PENGATURAN HUKUM FINANCIAL TECHNOLOGY PEER TO PEER LENDING DI INDONESIA
2. Jenis-jenis financial technology
Seiring dengan berkembangnya teknologi, jenis-jenis fintech pun semakin beragam, diantaranya seperti inovasi teknologi financial terkait pembayaran dan
68Investree, Fintech menurut bank Indonesia: kenalijenis dan manfaatnya, https://www.investree.id/blog/peer-to-peer-lending/Fintech-menurut-bank-indonesia-kenali-jenisdan-manfaatnya. di aksestanggal 2 Januari 2020. Pukul 22.20 WIB
69 Budi Wibowo, Analisa Regulasi Fintech Dalam Membangun Perekonomian di Indonesia.
(Jakarta :Universitas Mercu Buana, 2015), hlm. 12
42
transfer, lembaga jasa keuangan, dan perusahaan start-up fintech yang menggunakan teknologi baru untuk memberikan layanan yang lebih cepat, murah, dan nyaman.
Fenomena ekonomi dunia yang ada sekarang ini membuat banyak negara, ternasuk Indonesia, dituntut untuk mengikuti kecenderungan arus globalisasi yang mengarah pada penduniaan dalam arti ―peringkasan‖ atau ―perapatan‖ dunia (compression of the world) di bidang ekonomi70.Salah satunya adalah dengan terselenggaraanya fintech di Indonesia, sebagai produk inovasi percepatan ekonomi yang menjadi sarana globalisasi.
Jenis-jenis fintech dapat berbeda antara 1 (satu) negara dengan negara lainnya, tergantung pada system ekonomi serta uirgensi bidang keuangan negara tersebut.
Selain itu, regulasi juga ikut andil dalam memberikan batas terhadap jenis-jenis fintech yang dapat berlaku di suatu negara.
Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Bank Indonesia telah merumuskan jenis-jenis fintech, yang diatur dalam Pasal 3 ayat (1) PBI Nomor 19/12/2017 Tentang Pelaksanaan Teknologi Finansial, yaitu:
a. System pembayaran;
b. pendukung pasar;
c. manajemen investasi dan manajemen resiko;
d. pinjaman, pembiayaan, dan penyediaan modal; dan e. jasa financial lainnya.
70Bismar Nasution, Hukum Kegiatan Ekonomi, (Bandung: Books Terrace & Library, 2009 ),hlm . 28
43
Kelima hal tersebut merupakan jenis-jenis fintech yang keberadaan dan pelaksanaannya diakui di Indonesia. Namun, bukan berarti tertutup kemungkinan terhadap jenis lain dari fintech dapat berlaku di Indonesia
Adapun penjelasan mengenai 5 (lima) jenis fintech di atas, adalah sebagaiberikut:
a) Sistem pembayaran
Sistem pembayaran mencakup otorisasi, kliring, penyelesaian akhir, dan pelaksanaan pembayaran71.Sistem pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak kepihak lain. Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut aturan mainnya. Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistempem bayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang dituangkan dalam Undang-Undang Bank Indonesia72 Contoh penyelenggaraan teknologi finansial pada kategori system embayaran antara lain penggunaan teknologi blockchain atau distributed ledger untuk penyelenggaraan transfer dana, uang elektronik, dompet elektronik dan mobile payment73.
b) Pendukung pasar
71Penjelasan Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial Pasal 3 ayat (1) huruf a
72Bank Indonesia, ―Sistem Pembayaran‖, diakses dari https://www.bi.go.id/id/sistem pembayaran /Contents/Default.aspx pada tanggal 2 Januari 2020, pkl 09.52 WIB
73Penjelasan Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial, Loc.Cit
44
Yang dimaksud ―pendukung pasar‖ adalah teknologi finansial yang menggunakan teknologi informasi dan/atau teknologi elektronik untuk memfasilitasi pemberian informasi yang lebih cepat dan lebih murah terkait dengan produk dan/atau layanan jasa keuangan kepada masyarakat74.
