Karya Nyata
D. Jenis Tanah dan Pemanfaatannya di Indonesia di Indonesia
Tanah merupakan lapisan paling atas dari kulit bumi yang disebut pedosfer. Tanah adalah lapisan atas bumi yang terdiri dari bahan padat, cair, gas, dan jasad-jasad hidup, yang bersama-sama dipakai sebagai tempat hidup tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Tahukah kalian bagaimana tanah terbentuk? Tanah terbentuk dari hasil pelapukan batuan induk (bahan anorganik) serta bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan binatang yang membusuk (bahan organik). Syarat terbentuknya adalah tersedianya batuan induk (bahan asal) dan faktor-faktor yang memengaruhi bahan asal,
seperti iklim, kehidupan, waktu, dan topografi.
Pemanfaatan tanah di Indonesia sangat dipengaruhi oleh
topografi atau bentuk kondisi fisik suatu wilayah dan kesuburan
tanah. Kondisi fisik wilayah Indonesia dapat dibedakan dalam bentuk
dataran rendah, dataran tinggi, dan daerah pegunungan. Keadaan bentuk-bentuk muka bumi memengaruhi pemanfaatan tanah di wilayah tersebut. Daerah dataran dimanfaatkan untuk pertanian, pemukiman, kegiatan perdagangan, dan perindustrian. Dataran tinggi atau pegunungan dimanfaatkan untuk peternakan dan kehutanan.
Gambar 1.14 Beberapa hewan laut di Indonesia. Sumber: www.wikipedia.org
Ayo Kita Kerjakan!
1. Bentuklah kelompok kecil dengan latar berbeda! Diskusikan mengapa di Indonesia terdapat hewan tipe Asia, tipe Australia, dan asli atau peralihan di Indonesia. Serahkan hasilnya kepada guru kalian untuk dinilai!
Pemanfaatan tanah daerah pegunungan sangat berkaitan dengan kesuburan tanah yang dikandung wilayah itu.
Faktor apa saja yang memengaruhi kesuburan tanah? Kesuburan tanah dipengaruhi oleh jenis tanah, komponen atau struktur tanah, dan bahan asal pembentuk tanah. Struktur tanah dapat dilihat dari jarak antara butir-butir tanah tidak terlalu rapat atau tidak terlalu renggang. Ciri tanah subur yang lain adalah mengandung banyak garam-garaman sebagai bahan makanan tumbuhan. Selain itu, tanah subur mengandung banyak air untuk melarutkan garam-garaman tanah.
Tingkat kesuburan tanah akan memengaruhi cara mengerjakan tanah, jenis alat yang digunakan, jenis tanaman yang diusahakan, dan tingkat kemakmuran penduduk. Oleh karena itu, tingkat kesuburan tanah perlu dipelihara dan ditingkatkan. Upaya peme-liharaan kesuburan tanah disebut pengawetan tanah. Usaha-usaha pengawetan tanah, antara lain melakukan penghijauan atau reboisasi, memperbaiki cara pengolahan tanah, menggunakan pupuk pada tanaman, menutupi permukaan tanah yang terbuka dengan jerami, rumput kering, dan sebagainya.
1. Jenis Tanah dan Pemanfaatannya di Indonesia
Jenis tanah di Indonesia sangat beragam yang dipengaruhi oleh letak dan kondisi geologisnya. Jenis-jenis tanah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dimanfaatkan sesuai dengan kondisi tanah tersebut. Secara umum, jenis tanah yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut.a. Tanah Endapan
Tanah endapan atau tanah aluvial adalah tanah yang terjadi akibat proses pengendapan bahan yang dibawa air ke dataran rendah. Tanah
Gambar 1.15Penampang tanah
Sumber: www.e-dukasi.net
Top Soil yang kaya material organik
Horizon A Zona Pencucian Horizon B Zona Akumulasi Horizon C Bahan Pecah-Pecah Batuan Induk
Jendela Info
Berdasarkan kesuburan, tanah dapat dibedakan menjadi tanah muda, ta-nah tua, dan tata-nah mati. Untuk memudahkan men-deteksi kesuburan tanah dapat dilihat dari warna tanahnya. Pada umumnya, tanah berwarna agak gelap sampai gelap termasuk tanah subur, tanah ber-warna pucat kurang subur karena memiliki sedikit unsur hara dan berasal dari batuan masam, dan tanah berwarna kemerahan tidak subur.Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk Indonesia
23
ini terdiri dari lumpur dan pasir halus. Sifat tanah ini sangat subur dan cocok untuk pertanian tanaman padi, palawija (jagung, kedelai, ubi), dan sayuran. Di Indonesia, tanah endapan terdapat di dataran rendah dan sepanjang alur sungai.
b. Tanah Vulkanik
Tanah vulkanik merupakan tanah yang berasal dari letusan vulkan (gunung api). Tanah vulkanik adalah tanah hasil pelapukan bahan padat dan cair yang dikeluarkan oleh gunung api. Jenis tanah ini banyak ditemukan di daerah yang banyak gunung api aktif, seperti di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra.
