BAB IV SINERGI ZIS DAN WAKAF DI RUMAH SAKIT
C. Islamic Integrated Philanthropy untuk
C. Islamic Integrated Philanthropy untuk Optimalisasi
berjalan secara efektif dan berkembang secara kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka tidak hanya sekedar melakukan kegiatan karitatif (charity) yang bersifat sementara, namun juga melakukan kegiatan-kegiatan kreatif yang memberdayakan masyarakat. Program pemberdayaan bagi masyarakat pada lembaga-lembaga filantropi Islam di samping memiliki dampak jangka panjang dan produktif, program tersebut juga mendorong kesadaran masyarakat untuk berderma lewat lembaga-lembaga filantropi dari pada dilakukan secara individu dan tidak terorganisir.143
Potensi besar filantropi di Indonesia di antaranya didukung oleh faktor budaya dan agama yang mendorongnya. Bahkan, berdasarkan survei Charities Aid Foundation terhadap 141 negara yang dilaporkan dalam World Giving Index 2021, Indonesia menempati peringkat pertama negara yang paling dermawan di dunia dengan skor 69%.144 Hasil survei ini tentu menggembirakan di satu sisi, namun memunculkan tantangan lain terkait dengan akuntabilitas lembaga filantropi di Indonesia agar kepercayaan publik bisa terjaga dan bahkan meningkat serta kepercayaan tersebut tidak disalahgunakan.
Di Indonesia, cukup banyak lembaga filantropi yang berdiri dan berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada laman https://filantropi.or.id/, terdapat 106 lembaga filantropi di Indonesia yang terdaftar. Filantropi Indonesia mengklasifikasikan lembaga-lembaga filantropi tersebut menjadi lima jenis, yaitu lembaga filantropi keluarga, lembaga filantropi perusahaan, lembaga filantropi keagamaan, lembaga filantropi independen, dan lembaga filantropi media. Lembaga filantropi keagamaan sebagai salah satu jenis lembaga filantropi di Indonesia cukup banyak berdiri, bahkan banyak yang sudah memiliki cabang-cabang di berbagai daerah. Pada laman filantropi.or.id tersebut, jumlah lembaga filantropi keagamaan di Indonesia berjumlah 30 lembaga, di antaranya Baznas, Dompet Duafa, Yayasan Rumah Zakat, YDSF, serta beberapa LAZ.145
143 Makhrus, Dinamika Dan Aktivisme Filantropi Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat (Yogyakarta: Litera, 2018), vi.
144 CAF, World Giving Index 2021, 2021, 7.
145 https://filantropi.or.id/direktori/pencarian/
Dalam Islam, bentuk filantropi terwujud di dalam ZIS dan wakaf yang memang memiliki potensi yang sangat besar. Dalam Rakornas Zakat 2021 di Jakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa potensi Zakat di Indonesia sebesar 327,6 triliun. Potensi zakat yang besar itu berasal dari sejumlah jenis zakat. Di antaranya zakat perusahaan Rp.144,5 triliun serta zakat penghasilan dan jasa Rp.139,07 triliun.
Meskipun potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun ternyata realisasi penghimpunan dana zakat hanya mencapai 71,4 triliun.146 Artinya realisasi zakat tersebut hanya tercapai sekitar 21,8% saja dari potensi yang ada.
Tentu ini menjadi tantangan dan tugas berbagai pihak untuk mengoptimalkan realisasi zakat tersebut.
Tidak jauh berbeda dengan potensi zakat, potensi wakaf di Indonesia juga cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa potensi wakaf secara nasional sebesar Rp217 triliun dan setara dengan 3,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Padahal, potensi tersebut baru berasal dari 74 juta penduduk kelas menengah saja dalam bentuk cash waqf.147 Artinya potensi keseluruhan lebih besar dari angka yang disebutkan oleh Menteri Keuangan tersebut.
Berdasarkan pada potensi besar filantropi Islam tersebut, tentu potensi tersebut kalau bisa digali lebih dalam dan dioptimalkan maka akan memberikan peningkatan kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Di samping optimalisasi tersebut melalui peningkatan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga filantropi Islam, upaya lain optimalisasi filantropi Islam adalah melalui integrasi pengelolaan ZIS dan wakaf dengan lembaga filantropi Islam sebagai ujung tombaknya. Integrasi ini perlu dilakukan, karena ZIS dan wakaf sejatinya memiliki arah dan tujuan yang sama. Dengan demikian, tentu keduanya bisa bersinergi dan lebih optimal dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya optimalisasi peran ZISWAF melalui integrasi peran keduanya sebenarnya telah dilakukan beberapa akademisi dan praktisi.
