NESTRA-JURNAL
TATI MURNI KAROKARO STIKes MEDISTRA Lubuk Pakam
4. Intitusi Pendidikan
Meningkatkan mutu pendidikan, memperbanyak referensi terutama tentang komunikasi keperawatan
pada pasien, dan menjadi bahan masukkan untuk pengembangan pengetahuan untuk penelitian selanjutnya.
METODE PENELITIAN
3.1Jenis dan Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini dalah deskriptif korelatif yaitu penelitian untuk melihat hubungan antara komunukasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga. Pendekatan yang digunakan secara cross sectional yaitu melakukan pengukuran variabel komunikasi terapeutik dan tingkat kecemasan pasien hanya satu kali pada waktu yang bersamaan
3.2Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Pakam Deli Serdang.
3.2.2 Waktu penelitian
Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari – April 2015
3.3.Populasi dan Sampel Penelitian 1.3.1 Populasi
Populasi adalah seluruh unit yang mempunyai karakteristik atau karakteristik-karakteristik sama dengan yang sedang diteliti, Notoatmodjo (2010).
Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan menjalani operasi di Ruang Bedah RSUD Deli Serdang.
1.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga
20 dianggap mewakili populasinya (Sastroasmoro, 2010). Pengambilan sampel dengan cara non-probabiliti sampling metode pendekatan purposive sampling yaitu penelitian yang didasarkan pada pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri atau sipat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
1.4 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
3. Data Primer
Data primer
merupakan data yang didapat dari sumber yang pertama, baik dari individu atau perseorangan seperti wawancara atau hasil pengisian lembar kuesioner dan lembar observasi yang biasa dilakukan peneliti. Penelitian ini menggunakan data primer yang berasal dari pengisian kuesioner.
4. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat dari sumber yang kedua, dari tempat penelitian. Data sekunder diperoleh dari rekam medic RSUD Dli Serdang.
1.5 Variabel dan Definisi Operasional
3.5.1 Variabel Penelitian
Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu yaitu benda,
manusia (Sugiyono, 2008). Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu variabel bebas
(independent) dan variabel
terikat (dependent). Variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi yaitu komunikasi terpeutik. Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang dipengaruhi, yaitu tingkat Kecemasan.
Aspek pengukuran yang digunakan adalah menggunakan skor terhadap pertanyataan-pernyataan yang diberikan kepada responden. Untuk mengetahui pengukuran komunikasi terapeutik dengan menggunakan kuisioner pengukuran data menggunakan skala guttman yaitu apabila jawaban benar diberi skor 1, apabila jawaban salah diberi skor 0, sehinnga perhitungan skor untuk 10 pernyataan mengenai komunikasi terapeutik adalah:
a. Skor maksimum adalah 10 (skor maksimum dari setiap aspek jawaban dikali jumblah soal 1×10 = 10)
b. Skor minimum adalah 0 (skor minimum dari setiap aspek jawaban dikali jumblah soal 0×10 = 0) dari hasi pengukuran yang dilakukan mengenai komunikasi terapeutik dibagi menjadi 2 kategori dan untuk setiap kategori digunakan interval . Berdasarkan perhitungan di atas maka kategori komunikasi perawat adalah
1. Komunikasi terapeutik baik : 6-10
2. Komunikasi terapeutik tidak baik : 0-5
21 Variabel dependent (tingkat kecemasan)
Aspek pengukuran yang digunakan adalah menggunakan skor terhadap pernyataan-pernyataan yang diberikan kepada responden untuk mengetahui pengukuran tinggi kecemasan dengan menggunakan alat ukur (instrumen) yang dikenal dengan Hamilton Rating Scale For
Anxiety (HRS-A) pengukuran data
menggunakan skala likert dimana dalam lembar kuisioner terdapat 13 pernyataan dalam bentuk pernyataan dan setiap pernyataan dinilai 1-4 (1. Gejala ringan 2. gejala sedang 3. gejala berat 4. gejala berat sekali)
Cara menghitung total nilai (skor)
Toatal nilai (skor) <14 = tidak ada kecemasan 14-20 = kecemasan ringan 21-27 = kecemasan sedang 28-41 = kecemasan berat 42-56 kecemasan berat sekali (panik)
3.6. Metode Analisa Data 3.6.1. Pegolahan Data
Pengolahan data merupakan salah satu bagian rangkaian kegiatan penelitian setelah pengumpulan data. Data yang masih mentah (raw data), perlu di olah sehingga menjadi informasi yang akhirnya dapat digunakanuntuk menjawab tujuan penelitian. Agar analisis penelitian menghasilkan informasi yang benar, pengelolahan data dilakukan melalui empat tahap (Notoatmojo) yaitu:
a. Editing
Merupakan kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isian lembar observasi. Apakah jawaban yang ada di lembar observasi sudah lengkap, jelas, relevan dan konsisten.
