2) Harga Bayangan Bunga Modal
4.3 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan terhadap aktivitas produksi dan pemasaran belimbing yang dilakukan oleh petani dan lembaga pemasaran belimbing serta wawancara menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka terhadap petani, Dinas Pertanian Kota Depok dan Pusat Koperasi Pemasaran Buah dan Olahan Belimbing Dewa Depok (Puskop) serta wawancara langsung terhadap pengumpul besar dan pedagang input pertanian. Beberapa data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain adalah data mengenai karakteristik petani, kegiatan usahatani belimbing (proses budidaya, kepemilikan lahan, penggunaan faktor- faktor produksi dan output yang diperoleh), perlakuan atau penanganan pascapanen, pemasaran belimbing, sumber modal, kebijakan pemerintah yang telah dan sedang diberlakukan, harga aktual input dan output yang berlaku di lokasi penelitian serta keikutsertaan dalam pelatihan atau penyuluhan pertanian. Pengumpulan data primer dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2011.
Berikutnya, data sekunder diperoleh dari International Monetary Fund (IMF), Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik Kota Depok, Direktorat Jenderal Hortikultura, Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI), Bank Mandiri, Dinas Pertanian Kota Depok, Badan Perencanaan Daerah Kota Depok serta informasi-informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian yang diperoleh dari buku-buku literatur, media massa maupun media elektronik. Pengambilan data sekunder dilakukan pada bulan November 2010-Juni 2011. Beberapa data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain berupa data perolehan perkembangan volume dan nilai ekspor-impor buah Indonesia, perkembangan luas areal, produksi serta produktivitas belimbing di seluruh Indonesia dan di Kota
45 Depok, Produk Domestik Bruto, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, suku bunga deposito dan kredit, tingkat inflasi, kebijakan pupuk, kebijakan pajak, bea masuk produk pertanian khususnya untuk bahan baku pembuatan pupuk dan pestisida, tingkat pengangguran di Kota Depok, dan Tabel Input Output Indonesia. 4.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penghitungan PAM dapat digunakan untuk mengukur tingkat dayasaing (keunggulan komparatif dan kompetitif) serta besarnya pengaruh kebijakan pemerintah terhadap sistem komoditas belimbing dewa di lokasi penelitian (Kota Depok). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan software Microsoft Excel. Berikut adalah tahapan yang dilakukan dalam penghitungan dan penyusunan model PAM dalam penelitian ini (Pearson et al. 2005) :
1) Penentuan komponen fisik untuk faktor input dan output secara lengkap dari aktivitas ekonomi (usahatani, pengolahan hasil dan tataniaga) sistem komoditas belimbing dewa selama dua puluh tahun. Dalam penelitian ini, data jumlah komponen fisik untuk faktor input dan output merupakan data rata-rata dari jumlah sampel yang diperoleh. Hasil perhitungan jumlah komponen fisik untuk faktor input dan output yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 7.
2) Penentuan harga privat atas input-output. Harga privat adalah harga yang benar-benar diterima petani dan didalamnya terdapat intervensi pemerintah. Dalam penelitian ini, harga privat yang digunakan adalah harga rata-rata input dan output yang terjadi di lokasi penelitian selama tahun 2010 dan pada saat penelitian dilakukan.
3) Penafsiran harga bayangan (sosial) atas input dan output. Menurut Oktaviani (1991), harga bayangan adalah harga pada pasar persaingan sempurna yang mewakili biaya imbangan sosial yang sesungguhnya. Pada komoditas tradable, harga bayangan adalah harga yang terjadi di pasar internasional. 4) Pemisahan seluruh biaya ke dalam komponen domestik dan asing (tradable)
berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2008.
5) Penyusunan budget privat dan sosial yang kemudian dipisahkan ke dalam biaya input asing privat, biaya input asing sosial, biaya input domestik privat,
46 biaya input domestik asing. Hasil perhitungan budget privat dan sosial dalam penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 8 dan 9.
6) Proses diskonto (discounting) untuk menentukan Net Present Value (NPV) dari masing-masing bagian tersebut. Menurut Pearson et al. (2005), perhitungan untuk komoditas dalam rentang waktu yang panjang, seperti belimbing (20 tahun), memerlukan tabel PAM untuk setiap periode, kemudian menghitung NPV seluruh periode tersebut. Proses diskonto (discounting) diperlukan dalam kasus ini karena nilai penerimaan dan biaya yang akan diterima/dikeluarkan dimasa yang akan datang akan lebih kecil nilainya bila dinilai pada saat ini. Rumus untuk menghitung NPV penerimaan atau biaya menurut Pearson et al. (2005) adalah sebagai berikut :
NPVR =
Dimana i adalah tingkat suku bunga, Rt adalah penerimaan atau biaya pada tahun ke-t, t adalah periode waktu dan x adalah jumlah periode. Rekapitulasi budget privat dan sosial yang telah terdiskonto yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 10 dan 11.
7) Terakhir, tabulasi dan analisis indikator-indikator yang dihasilkan tabel PAM.
Selain itu, beberapa asumsi yang mendasari penyusunan tabel PAM dalam penelitian ini antara lain yaitu :
1) Tanaman belimbing merupakan tanaman tahunan yang dapat berproduksi setelah tanaman memasuki usia tiga tahun dengan frekuensi produksi per tahun sebanyak tiga kali (tiga kali musim panen per tahun).
2) Tingkat kematian tanaman belimbing adalah nol persen.
3) Nilai tukar resmi adalah nilai tukar rata-rata yang berlaku pada tahun 2010 yakni sebesar Rp 9.143,50 per US Dollar (Bank Indonesia 2011).
4) Tingkat suku bunga yang digunakan adalah tingkat suku bunga rata-rata tertimbang (weighted average) dengan menggunakan informasi data tingkat suku bunga yang diberlakukan oleh Bank Mandiri, yaitu sebesar 6,25 persen untuk suku bunga deposito dan 11,25 persen untuk suku bunga pinjaman (kredit).
47 5) Output bersifat tradable sedangkan input dapat dipisahkan dalam komponen
tradable (asing) dan non-tradable (domestik).
6) Eksternalitas positif dan negatif dianggap saling meniadakan, sehingga eksternalitas dianggap sama dengan nol.
Selanjutnya, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengatasi kelemahan PAM yang dalam analisisnya hanya memberlakukan satu tingkat harga padahal dalam keadaan sebenarnya harga dapat bervariasi. Selain itu, analisis ini juga digunakan untuk melihat pengaruh perubahan kebijakan pemerintah terhadap dayasaing komoditas belimbing di Kota Depok. Dalam penelitian ini, analisis sensitivitas dilakukan dengan empat skenario yaitu jika terjadi penurunan produksi sebesar 10 persen, jika terjadi peningkatan harga input domestik yaitu harga tenaga kerja sebesar 20 persen, jika terjadi peningkatan harga input tradable yaitu harga pupuk anorganik sebesar 10 persen, dan jika terjadi penurunan harga output belimbing dewa sebesar 15 persen. Kemudian, setelah seluruh pengolahan data dengan metode kuantitatif selesai maka langkah terakhir adalah menginterpretasikan dan mendeskripsikan angka-angka yang diperoleh dengan metode kualitatif.