Berdasarkan beberapa kajian terdahulu, integrasi zakat dan wakaf sudah
146 Ilham Safutra, ―Potensi Dana Zakat Rp 327,6 T, Realisasi Baru Rp 71,4 T,‖ Jawa Pos, 2021.
147 Intan Novita dan Zuraya Nidia, ―Sri Mulyani: Potensi Wakaf di Indonesia Rp 217 Triliun,‖ Republika, t.t.
mulai dilakukan oleh beberapa peneliti. Bahkan, sudah ada beberapa peneliti yang mengembangkan model integrasi zakat dan wakaf, seperti Kabir, Hassanain, Indrawan, Sulistyowati, Zarfi, dan Rizal.148 Namun, beberapa penelitian tersebut tidak ada yang merumuskan model integrasi ZIS dan wakaf untuk akses kesehatan, seperti di rumah sakit. Padahal, akses kesehatan sangat urgen dan dibutuhkan oleh masyarakat kurang mampu. Di samping itu, optimalisasi ZIS dan wakaf di RS secara terintegrasi menjadi penting sebagai bentuk komitmen, kepedulian, dan empati kepada sesama agar mendapatkan akses kesehatan yang memadai.
Prinsip-prinsip Islam tentang pengentasan kemiskinan didasarkan pada pandangan Islam tentang keadilan sosial dan kepercayaan kepada Allah Swt. Ekonomi Islam berpandangan bahwa perbedaan individu di antara masing-masing orang terjadi karena setiap orang diberi berbagai jenis dan tingkat kemampuan yang berbeda. Dengan demikian, meskipun individu diberikan kesempatan yang sama, status ekonomi dua individu mungkin tidak sama. Oleh karena itu, kemiskinan tidak dapat dientaskan hanya melalui redistribusi pendapatan atau memastikan peluang yang adil bagi semua. Pendekatan Islam untuk pengentasan kemiskinan idealnya akan melibatkan pendekatan holistik termasuk serangkaian langkah-langkah anti kemiskinan, di antaranya: (a) meningkatkan tingkat pendapatan dengan program-program pro-miskin, (b) mencapai distribusi pendapatan yang adil, dan (c) memberikan kesempatan yang sama untuk semua segmen sosial.149
148 Kabir, ―An Integrated Poverty Alleviation Model Combining Zakat, Awqaf And Micro-Finance‖; Hassanain, ―Integrating Zakah, Awqaf and IMF for Poverty Alleviation:
Three Models of Islamic Micro Finance‖; Indrawan and Herman, ―Integrated Zakat and Waqf Model for Refugees (IZWMR), Proposal to Improve Livelihood of Global Refugees‖; Sulistyowati, ―Designing Integrated Zakat-Waqf Models for Disaster Management‖; Adil Zarfi, ―The Integration of Awqaf, Zakat and Crowd-Funding in Islamic Microfinance Framework" Focus on Moroccan Case",‖ Recherches et Applications en Finance Islamique (RAFI) 3, no. 1 (2019): 43–57; Ahmad Rizal et al.,
―INTEGRATING ZAKAH AND WAQF FOR DEVELOPING ISLAMIC ECONOMIC BOARDING SCHOOL (IEBS) PROJECT IN INDONESIA,‖ Journal of Islamic Economics and Philanthropy 3, no. 02 (2020): 697–716.
