• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendayagunaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan

BAB II FILANTROPI ISLAM

C. Rumah Sakit Umum Muslimat Ponorogo

2. Pendayagunaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan

Dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal, RSU Muslimat melakukan beberapa upaya untuk menopang keberlangsungannya, di antaranya dengan melibatkan dana Zakat, Infaq,

118 https://www.rs-muslimatponorogo.com/profil

Shadaqah, dan Wakaf. Pendirian rumah sakit ini tidak terlepas dari potensi aset tanah wakaf seluas 1.055 m2 yang diterima dari H. Saleh Soemawarso/Hj. Aminah yang berada di Jl. Sinduro Ponorogo pada tahun 1982. Tanah wakaf ini mendapatkan legalitas wakaf dengan sertifikat hak milik ―wakaf‖ pada tahun 1993 dan telah diterbitkan Sertifikat, tertanggal 25-11-1993, atas nama pemegang hak; nadzir, Drs. H. Adam Bashori (Ketua), Moehatim Hasan (Sekretaris), K. Masruri Sahar (Bendahara). Dan pada tahun 2021 terjadi pergantian nadzir wakaf berdasarkan Keputusan Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kabupaten Ponorogo dengan Nomor 17/BWI-Po/03/2021 tanggal 07 April 2021 dengan pemegang hak Perkumpulan Nahdlatul Ulama berkedudukan di Jakarta.119

Tanah wakaf tersebut digunakan untuk membangun sarana prasarana BKIA Muslimat Ponorogo. PC Muslimat bekerja sama dengan PCNU Ponorogo bisa membangun Gedung Rumah Bersalin dan BKIA Muslimat yang terletak di atas tanah wakaf Sinduro dengan biaya sekitar 35 juta yang diperoleh dari warga Nahdliyin, simpatisan dan bantuan pemerintah.120 Pada tanggal 29 Maret 1986 BKIA Muslimat diresmikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid bersamaan dengan Harlah NU dan Muslimat ke-40.121

Selain aset wakaf, Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo berkomitmen mengelola dana zakat, infaq dan shadaqah serta dana sosial untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Pengelolaan dana ini mendapatkan legalitas dari LAZISNU Jatim melalui nota kesepakatan yang menandai komitmen pengelolaan dana zakat, infaq, shadaqah dan dana sosial di lingkungan rumah sakit. Sebagaimana disampaikan dokter Hj. Andy Nurdiana ―Kami sangat terbuka dan senang sekali ketika LAZISNU Jatim menawarkan program kerja sama dalam pengelolaan dana zakat, infaq, shadaqah dan dana sosial lainnya,‖.

Direktur RSU Muslimat Ponorogo tersebut menyambut baik pengelolaan dana ZIS di rumah sakit yang dikelolanya, sehingga bisa memberikan dampak positif kepada rumah sakit dan manfaatnya dirasakan

119 Buku Tanah Hak Milik No.984 Kelurahan Surodikraman Ponorogo

120 Berdasarkan penuturan Nita yang diceritakan oleh ibunya, bahwa ibu-ibu Muslimat waktu itu bersemangat memberikan donasi dengan menjual perhiasan emas yang dimiliki. Wawancara dengan Nita pada tanggal 16 Juli 2022

121 https://www.youtube.com/watch?v=m9OL9ssBnPY&t=132s

masyarakat sehingga rumah sakit bisa memberikan pelayanan kepada pasien yang kurang mampu.122

Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, NU Care-Lazisnu Jatim menerbitkan SK Nomor: 286/A-SK/PW-LAZISNU/VIII/

2020 yang menunjuk RSU Muslimat sebagai JP-ZIS (Jaringan Pengelolaan Zakat Infaq Shadaqah) yang berhak mengelola dana ZIS di rumah sakit.

Dalam praktiknya posisi JP-ZIS sebagai pengelola mandiri di RS dan sebatas menyampaikan laporan ke NU Care Lazisnu Jatim.