Jenis tanah vulkanik sangat subur karena banyak mengandung zat hara tanaman hingga sangat baik untuk pertanian dan perkebunan.
c. Tanah Laterit
Tanah laterit terjadi karena adanya pelarutan dari garam-garaman yang tersimpan di dalam batuan. Pelarutan terjadi karena pengaruh sinar matahari, erosi, dan pengaturan tanaman yang kurang baik.
Pada umumnya, tanah ini berwarna merah, mengandung besi dan aluminium sehingga tanah ini bersifat tandus dan gersang, tetapi masih dapat ditanami pohon jati. Manakah daerah-daerah di Indonesia yang terdapat jenis tanah ini? Coba diskusikan!
d. Tanah Gambut
Tanah gambut atau tanah organik terbentuk dari bahan-bahan organik dan terjadi karena tumbuh-tumbuhan yang mati di dalam air atau bagian tumbuh-tumbuhan terendam air membentuk endapan,
kemudian membusuk serta terjadi penguraian (oleh bakteri anaerob).
Tanah ini kurang subur dan untuk meningkatkan kesuburannya dapat dilakukan dengan menambah zat tertentu ke dalam tanah demi mengurangi tingkat keasaman tanah.
Tanah gambut banyak ditemukan di daerah rawa-rawa. Tanaman yang sesuai, misalnya palawija dan padi setelah tanah itu diolah dengan baik. Jenis tanah ini banyak dijumpai di daerah rawa Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
Jendela Info
Tanah vulkanik yang be-lum mengalami pelapukan secara sempurna kurang dapat dimanfaatkan. Un-tuk itu, diperlukan upaya pembentukan tanah yang lebih sempurna, misalnya dengan penghutanan. Peng-hutanan ini akan memper-cepat proses pelapukan hingga dapat dimanfaatkan oleh penduduk.
Gambar 1.16 Penggunaan lahan di Indonesia Sumber: Dokumen pribadi
a. Buatlah peta persebaran jenis tanah di Indonesia! Berilah simbol warna untuk menunjukkan perbedaan jenis tanahnya!
b. Buatlah daftar jenis tanah dan persebarannya di Indonesia! Serahkan hasilnya kepada guru kalian di kelas untuk dinilai!
Jendela Info
Tahukah kalian bahwa tanah di Pulau Jawa merupakan tanah paling subur di Indo-nesia? Sementara tanah di Kalimantan tidak subur dan sebagian besar merupakan tanah gambut. Tanah di Su-lawesi relatif subur namun wilayahnya relatif sempit. Tanah di Nusa Tenggara relatif tandus dan banyak padang rumput sehingga cocok untuk peternakan. Tanah di Papua sebagian berupa rawa-rawa di bagian tengah ke selatan sehingga tidak subur.
2. Kesuburan Tanah Antarwilayah Menurut Pulau di
Indonesia
Jenis tanah menurut pulau di Indonesia berbeda-beda. Tingkat kesuburan tanah ini berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Kesuburan tanah antarwilayah yang berbeda membawa dampak pada kehidupan penduduknya. Kegiatan ekonomi di wilayah-wilayah yang subur umumnya lebih maju dan penduduknya lebih padat. Kesuburan tanah antarwilayah di pulau-pulau besar dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Pulau Sumatra
Kesuburan tanah antarwilayah di Sumatra mengikuti keadaan bentuk muka bumi yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu bagian timur sebagai dataran rendah, bagian tengah sebagai deretan pegunungan, dan bagian barat sebagai dataran yang sempit.
Pantai bagian timur merupakan dataran rendah dan banyak terjadi pengendapan oleh sungai yang bermuara ke pantai timur Pulau Sumatra. Bahan endapan berasal dari batuan vulkanik atau abu letusan gunung berapi yang terjadi sejak dulu hingga sekarang. Daerah ini merupakan daerah yang subur dan jenis tanahnya didominasi oleh tanah aluvial dan di daerah tertentu terdapat rawa dengan tanah gambut.
Bagian tengah Sumatra terletak di Bukit Barisan yang merupakan deretan pegunungan dan ditutupi hutan. Daerah ini bergunung-gunung dengan jenis tanah vulkanik dan tanah humus yang subur. Bagian barat merupakan dataran rendah pantai yang sempit dan keadaan tanahnya relatif subur. Secara umum, keadaan tanah di Sumatra termasuk subur dan di daerah rawa di bagian pantai timur kurang subur.
b. Pulau Jawa
Kesuburan tanah antarwilayah di Jawa dapat dibedakan menjadi tiga bagian besar, yaitu wilayah utara, wilayah tengah, dan wilayah selatan. Wilayah utara Jawa merupakan dataran rendah dan banyak terjadi pengendapan oleh sungai-sungai yang bermuara ke pantai utara. Endapan berasal dari batuan vulkanik atau abu letusan gunung api yang terdapat di bagian tengah Jawa sehingga jenis tanahnya sangat subur.