149 Kabir, ―An Integrated Poverty Alleviation Model Combining Zakat, Awqaf And Micro-Finance,‖ 263.
Tabel 4.4. Perbandingan Instrumen Filantropi Islam
Karakteristik Zakat Infaq/Shadaqah Wakaf
Sifat Wajib Sukarela Sukarela
Nilai Derma Sesuai ketentuan Tanpa batasan Tanpa batasan Penerima
(mustahiq) 8 golongan
Fleksibel: donatur dapat menentukan penerima
Fleksibel: donatur dapat menentukan penerima
Waktu derma Umumnya satu tahun
Tanpa batasan waktu
Tanpa batasan waktu
Investments
Umumnya tidak diinvestasikan-perlu segera didistribusikan
Umumnya tidak diinvestasikan-didistribusikan sesuai kebutuhan dan permintaan
Diinvestasikan pada aset sosial atau ekonomi
Sifat pahala Umumnya tidak berlanjut
Umumnya tidak berlanjut
Amal berkelanjutan pahalanya Dari tabel perbandingan tersebut, tampak bahwa zakat, infaq/shadaqah, dan wakaf meskipun sama-sama sebagai instrumen filantropi Islam untuk merealisasikan kesejahteraan dan keadilan, namun zakat, infaq/shadaqah, dan wakaf memiliki beberapa karakteristik yang berbeda. Zakat sifatnya wajib dan hanya boleh didistribusikan kepada 8 golongan saja. Sementara, infaq/shadaqah dan wakaf sifatnya sukarela dan lebih fleksibel pendistribusiannya. Perbedaan lainnya adalah zakat dan infaq/shadaqah lebih berupa harta yang bisa dimanfaatkan pada waktu tertentu dan pahalanya relatif temporal, sementara wakaf berupa aset yang relatif abadi dan pahalanya relatif terus mengalir bagi orang yang berwakaf (wakif).
Berdasarkan karakteristik masing-masing, filantropi Islam menjadi lebih optimal dalam mengatasi kemiskinan serta mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial jika dikelola secara terintegrasi. Zakat dengan karakteristiknya bisa didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasar mustahiq (penerima) yang bersifat jangka pendek dan menengah, seperti untuk kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut bersifat dharuri (esensial) dan menjadi kebutuhan dasar hidup manusia. Meskipun zakat produktif mulai menjadi pilihan dalam pendayagunaan zakat, namun sesuai UU No. 23 tahun 2011
zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat apabila kebutuhan dasar mustahiq telah terpenuhi.
Sedangkan infaq/shadaqah sebagai suplemen yang melengkapi fungsi zakat untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah atau panjang. Apabila kebutuhan dharuri tersebut tidak mampu dipenuhi melalui instrumen zakat, maka infaq/shadaqah bisa melengkapinya.
Bahkan, beberapa komponen yang tidak bisa dipenuhi melalui zakat, karena zakat terbatas hanya pada 8 golongan, bisa di-cover oleh infaq/shadaqah. Infaq/shadaqah merupakan sebuah derma berupa harta untuk suatu kebaikan. Derma tersebut dikeluarkan untuk jalan Allah.
Dengan demikian, infaq/shadaqah bersifat komplementer dan lebih fleksibel pemanfaatannya.
Sementara itu, wakaf merupakan filantropi Islam yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan aset yang dibutuhkan oleh masyarakat dan untuk kepentingan umum. Wakaf bersifat jangka panjang, seperti tanah, gedung, infrastruktur fasilitas yang dibutuhkan orang banyak, bahkan sekarang ini wakaf sudah berkembang dalam bentuk wakaf tunai dan wakaf saham. Wakaf termasuk dalam kategori jangka panjang karena wakaf terlepas dari pemilik asalnya, tidak bisa dihibahkan, diwariskan atau diperjualbelikan.150
Berdasarkan data tata kelola ZISWAF pada tiga RSU Islam di Ponorogo, yaitu RSU ‗Aisyiyah, RSU Muhammadiyah, dan RSU Muslimat, optimalisasi ZIS dan wakaf melalui integrasi keduanya mulai diinisiasi oleh KLL RSU Muhammadiyah. KLL RSU Muhammadiyah sudah mulai melakukan upaya sinergitas ZIS dan wakaf melalui pendayagunaan ZIS dan wakaf. KLL RSU Muhammadiyah mendistribusikan dana ZIS pada kebutuhan dasar penerima (mustahiq) di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Sementara, untuk menunjang infrastruktur akses kesehatan, KLL RSU Muhammadiyah mewujudkannnya melalui wakaf produktif berupa wakaf ruang pasien.
Meskipun penggunaan ruang tersebut tidak gratis, namun 2,5% pendapatan
150 Ainnur Kholifah et al., ―Potensi Wakaf Tunai Sebagai Instrumen Keuangan Publik Islam Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat,‖ in Zakat, Wakaf, Hingga Sukuk, ed.
