NEUROSAINS SISWA
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTELEKTUAL PESERTA DIDIK
E. Peran Guru 5. Hakikat Guru
8. Jenis Kompetensi Guru
Menurut Suyanto dan Djihad Hisyam ada 3 jenis kompetensi guru, berikut penjelasannya:183
a. Kompetensi professional, yaitu memiliki pengetahuan yang luas pada bidang studi yang diajarkan, memiliki dan menggunakan berbagai metode mengajar di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarkan.
b. Kompetensi kemasyarakatan, yaitu mampu berkomunikasi dengan siswa, sesama guru dan masyarakat luas dalam konteks sosial.
c. Kompetensi personal, yaitu memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran.
183 Suklani, Dasar- Dasar Manajemen Pendidikan Untuk Calon Guru Profesional, Yogyakarta:Deepublish, 2016 hal 126.
121
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa
―Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidik profesi‖.
1) Kompetens Pedagogik: yaitu mengelola pembelajaran peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk dapat mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi dalam pedagogik ini juga sering dimaknai sebagai kemampuan mengelola pembelajaran yang mana mencakup tentang konsep kesiapan mengajar yang ditunjukkan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengajar.184 Penguasaan tersebut meliputi:
a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, aspek moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
b) Menguasai tentang teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
c) Menguasai kurikulum yng terkait dengan bidang pengembangan yang diampu.
d) Terampil melakukan kegiatan pengembangan yang mendidik.
e) Memanfaatkan aspek teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelengaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.
f) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
g) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
h) Terampil melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
2) Kompetensi Kepribadian: merupakan integritas seluruh aspek pribadi guru, yaitu meliputi aspek fisik-motorik, intelektual, sosial, konatif maupun afektif. Kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan bewibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak. Penjabaran dari kompetensi kepribadaian guru sebagai berikut:
184 Agus Wibowo dan Hamrin, Menjadi Guru Berkarakter, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012, hal 110.
a) Bertindak sesuai norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
b) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik, dan masyarakat.
c) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
d) Menunjukkan etos kerja, bertanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
e) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
f) Secara keseluruhan guru hendaknya berkepribadi-an yang menyenangkan siswa dan pantas menjadi panutan para siswa.185
3) Kompetensi Sosial: menurut Buchari Alma kompetensi sosial merupakan kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekolah maupun luar sekolah.186 Dapat juga diartikan kemampuan guru dalam menjalin hubungan sosial secara langsung, berkomunikasi dan bergaul secara efektif maupun menggunakan media, di sekolah dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan ataupun di luar sekolah dengan orang tua wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kemampuan kompetensi terdiri dari:
a) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangann jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
b) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
c) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
d) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
e) Memahami dan menghargai perbedaan serta memiliki kemampuan mengelola konflik dan beraturan.
f) Melaksanakan kerja secara harmonis.
a) Membangun team work yang kompak, dinamis, dan lincah.
185A Samana, Profesionalisme Keguruan, Yogyakarta: Kanisius, 1994, hal 58.
186 Agus Wibowo dan Hamrin, Menjadi Guru Berkarakter: Strategi Membangun Kompetensi da Karakter Guru, Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2012, hal 124.
123
b) Melaksanakan tata kelola yang baik.187
Dalam menjalani kehidupan, guru menjadi seorang tokoh dan panutan bagi peserta didik dan lingkungan sekitarnya.
Abduhzen mengungkapkan bahwa ―Imam Al-Ghazali menempatkan profesi guru pada profesi tertinggi dan termulia dalam berbagai tingkat pekerjaan masyarakat. Guru mengemban dua misi sekaligus, yaitu tugas keagamaan dan tugas sosiopolitik.‖
Yang dimaksud dengan tugas keagamaan menurut Al-Ghazali adalah tugas guru ketika ia melakukan kebaikan dengan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada manusia guru merupakan makhluk termulia di bumi ini. Sedangkan yang dimaksud sosiopolitik adalah bahwa guru membangun, memimpin, dan menjadi teladan uswatun hasanah yang menegakkan keteraturan, kerukunan, dan juga menjamin keberlangsungan masyarakat.188
4) Kompetensi Profesional: guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada pendidikan tinggi.189 Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik mencapai atau standar kompetensi. Surya mengemukakan kompetensi adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai seorang guru profesional. Kompetensi profesional meilputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya.190 Sub kompetensi guru profesional dapat dijelaskan sebagai berikut:
187 Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, Bandung: Alfabeta, 2009, hal 38.
188 E Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2007, hal 174.
189 Wiji Suwarno, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Yogyakarta:Ar-Ruzz Media, 2009, hal 38.
190 Piet A. Soehartian, Profil Pendidik Profesional, Yogyakarta:Andi Ofseet, 1994, hal 30.
a) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
b) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
c) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
d) Mengembangkan kompetensi keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
e) Memanfaatkan teknologi dan informasi sebagai alat berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan di sekelilingnya.
Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut untuk diteladani atau tidak. Bagaimana guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya, dan bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan peserta didik, teman-temannya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas. Meskipun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat, tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan sikap serta kemampuan dan sikap profesionnya.191