• Tidak ada hasil yang ditemukan

NESTRA-JURNAL

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DELI SERDANG LUBUK PAKAM

A. Variabel dan Defenisi Operasional

1. Variable adalah karakteristik yang diamati yang mempunyai variasi nilai dan merupakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara empiris atau ditentukan tingkatanya (Setiadi, 2009).

Jenis variable dalam penelitian ini adalah :

a. Variabel Independen (Bebas) adalah variable yang nilainya menentukan variable lainya (Nursalam, 2011). Variabel independen dalam penelitian ini adalah latihan relaksasi nafas dalam.

b.Variabel Dependen (Terikat) adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lainya (Nursalam, 2011). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan intensitas nyeri pada pasien post op apendiktomi.

2. Defenisi Operasional adalah suatu defenisi yang diberikan kepada suatu variable dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variable tersebut (Notoatmodjo, 2010).

Tabel 3.2 Defenisi Operasional dan Hasil Ukur

B. Metode Pengukuran

Metode pengukuran adalah metode yang digunakan peneliti untuk melakukan pendekatan berdasarkan kategori sistem yang telah dibuat oleh peneliti untuk mengobservasi suatu peristiwa dan perilaku daru subjek (Nursalam, 2008). Pada penelitian ini menggunakan lembar observasi terhadap nyeri pada pasien post-op appendiktomi.

C. Pengolahan Data

Data yang sudah dikumpul diolah dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Variabel Defenisi Operasional

Alat dan Cara

Skala Hasil Ukur Independe n Teknik distraksi relaksasi nafas dalam Melakukan Teknik distraksi relaksasi nafas dalam yang dapat mengurangi nyeri dengan latihan pernafasan diagfragma Perlakuan - - Dependen Intensitas nyeri pada pasien post op apendikto my Penilaian respon terhadap sensasi yang dirasakan karena nyeri berdasarkan pada skala tingkat nyeri

Skala nyeri bourbonis dan lembar observasi Ordinal 0 = Tidak Nyeri 1-3=Nyeri Ringan 4-6=Nyeri Sedang 7-9=Nyeri Berat Terkontrol 10=Nyeri Berat Tidak Terkontrol

98 yang telah terkumpul, bila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam pengumpulan data maka diperbaiki dengan memeriksa kembali dan dilakukan pendataan ulang.

b. Coding

Coding merupakan kegiatan

pembagian kode numeric (angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.

c. Tabulating

Untuk memperoleh analisa data, pengolahan data serta pengambilan kesimpilan dan dimasukkan ke dalam table distribusi frekuensi.

d. Cleaning

Apabila smua data dari stiap sumber data atau responden selesai dimasukan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan – kemungkinan adanya kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan pembenahan atau koreksi.

D. Analisa Data

Pada penelitian ini analisis data dilakukan secara bertahap (Notoatmodjo, 2012).

a. Analisis Univariate (Analisa Deskriptif)

Analisi univariate bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel yang akan di teliti secara sederhana yang meliputi : umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan yang disajikan dalam bentuk tabel distributor frekuensi.

b. Analisis Bivariate

Analisi ini diperlakukan terhadap dua variabel yang diduga apakah ada pengaruh atau perbedaan yang signifikan antar variabel independen

dengan variabel dependen.Analisa bivariate dilakukan setelah

Data dianalisis untuk perhitungan bivariate pada penelitian ini mengunakan uji chi-squeare dengan derajat kepercayaan sebesar 95%. Suatu variabel dikatakan berhubungan atau berpengaruh ketika nilai p ≤ α (0,05). Pembuktian ini untuk membuktikan hipotesa Hubungan Teknik Distraksi Relaksasi Nafas Dalam Dengan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Apendiktomy di RSUD Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam tahun 2015.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

I. Hasil Penelitian

C. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Kelas B terletak di Kota Lubuk Pakam, Ibukota Kabupaten Deli Serdang. Dari Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Medan) hanya berjarak ± 29 KM dengan jarak tempuh 30 menit memiliki berbagai kelebihan:

