• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Penutup

Dalam dokumen AKUNTANSI Berbasis PSAK Terbaru (Halaman 75-0)

Bab 6 Neraca Lajur dan Laporan Keuangan

III. Jurnal Penutup

Akun-akun yang disajikan dalam laporan laba rugi disebut sebagai akun temporer (nominal) karena akun tersebut hanya untuk menampung jumlah dalam satu periode dan tidak dipindahkan ke periode selanjutnya. Dengan kata lain, akun-akun tersebut harus ditutup.

Penutupan akun ini dilakukan dengan memindahkan ke dalam jumlah ke akun saldo laba melalui satu akun perantara yang dikenal sebagai ikhtisar laba rugi (income summary).

Nantinya akun ikhtisar laba rugi ditutup ke akun saldo laba. Tidak hanya akun laba rugi, akun prive dan dividen juga perlu ditutup, namun langsung ke akun saldo laba.

Secara ringkas proses jurnal penutupan dilakukan sebagai berikut:

Nama Akun Debit Kredit

Pendapatan xxx

Ikhtisar Laba Rugi xxx

Ikhtisar Laba Rugi xxx

Beban xxx

Bila laba:

Ikhtisar Laba Rugi xxx

Saldo Laba xxx

Bila rugi:

Saldo Laba xxx

Ikhtisar Laba Rugi xxx

Prive xxx

Saldo Laba xxx

Dividen xxx

Saldo Laba xxx

Contoh:

No. Tanggal Keterangan Debit Kredit

1   Menutup Rekening Pendapatan    

  30-Jun Pendapatan Jasa 4.500.000  

    Ikhtisar Laba Rugi   4.500.000

         

2   Menutup Rekening Beban    

  30-Jun Ikhtisar Laba Rugi 2.560.000  

    Beban Gaji   1.000.000

    Beban Sewa   225.000

    Beban BBM   400.000

    Beban Bunga   75.000

    Beban Penyusutan Peralatan Kantor   10.000

    Beban Penyusutan Kendaraan   750.000

    Beban Perlengkapan Kantor   100.000

         

3   Menutup Rekening Ikhtisar Laba Rugi    

  30-Jun Ikhtisar Laba Rugi 1.940.000  

    Modal Rina Yunita   1.940.000

         

4   Menutup Rekening Prive    

  30-Jun Modal Rina Yunita 300.000  

    Prive   300.000

Rangkuman

· Kertas kerja/neraca lajur (work sheet) merupakan suatu lembaran kertas berlajur atau berkolom yang digunakan dalam kegiatan akuntansi secara manual. Kegunaan dari pembuatan neraca lajur ini adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.

· Laporan keuangan yang dapat disajikan adalah laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan posisi keuangan.

· Laporan laba rugi adalah akumulasi aktivitas yang berkaitan dengan pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu.

· Laporan perubahan ekuitas adalah menggambarkan naik turunnya aset neto entitas selama periode.

· Laporan posisi keuangan adalah laporan tentang posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu seperti yang telah tertera di laporan posisi keuangan.

· Jurnal penutup yaitu menutup akun temporer (nominal) dengan membuat saldo menjadi nol, karena akun tersebut hanya untuk menampung jumlah dalam satu periode dan tidak dipindahkan ke periode selanjutnya.

· Akun-akun yang perlu ditutup adalah akun pendapatan, beban, prive, deviden, dan ikhtisar laba rugi.

Soal Latihan

Latihan 1

1. Apa yang dimaksud dengan kertas kerja (worksheet)? Serta jelaskan kegunaan dari kertas kerja tersebut!

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jurnal penutup! Serta sebutkan akun-akun apa saja yang perlu ditutup?

