TAHUN II T AHUN III TAHUN IV T AHUN
TOT AL KONDIS
2. Lingkup Kegiatan
3.2.1.2. Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan
1. Isu Strategis Pengembangan Permukiman
Berbagai isu strategis nasional yang berpengaruh terhadap pengembangan permukiman saat ini adalah :
a. M engimplementasikan konsepsi pembangunan berkelanjutan serta mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
b. Percepatan pencapaian target M DGs 2020 yaitu penurunan proporsi rumahtangga kumuh perkotaan
c. .Perlunya dukungan terhadap pelaksanaan Program-Program Directive Presiden.
d. Percepatan pembangunan di w ilayah timur Indonesia (Provinsi NTT, Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat) untuk mengatasi kesenjangan. e. M eminimalisir penyebab dan dampak bencana sekecil mungkin.
f. M eningkatnya urbanisasi yang berimplikasi terhadap proporsi penduduk perkotaan yang bertambah, tingginya kemiskinan penduduk perkotaan, dan bertambahnya kaw asan kumuh.
g. Belum optimalnya pemanfaatan Infrastruktur Permukiman yang sudah dibangun.
h. Perlunya kerjasama lintas sector untuk mendukung sinergitas dalam pengembangan kaw asan permukiman.
i. Belum optimalnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan permukiman. Ditopang oleh belum optimalnya kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia serta perangkat organisasi penyelenggara dalam memenuhi standar pelayanan minimal di bidang pembangunan perumahan dan permukiman.
Arahan St rat egis Nasional 3 - 133 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi
I nfrastruktur Jangka M enengah |
Isu-isu strategis di atas merupakan isu terkait pengembangan permukiman yang terangkum secara nasional. Namun, di DI Kabupaten Nagekeo juga terdapat isu- isu yang bersifat lokal dan spesifik. Penjabaran isu-isu strategis lokal ini difokuskan terkait bidang keciptakaryaan, seperti kaw asan kumuh di perkotaan, dan mengenai kondisi infrastruktur di perdesaan. Berbagai isu strategis yang berpengaruh terhadap pengembangan permukiman di Kabupaten Nagekeo saat ini adalah:
Secara umum kaw asan permukiman perkotaan dan perdesaan harus dapat menjadikan sebagai tempat hunian yang aman, nyaman dan produktif, serta didukung oleh sarana dan prasarana permukiman;
Setiap kaw asan permukiman dilengkapi dengan sarana dan prasarana permukiman sesuai hierarki dan tingkat pelayanan masing-masing;
Permukiman perdesaan sebagai hunian berbasis agraris, dikembangkan dengan memanfaatkan lahan pertanian, halaman rumah, dan lahan kurang produktif sebagai basis kegiatan usaha;
Permukiman perdesaan yang berlokasi di pegunungan dikembangkan dengan berbasis perkebunan dan hortikultura, disertai pengolahan hasil. Permukiman perdesaan yang berlokasi di dataran rendah, basis pengembangannya adalah pertanian tanaman pangan dan perikanan darat, serta pengolahan hasil pertanian. Selanjutnya perdesaan di kaw asan pesisir dikembangkan pada basis ekonomi perikanan dan pengolahan hasil ikan;
Permukiman perkotaan diarahkan pada penyediaan hunian yang layak dan dilayani oleh sarana dan prasarana permukiman yang memadai;
Perkotaan besar dan menengah penyediaan permukiman selain disediakan oleh pengembang dan masyarakat, juga diarahkan pada penyediaan Kasiba/Lisiba, perbaikan kualitas permukiman dan pengembangan perumahan secara vertikal;
M embentuk cluster-cluster permukiman untuk menghindari penumpukan dan penyatuan antar kaw asan permukiman, dan diantara cluster permukiman disediakan ruang terbuka hijau;
Arahan St rat egis Nasional 3 - 134 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi
I nfrastruktur Jangka M enengah |
Pengembangan permukiman perkotaan kecil dilakukan melalui pembentukan pusat pelayanan kecamatan; serta
Pengembangan permukiman kaw asan khusus seperti penyediaan tempat peristirahatan pada kaw asan pariw isata, kaw asan permukiman baru sebagai akibat perkembangan infrastruktur, kegiatan sentra ekonomi, sekitar kaw asan industri, dilakukan dengan tetap memegang kaidah lingkungan hidup dan bersesuaian dengan rencana tata ruang.
2. Kondisi Eksisting Pengembangan Permukiman
Secara fisiografis permukiman perdesaan di Kabupaten N agekeo terletak di pergunungan dan dataran tinggi, dataran rendah, dan di pesisir. Setiap lokasi memiliki karakter tersendiri dan memerlukan penanganan sesuai karakter masing-masing.
Kaw asan permukiman perdesaan yang terletak pada kaw asan pesisir terletak di Kecamatan Aesesa, Wolow ae, M auponggo, Keo Tengah dan N agaroro. Permukiman ini didominasi oleh masyarakat nelayan dan disekelilingnya merupakan kaw asan hutan. Permukiman perdesaan ini berbasis perikanan tangkap dan tambak memerlukan peningkatan kondisi infrastruktur dan sarana pengolahan ikan.
Kaw asan perdesaan dapat berbentuk kaw asan agropolitan, yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada w ilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. Kaw asan agropolitan di Kabupaten N agekeo adalah di Kecamatan M auponggo, Aesesa Selatan dan Boaw ae.
Kondisi eksisting pengembangan permukiman terkait dengan capaian suatu kota/ kabupaten dalam menyediakan kaw asan permukiman yang layak huni. Terlebih dahulu perlu diketahui peraturan perundangan di tingkat kabupaten/ kota (meliputi peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan w alikota/ bupati, maupun peraturan lainya) yang mendukung seluruh tahapan proses perencanaan, pembangunan, dan
Arahan St rat egis Nasional 3 - 135 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi
I nfrastruktur Jangka M enengah |
pemanfaatan pembangunan permukiman.