Sumber dana yang utama berasal dari infaq karyawan yang dipotong 2,5% dari gaji karyawan RS. Pada tahun 2021 perolehan dana infaq ini sebanyak Rp.156.869.829.123 Penamaan infaq ini (bukan zakat) dengan mempertimbangkan keleluasaan amil untuk mendistribusikan.

Sebagaimana disampaikan oleh Mardi selaku pengelola JP-ZIS berikut ini.

―Embrio pengelolaan dana ini sejak awal oleh manajemen dinamai dengan infaq sehingga yang terbentuk kemudian adalah infaq.

Meski kadar yang dipotong sama dengan yang berlaku untuk zakat tapi tidak ada pilihan untuk zakat meski bisa masuk kriteria zakat dengan pertimbangan amil lebih leluasa untuk mentasharufkannya.

Dalam slip gaji yang muncul namanya infaq tapi persentase sudah 2,5% dari gaji pokok.‖124

Pemberlakuan infaq ini sudah berlangsung lama dan ketentuannya di atur dalam kontrak kerja tanpa ada pilihan untuk zakat atau infaq agar manajemen RS lebih leluasa untuk mengelolanya. Karena tujuan awal pemberlakuan infaq tersebut adalah membantu karyawan yang sedang mengalami musibah sebagai bentuk support dari sesama, sehingga distribusi kepada karyawan menjadi prioritas karena jumlah dana dan karyawan belum sebanyak saat ini.

Saat ini jumlah karyawan keseluruhan sebanyak 250an dan belum termasuk dokter spesialis karena berposisi sebagai dokter tamu, bukan dokter organik RS. Pemotongan untuk infaq diberlakukan bagi semua karyawan termasuk dokter organik yang masuk manajemen RS. Dan untuk

122 https://www.nu.or.id/daerah/rsu-muslimat-ponorogo-gandeng-lazisnu-jatim-

123 Laporan Dana Infaq Karyawan RSU Muslimat Ponorogo Tahun 2021

124 Wawancara dengan Tumardi, Kasie Humas RSU Muslimat Ponorogo pada tanggal 16 Juli 2022

dokter spesialis hanya bisa dipotong apabila yang bersangkutan menghendakinya. Sedangkan perolehan infaq dari pemotongan gaji pada kisaran Rp.11 juta untuk setiap bulan. Dana infaq tersebut kemudian dikelola oleh bagian keuangan dan humas RSU Muslimat pada kegiatan distribusi. Dan bagian pengelola sama sekali tidak mengambil hak amil karena biaya operasional masuk manajemen RS.

Pola distribusi yang dilakukan berdasarkan pemetaan pada beberapa bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan sarana ibadah, dan bencana alam.

a. Kesehatan

Pada bidang kesehatan dana yang didistribusikan pada tahun 2021 sejumlah Rp.80.469.000,00 dan didistribusikan untuk membantu pasien yang tidak mampu khususnya untuk biaya rawat jalan dan rawat inap berdasarkan pengajuan pihak keluarga dan bagian pelayanan RS pada saat masuk RS dengan mengajukan keringanan biaya. Realisasi bantuan ini langsung dipotong dari beban administrasi.125 Selain untuk membantu pasien, pada bidang kesehatan juga direalisasikan dalam kegiatan baksos untuk pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, khitanan di RS yang dilaksanakan pada momen liburan dan harlah RSU Muslimat atau menjalin kolaborasi dengan Baznas Kabupaten dan permohonan dari dokter dan karyawan untuk khitan anak duafa.

―Untuk program pemeriksaan kesehatan dan khitan ini bersifat kondisional dan tidak harus menunggu event. Realisasinya fleksibel sehingga ada kalanya RS harus nalangi dulu karena dana sudah tidak mencukupi. Jadi memang orientasi kita adalah sosial. Pengelola harus memutar otak, meski sebenarnya dalam MoU diperkenankan untuk mengajukan ke Lazisnu wilayah.