Latihan 2

1. Buatlah jurnal penutup berdasarkan informasi akun di bawah ini:

Beban Listrik Rp. 560.000,- Pendapatan Jasa Rp. 15.300.000,-Beban Telepon Rp. 750.000,- Beban Penyusutan Peralatan Rp. 250.000,-Beban Promosi Rp. 340.000,- Beban Penyusutan Kendaraan Rp. 400.000,-Prive Rp. 245.000,- Beban Perlengkapan Rp.

2. Buatlah jurnal penutup berdasarkan informasi akun di bawah ini:

Pendapatan Rp. 3.600.000,- Kendaraan Rp.

10.500.000,-Beban Gaji Rp. 5.450.000,- Beban Penyusutan Peralatan Rp. 550.000,-Modal Rp. 50.500.000,- Beban Penyusutan Kendaraan Rp. 1.200.000,-Prive Rp. 1.045.000,- Beban Perlengkapan Rp.

850.000,-Beban Listrik Rp. 650.000,- Kas Rp. 16.000.000,-Hutang Usaha Rp. 8.900.000,- Beban Telepon Rp.

3. Berikut di bawah ini adalah transaksi KAP Dimas dan Rekan periode April 2017

No. Tanggal Transaksi Jumlah

1 2 April Dimas menyetorkan modal berupa uang tunai sebesar Rp 15.000.000 2 3 April Meminjam uang di Bank BNI Syariah Rp 15.000.000

3 7 April Membeli kendaraan Rp 17.500.000

4 10 April Menerima pendapatan jasa Rp 1.500.000

5 14 April Bayar beban gaji Rp 800.000

No. Tanggal Transaksi Jumlah

6 17 April Bayar bensin Rp 100.000

7 20 April Bayar serba-serbi Rp 200.000

8 25 April Membayar angsuran pinjaman bank Rp 1.000.000

9  25 April Membayar bunga bank Rp 100.000

10 28 April membeli perlengkapan secara kredit Rp 150.000

11 30 April mengambil prive Rp 300.000

12 30 April perlengkapan yang sudah dipakai Rp 120.000

Diminta:

1. Catatlah transaksi tersebut dalam jurnal!

2. Buatlah kertas kerja (worksheet)!

3. Susunlah laporan keuangan berdasarkan worksheet tersebut!

4. Buatlah jurnal penutupnya!

4. Berikut di bawah ini adalah neraca saldo PT. Rahayu untuk periode yang berakhir 30 November 2017

Perlengkapan Kantor 100.000  

Peralatan Kantor 250.000  

Mesin 3.750.000  

Hutang Bank   3.000.000

Modal Ayu   5.250.000

Prive 150.000  

Pendapatan Jasa   1.000.000

Beban Gaji 250.000  

Beban Sewa 112.500  

Beban BBM 200.000  

Beban Bunga 37.500  

  9.250.000 9.250.000

Informasi yang tersedia pada tanggal 30 November 2017 adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar Rp. 2.500.000 2. Beban gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp. 500.000 3. Penyusutan Peralatan ditetapkan sebesar 2%

4. Penyusutan Mesin ditetapkan sebesar 10%

5. Perlengkapan yang tersisa sebesar Rp. 100.000 Diminta:

1. Buatlah ayat jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut!

2. Buatlah kertas kerja (worksheet)!

3. Susunlah laporan keuangan berdasarkan worksheet tersebut!

4. Buatlah jurnal penutupnya!

5. Alisa Corp. merupakan perusahaan jasa di bidang finance consultant. Berikut di bawah ini adalah beberapa transaksi yang terjadi pada bulan Desember 2017:

No. Tanggal Transaksi Jumlah

1 1 Des Alisa menyetorkan modal berupa uang tunai sebesar Rp 24.000.000 2 4 Des Dibeli kendaraan secara tunai seharga Rp 22.500.000 3 5 Des Dibeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp 600.000

4 10 Des Dibayar beban sewa kantor Rp 675.000

5 12 Des Diakui piutang atas pendapatan jasa Rp 6.000.000 6 17 Des Diterima kas dari debitur sebesar Rp 4.500.000