Berdasarkan Pasal 1 ayat (6) Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/11/PBI/2016 Tahun 2016 tentang Pasar Uang, ―Lembaga pendukung pasar uang adalah pihak yang dapat memberikan jasa terkait penerbitan nstrumen pasar uang, perantara pelaksanaan transaksi, penyelesaian transaksi, piñata usaha aninstrumen dan transaksi di pasar uang, dan pihak lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.‖
c) Manajemen investasi dan manajemen resiko
Manajemen investasi merupakan suatu manajemen professional yang memegang berbagai sekuritas atau surat berharga seperti, saham, obligasi serta aset yang lainnya seperti property bertujuan untuk mencapai target investasi yang dapat menguntungkan untuk investor. Investor tersebut bias berupa institusi (perusahaan asuransi, perusahaan, dana pensiun,dll) atau bisa juga merupakan investor perorangan, dimanasarana yang dipakaiumumnyaberupakontrakinvestasiatau yang biasanya dipakai ialah kontrak investasi kolektif (KIK) seperti redaksiana75Manajemen risiko secara umum adalah suatu proses identifikasi, analisis,
74 Ibid, Pasal 3 ayat (1) huruf b
75 Aris Kurniawan, ―Pengertian Manajemen Investasi Beserta ortofolio dan Contohnya‖, diaksesdarihttp://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-manajemen-investasi-besertaportofolio-dan-contohnya/, diakses 2 Januari 2020, pkl 10.05 WIB
45
penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak dapat diterima76.
Contohpenyelenggaraanteknologifinansial pada kategorimanajemeninvestasi dan manajemenrisikoantara lain penyediaanprodukinvestasionline dan asuransionline
d) Pinjaman, pembiayaan, dan penyediaan modal
BerdasarkanUndang-UndangNomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, dinyatakan bahwa: ―pinjaman atau kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.‖
Pembiayaan dapat diartikan secara luas dan sempit. Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan, yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan baik dilakukan sendiri maupun dijalankan oleh orang lain. Dalam arti sempit pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan.77
Lembaga pembiayaan yang berpadanan dengan kata financing institution dalam bahasa Inggris adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik secara
76 Max Manroe, ―Mengenal Fintech, InovasiSistemKeuangan di Era Digital‖, diaksesdari https://www.maxmanroe.com/mengenal-fintech-inovasi-sistem-keuangan-di-era-digital.html ,diakses 2 Januari 2020, pkl 10.05 WIB
77 Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta: Ekonosia,2005), hlm.260
46
langsung dari masyarakat.78Bidang-bidang yang merupakan lingkup lembaga pembiayaan adalah:
1. Sewa guna usaha (leasing);
2. modal ventura (venture capital);
3. anjak piutang (factoring);
4. pembiayaan konsumen (consumer finance);
5. pembiayaan proyek (project finance); dan 6. usaha kartu kredit/kartu plastik (credit card).
Dalam perkembangannya, dewasa ini lembaga keuangan maupun lembaga pembiayaan menawarkan berbagai jenis jasa keuangan, seperti pemberian kredit, mekanismepembayaran, transfer dana dan sebagainya. Di sampingitu, perkembangan teknologi dan system informasi pun semakin cepat, yang berdampak pada semakin mudah, efisien, dan efektifnya pemanfaataan sumber daya alam oleh masyarakat.
Sementara penyediaan modal adalah system pembiayaan dana atau barang modal dengantidakmenarik dana secaralangsungdarimasyarakat79. Contoh penyelenggara antek nologifinansial pada kategori pinjaman (lending), pembiayaan (financing atau funding), dan penyediaan modal (capital raising) antara lain layanan
78 Abdulkadir Muhammad dan RildaMuniarti, Lembaga Keuangan dan Pembiayaan, (Bandung :Citra Aditya Bakti, 2004) hlm. 8
79Sunaryo, Hukum Lembaga Pembiayaan, (Jakarta: SinarGrafika, 2009), hal 1
47
pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending) serta pembiayaan atau penggalangan dana berbasis teknologi informasi (crowd-funding)80
e) Jasa Financial lainnya
Pengertian ―jasa financial lainnya‖ adalah teknologi financial selain kategori system pembayaran, pendukung pasar, manajemen investasi dan manajemen risiko, serta pinjaman, pembiayaan, dan penyediaan modal.