Dewi Esti Restiani (Sukabumi: CV Jejak, 2021), 101.
yang diperoleh dari penggunaan ruang tersebut diberikan kepada KLL RSU Muhammadiyah dan bisa didistribusikan dan diberdayagunakan untuk para mustahiq, di antaranya untuk meringankan biaya layanan kesehatan di RSU tersebut.
Sementara dua pengelola filantropi pada dua rumah sakit yang lain, yaitu KLL RSU ‗Aisyiyah dan JP-ZIS RSU Muslimat, belum melakukan integrasi ZIS dan wakaf. Dua lembaga filantropi tersebut masih sebatas mengelola dana ZIS, mulai dari penghimpunan dana sampai pendistribusiannya kepada pihak-pihak yang membutuhkan pada bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Potensi wakaf yang sebenarnya bisa digali belum bisa dilakukan oleh dua lembaga tersebut karena beberapa alasan dan kendala. KLL RSU ‗Aisyiyah, contohnya, belum mengoptimalkan potensi wakaf ketika membangun gedung baru karena faktor kondisi pandemi saat itu dan belum mendapatkan izin pimpinan yang memiliki pertimbangan tersendiri.
Selain itu, sumber dana lain yang bisa dikelola secara terintegrasi oleh pengelola ZISWAF rumah sakit adalah dana CSR rumah sakit. Dari tiga rumah sakit yang diteliti, dana CSR dikelola secara mandiri oleh manajemen rumah sakit tanpa melibatkan pengelola ZISWAF di rumah sakit tersebut. Padahal, kegiatan CSR tersebut bisa seiring sejalan dengan pendayagunaan ZISWAF di rumah sakit tersebut. ZISWAF dan CSR sama-sama memiliki tujuan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti merumuskan Islamic Integrated Philanthropy Model di Rumah Sakit agar dana sosial di rumah sakit bisa lebih berdaya guna, tepat sasaran, dan tidak terjadi tumpang-tindih penerimaan dana sosial oleh mustahiq (sasaran). Peneliti menawarkan model integrasi ZIS dan wakaf (Islamic Integrated Philanthropy Model) di rumah sakit, agar peran dan fungsi ZISWAF bisa lebih optimal dan bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gambar 4.2. Islamic Integrated Philanthropy Model di Rumah Sakit
PENUTUP
Tata kelola ZISWAF di RSU Islam di Ponorogo dilakukan oleh lembaga filantropi, yaitu Kantor Layanan Lazismu (KLL) dan Jaringan Pengelolaan ZIS (JP-ZIS). Donatur pada tiga lembaga filantropi di rumah sakit tersebut berupa donatur internal. Donatur eksternal bersifat insidental. Pendayagunaan ZISWAF secara umum pada bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Pendayagunaan tersebut bersifat konsumtif dan produktif. Ada dua model tata kelola pada lembaga ZISWAF di tiga rumah sakit yang diteliti, yaitu Integrated Islamic Philanthropy Institution pada JP-ZIS RSU Muslimat dan External Islamic Philanthropy Institution pada KLL RSU ‗Aisyiyah dan RSU Muhammadiyah.
Dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), JP-ZIS pada RSU Muslimat paling efisien dibandingkan rumah sakit yang lain.
Optimalisasi pendayagunaan ZISWAF di rumah sakit dilakukan dengan strategi penguatan SDM, peningkatan fundraising, pemberdayaan mustahiq, serta peningkatan public trust dan akuntabilitas lembaga.
Integrated Philanthropy Model di rumah sakit bisa dilakukan agar dana sosial di rumah sakit bisa lebih berdaya guna dan tepat sasaran.
Model tersebut mengintegrasikan ZIS dan wakaf serta CSR rumah sakit untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bidang kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, beberapa saran untuk pihak-pihak terkait di antaranya:
1. Lembaga ZISWAF di rumah sakit bisa lebih meningkatkan perannya secara optimal melalui tata kelola lembaga yang profesional, kreatif, dan akuntabel.
BAB V
2. Lembaga ZISWAF di rumah sakit bisa memperluas jangkauan, tidak hanya bersumber dari donatur internal saja, namun juga donatur eksternal.