Sebenarnya ada ketentuan setor 10% kalau ada saldo pengelolaan. Tapi selama ini dihabiskan. Jadi kewajiban kita sebatas memberikan laporan tahunan. Dan pihak wilayah sendiri tidak memberikan suplay dana ke RS. Kalo ada pengajuan ya bisa jadi dikasih tapi kita tidak pernah mengajukan.‖126

125 Wawancara dengan Lili Yunika, Kabid Keuangan RSU Muslimat pada tanggal 16 Juli 2022

126 Ibid

b. Pendidikan

Realisasi bidang pendidikan adalah dengan memberikan kontribusi rutin setiap bulan ke Panti Darul Muhsinin sebanyak Rp.500.000 dan secara insidental ke 5-8 panti asuhan lain yang pemilihannya dilakukan secara acak. Selain itu juga diberikan santunan Pendidikan kepada anak yatim piatu di luar panti berdasarkan pengajuan pihak internal dengan berbasis data dan juga pada anak yatim pada momen rutin yatiman pada bulan Muharram dengan mengumpulkan 30-50 anak yatim. Pada tahun 2021 santunan yang diberikan sejumlah 10.500.000,00.127

c. Pemberdayaan ekonomi

Program pemberdayaan ekonomi diberikan kepada duafa yang tidak memiliki penghasilan atau memiliki tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Santunan diberikan dalam bentuk uang dan paket sembako berdasarkan pengajuan atau informasi dari karyawan. Pada tahun 2021 bantuan yang diberikan sejumlah Rp.26.160.000,00. Karena belum ada pendampingan, santunan ini sebenarnya masih bersifat konsumtif. Sebenarnya ada keinginan untuk memberikan pendampingan tetapi terkendala dengan problem dari internal pengelola yang tidak fokus pada kegiatan pengelolaan, mengingat hanya sebatas sebagai tugas tambahan dari tugas pokok RS sebagai humas dan keuangan. Selain itu pengelola sama sekali tidak mengambil hak amil dan beban operasional.

d. Pengembangan sarana ibadah

Program ini direalisasikan berdasarkan pengajuan proposal perbaikan sarpras ibadah dari beberapa masjid, musala, dan TPA.

Selain itu juga diberikan secara rutin untuk kebersihan Masjid Multazam yang lokasi berdekatan dengan RS. Untuk program ini dana yang disalurkan pada tahun 2021 sejumlah Rp.19.612.000,00.128

127 Laporan Dana Infaq Karyawan RSU Muslimat Ponorogo Tahun 2021

128 Ibid

3. Optimalisasi ZISWAF

Sebagai lembaga yang diberikan kepercayaan mengelola dana ZIS, RS Muslimat menunjukkan kiprahnya yang ditandai dengan penandatanganan MoU dengan NU Care Lazisnu wilayah Jawa Timur.

Jalinan kerja sama ini menjadikan pendayagunaan ZIS bisa lebih meluas.

Semula distribusi dana ZIS difokuskan untuk internal karyawan dan keluarganya. Karena keterbatasan jangkauan distribusi ini, ketersediaan dana menjadi lebih banyak. Berikut penjelasan Tumardi:

―Sebelum RS Muslimat menjadi JPZIS dan menjalin kerja sama dengan NU Care Lazisnu Jatim, distribusi dana hanya diberikan ke kalangan internal, yaitu dengan memberikan santunan apabila ada karyawan atau keluarga karyawan yang sakit, sehingga saldo kita menumpuk. Tapi semenjak ada kerja sama dan RS Muslimat menjadi JPZIS, kita bisa memberikan santunan ke pihak eksternal, yaitu pasien duafa‘ dan juga kita distribusikan dalam beberapa program kita.‖129

Distribusi dana untuk santunan pasien duafa‘ bisa direalisasikan karena didukung oleh partisipasi aktif seluruh karyawan untuk memberikan informasi tentang pasien yang layak disantuni. Partisipasi ini muncul karena semua karyawan mengetahui tentang ketersediaan dana ZIS yang bisa disalurkan yang berasal dari gaji mereka yang dipotong. Dengan partisipasi ini menjadikan saldo dana ZIS tidak lagi menumpuk dalam jumlah yang banyak. Bahkan kadangkala RS harus mengover terlebih dahulu ketika terdapat pengajuan permohonan santunan yang lebih banyak atau santunan yang akan diberikan membutuhkan dana yang lebih besar, sementara kondisi saldo menipis.