7 20 Des Dibayar beban BBM kantor Rp 1.200.000

8 20 Des Dibayar beban gaji Rp 1.500.000

9 21 Des Diterima kas atas penerimaan piutang sebesar Rp 1.200.000 10 23 Des Alisa menyetorkan peralatan kantor seharga Rp 1.500.000 11 24 Des Alisa kembali menyetorkan uang tunai Rp 6.000.000 12 25 Des Alisa Corp. memperoleh pinjaman dari Bank ABC sebesar Rp 24.000.000 13 29 Des Alisa Corp. membayar angsuran hutang bank Rp 6.000.000

14 29 Des dan beban bunga bank sebesar Rp 225.000

15 30 Des Alisa mengambil uang untuk keperluan sekolah anaknya

sebesar Rp 900.000

Diminta:

1. Berdasarkan transaksi tersebut, buatlah jurnal yang diperlukan!

2. Setelah dijurnal, posting ke buku besar dan buat neraca saldonya!

3. Berikut di bawah ini adalah informasi untuk akun yang perlu disesuaikan:

a. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar Rp. 2.500.000,-.

b. Beban gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp. 500.000,-.

c. Penyusutan peralatan ditetapkan sebesar 2% dari harga perolehan.

d. Penyusutan kendaraan ditetapkan sebesar 10% dari harga perolehan.

e. Perlengkapan yang tersisa sebesar Rp. 100.000,-.

4. Selanjutnya buat kertas kerja (worksheet) dan sajikan dalam bentuk laporan keuangan yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan posisi keuangan.

5. Buat jurnal penutupnya!

Sistem Akuntansi

I. Pengertian

Sistem akuntansi (accounting system) merupakan jaringan yang terdiri dari formulir, catatan, prosedur, alat, dan sumberdaya manusia dalam rangka menghasilkan informasi pada suatu organisasi untuk keperluan pengawasan, operasi, maupun untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis. Prosedur merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang sama terhadap penanganan transaksi yang berulang. Kegiatan penulisan, pemberian kode, pembandingan, pembukuan, penggandaan, pemilahan, perhitungan, pembuatan daftar-daftar disebut sebagai pekerjaan klerikal. Umumnya, pada perusahaan besar sistem akuntansi yang digunakan lebih kompleks.

Contohnya adalah perusahaan manufaktur, PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk., yang aktivitas operasionalnya mengelola bahan baku menjadi barang jadi yang siap untuk dijual.

Dalam operasi sistem akuntansi terdiri dari tiga tahapan, antara lain adalah:

1. Menganalisis dokumen bukti transaksi yang digunakan perusahaan, baik bentuk fisik dan nilai nominalnya serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan seperti kebutuhan pihak-pihak yang menggunakan informasi.

2. Merancang sistem yang dapat akan digunakan penggunanya sesuai dengan kebutuhan.

Tahapan ini harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum di bukti transaksi ke dalam catatan-catatan akuntansi.

Bab 7

3. Menerapkan sistem. Untuk tahapan ini selanjutnya menerapkan sistem yang sudah dirancang. Aktivitas dari tahapan ini adalah meringkas informasi yang ada dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan keuangan yang tepat waktu, jelas dan konsisten sehingga dapat digunakan oleh pengguna untuk pengambilan keputusan.

II. Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi yang dirancang harus bisa memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Perlu adanya pertimbangan utama dalam merancang sistem akuntansi, yaitu keseimbangan antara manfaat (benefit) dan biaya (cost) yang dikeluarkan untuk memperoleh informasi tersebut. Terdapat dua kompenen dalam merancang sistem akuntansi, yaitu pengendalian internal dan metode pengolahan informasi. Pengendalian internal (internal control) merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi aset dari penyalahgunaan, memastikan keakuratan bisnis, serta memastikan hukum dan peraturan yang berlaku telah diikuti. Selanjutnya, metode pengolahan informasi merupakan alat yang digunakan sistem untuk mengumpulkan, merangkum, dan melaporkan informasi akuntansi.