b. Coding
coding yaitu mengubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka/ bilangan. Kegunaan dari coding ini adalah untuk mempermudah pada saat analisa data.
c. Processing
Pemrosesan data dilakukan dengan cara mengentry data dari observasi ke program komputerisasi. Tahapan ini dilakukan setelah pengkodean data.
d. Cleaning
Merupakan kegiatan pengecekan kembali dta yang sudh dientry untuk melihat apakah ada kesalah atau tidak
3.6.2. Analisa Data
a. Analisa Univariat
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian yaitu komuniksi perawat pada fase kerja dan tingkat kecemasan keluaraga dengan cara menganalisis data yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuwensi dan persentase dari tiap variable. b. Analisa Bivariat
Analisa ini dilakukan untuk melihat hubungan atau korelasi antara variabel independent yaitu komunikasi perawat dengan variabel
22 dependen yaitu kecemasan keluarga pasien dalam analisa ini digunakan uji statistik
chi-squer, yakni untuk menguji
data berbentuk kategori yang diambil dari kedua variabel (variabel independen dan dependen) uji setatistik ini
digunakan untuk
membuktikan hipotesis penelitian tapi tidak untuk memberikan informasi apapun tentang kekuatan hubungan variabel tersebut (Hidayat, 2009).
Dengan rumusan nilai chi-squer diatas jika X2 hitung ≤ x2 tabel maka Ho ditolak artinya terdapat hubungan antara komunikasi perawat denggan kecemasan keluarga pasien/ singnifikan jika x2
hitung ≥x2 maka Ho diterima,
maka artinya tidak terdapat hubungan antara komunikasi perawat dengan kecemasan keluaraga pasien / tidak siknifikan.
Jika berdasarkan tingkat kecemasan dapat di peroleh jika P ≤ α (0,05) maka Ho ditolak yang bermakna adanya hubungan antara komunikasi perawat dengan kecemasan dan jikalau P ≥ (0.05) maka Ho diterima yang bermakna tidak terdapat hubungan antara komunikasi perawat dengan kecemasan keluarga pasien.
3.7 Etika Penelitian
Komponen etika penelitian meliputi :
3.7.1 Informed concernt
Peneliti memberikan penjelasan tentang tujuan
serta maksud penelitian sebelum menyerahkan kuisioner penelitian, kemudian peneliti memberikan surat permohonan menjadi responden sebagai permintaan pasien untuk menjadi responden. Setelah pasien membaca lembar permohonan menjadi responden, kemudian peneliti menyerahkan lembar persetujuan menjadi responden, pasien memberikan tanda tangan dilembar persetujuan sebagai bukti bersedia menjadi responden.
3.7.2 Anonimity (tanpa nama)
Peneliti tidak mencantumkan nama pada lembar kuisioner tapi hanya memberikan kode sebagai no urut menjadi responden.
3.7.3 Confidentiality (kerahasiaan)
Merupakan masalah etika
dengan menjamin
kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah-masalah lainya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset dan data yang sudah tidak dibutuhkan lagi maka seluruh data dimusnahkan.
23
HASIL PENELITIAN DAN