Di wilayah tengah terdapat deretan gunung api aktif sehingga jenis tanahnya dengan tanah vulkanik yang subur. Keadaan tanah di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh kegiatan gunung berapi yang sering mengeluarkan abu, lava, dan batuan vulkanik. Hal itu menyebabkan peremajaan tanah di Pulau Jawa terus berlangsung. Sebaliknya, di wilayah selatan terdapat deretan pegunungan kapur seperti di pantai selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jenis tanah di wilayah ini adalah tanah kapur yang kurang subur. Namun, secara
Jendela Info
Menurut para ahli, tanah humus merupakan tanah yang subur, tetapi bila kesuburan tanah habis, daerah itu menjadi tanah yang gersang atau tandus. Selain itu, ada jenis tanah liat yang hancur dimakan oleh waktu dan air sehingga tidak subur.
Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk Indonesia
25
keseluruhan tanah di Pulau Jawa sangat subur yang cocok untuk pertanian dan perkebunan.
c. Pulau Kalimantan
Kesuburan tanah antarwilayah di Kalimantan dapat dibedakan dalam dua bagian besar, yaitu wilayah tengah dan wilayah pantai. Wilayah tengah merupakan daerah pegunungan tua yang tidak aktif sehingga proses pembentukan tanah baru atau peremajaan tanah oleh bahan vulkanik tidak ada lagi. Kondisi tanah di wilayah ini banyak dipengaruhi oleh humus tanaman atau hutan yang ada.
Wilayah pantai merupakan dataran rendah yang luas dengan daerah rawa. Wilayah ini merupakan daerah aliran sungai dengan bahan endapan atau tanah aluvial, namun kurang subur karena dipengaruhi oleh daerah rawa yang sangat luas. Jenis tanah yang dominan adalah tanah gambut yang kurang subur. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memanfaatkan wilayah itu untuk daerah pertanian, tetapi belum terlaksana atau berhasil dengan baik. d. Pulau Sulawesi
Kesuburan tanah antarwilayah di Sulawesi dibedakan menjadi wilayah tengah dan wilayah pantai. Wilayah tengah merupakan daerah pegunungan yang banyak mengandung batuan besi. Di daerah tertentu, kegiatan gunung berapi masih sering terjadi, seperti di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Di daerah yang kegiatan gunung apinya aktif, keadaan tanahnya subur karena adanya abu, lahar, atau batuan vulkanik yang memengaruhi tanah. Di wilayah ini terdapat deretan pegunungan yang merupakan daerah hutan yang bergunung-gunung sehingga jarang dihuni penduduk. Wilayah pantai merupakan dataran rendah yang relatif sempit dan termasuk daerah yang subur. Dataran rendah ini menyebar di seluruh wilayah dan pada daerah ini terdapat pemukiman penduduk dan usaha pertanian penduduk.
e. Nusa Tenggara
Kesuburan tanah antarwilayah di Nusa Tenggara dibedakan atas wilayah timur dan wilayah barat. Wilayah timur, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur, keadaan tanahnya tandus dan jarang turun hujan. Di wilayah ini banyak terdapat padang rumput yang digunakan untuk daerah peternakan. Di bagian tengah dari pulau di wilayah timur merupakan daerah pegunungan dan daerah pantai sebagai dataran rendah relatif sempit.
Di wilayah barat, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bali terdapat gunung berapi aktif, seperti di Bali dan Lombok. Kegiatan gunung berapi menyebabkan keadaan tanahnya relatif subur. Daerah pegunungan terdapat di bagian tengah dan dataran rendah yang relatif sempit terdapat di bagian pantai dengan tanah yang subur.
f. Maluku
Kesuburan tanah antarwilayah di Maluku relatif sama, yaitu jenis tanah yang berasal dari batuan vulkanik tua dan muda. Maluku merupakan pulau kecil dengan kondisi di bagian tengah pulau-pulau berupa pegunungan dan daerah pantai merupakan dataran rendah yang sempit. Di daerah ini masih terjadi pelipatan lapisan dan pembentukan pegunungan serta merupakan pertemuan dua deretan pegunungan muda dunia sehingga terdapat lapisan batuan basa dan masam. Keadaan tanah di Maluku relatif subur, terutama di pulau-pulau yang relatif besar, seperti Halmahera, Seram, dan Misol. g. Papua
Kesuburan tanah antarwilayah di Papua dibedakan menjadi bagian tengah ke arah utara merupakan daerah pegunungan dan bagian selatan merupakan dataran rendah berupa daerah rawa. Kesuburan tanah di bagian tengah ke utara dipengaruhi oleh keadaan pegunungan yang merupakan batuan sedimen dan batuan metamorf, diselingi oleh dataran rendah. Batuan ini turut memengaruhi jenis tanah yang ada atau tingkat kesuburan tanahnya. Tanah di wilayah ini termasuk tanah vulkanik subur dan banyak dipengaruhi oleh hutan yang belum dijamah manusia. Di pantai utara terdapat dataran rendah berupa dataran aluvial dan daerah rawa relatif subur.
Bagian selatan merupakan dataran rendah berupa rawa dan daerah aliran sungai yang menyebabkan tanah endapan, namun kurang subur karena dipengaruhi oleh daerah rawa yang relatif luas.