3. Potensi wakaf bisa lebih dimaksimalkan dalam bentuk aset maupun infrastruktur rumah sakit, sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan yang memadai.
4. Manajemen rumah sakit bisa lebih memberikan dukungan kebijakan untuk memperkuat lembaga ZISWAF di rumah sakit. Salah satunya adalah mempercayakan dana CSR kepada lembaga ZISWAF tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
‘Abidin, Ibn. Radd Al-Mukhtar „ala Al-Dar Al-Mukhtar. Beirut: Dar al-Kutub al-‗Ilmiyah, 1994.
AF, Ahmad Gaus. Filantropi Dalam Masyarakat Islam. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008.
Aflah, Noor. Arsitektur Zakat Indonesia. Jakarta: UI Press, 2009.
Al-Faridy, H.R. Panduan Praktis Pengelolaan Zakat. Jakarta: Dompet Duafa Republika, 2002.
Al-Kabisi, Muhammad Abid Abdullah. Hukum Wakaf Kajian Kontemporer. Jakarta: Kerja sama Dompet Duafa Republika dan Iman, 2004.
Al-Zuhaili, Wahbah. Al-Washaya Wa Al-Waqf Fi Al-Fiqh Al-Islami.
Damaskus: Dar al-Fikr, 1996.
Ali, Muhammad Daud. Sistem Ekonomi Islam Zakat Dan Wakaf. Jakarta:
UI Press, 1988.
Ambary, Hasan Muarif. ―Ensiklopedia Islam.‖ 224. Jilid 5. Jakarta: PT.
Ichtiar Baru Van Hoeve, 1999.
Anwar, Ahmad Thoharul. ―Zakat Produktif Untuk Umat.‖ Jurnal Zakat dan Wakaf 01 (2018): 45.
Asy-Syarbini. Mughni Al-Muhtaj (Juz II). Kairo: Mushthafa Halabi, n.d.
Barkah, Qodariyah, Peny Cahaya Azwari, Saprida, and Zuul Fitriani Umari. Fikih Zakat, Sedekah, Dan Wakaf. Jakarta: Prenadamedia Group, 2020.
Basalamah, A.S.M. Akuntansi Zakat Infaq Dan Shodaqoh. Depok: Usaha Kami, 1995.
BPS. Statistik Indonesia 2021. Jakarta, 2021.
BPS Kabupaten Ponorogo. Kabupaten Ponorogo Dalam Angka. Ponorogo, 2021.
CAF. World Giving Index 2021, 2021.
Chapra, M. Umer. Islam Dan Tantangan Ekonomi. Jakarta: Gema Insani Press, 2000.
Chapra, Umer. Sistem Moneter Islam. Jakarta: Gema Insani Press, 2000.
———. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Jakarta: SEBI, 2001.
Chintya, A., and E. T. Wahyuni. ―Pembagian Zakat Fitrah Kepada Mustahiq: Studi Komparatif Ketentuan Ashnaf Menurut Imam Syafi‘i Dan Imam Malik.‖ Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 8, no. 2 (2018): 154.
Faradis, Jauhar, M. Yazid Affandi, and Slamet Khilmi. ―Manajemen Fundraising Wakaf Produktif: Perbandingan Wakaf Selangor (PWS) Malaysia Dan Badan Wakaf Indonesia.‖ Jurnal Ilmu Syari‟ah dan Hukum 49, no. 2 (2015).
Fathurrohman, Tata. Wakaf Dan Usaha Penanggulangan Kemiskinan Tinjauan Hukum Islam Dan Perundang-Undangan Indonesia.
Disertasi. Jakarta, 2006.
Fauzia, Amelia. Filantropi Islam: Sejarah Dan Kontestasi Masyarakat Sipil Dan Negara Di Indonesia. Yogyakarta: Gading Publishing, 2016.
Gemstone, Onyx. ―Aplikasi Undang-Undang Pengelolaan Zakat,‖ n.d.
Hafiduddin, Didin. Zakat Dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani, 1998.
Hasan, Tholhah. Perkembangan Kebijakan Wakaf Di Indonesia.
Republika, n.d.
Hasanah, Uswatun. Peran Wakaf Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial (Studi Kasus Pengelolaan Wakaf Di Jakarta Selatan).
Jakarta: IAUB Syarif Hidayatullah, 1997.
