• Tidak ada hasil yang ditemukan

INVESTMENT IN SHARES OF STOCK IN ASSOCIATED ENTITIES (continued)

ASSOCIATED ENTITIES

12. INVESTMENT IN SHARES OF STOCK IN ASSOCIATED ENTITIES (continued)

Pada tanggal 1 Nopember 2012, PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), Entitas Anak dan Minarak Labuan Co. (L)

Ltd. (MLCL) menandatangani Heads of Agreements

(HOA) untuk memperoleh 99,21% kepemilikan MLC pada PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS). Harga yang ditawarkan oleh MLC kepada Entitas Induk atas kepemilikannya pada MMS sebesar Rp 3,5 triliun.

On November 1, 2012, PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), a Subsidiary and Minarak Labuan Co. (L) Ltd. (MLCL), a related party entered into Heads of Agreements to acquire 99.21% ownership of MLCL in PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS). The selling price proposed by MLCL to the Company for its ownerships in MMS amounted to Rp 3.5 trillion.

Pada tanggal 3 Desember, 2012, sebagai tindak lanjut dari HOA, BSU dan Minarak Labuan Co. (L) Ltd. (MLCL), pihak berelasi menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat Atas Saham (CSPA) untuk memperoleh

99,21% kepemilikan pada PT Mutiara Masyhur

Sejahtera (MMS) dengan harga sebesar Rp 3,5 triliun atau jumlah lain yang akan ditentukan oleh penilai independen, mana yang lebih rendah. CSPA ini

merupakan pengganti dari HOA tanggal

1 Nopember 2012.

On December 3, 2012, as a follow up of the HOA, BSU and Minarak Labuan Co. (L) Ltd. (MLCL), a related party entered into a Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement (CSPA) to acquire 99.21% ownership in MMS for Rp 3.5 trillion or an amount to be determined by the independent appraisal, which is lower. This CSPA is a replacement of HOA dated November 1, 2012.

Berdasarkan CSPA, kewajiban dari BSU untuk

melanjutkan transaksi pembelian saham MMS

tergantung kepada, antara lain:

Based on the CSPA, the obligation of BSU to proceed with the acquistion transaction of MMS shares is conditional upon, among others:

1. BSU telah menerima laporan due diligence hukum, keuangan dan teknis dari konsultan yang ditunjuk oleh BSU;

1. BSU has satisfied with the result of legal, financial and technical due diligence conducted by the consultant appointed by BSU;

2. BSU telah menerima laporan fairness opinion dari penilai independen;

2. BSU has satisfied with the fairness opinion provided by the independent appraiser;

3. Tidak terdapat perubahan material yang merugikan dalam (i) prospek, bisnis, operasi (termasuk hasil operasi) atau kondisi keuangan MMS dan entitas anak, dan (ii) setiap peristiwa atau perkembangan yang timbul dari atau berhubungan dengan kondisi bisnis dan ekonomi di Indonesia yang berasal dari nilai tukar mata uang, pertumbuhan PDB, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, semua akan ditentukan BSU, selama periode dari tanggal perjanjian ini sampai dengan tanggal penyelesaian perjanjian;

3. There being no material adverse change in (i) the prospect, business, operations (including operating results) or financial condition of MMS and its subsidiaries, and (ii) any event or development arising from or relating to the business and economic conditions of Indonesia resulting from the currency exchange rate, the GDP growth, inflation rate, interest rate, all to be determined solely by BSU, during the periode from the date of this agreement until the completion date;

4. Semua persetujuan dan otorisasi yang diperlukan atas transaksi telah diberikan oleh pihak ketiga (termasuk Instansi Pemerintah);

4. All necessary consents and authorizations for the transactions has been granted by third parties (including Government Agencies);

5. Tidak terdapat Undang-undang, peraturan atau keputusan yang diusulkan, berlaku atau diambil oleh Instansi Pemerintah yang secara material akan melarang, membatasi atau menunda transaksi ini, atau yang melarang, membatasi atau menurunkan prospek, bisnis atau operasi MMS dan entitas anak;

5. There being no Law, regulation or decision proposed, enacted or taken by any Governmental Agency which would prohibit, restrict or materially delay this transaction, or which would prohibit, restrict or otherwise curtails the prospect, business or operation of MMS and its subsidiaries;

6. Konsultan hukum BSU telah mengeluarkan pendapat hukum bahwa seluruh kondisi yang dipersyaratkan telah selesai dan penyelesaian transaksi telah terjadi; dan

6. BSU’s lawyer have issued a legal opinion opining that the condition precedent have been completed and completion has occured; and

7. Equity-linked bonds telah direstrukturisasi sebelum

penyelesaian transaksi ini.

7. The equity-linked bonds have been restructured prior to the completion of the transactions.

Sampai dengan tanggal 31 Maret 2013, Perjanjian

Penyelesaian untuk memberlakukan penutupan

transaksi ini masih dalam proses penyelesaian, oleh sebab itu atas pembayaran BSU kepada MLCL dicatat sebagai bagian dari akun “Uang Muka Penyertaan Saham”.

Until March 31, 2013, the Settlement Agreement to effect the closing of this transaction is still in process, therefore BSU’s payment to MLCL are recorded as part of “Advances for Investment in Shares of Stock” accounts.

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012. Saldo uang muka penyertaan saham masing-masing sebesar Rp 2,34 triliun dan Rp 1,15 triliun.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, balance of advances for investment in shares of stock are amounted to Rp 2.34 trillion and Rp 1.15 trillion, respectively.