Metode ini dapat dilakukan dengan secara manual ataupun dengan komputerisasi.

Organisasi bisnis yang menggunakan sistem akuntansi secara komputerisasi perlu memahami akan prinsip-prinsip dasar sistem akuntansi. Sistem akuntansi yang pokok antara lain adalah:

1. Bukti transaksi 2. Jurnal

3. Rekening buku besar dan buku besar pembantu 4. Laporan Keuangan dan Laporan Lainnya

III. Sistem dan Prosedur Akuntansi

Terdapat tiga jenis perusahaan yang ada di Indonesia, antara lain adalah perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Tiap jenis perusahaan memiliki sistem dan prosedur akuntansi yang berbeda, hal ini dikarenakan aktivitas pada tiap jenis usaha tersebut berbeda-beda. Berikut di bawah ini adalah informasi sistem dan prosedur akuntansi pada tiap jenis usaha yang ada.

1. Perusahaan Jasa

· Sistem dan Prosedur Pendapatan

· Sistem dan Prosedur Penerimaan Kas

· Sistem dan Prosedur Pengeluaran Kas

· Sistem dan Prosedur Penggajian 2. Perusahaan Dagang

· Sistem dan Prosedur Penjualan

· Sistem dan Prosedur Penerimaan Kas

· Sistem dan Prosedur Pembelian

· Sistem dan Prosedur Pengeluaran Kas

· Sistem dan Prosedur Penggajian 3. Perusahaan Manufaktur

· Sistem dan Prosedur Penjualan

· Sistem dan Prosedur Penerimaan Kas

· Sistem dan Prosedur Pembelian

· Sistem dan Prosedur Pengeluaran Kas

· Sistem dan Prosedur Penggajian

· Sistem dan Prosedur Akuntansi Biaya

IV. Siklus Pengolahan Data

Bukti

Seperti pembahasan di bab sebelumnya proses pengolahan data terdiri dari input yang terdiri dari bukti-bukti transaksi, proses yaitu mencatat transaksi dalam bentuk jurnal dan posting ke buku besar dan buku besar pembantu, membuat kertas kerja (neraca lajur), kemudian output berupa laporan keuangan.

V. Buku Besar (General Ledger) dan Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)

Buku besar (general ledger) merupakan buku utama yang mencakup semua akun yang ada di laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, dan laporan arus kas.

Rincian dari salah satu akun buku besar umum disebut sebagai buku besar pembantu atau

disingkat menjadi buku pembantu (subsidiary ledger). Entitas yang memiliki lebih dari satu pelanggan dan vendor/kreditor memerlukan buku besar pembantu untuk mempermudah pencatatan. Akun buku besar umumyang biasanya menggunakan buku pembantu antara lain adalah:

1. Buku besar pembantu piutang (account receivable subsidiary ledger), yang berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan piutang kepada pelanggan/debitor secara individual sehingga rincian dari akun Piutang Dagang dalam buku besar umum.

Contoh:

Buku besar umum

No. Rekening: 121 PIUTANG DAGANG

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 5.000.000

Buku besar pembantu Piutang Dagang

No. Rekening: 1211 PIUTANG UD. AZKA

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 1.200.000

Buku besar pembantu Piutang Dagang

No. Rekening: 1212 PIUTANG PT. ALISA

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 800.000

Buku besar pembantu Piutang Dagang

No. Rekening: 1213 PIUTANG TOKO JASMINE

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 2.000.000

Buku besar pembantu Piutang Dagang

No. Rekening: 1214 PIUTANG CV. HAMAS

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 1.000.000

2. Buku besar pembantu hutang (account payable subsidiary ledger), yang berfungsi mencatat perubahan hutang kepada vendor/kreditor secara individual sehingga rincian dari akun Hutang Dagang dalam buku besar umum.