Hassanain, Khalifa M. ―Integrating Zakah, Awqaf and IMF for Poverty Alleviation: Three Models of Islamic Micro Finance.‖ Journal of Economic and Social Thought 02, no. 03 (2015).
Huda, Miftahul. ―Konfigurasi Infak Sedekah, Zakat, Dan Wakaf Untuk Kemandirian Umat: Sebuah Model Integratif Membangun Filantropi Islam Di Era Indonesia Kontemporer.‖ Justicia Islamica 8, no. 2 (2016).
———. ―Model Manajemen Fundraising Wakaf.‖ Ahkam Jurnal Ilmu Syariah 13, no. 1 (2013).
Indrawan, Imam W, and Sebastian Herman. ―Integrated Zakat and Waqf Model for Refugees (IZWMR), Proposal to Improve Livelihood of Global Refugees,‖ 2018. https://www.academia.edu/download/
57419213/Draft_Integrated_Zakat_and_Waqf_Model_for_Refuge es_IZWMR.pdf.
Ismail, Abdul Ghafar, Rose Abdullah, and Muhammad Hasbi Zaenal.
―Introduction.‖ In Islamic Philanthropy, edited by Abdul Ghafar Ismail, Rose Abdullah, and Muhammad Hasbi Zaenal. Cham:
Springer Nature Switzerland, 2022.
Kabir, Hassan M. ―An Integrated Poverty Alleviation Model Combining Zakat, Awqaf And Micro-Finance.‖ In Seventh International Conference-The Tawhidi Epistemology: Zakat and Waqf Economy.
University Kebangsaan Maysia Bangi, 2010.
Kahf, Monzer. Al-Waqf Al-Islami: Tathawwuruh, Idaratuh, Tanmiyyatuh.
Damaskus: Dar Al-Fikr, 2000.
———. Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.
Kasdi, Abdurrohman. Fiqih Wakaf Dari Wa Wakaf Klasik Hingga Wakaf Produktif. Yogyakarta: Idea Press, 2017.
———. ―Ikhtiar Pengembangan Wakaf Produktif: Studi Analisis Pemikiran Monzer Kahf Tentang Wakaf Produktif.‖ Equilibrium:
Jurnal Ekonomi Syariah 1, no. 2 (2013).
Kementerian Agama RI. Al-Qur‟an Dan Terjemahannya. Bandung:
Diponegoro, 2008.
———. Standarisasi Amil Zakat Di Indonesia. Jakarta: Kemenag, 2013.
Khallaf, Abdul Wahab. Politik Hukum Islam. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994.
Khasanah, Umrotul. Manajemen Zakat Modern. Malang: UIN Maliki Press, 2010.
Kholifah, Ainnur, Nikmatus Sholiqah, Fayza Karunia Asadanie, Rofiah Khoirunnisa, Dimas Tresnanda Lusananta, and M. Asyrofi.
―Potensi Wakaf Tunai Sebagai Instrumen Keuangan Publik Islam Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat.‖ In Zakat, Wakaf,
Hingga Sukuk, edited by Dewi Esti Restiani. Sukabumi: CV Jejak, 2021.
Kholis, Nur, Soya Sobaya, Yuli Andriansyah, and Muhammad Iqbal.
―POTRET FILANTROPI Islam DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.‖ La_Riba 7, no. 1 (July 31, 2013):
61–84.
Lestari, Tri Rini Puji. ―Pelayanan Rumah Sakit Bagi Masyarakat Miskin (Studi Kasus Di Enam Wilayah Indonesia).‖ Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 5, no. 1 (2010): 9–16.
Maftuhin, Arif. Filantropi Islam: Fikih Untuk Keadilan Sosial.
Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama, 2017.
Makhrus. Dinamika Dan Aktivisme Filantropi Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Litera, 2018.
Makhrus, M. ―Pengelolaan Zakat Produktif Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia.‖ Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 2, no.
1 (2019): 37.
Mannan, Muhammad Abdul. Sertifikat Wakaf Tunai: Sebuah Inovasi Instrumen Keuangan Islam. Jakarta: Ciber, 2001.
Masyita, Dian. ―A Dynamic Model for Cash Waqf Management as One of The Alternative Instruments for The Poverty Alleviation in Indonesia.‖ In The 23rd International Conference of The System Dynamics Society Massachussets Institute of Technology (MIT), 13, n.d.
