• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendayagunaan Zakat, Infaq, Shadaqah dan

BAB II FILANTROPI ISLAM

A. ZISWAF di Rumah Sakit Umum Aisiyah

2. Pendayagunaan Zakat, Infaq, Shadaqah dan

RSU Aisiyah berupaya untuk memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka membantu sesama dengan mendistribusikan dana zakat, infaq, dan shadaqah yang dikelolanya. Pengelolaan dana ZIS pada rumah sakit ini dipercayakan kepada Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah dengan membuka Kantor Layanan Lazismu (KLL) di rumah sakit. Melalui penelusuran sejarah, embrio pengelolaan dana zakat melalui KLL ini berawal dari keberadaan Lazis Ash-Shihah di rumah sakit yang kemudian berubah menjadi KLL sebagai respons dari disahkannya UU Pengelolaan Zakat pada tahun 2011 yang memberikan regulasi lembaga pengelola zakat di Indonesia. Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan, pengelolaan dana ZIS di RS dialihkan dari LAZ Ash-Shihah kepada Lazismu sebagai salah satu LAZ nasional yang diakui pemerintah dengan membuka Kantor Layanan. Operasional KLL ini menganut sistem jejaring yang terstruktur, yaitu berjejaring dengan Lazismu yang berada di atasnya dan bukan sebagai korporasi. Sebagaimana diungkapkan oleh Dalhar, dengan sistem jejaring yang terstruktur ini maka pengelolaan dana zakat menjadi lebih mudah dan leluasa karena KLL diberikan otonomi penuh dalam pengelolaan tetapi berkewajiban untuk melaporkan secara berkala ke Lazismu daerah.100

Sebagai pengelola dana ZISWAF, KLL RS Aisiyah dalam kegiatan pengumpulan dana bersumber dari tiga komponen, yaitu zakat, infaq, dan shadaqah yang berasal dari semua karyawan rumah sakit. Zakat diberlakukan bagi karyawan yang gajinya sudah mencapai nisab dengan cara dipotong 2,5% melalui aplikasi yang digunakan oleh bagian keuangan yang secara sistem melakukan pemotongan gaji untuk selanjutnya ditransfer ke rekening KLL. Dan bagi karyawan yang belum mencapai nisab, yang dibayarkan lewat pemotongan gaji adalah dalam bentuk infaq.

Selain zakat dan infaq tersebut, karyawan juga bisa memberikan dalam bentuk shadaqah.101

100 https://youtu.be/oq9Nbicc8cU

101 Wawancara dengan Dalhar Ashari, S.Pd.I, Kepala Kantor Layanan Lazismu RS Aisiyah Ponorogo tanggal 15 Juli 2022

Dengan tiga sumber dana tersebut, perolehan dana yang berhasil dihimpun oleh KLL dalam kisaran Rp.30 juta setiap bulan untuk dana zakat. Pada tahun 2021 dana zakat yang berhasil dihimpun senilai Rp.381.606.000,00. Sedangkan untuk dana infaq/sedekah terbagi menjadi 2, yaitu infaq/sedekah terikat dan tidak terikat yang perolehannya bersifat fluktuatif. Infaq/sedekah terikat bersifat insidental dan dihimpun pada momen tertentu tergantung pada program yang ditawarkan, seperti donasi untuk bencana Merapi yang perolehannya mencapai puluhan juta. Pada tahun 2021 jumlah perolehan infaq/sedekah terikat sejumlah Rp.110.123.000,00 dan infaq/sedekah tidak terikat sejumlah Rp.43.363.000,00. Infaq/sedekah ini berasal dari donator yang bersifat tidak mengikat.102

Selain dalam bentuk zakat, infaq, dan shadaqah KLL RSU sebenarnya sudah berupaya untuk mengusulkan program wakaf tunai bertepatan dengan pembangunan gedung rumah sakit yang baru untuk tetapi belum terlaksana karena beberapa alasan yang salah satunya karena pada masih pandemi dan belum diterima oleh pimpinan.

