Tabel 3 35 Asepk Pengembangan, Permasalahan Tantangan dan Solusi Bidang Permukiman
C. Aspek Pembiayaan M asih berupa BLUD SPAM sehingga pendanaan masih
2. Tantangan Pengembangan SPAM
3.2.2.2. Rencana Pengembangan SPAM
1. Program-Program Pengembangan SPAM
Program SPAM yang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat sebagai berikut:
a. Program SPAM IKK
Kriteria Program SPAM IKK adalah : 1) Sasaran: IKK yang belum memiliki SPAM 2) Kegiatan :
a) Pembangunan SPAM (unit air baku, unit produksi dan unit distribusi utama) b) Jaringan distribusi untuk maksimal 40% target Sambungan Rumah (SR) total 3) Indikator :
a) Peningkatan kapasitas (liter/ detik)
b) Penambahan jumlah kaw asan/IKK yang terlayani SPAM
b. Program M asyarakat Berpenghasilan Rendah (M BR)
Kriteria Program M asyarakat Berpenghasilan Rendah (M BR) adalah : 1) Sasaran: Optimalisasi SPAM IKK
2) Kegiatan : Stimulan jaringan pipa distribusi maksimal 40% dari target total SR untuk M BR
3) Indikator :
a) Peningkatan kapasitas (liter/ detik)
b) Penambahan jumlah kaw asan kumuh/ nelayan yang terlayani SPAM
c. Program Perdesaan Pola Pamsimas
Kriteria Program Perdesaan Pola Pamsimas adalah : 1) Sasaran: IKK yang belum memiliki SPAM
2) Kegiatan :
a) Pembangunan SPAM (unit air baku, unit produksi dan unit distribusi utama) b) Jaringan distribusi untuk maksimal 40% target Sambungan Rumah (SR) total 3) Indikator :
a) Peningkatan kapasitas (liter/ detik)
b) Penambahan jumlah kaw asan/IKK yang terlayani SPAM
Arahan St rat egis Nasional 3 - 156 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi I nfrastruktur Jangka M enengah |
Kriteria Program Desa Raw an Air/ Terpencil adalah :
1) Sasaran: Desa raw an air, desa miskin dan daerah terpencil (sumber air baku relatif sulit)
2) Kegiatan : Pembangunan unit air baku, unit produksi dan unit distribusi utama 3) Indikator :Penambahan jumlah desa yang terlayanai SPAM
Selanjutnya pengembangan Sistem Penyediaan Air M inum (SPAM ) mengacu pada Rencana Induk Sistem Penyediaan Air M inum (RISPAM ) yang disusun berdasarkan :
a. Rencana Tata Ruang W ilayah Kabupaten/Kota; b. Rencana pengelolaan Sumber Daya Air; c. Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM ;
d. Kondisi Lingkungan, Sosial, Ekonomi, dan Budaya M asyarakat; e. Kondisi Kota dan Rencana Pengembangan SPAM .
Tabel 3 39 Lingkup Penyusunan RISPAM
Kegiatan
W ilayah Administrasi
Kab/ Kota
W ilayah Pelayanan
Satu W ilayah Lintas Kab./ Kota Lintas Provinsi
Penyusun Pemda
Penyelenggara di Kab./ Kota
Penyelenggara
Regional Penyelenggara Regional
Acuan RTRW RTRW & RISPAM Kab./ Kota RTRW & RISPAM Kab./Kota Terkait RTRW Provinsi, RTRW & RISPAM Kab./Kota Terkait
Penetapan Bupati/ W alikota Bupati/ W alikota Gubernur setelah berkonsultasi dengan Bupati/W alikota Terkait. M enteri setelah berkonsultasi dengan Gubernur dan Bupati/
W alikota Terkait. Konsultasi Publik Pemda Penyelenggara dengan Fasilitasi dari Pemda Penyelenggara dengan fasilitasi dari
Pemda terkait dan Gubernur
Penyelenggara dengan fasilitasi dari Pemda terkait,
Gubernur, dan menteri. Pelaksanaan Penyusunan Penyedia Jasa/ Sendiri Penyedia Jasa/ Sendiri Penyedia Jasa/
Sendiri Penyedia Jasa/ Sendiri
b. Kriteria Penyiapan (Readiness Criteria)
Arahan St rat egis Nasional 3 - 157 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi I nfrastruktur Jangka M enengah |
kabupaten/ kota adalah sebagai berikut:
a. Tersedia Rencana Induk Pengembangan SPAM (sesuai PP N o. 16 / 2005 Pasal 26 ayat 1 s.d 8 dan Pasal 27 tentang Rencana Induk Pengembangan SPAM .