Miftakhudin, M., Khofifah Trisnah Lestari, Aniroh, and Hendri Herman Adinugraha. ―Pendayagunaan Wakaf Di Tengah Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Maqashid Al-Syariah.‖ Iqtishaduna Jurnal Ekonomi Kita 10, no. 1 (2021).
Minhaji, Akh. Nation State Dan Implikasinya Terhadap Pemikiran Dan Implementasi Hukum Wakaf. Yogyakarta: Pilar Media, 2005.
Nurhayati, Sri, Dodik Siswantoro, Taufikur Rahman, Firman Menne, Catur Sasongko, Slamet Wiyono, Hafiez Sofyani, et al. Akuntansi Dan Manajemen Zakat. Edited by Sri Nurhayati, Dodik Siswantoro, Taufikur Rahman, and Catur Sasongko. Jakarta: Salemba Empat, 2019.
Permono, Sjechul Hadi. Formula Zakat Menuju Kesejahteraan Sosial.
Surabaya: CV. Aulia, 2005.
Permono, Syechul Hadi. Pendayagunaan Zakat Dalam Rangka Pembangunan Nasional. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995.
Praja, Juhaya S. Perwakafan Di Indonesia: Sejarah, Pemikiran, Hukum, Dan Perkembangannya. Bandung: Yayasan Piara, 1995.
Qardawi, Yusuf. Hukum Zakat Studi Komparatif Mengenai Status Dan Filsafat Zakat Berdasarkan Qur‟an Dan Hadist. Jakarta: Lentera Antar Nusa, 2010.
Rafi‘, Mu‘inan. Potensi Zakat: Dari Konsumtif-Karitatif Ke Produktif-Berdayaguna. Yogyakarta: Citra Pustaka, 2011.
Republika. Manajemen Fundraising Dalam Penghimpunan Harta Wakaf, n.d.
Rizal, Ahmad, Neneng Ela Fauziyah, Aminuddin Ma‘ruf, and Adib Susilo.
―INTEGRATING ZAKAH AND WAQF FOR DEVELOPING ISLAMIC ECONOMIC BOARDING SCHOOL (IEBS) PROJECT IN INDONESIA.‖ Journal of Islamic Economics and Philanthropy 3, no. 02 (2020): 697–716.
Rofiqoh, Siti Nur Indah, Muhammad Ala‘uddin, Raditya Sukmana, and Ririn Tri Ratnasari. Model Islamic Corporate Governance Pada Pengelolaan Wakaf Uang Berbasis Wirausaha. Surabaya:
Scopindo Media Pustaka, 2020.
Rozalinda. Manajemen Wakaf Produktif. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Sabiq, Sayyid. Fiqh Al-Sunnah (Juz 3). Beirut: Dar al-Fikr, 1971.
———. Fiqh Sunnah 1. Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2008.
Shihab, Quraish. Panduan Zakat. Jakarta: Penerbit Republika, 2001.
Sodikin, Amir. ―Belajar Dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?‖ Kompas, 2020. https://regional.kompas.
com/read/2020/07/06/23300061/belajar-dari-kasus-balita-rafadan-orang-miskin-dilarang-sakit?page=all.
Sulistyowati. ―Designing Integrated Zakat-Waqf Models for Disaster Management.‖ Journal of Islamic Monetary Economics and Finance 4, no. 2 (2018): 347–368.
Usman, Rachmadi. Hukum Perwakafan Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Zaenal, Muhammad Hasbi, and Dkk. ―Integrating Zakat and Waqf Project:
A Case Study of Free Hospital Development of the National Zakat Board (BAZNAS) Indonesia.‖ In Puskas Working Paper Series PWPS, 2017.
Zarfi, Adil. ―The Integration of Awqaf, Zakat and Crowd-Funding in Islamic Microfinance Framework" Focus on Moroccan Case".‖
Recherches et Applications en Finance Islamique (RAFI) 3, no. 1 (2019): 43–57.
Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu. Jus 3. Beirut: Dar al-Fikr, 1989.
UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf Pasal 1 Ayat (1), n.d.