Sebenarnya kita sudah mengajukan wakaf dalam bentuk filantropi kepada pimpinan. Mungkin karena masa pandemi ada kekhawatiran tentang keberhasilannya. Sehingga dikelola penuh oleh RS. Dan KLL belum bisa masuk, padahal kita berupaya menawarkan ruangan khusus untuk kelas III yang kita namai ruangan Lazismu. Sementara kita mem-back up wakaf yang bersifat eksternal, misalnya pengembangan PPTQ Ahmad Dahlan yang punya program wakaf tunai, wakaf tanah, wakaf pembangunan. Kita mengelola dengan menerima dana wakaf, tetapi dalam laporan KLL disebut dengan infaq terikat meskipun penyelenggara menyebutnya dengan penggalangan wakaf. Jadi posisi KLL sebagai kepanjangan tangan dari panitia untuk penggalangan dana wakaf dari karyawan RS melalui instruksi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah.103

Berdasarkan uraian di atas sebenarnya KLL mengelola dana wakaf, namun dalam bahasa laporan disebut sebagai infaq terikat. Dan wakaf ini

102 Wawancara dengan Solihatun Hasanah, S.E, Staf Admin Kantor Layanan Lazismu RS Aisiyah Ponorogo tanggal 15 Juli 2022

103 Wawancara dengan Dalhar Ashari, S.Pd.I, Kepala Kantor Layanan Lazismu RS Aisiyah Ponorogo tanggal 15 Juli 2022

diperuntukkan untuk pihak eksternal di luar RS dan posisi KLL adalah sebagai kepanjangan tangan panitia berdasarkan instruksi dari PDM. Dan keberhasilan program ini melebihi target yang ditetapkan panitia karena di-support dari beberapa pihak, yaitu KLL yang berasal dari karyawan, manajemen RS dan Lazismu.

Potensi wakaf yang lain juga disampaikan oleh Titi Listyorini selaku Ketua Pimpinan Daerah ‗Aisyiyah (PDA) Ponorogo, bahwa kalau dilacak dari sejarah berdirinya rumah sakit maka pembangunan awal rumah sakit pada tahun 1974 juga melibatkan aset wakaf dalam bentuk sebidang tanah seluas 872 meter persegi dan bangunan yang terletak di Jl. Dr. Sutomo No.

18 Ponorogo. Bangunan ini yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya rumah sakit yang sampai saat ini berkembang pesat dengan layanan kesehatan yang sangat memadai.104

Berkaitan dengan pendayagunaan dana, KLL memiliki kebijakan untuk mendistribusikan dana berdasarkan sumbernya, yaitu realisasi/distribusi dana zakat dan realisasi/distribusi dana infaq.

a. Distribusi/realisasi dana zakat

Dana zakat didistribusikan dengan mempertimbangkan kebijakan program Lazismu Nasional yang terbagi menjadi 5 pilar, yaitu pilar pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dakwah dan lingkungan.

Namun demikian tidak semua pilar ini bisa direalisasikan oleh KLL RS. Sebagaimana ungkapan Khasanah berikut ini.

―Sebagai KLL di rumah sakit, mayoritas memang dialokasikan pada bantuan layanan kesehatan untuk meringankan beban biaya pasien, namun demikian dengan posisi KLL yang berjejaring dengan Lazismu daerah, maka distribusi dana yang dilakukan mengikuti rambu-rambu program Lazismu yaitu untuk program di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan dengan sasaran bisa lintas sektoral atau kabupaten.‖

Secara lebih rinci pada tahun 2021 dana zakat didistribusikan pada bidang:

1) Layanan kesehatan dalam program peduli kesehatan dengan pemberian bantuan biaya perawatan pasien tidak mampu rawat

104 Wawancara dengan Titi Listyorini, Ketua Pimpinan Daerah ‗Aisyiyah (PDA) Ponorogo tanggal 2 September 2022

inap atau rawat jalan, bantuan khitan gratis, bantuan PCR, dan pemasangan double lumen, dan pengobatan mata gratis.

