Umum Aisiyah Ponorogo