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. PENYERTAAN SAHAM PADA ENTITAS ASOSIASI (lanjutan)

12. INVESTMENT IN SHARES OF STOCK IN ASSOCIATED ENTITIES (continued)

Atas uang muka penyertaan saham kepada MMS, pihak

berelasi, manajemen BSU dan Entitas Induk.,

pemegang saham Perusahaan sebagai Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berpendapat bahwa transaksi tersebut telah memenuhi peraturan yang ada termasuk peraturan BAPEPAM-LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu pada saat transaksi dilakukan.

With respect to the advances for Investment in shares of stock to MMS, a related party, BSU’s Management and the Company., a shareholders which is register in Indonesian Stock Exchange in the opinion that those transaction is compliance with all regulation including BAPEPAM-LK regulation No. IX.E.1 concerning Affiliated Transactions and Conflicts of Interest on Certain Transactions.

Pada tanggal 19 Nopember 2012, BJA mengambil bagian atas penerbitan saham PT Langgeng Sakti Persada (LSP) sebanyak 15.750 lembar saham sehingga BJA menguasai 50% kepemilikan di LSP dari total saham yang ditempatkan, berdasarkan Akta Notaris No. 56 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, SH., M.Kn., pada tanggal yang sama.

On November 19, 2012, BJA take a part on the issuance of shares of PT Langgeng Sakti Persada (LSP) for 15,750 shares, so that BJA controls 50% ownership in LSP which all of its shares issued and fully paid, based on Notarial deed No. 56 of Hasbullah

Abdul Rasyid, SH., M.Kn.,on the same date.

Pada tanggal 20 Desember 2012, BJA mengambil bagian atas penerbitan saham PT Bintang Emerald Perdana (BEP) sebanyak 300 lembar saham sehingga BJA menguasai 50% kepemilikan di BEP dari total saham yang ditempatkan, berdasarkan Akta Notaris No. 152 oleh Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, SH., M.Kn., pada tanggal yang sama.

On December 20, 2012, BJA take a part on the issuance of shares of PT Bintang Emerald Perdana (BEP) for 300 shares, so that BJA controls 50% ownership in LSP which all of its shares issued and fully paid, based on Notarial deed No. 152 of Hasbullah

Abdul Rasyid, SH., M.Kn.,on the same date.

Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham yang telah diaktakan dengan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., MKn., No. 266 tanggal 27 Desember 2012, Perusahaan setuju untuk mengalihkan kepemilikan sebanyak 100.000 lembar saham (kepemilikan 50%) atau sebesar Rp 923 juta di PT Lido Nirwana Parahyangan (dahulu PT Fusion Plus Indonesia) kepada PT Zulam Alinda Sejahtera.

Based on Share Purchase Agreement which was notarized by Notarial Deed No. 266 of Humberg Lie, S.H., S.E., MKn., dated December 27, 2012, the Company agreed to transfer 100,000 shares ownership (50% ownership) of PT Lido Nirwana Parahyangan (formerly PT Fusion Plus Indonesia) or amounted to Rp 923 million to PT Zulam Alinda Sejahtera.

Pada tanggal 31 Maret 2012, GAP menjual kepemilikan saham SC sebanyak 100.000.000 lembar saham

sehingga kepemilikannya menjadi sebanyak

209.500.000 lembar saham atau sebesar 0,67%. Keuntungan penjualan investasi dalam saham sebesar Rp 10 miliar disajikan sebagai bagian dari akun “Penghasilan (Beban) lain-lain” dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (lihat Catatan 39).

As of March 31, 2012, GAP sell SC share of 100,000,000 shares thus the share ownership become 209,500,000 shares or 0.67%. Gain on sale of investment in shares amounted to Rp 10 billion is presented as part of “Others Income (Expenses)” account in consolidated statements of comprehensive income (see Note 39).

Pada tanggal 10 Juni 2009, Entitas Induk mengadakan Perjanjian pengalihan hak atas penempatan saham- saham dalam portepel di PT Jasa Sarana (JS) dengan PT Indec Internusa (Indec). Indec mengalihkan hak untuk membeli 3.324.523 lembar saham JS (dalam rangka peningkatan modal JS) kepada Entitas Induk.

Berdasarkan RUPSLB tanggal 25 Juni 2010

sebagaimana yang dimuat dalam Akta Notaris Tien Norman Lubis, S.H., No. 49, pemegang saham JS menyetujui pengalihan hak atas saham JS dari Indec kepada Entitas Induk yang kemudian dialihkan lagi kepada PT Bakrie Infrastructure, Entitas Anak.

On June 10, 2009, the Company entered into a transfer of title on the placement of stocks in the portfolio of PT Jasa Sarana (JS) with PT Indec Internusa (Indec). Indec transfer the right to purchase 3,324,523 shares of JS (in order of increasing capital JS) to the Company. Based on the Extraordinary Shareholders’ General Meeting dated June 25, 2010 as notarized by Notarial Deed No. 49 of Tien Norman Lubis, S.H., the shareholders had approved the transfer of rights of JS shares from Indec to the Company then transferred again to PT Bakrie Infrastructure, a subsidiary.

Grup tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas investasi dalam saham pada Entitas-entitas asosiasi di atas karena manajemen berkeyakinan bahwa

Entitas-entitas tersebut masih memiliki potensi

pertumbuhan dalam jangka panjang mengingat

sebagian besar Entitas Asosiasi tersebut bergerak dalam jenis usaha real estat dan infrastruktur.

The Group did not provide allowance for any decline in value of the aforementioned investments in affiliated companies since management believes that these companies engage in the real estate business and infrastructure business.