Buku besar umum

No. Rekening: 211 HUTANG DAGANG

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 6.000.000

Buku besar pembantu Hutang Dagang

No. Rekening: 2111 HUTANG PT. AMANAH

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 2.500.000

Buku besar pembantu Hutang Dagang

No. Rekening: 2112 HUTANG CV. RAMA

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 1.300.000

Buku besar pembantu Hutang Dagang

No. Rekening: 2113 HUTANG TOKO SEMANGAT

Tanggal Keterangan Ref Mutasi Saldo

Debit Kredit Debit Kredit

Jan Saldo awal 2.200.000

VI. Jurnal Khusus

Jurnal khusus (special journal) adalah mencatat satu jenis transaksi yang terjadi berulang kali.

Contoh dari penggunaan jurnal khusus ini adalah jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pendapatan, dan jurnal pembelian. Akan tetapi, setiap perusahaan memiliki bentuk dan jumlah jurnal khusus yang digunakan tergantung dari karakteristik operasi bisnisnya.

Contoh transaksi menggunakan jurnal khusus:

Jurnal Penerimaan Kas: Menerima kas dari pendapatan Menerima kas dari pembayaran piutang Jurnal Pengeluaran Kas: Membayar pembelian barang secara tunai

Membayar hutang usaha Membayar beban

Jurnal Pendapatan: Menyediakan jasa/menjual barang dagang secara kredit Jurnal Pembelian: Membeli barang secara kredit

Rangkuman

· Sistem akuntansi (accounting system) merupakan jaringan yang terdiri dari formulir, catatan, prosedur, alat, dan sumberdaya manusia dalam rangka menghasilkan informasi

pada suatu organisasi untuk keperluan pengawasan, operasi, maupun untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis.

· Prosedur merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang sama terhadap penanganan transaksi yang berulang.

· Pekerjaan klerikal adalah kegiatan penulisan, pemberian kode, pembandingan, pembukuan, penggandaan, pemilahan, perhitungan, pembuatan daftar-daftar.

· Ada tiga tahapan dalam operasi sistem akuntansi yaitu: (1) menganalisis dokumen bukti transaksi; (2) merancang sistem yang dapat akan digunakan; (3) menerapkan sistem.

· Pengendalian internal (internal control) merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi aset dari penyalahgunaan, memastikan keakuratan bisnis, serta memastikan hukum dan peraturan yang berlaku telah diikuti.

· Metode pengolahan informasi merupakan alat yang digunakan sistem untuk mengumpulkan, merangkum, dan melaporkan informasi akuntansi.

· Sistem akuntansi yang pokok antara lain adalah bukti transaksi, jurnal, rekening buku besar dan buku besar pembantu, serta laporan keuangan dan laporan lainnya.

· Sistem dan prosedur yang ada di perusahaan jasa antara lain adalah: sistem dan prosedur pendapatan; sistem dan prosedur penerimaan kas; sistem dan prosedur pengeluaran kas;

dan sistem dan prosedur penggajian.

· Sistem dan prosedur yang ada di perusahaan dagang antara lain adalah: sistem dan prosedur penjualan; sistem dan prosedur penerimaan kas; sistem dan prosedur pembelian; sistem dan prosedur pengeluaran kas; sistem dan prosedur penggajian.

· Sistem dan prosedur yang ada di perusahaan manufaktur antara lain adalah: sistem dan prosedur penjualan; sistem dan prosedur penerimaan kas; sistem dan prosedur pembelian; sistem dan prosedur pengeluaran kas; sistem dan prosedur penggajian; sistem dan prosedur akuntansi biaya.

· Buku besar (general ledger) merupakan buku utama yang mencakup semua akun yang ada di laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, dan laporan arus kas.

· Buku besar pembantu (subsidiary ledger) merupakan rincian dari salah satu akun buku besar.