Sebagai bentuk optimalisasi dana ZIS, pengelola berupaya untuk berhati-hati dalam mengelola dana ZIS dengan tidak mengambil hak amil sama sekali. Sebagaimana disampaikan oleh Yunika berikut ini.

―Selama ini kita sebagai pengelola tidak pernah mendapatkan apa-apa. Meskipun sebenarnya bisa masuk kategori amil. Tapi kita tidak mengambil hak amil. Ini karena pengelola, yang dalam hal ini

129 Wawancara dengan Tumardi, Kasie Humas RSU Muslimat Ponorogo pada tanggal 16 Juli 2022

adalah pengurus JP ZIS diambil dari karyawan RS dan sudah mendapatkan gaji dari tugas utama kita sebagai karyawan RS.‖130 Namun demikian pada sisi lain pengelola merasa tidak bisa maksimal dalam mengelola dana ZIS yang ada, sehingga ke depan ada harapan besar agar dibentuk organ tersendiri untuk pengelola JP ZIS, karena selama ini di-handle oleh karyawan RS bagian humas dan keuangan. Dengan pengelolaan yang terpisah, JP ZIS memiliki manajemen operasional tersendiri agar bisa fokus dan lebih maksimal dengan program-program terencana dalam pengelolaan dana Ziswaf.131

Optimalisasi yang lain bisa diwujudkan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan bagi pasien duafa, karena santunan kesehatan yang diberikan selama ini belum ada pendampingan yang dilakukan.

Pendampingan ini khususnya diberikan untuk pasien non BPJS agar yang bersangkutan menjadi peserta BPJS sehingga mereka mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Demikian juga untuk santunan pendidikan dengan program siswa binaan, atau memberikan santunan berjenjang misal triwulan, semester atau tahunan.132

130 Wawancara dengan Lili Yunika, Kabid Keuangan RSU Muslimat pada tanggal 16 Juli 2022

131 Wawancara dengan Tumardi, Kasie Humas RSU Muslimat Ponorogo pada tanggal 6 September 2022

132 Ibid.

SINERGI ZIS DAN WAKAF

DI RUMAH SAKIT ISLAM PONOROGO

A. Tata Kelola ZISWAF di Rumah Sakit Islam Ponorogo Filantropi merupakan sebuah aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari spirit Islam. Filantropi merupakan ruh dalam ajaran Islam, karena Islam mengatur keseimbangan hubungan secara vertikal ataupun horizontal yang diekspresikan dalam keimanan dan amal saleh.

Keseimbangan ini bisa menjadi bentuk refleksi ajaran Islam sebagai agama bernuansa filantropis. Oleh karena itu filantropi Islam bisa diartikan sebagai aktivitas dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan kegiatan ―memberi‖ dan berbagi. Dan aktivitas memberi tidak bisa dilakukan tanpa adanya objek untuk bisa diserahkan, yang salah satunya bisa berwujud harta kekayaan. Dalam kaitan ini Al-Qur‘an menunjukkan beberapa instrumen formal untuk penyaluran dan pemerataan harta kekayaan yang lazim disebut sebagai aktivitas filantropi dengan beberapa institusi, yaitu zakat, infaq, dan shadaqah, wakaf.133

Bagi orang-orang yang memiliki kekayaan, ada banyak faktor pendorong yang memotivasi mereka untuk menyumbang dan berderma.

Faktor pendorong utama adalah karena fakta bahwa tindakan amal mempengaruhi banyak dimensi manusia. Pertama, manusia tidak hanya dapat memelihara iman mereka (yaitu, mematuhi aturan Allah dan menunjukkan rasa syukur seorang hamba kepada Allah) dan memperkuat

133 Huda, ―Konfigurasi Infak Sedekah, Zakat, Dan Wakaf Untuk Kemandirian Umat:

Sebuah Model Integratif Membangun Filantropi Islam Di Era Indonesia Kontemporer,‖

127–129.