TENTANG PENULIS
Dr. Luhur Prasetiyo, M.E.I. dilahirkan di Ponorogo pada 12 Januari 1978. Saat ini berstatus sebagai Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Pascasarjana IAIN Ponorogo. Penulis menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Serangan 1 Kec. Sukorejo Ponorogo (1990); Mts (1993) dan MA (1996) di Al-Islam Joresan Ponorogo; Program Sarjana (S1) di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fak. Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya (2001); Program Magister (S2) di Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya Konsentrasi Ekonomi Islam (2004); dan Program Doktor (S3) di Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Prodi Ekonomi Syariah (2019). Beberapa artikel yang pernah ditulis di antaranya ―Akuntansi dalam Metafora Rasul‖
(Jurnal Akademika, 2003); ―Pandangan Ghazali terhadap Konsep al-Ittihad dalam Tasawuf‖ (Jurnal al-Tahrir, 2007); ―Kontrak dan Manajemen Islam: Sebuah Analisa terhadap Transaksi Letter of Credit‖ (Jurnal Justitia Islamica, 2010); ―Perkembangan Bank Syariah Pasca UUPS‖ (Jurnal al-Tahrir, 2012); ―Bay‘ Al-Murabahah: Mendudukkan Kembali Posisinya dalam Perbankan Syariah‖ (Jurnal Justitia Islamica, 2012); ―Analisis Rentabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia‖ (Kodifikasia, 2012);
―Corporate Social Responsibility (Csp) Bank Syariah Di Indonesia‖
(Kodifikasia, 2014); ―Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Muslim (Studi Pada Majelis Ta‘lim Al-Muthmainnah di Kabupaten Ponorogo)‖ (Muslim Heritage, 2020); ―Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Rupiah dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang Tahun 2010-2018‖ (Journal of Islamic Economics, 2021); ―Wakaf Produktif di Yayasan Addin As-Shiddieq Pacitan Perspektif Total Quality Management
(TQM)‖ (Invest Journal of Sharia & Economic Law, 2021); ―The Formulation of Islamic Bank Performance Based on Contemporary Maqasid Al-Shariah‖ (Justicia Islamica, 2021); ―Developing The Performance Measurement System Based on Maqashid for Islamic Banks‖
(El Barka, 2022); ―Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Peningkatan Potensipasar Rakyat di Kota Madiun‖ (Muslim Heritage, 2022). Di samping itu, penulis juga menghasilkan buku berjudul ―UU PERBANKAN SYARIAH: Membaca Makna dan Posisinya bagi Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia‖ (2010); ―HALAL CRYPTOCURRENCY: Menuju Konsep Halal Cryptocurrency dalam Sistem Keuangan Islam‖ (2021); ―Menilai Kesehatan Bank Syariah Berbasis Maqashid al-Syari‘ah‖ (2022). Penulis dapat dihubungi melalui email: [email protected].
Unun Roudlotul Jannah, M.Ag. dilahirkan di Ponorogo pada 16 Juli 1975. Saat ini berstatus sebagai Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Penulis menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Tegalsari 1 Kec. Jetis Ponorogo (1988); Mts (1991) dan MA (1994) di Al-Islam Joresan Ponorogo;
Program Sarjana (S1) di Jurusan Peradilan Agama Fak. Syari‘ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1999); dan Program Magister (S2) di Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Konsentrasi Muamalah (2002).
Beberapa artikel yang pernah ditulis, diantaranya: ―Abdurrauf Singkel:
Ulama Bijak dari Serambi Makah‖ (Jurnal Qalamuna 2007), ―Menggali Potensi Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat‖ (Jurnal Justitia Islamica, 2009), ―Agama, Tubuh, Dan Perempuan: Analisis Makna Tubuh Bagi Perempuan Berjilbab Di Ponorogo‖ (Jurnal Kodifikasia 2010),
―Agama dan Solidaritas Sosial: Studi terhadap Tradisi Uduk Byar di Sukosari Badegan Ponorogo‖ (Jurnal Kodifikasia 2011), ―Dialog Hukum Islam dan Adat Jawa: Kajian Sosiologis tentang Manajemen Konflik atas Perkawinan Weton antara Warga NU dan Muhammadiyah Ponorogo‖
(Jurnal Al-Adabiya 2013) ―Nilai-Nilai Filantropi Pada Tradisi Yatiman Di Brotonegaran Ponorogo‖ (Jurnal Kodifikasia 2013), ―Jilbab dan Identitas