Sedangkan pada program ambulans clinic direalisasikan untuk pemberian layanan antar jemput pasien secara gratis, dan pada program bebas corona dengan pemberian bantuan paket nutrisi kesehatan karyawan RSUA terdampak Covid-19.

Salah satu pasien duafa yang mendapatkan layanan ini adalah Umiyati yang mendapatkan perawatan medis karena penyakit diabetes. Berikut penjelasan anaknya:

―Ibu saya baru saja keluar dari opname di rumah sakit karena sakit diabetes. Tindakan yang diberikan operasi di bagian kaki. Kebetulan tidak punya BPJS. Jadi masuk pasien umum.

Pas diizinkan pulang kita mendapatkan bantuan dari Lazismu.

Jumlahnya tidak tahu. Setelah dipotong biaya yang kita bayar sekitar 5 juta dan untuk pulang dianter mobil ambulan Lazismu. Untuk kontrol ke RS juga diantar jemput lagi pakai ambulan dengan gratis.‖105

2) Pendidikan dalam program peduli mualaf berupa biaya pindah sekolah dari sekolah Kristen, save our school dengan pembebasan tanah untuk lembaga Pendidikan dan bantuan biaya pendidikan.

3) Ekonomi dalam program pemberdayaan UMKM berupa pengembangan bantuan usaha.

4) Sosial dakwah dalam program back to masjid, peduli da‘i, santunan amil, pengadaan studio dakwah, pengumpulan, pengelolaan dan penyaluran ZIS serta sembako sehat.106

b. Distribusi/realisasi dana infaq

Perolehan dana infaq baik yang bersifat terikat dan tidak terikat tidak sebanyak perolehan dana zakat karena tidak bersifat rutin seperti dana zakat yang langsung dipotong dari gaji karyawan. Dan dana infaq ini didistribusikan untuk:

1) Pendidikan dalam program save our school

105 Wawancara dengan Fajar, anak dari Umiyati pada tanggal 1 September 2022

106 Laporan Keuangan KLL RSU Aisiyah Tahun 2021

2) Kemanusiaan dalam program donasi peduli Palestina, donasi bencana banjir Batu Malang, dan donasi erupsi Gunung Semeru.

3) Dakwah dalam bentuk pembelian hewan kurban.107

Dari beberapa program sebagaimana penjelasan di atas, distribusi dan pendayagunaan zakat untuk sosial dakwah mendapatkan porsi yang paling besar, yaitu 44% dan disusul dengan layanan kesehatan dengan persentase 27,14%. Realisasi program layanan kesehatan ini bersifat bottom up, yaitu melalui pengajuan dari beberapa pihak.

Sebagaimana penjelasan berikut.

―Untuk bantuan keringanan biaya rumah sakit biasanya berdasarkan laporan dan informasi dari kamar pasien, misal perawat atau dokter. Dan tidak menutup kemungkinan dengan pengajuan karena sudah mengetahui keberadaan KLL. Tahap selanjutnya adalah survei lokasi untuk menentukan kelayakan penerima dan penentuan jumlah santunan bersifat kondisional.

Untuk santunan dalam jumlah yang besar (lebih 5 juta) melalui pertimbangan direksi. Sedang untuk nominal kurang dari 5 juta didasarkan pada kebijakan pengurus harian. ―

Santunan layanan kesehatan juga bisa diberikan dalam bentuk BPJS duafa. BPJS ini diberikan kepada duafa dengan cara KLL membayarkan iuran rutin bulanan. Penerima BPJS ini adalah pasien duafa penerima santunan keringanan biaya rumah sakit sebelumnya.

Selain untuk BPJS juga bisa diberikan dalam bentuk biaya pendidikan, ekonomi produktif dan dakwah. Sehingga ada keterkaitan sasaran penerima untuk beberapa santunan. Dan yang perlu digaris bawahi bahwa santunan yang diberikan adalah bukan untuk tujuan konsumtif tetapi ekonomi produktif dan juga dakwah.