Rumah Tangga Produsen
B. Rumah Tangga Produsen
Pelaku ekonomi yang kedua, yaitu rumah tangga produsen (RTP). Rumah tangga produsen dikenal juga dengan perusahaan. Secara garis besar, rumah tangga produsen berperan dalam mengombinasikan berbagai faktor produksi yang diperoleh dari rumah tangga konsumen untuk memproduksi barang dan jasa yang akan ditawarkan di pasar output. Di Indonesia, yang berperan sebagai rumah tangga produsen adalah Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta, koperasi, dan pelaku ekonomi dari sektor informal. Secara terperinci, peran rumah tangga produsen dalam perekonomian diuraikan sebagai berikut.
1. Produsen
Rumah tangga produsen berperan dalam memproduksi barang ataupun jasa dalam suatu perekonomian. Barang dan jasa yang
Jendela Info
Berikut ini perusahaan-pe-rusahaan di Indonesia yang sudah menjadi persero: 1. PT Bank BNI Tbk; 2. PT Kimia Farma Tbk; 3. PT Indo Farma Tbk; 4. PT Tambang Timah Tbk; 5. PT Aneka Tambang Tbk; 6. PT Indosat Tbk (pada a k h i r t a h u n 2 0 0 2 41,94% saham Indosat telah dijual kepada STT sehingga perusahaan ini bukan BUMN lagi); 7. PT Telekomunikasi
Indo-nesia Tbk.
Sumber: http://id.wikipedia. org/wiki/BUMN
diproduksi oleh rumah tangga produsen ini kemudian ditawarkan kepada rumah tangga konsumen melalui pasar output atau pasar barang dan jasa. Contoh, PT Telkom sebagai salah satu BUMN menghasilkan produk jasa telekomunikasi. Koperasi pengrajin batik yang beranggotakan para produsen kain batik memproduksi berbagai produk kain batik. PT Indo Food sebagai salah satu BUMS di Indonesia memproduksi berbagai produk makanan dan minuman.
2. Pengguna Faktor Produksi
Untuk memproduksi barang dan jasa, rumah tangga produsen memerlukan berbagai faktor produksi dalam proses produksi. Contohnya, untuk memproduksi pakaian jadi seorang produsen memerlukan faktor produksi tenaga kerja untuk membuat pola pakaian dan menjahitnya. Diperlukan tempat bagi para pekerja untuk mengerjakan proses pembuatan pakaian dan gudang penyimpanan. Selain itu, diperlukan pula berbagai barang modal, seperti mesin jahit dan mesin obras. Untuk mengombinasikan berbagai faktor produksi ini dan menjalankan perusahaan dengan baik diperlukan faktor produksi kewirausahaan. Contoh di atas menggambarkan peran rumah tangga produsen sebagai pengguna faktor produksi.
Bila digambarkan dengan bagan alur maka pola hubungan antara rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen akan tampak seperti diagram alur pada halaman 195.
Coba kalian bayangkan suatu perekonomian di mana semua barang dan jasa disediakan melalui pasar. Pelaku ekonomi pertama, yaitu rumah tangga konsumen yang berperan dalam menyediakan
faktor produksi tenaga kerja, tanah, modal, dan entrepreneur di pasar
faktor produksi kepada produsen. Sementara pelaku ekonomi kedua, yaitu rumah tangga produsen berperan dalam mengombinasikan berbagai faktor produksi yang ditawarkan oleh rumah tangga konsumen untuk memproduksi barang dan jasa. Barang dan jasa yang diproduksi ini kemudian akan dijual kepada rumah tangga konsumen melalui pasar barang.
Gambar 9.7 Berbagai rumah tangga produsen
Sumber: www.rekayasa.com/news/images/lahendong-21.jpg annasagung.blog.com/878842/ www.iklanbisnisbali.com/ kuatkan-sektor-umkm.html
Pelaku Ekonomi
187
Karya Nyata
Buatlah kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Kunjungilah salah satu industri rumah tangga di lingkungan rumah kalian. Kemudian, lakukan identifikasi pelaku-pelaku kegiatan ekonomi yang masih berhubungan dengan usaha yang kalian kunjungi. Setelah itu, coba kalian analisis bagaimana keterkaitan interaksi antara pelaku-pelaku kegiatan ekonomi tersebut. Tulislah deskripsi tugas kalian dalam bentuk makalah dan kumpulkan kepada bapak/ibu guru kalian.
Selamat mengerjakan!
Dalam perekonomian ini, produsen adalah pembeli faktor produksi yang ditawarkan di pasar input. Rumah tangga konsumen menawarkan sumber daya ekonomi dan berperan sebagai penjual di pasar input. Persaingan di antara para penjual dan pembeli faktor produksi akan menghasilkan harga pasar untuk masing-masing faktor produksi.
Penjualan faktor produksi di pasar input ini akan memperoleh pembayaran berupa upah untuk faktor produksi tenaga kerja, sewa untuk faktor produksi tanah, bunga untuk faktor produksi modal, dan
keuntungan untuk faktor produksi entrepreneur. Upah, sewa, bunga,
dan keuntungan ini merupakan pendapatan bagi rumah tangga konsumen. Pendapatan ini akan digunakan untuk membayar barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari para produsen.
Di Sekitar Kita
Gerakan Koperasi di Indonesia
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan untuk membantu rakyat yang terjerat utang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI. Belanda yang khawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UU No. 431 yang isinya sebagai berikut:
a. harus membayar minimal lima puluh gulden untuk mendirikan koperasi; b. sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa;
c. harus mendapat persetujuan dari gubernur jenderal; d. proposal pengajuan harus berbahasa Belanda.
Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UU No. 91 tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari UU No. 431 seperti:
a. hanya membayar tiga gulden untuk meterai; b. dapat menggunakan bahasa daerah; c. hukum dagang sesuai daerah masing-masing; d. perizinan dapat di daerah setempat.
Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU No. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942, Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya, koperasi ini berjalan mulus. Namun, fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan dan menyengsarakan rakyat.
Setelah Indonesia merdeka, pada 12 Juli 1947 pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan kongres koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
C. Pemerintah
Dalam perekonomian modern, peran pemerintah tidak dapat diabaikan. Pemerintah mengambil peran dalam tiga area, yaitu peran sebagai regulator atau pengatur, konsumen, dan produsen.
1. Pengatur
Besar kecilnya campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi tergantung dari sistem ekonomi yang dianut masing-masing negara. Pada intinya, peran pemerintah sebagai pengatur dalam perekonomian suatu negara ditujukan untuk mengurangi dan meniadakan penyimpangan-penyimpangan ekonomi. Contohnya, agar terjadi pemerataan redistribusi pendapatan maka pemerintah perlu mengatur masalah perpajakan. Agar tercipta suasana persaingan yang adil maka pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Antimonopoli. Untuk melindungi pedagang kecil dan pelaku ekonomi di pasar tradisional, pemerintah memberi aturan bahwa pendirian pasar swalayan modern atau supermarket hanya boleh sampai pada tingkat kecamatan.
2. Konsumen
Bukan hanya rumah tangga konsumen yang berperan sebagai konsumen, melainkan pemerintah juga dapat berperan sebagai
A p a k a h k a l i a n i n g i n mempelajari lebih lanjut tentang fungsi ekonomi pemerintah?
Cobalah buka situs http:// w w w. p u . g o . i d / i t j e n / buletin/2324fung.htm