· Akun buku besar umum yang biasanya menggunakan buku pembantu antara lain adalah akun piutang dan hutang.

· Jurnal khusus (special journal) adalah mencatat satu jenis transaksi yang terjadi berulang kali. Contoh dari penggunaan jurnal khusus ini adalah jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pendapatan, dan jurnal pembelian.

Soal Latihan

Latihan 1

1. Jelaskan apa yang yang harus diperhatikan saat merancang sistem akuntansi!

2. Sebutkan dan jelaskan tahapan dalam operasi sistem akuntansi!

3. Sebutkan sistem dan prosedur yang ada di perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur!

Latihan 2

1. UD. Jaya memiliki beberapa pelanggan tetap yang melakukan pembelian barang secara kredit. Pelanggan-pelanggan tersebut memiliki saldo piutang yang berbeda, antara lain: Piutang Toko Indah sebesar Rp. 6.720.000,-, Piutang CV. Rahman sebesar Rp.

4.321.000,-, Piutang PT. Sejahtera sebesar Rp. 8.320.000,-, dan Piutang PT. Karya sebesar Rp. 5.400.000,-. Berdasarkan informasi tersebut, buatlah buku besar umum Piutang Usaha UD. Jaya dan buku besar pembantunya!

2. Berikut di bawah ini adalah daftar rincian hutang usaha PT. Maju Jaya:

· Hutang PT. Angkasa sebesar Rp.

3.420.000,-· Hutang PT. Pelangi sebesar Rp.

7.900.000,-· Hutang Toko Gemilang sebesar Rp.

6.500.000,-· Hutang Toko Abadi sebesar Rp.

Berdasarkan informasi tersebut buatlah buku besar hutang usaha PT Maju Jaya dan buku besar pembantunya!

3. Berdasarkan informasi di bawah ini, buatlah buku besar umum dan buku pembantu!

Nama Akun Saldo

Bank Mandiri Syariah Rp. 65.780.000

Bank BNI Syariah Rp. 75.900.000

Bank Muamalat Rp. 55.200.000

Persediaan Barang A Rp. 10.230.000

Persediaan Barang B Rp. 4.300.000

Persediaan Barang C Rp. 4.650.000

Persediaan Barang D Rp. 12.000.000

Persediaan Barang E Rp. 7.000.000

Piutang PT. Berkah Rp. 4.800.000

Piutang PT. Makmur Rp. 6.200.000

Piutang CV. Amanah Rp. 3.155.000

Hutang Bapak Hasan Rp. 4.370.000

Hutang Toko Alifah Rp. 5.000.000

Hutang PT. Sukses Jaya Rp. 5.430.000

4. Berikut di bawah ini adalah daftar rincian piutang usaha PT. Maju Jaya periode Agustus 2017:

· Piutang PT. Angkasa sebesar Rp.

3.420.000,-· Piutang PT. Pelangi sebesar Rp.

7.900.000,-· Piutang Toko Gemilang sebesar Rp.

6.500.000,-· Piutang Toko Abadi sebesar Rp.

Pada tanggal 1 September 2017, PT Angkasa membayar hutangnya kepada PT. Maju Jaya sebesar Rp. 2.500.000,- dan Toko Gemilang membayar hutangnya sebesar Rp. 3.250.000,-.

Berdasarkan informasi tersebut, catatlah transaksi tersebut ke jurnal dan kemudian posting ke buku besar hutang usaha PT. Maju Jaya dan buku besar pembantunya!

5. Toko Rainbow membeli barang dagangan dengan berbagai macam jenis barang, antara lain:

· Barang A sebesar Rp.

2.500.000,-· Barang B sebesar Rp.

5.400.000,-· Barang C sebesar Rp.

8.300.000,-· Barang D sebesar Rp.

Diminta: catatlah transaksi tersebut dan posting ke buku besar umum Persediaan Barang Dagang dan buku besar pembantunya!