1. Tempat nyaman dan ASRI (Apik Serasi Rapi dan Indah)

2. Aman dari berbagai gangguan kamtibmas

3. Tersedia mini market dan kantin untuk pemenuhan kebutuhan pasien, keluarga pasien, penjenguk, dll.

4. Pelayanan Apotek Pelengkap 24 jam

5. Sarana tempat ibadah bagi umat muslim (Mushola)

6. Merupakan rumah sakit terdekat dengan Bandara Internasional Kualanamu (+ 10 Km)

7. Akses transportasi keluar dan masuk mudah (Bis kota, Angkot dan Beca) baik dalam kota, luar kota kecamatan maupun ke Ibukota Provinsi

8. Dekat dengan sarana prasarana pelayanan umum lainnya (Pasar, Super market dll)

99

9. Luas Areal : +

2,4 Ha

10.Luas Lantai Bangunan : ± 14.698 M²

11.Kapasitas Tempat Tidur : 215 TT

Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang adalah satu-satunya Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, merupakan Pusat Rujukan Pelayanan dengan status Kelas B Non Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 405/ MENKES/ SK/ IV/ 2008 tanggal 25 April 2008 dan telah meraih Akreditasi Penuh 16 Pelayanan Tahun 2011.

Dalam melaksanakan Tugas dan Fungsi, RSUD Deli Serdang dipimpin oleh seorang Direktur. Memiliki 4 (empat) Jenis Sub Spesialis ,Gastro Enterologi , Nefrologi,Jiwa dan Orthopedi dan 16 jenis tenaga spesialis (Spesialis; Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Mata, THT, Kulit dan Kelamin, Paru, Jiwa, Syaraf, Ortodentia , Ortopedi, Anaestesi, Radiologi, Patologi Klinik, dan Patologi Anatomi), S2; MARS, MM, MIT, Dokter Umum, Dokter Gigi, Apoteker, Sarjana Keperawatan/ Ners, Ahli Penata Rontgen, SKM, Sarjana Gizi beserta tenaga Non Medis lainnya (Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Sarjana Pertanian, Sarjana Teknologi Informatika, Akuntan, Sarjana Teknik, Sarjana Komputer) dengan total pegawai sebanyak 554 orang.( PNS dan Non PNS )

D. Tabulasi Univariat

1. Intensitas Nyeri Sebelum Dilakukan Tehnik Distraksi Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Post-Op apendiktomi di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2015

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Intensitas Nyeri Sebelum Dilakukan Tehnik Distraksi Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Post-Op

apendiktomi di RSUD Deli Serdang

Lubuk Pakam

Tahun 2015

Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum dilakukan teknik distraksi relaksasi nafas dalam yaitu responden yang mengalami nyeri ringan sebanyak 2 orang (20,0%) dan responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 8 orang (80,0%).

2. Intensitas Nyeri Sesudah Dilakukan Tehnik Distraksi Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Post-Op apendiktomi di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 201

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Intensitas Nyeri Sesudah Dilakukan

Tehnik Distraksi

Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Post-Op apendiktomi di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2015 No Nyeri N % 1 2 3 Tidak Nyeri - - Nyeri Ringan 2 20,0 Nyeri Sedang 8 80,0 4 Nyeri Berat Terkontrol - -

5 Nyeri Berat tak Terkontrol

- -

100 dilakukan teknik distraksi relaksasi nafas dalam yaitu responden yang tidak mengalami nyeri sebanyak 3 orang (30,0%), responden yang mengalami nyeri ringan sebanyak 6 orang (60,0%) dan responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak 1

orang (10,0%).

E. Tabulasi Hasil Bivariat

Tabel 4.3 Jumlah Sampel, Mean, Standar Deviasi, pValue

Nyeri Paired Test pValue

N Rata-rata Standar Deviasi 95% Confidence Interval Upper Lower Pre test Posttest 10 3,250 1,616 2,769 3,714 0,002

Dari tabel 4.3 diketahui bahwa rerata nyeri 3,250 dengan standar deviasi (SD) 1,616. Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini rerata nyeri sebelum dilakukan teknik distraksi relaksasi nafas dalam 8,82 dan sesudah diberikan teknik distraksi relaksasi nafas dalam adalah 5,52. Hasil Uji statistik didapatkan nilai p= 0,002 (α=0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik distraksi relaksasi nafas dalam.

II. PEMBAHASAN

G. Intensitas Nyeri Sebelum Dilakukan