Kaw asan perdesaan dapat berbentuk kaw asan agropolitan, yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada w ilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. Kaw asan agropolitan di Kabupaten N agekeo adalah di Kecamatan M auponggo, Aesesa Selatan dan Boaw ae.
Kondisi eksisting pengembangan permukiman terkait dengan capaian suatu kota/ kabupaten dalam menyediakan kaw asan permukiman yang layak huni. Terlebih dahulu perlu diketahui peraturan perundangan di tingkat kabupaten/ kota (meliputi peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan w alikota/bupati, maupun peraturan lainya) yang mendukung seluruh tahapan proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan pembangunan permukiman.
a. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Permukiman
Permasalahan dan tantangan pengembangan permukiman pada tingkat nasional antara lain:
Permasalahan pengembangan permukiman diantaranya:
1. M asih luasnya kaw asan kumuh sebagai permukiman tidak layak huni sehingga dapat menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan, dan pelayanan infrastruktur yang masih terbatas.
Arahan St rat egis Nasional 3 - 136 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi
I nfrastruktur Jangka M enengah |
2. M asih terbatasnya prasarana sarana dasar pada daerah tertinggal, pulau kecil, daerah terpencil, dan kaw asan perbatasan.
3. Belum berkembangnya Kaw asan Perdesaan Potensial. Tantangan pengembangan permukiman diantaranya:
a. Percepatan peningkatan pelayanan kepada masyarakat
b. Pencapaian target/ sasaran pembangunan dalam Rencana Strategis Ditjen Cipta c. Karya sektor Pengembangan Permukiman.
d. Pencapaian target M DG’s 2015, termasuk didalamnya pencapaian Program- Program Pro Rakyat (Direktif Presiden)
e. Perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan bidang Cipta Karya khususnya kegiatan Pengembangan Permukiman yang masih rendah
f. M emberikan pemahaman kepada pemerintah daerah bahw a pembangunan infrastruktur permukiman yang saat ini sudah menjadi tugas pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/ kota.
g. Penguatan Sinergi SPPIP/ RPKPP dalam Penyusunan RPIJM Kab./ Kota
Permasalahan dan tantangan pengembangan permukiman di atas adalah yang terangkum secara nasional. N amun sebagaimana isu strategis, di Kabupaten Nagekeo terdapat permasalahan dan tantangan pengembangan yang bersifat lokal dan spesifik serta belum tentu dijumpai di kabupaten/ kota lain.
Permasalahan pengembangan permukiman di Kabupaten N agekeo diantaranya :
1. Di Kabupaten Nagekeo masalah utama terkait pelayanan infrastruktur perkotaan adalah masalah air bersih dan drainase. Sebagian besar penduduknya berlum terlayani air bersih PDAM , sehingga sebagian besar menggunakan sumur dan mata air. Sedangkan permasalahan drainase yaitu belum seluruh w ilayah memiliki saluran drainase. H al ini menyebabkan aliran air yang tidak lancar ketika hujan terjadi sehingga menyebabkan genangan.
Arahan St rat egis Nasional 3 - 137 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi
I nfrastruktur Jangka M enengah |
2. Timbulnya kaw asan permukiman kumuh terutama di pesisir pantai kecamatan Aesesa, M auponggo, Wolow ae, Keo Tengah dan N angaroro. Di kaw asan kumuh tersebut tidak terlayani jaringan prasarana dengan baik dan kondisi bangunan yang tidak layak huni.
3. H ampir diseluruh kaw asan permukiman di Kaw asan Perkotaan M bay masih belum terlayani oleh sistem jaringan pengelolaan sampah dan drainase. Sampah buangan masyarakat pada umumnya ditimbun atau dibakar sendiri.
4. Secara umum kondisi jalan lingkungan di kaw asan perkotaan N agekeo belum sepenuhnya berkondisi baik
5. M asih tingginya ketergantungan pendanaan pembangunan dan pemeliharaan perumahan dan sarana-prasarana permukiman akibat Lemahnya daya beli, membangun dan memelihara rumah dan sarana-prasarana permukiman.
6. masih lemahnya koordinasi, sinergi, dan kerjasama diantara pelaku-pelaku pengembangan kaw asan permukiman, baik pemerintah, sw asta, lembaga non pemerintah, dan masyarakat, serta antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, dalam upaya meningkatkan pembangunan permukiman.
Tantangan pengembangan permukiman di Kabupaten Nagekeo diantaranya:
1. Seiring dengan pengembangan Kecamatan Aesesa sebagai ibukota Kabupaten N agekeo, maka permukiman di perkotaan Aesesa ini akan meningkat pesat, sehingga perlu peningkatan kualitas permukiman melalui penyediaan infrastruktur yang memadai pada permukiman padat, penyediaan perumahan baru, dan penyediaan Kasiba-Lisiba. Pada setiap kaw asan permukiman disediakan berbagai fasilitas yang memadai sehingga menjadi permukiman yang layak dan nyaman untuk dihuni;
2. peningkatan kualitas lingkungan permukiman perkotaan melalui perbaikan jalan lingkungan dan jalan setapak, saluran pembuangan air hujan, pengadaan sarana lingkungan, pembangunan sarana M CK (mandi, cuci, kakus) dan pelayanan air bersih;
Arahan St rat egis Nasional 3 - 138 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi
I nfrastruktur Jangka M enengah |
penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti penyediaan jaringan drainase dan pematusan, pelayanan jaringan listrik, telepon, air bersih dan sistem sanitasi yang baik. Kaw asan opermukiman baru harus menghindari pola enclove.