b. Tersedia dokumen RPIJM
c. Tersedia studi kelayakan/ justifikasi teknis dan biaya
1) Studi Kelayakan Lengkap: Penambahan kapasitas ≥ 20 l/detik atau diameter pipa JDU terbesar ≥ 250 mm
2) Studi Kelayakan Sederhana: Penambahan kapasitas 15-20 l/ detik atau diameter pipa JDU terbesar 200 mm;
3) Justifikasi Teknis dan Biaya: Penambahan kapasitas ≤ 10 l/detik atau diameter pipa JDU terbesar ≤ 150 mm;
d. Tersedia DED/ Rencana Teknis (sesuai Permen N o. 18/ 2007 pasal 21) e. Ada indikator kinerja untuk monitoring
f. Indikator Output : 100 % pekerjaan fisik
g. Indikator O utcome : Jumlah SR/ HU yang dimanfaatkan oleh masyarakat pada tahun yang sama
h. Tersedia lahan/ ada jaminan ketersediaan lahan
i. Tersedia DDUB sesuai kebutuhan fungsional dan rencana pemanfaatan siste yang akan dibangun.
j. Institusi pengelola pasca konstruksi sudah jelas (PDAM / PDAB, UPTD atau BLUD)
k. Dinyatakan dalam surat pernyataan Kepala Daerah tentang kesanggupan/ kesiapan menyediakan syarat-syarat di atas.
c. Skema Kebijakan Pendanaan
a. Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM
Adapun skema kebijakan pendanaan pengembangan SPAM adalah tergambar dalam tabel 3.40.
Arahan St rat egis Nasional 3 - 158 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi I nfrastruktur Jangka M enengah |
Tabel 3 40 Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan RISPAM
Kegiatan SPAM Air Baku Unit Produksi
Transmisi dan Distribusi (SR dan H U )
KOTA APBN APBD, PDAM ,
KPS, (APBN )
APBN , PDAM , KPS, APBN (M BR)
IKK APBN APBN APBN (s.d. H idran
Umum)
Desa Raw an Air APBN APBN APBN (s.d. H idran
Umum)
Desa dengan air baku mudah (Pamsimas)
APBN APBN , APBD,
M asyarakat
PAM SIM AS (APBN : 70% , APBD : 10% , dan M asyarakat : 20% .
b. Pendekatan Pembiayaan APBN 1) Non Cost-Recovery
a) Fasilitasi pengembangan SPAM (unit air baku dan unit produksi) pada IKK, kaw asan perbatasan/ pulau terdepan ;
b) Fasilitasi pengembangan SPAM (unit air baku dan unit produksi) bagi kaw asan- kaw asan tertinggal (kaw asan kumuh, kaw asan nelayan, dan ibu kota kabupaten pemekaran;
c) Pengembangan SPAM skala kecil (perdesaan) pembiayaannya didorong melalui DAK.
2) Cost Recovery
a) Fasilitasi penyediaan air baku untuk air minum melalui kerjasama dengan Ditjen Sumber Daya Air; dan
b) Fasilitasi penyediaan air minum (PDAM ) di kaw asan strategis (PKN, PKW , PKL, dll) dengan pendanaan melalui perbankan, Pemda/PDAM , serta KPS.
Arahan St rat egis Nasional 3 - 159 Review Rencana Terpadu dan Program I nvestasi I nfrastruktur Jangka M enengah |
c. Alternatif Pola Pembiayaan
1) Equity adalah merupakan sumber pendanaan dari internal cash PDAM dan Pemda untuk program penambahan sambungan rumah (SR). Dilaksanakan oleh PDAM yang memiliki kecukupan dana untuk memenuhi sebagian kebutuhan investasi;
2) Pinjaman Bank Komersial adalah merupakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial dengan jumlah equity tertentu sebagai pendamping pinjaman.
Dilaksanakan oleh PDAM yang memiliki kecukupan dana pendamping dan menerapkan tarif minimal diatas harga pokok produksi (tarif dasar);
3) Trade Credit adalah merupakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial melalui pihak ke tiga (kontraktor/ supplier) dan dibayar dengan angsuran dari pendapatan PDAM dalam masa tertentu (10 tahun atau lebih). Dilaksanakan oleh PDAM yang diperkirakan dapat mengangsur sesuai dengan perjanjian;
4) Kerjasama Pemerintah dan Sw asta (KPS) merupakan sumber pembiayaan dari badan usaha sw asta (BUS) berdasarkan kontrak kerjasama antara BUS dengan pemerintah (BO T/ Konsesi). Dilaksanakan di kabupaten/ kota yang memiliki pasar potensial (captive market) dan telah dilengkapi dengan studi pra- FS dan kesiapan pemerintah daerah;
5) Obligasi adalah merupakan sumber dana dari penerbitan surat utang yang akan dibayar dari pendapatan PDAM . Dilaksanakan oleh PDAM yang telah memiliki rating minimal BBB;
6) CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan yang dilakukan suatu perusahaan sebagai bentuk tanggung jaw ab terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
3. U sulan Program dan Kegiatan Pengembangan SPAM