6. Berdasarkan soal no. 7.2.5., Toko rainbow kembali membeli barang A dan D sebesar Rp. 4.500.000,- dan Rp. 6.500.000,- secara kredit. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut dan posting ke buku besar!

Akuntansi Perusahaan Dagang

I. Pengertian

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan operasionalnya menjual barang jadi tanpa merubah bentuk. Kegiatan perusahaan dagang berbeda dengan kegiatan perusahaan jasa. Perusahaan dagang memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Pendapatan perusahaan dagang melibatkan pembelian dan penjualan barang dagang.

2. Pendapatan diakui sebagai penjualan (sales), sedangkan biayanya diakui sebagai beban yang disebut beban pokok penjualan (cost of goods sold).

3. Menghasilkan laba kotor (gross profit) dari penjualan setelah dikurangi beban pokok penjualan (cost of goods sold). Jumlah ini disebut laba kotor karena masih harus dikurangi dengan beban operasi.

4. Memiliki persediaan barang dagang (merchandise inventory), yaitu sisa barang dagang (yang belum terjual) di akhir periode akuntansi.

Berikut di bawah ini adalah perbedaan perusahaan jasa dan perusahaan dagang yang diilustrasikan melalui laporan laba rugi:

Perusahaan Jasa Perusahaan Dagang

Pendapatan jasa Rp. 100 Penjualan Rp. 100

Beban operasi (45) Beban pokok penjualan (50)

Laba bersih Rp. 55 Laba kotor Rp. 50

Beban operasi (20)

Laba bersih Rp. 30

Bab 8

II. Siklus Operasi

Kegiatan operasional perusahaan dagang meliputi:

1. Aktivitas pembelian à yaitu membeli barang jadi untuk dijual.

2. Aktivitas penjualan à yaitu terjadi transaksi penjualan dan distribusi barang ke pelanggan.

3. Aktivitas penagihan à yaitu penerimaan kas dari pelanggan.

Keseluruhan proses mengacu pada siklus operasi. Oleh karena itu, siklus operasi berawal dari pengeluaran kas dan berakhir dengan penerimaan kas dari pelanggan. Siklus operasi untuk perusahaan dagang dapat dtunjukkan pada gambar di bawah ini.

Aktivitas

Penagihan Kas

Aktivitas Pembelian Piutang

Usaha

Aktivitas

Penjualan Produk

Gambar 8.1

Siklus Operasi Perusahaan Dagang

III. Metode Biaya Persediaan

Pada perusahaan dagang masalah akuntansi yang utama muncul adalah ketika barang dagang memiliki biaya yang berbeda pada periode tertentu. Dalam hal ini, diperlukan metode biaya persediaan agar pencatatan akuntansi menjadi lebih tepat. Ada beberapa metode biaya persediaan antara lain adalah:

1. Identifikasi Khusus

Identifikasi khusus biaya artinya biaya-biaya tertentu diatribusikan ke unit persediaan tertentu yang telah diidentifikasi. Metode biaya ini digunakan untuk jenis persediaan yang memiliki karakteristik khusus dan nilai yang berbeda pada tiap jenis barang

dagangnya. Contoh dari persediaan barang dagang yang menggunakan metode identifikasi khusus adalah barang kuno (unik), lukisan, perhiasan, dan barang-barang mewah.

2. Metode Biaya Masuk Pertama Keluar Pertama – MPKP (First In First Out – FIFO)

Metode ini merupakan biaya barang yang pertama masuk yang digunakan saat barang itu yang pertama dijual.

Contoh:

Berikut ini adalah informasi persediaan barang dagang selama satu periode akuntansi.

Diketahui jumlah barang yang terjual adalah 700 unit dengan harga jual Rp. 300,-.

Diminta buatlah laporan laba rugi.

Tanggal Keterangan Kuantitas Harga Pokok

Per Unit Nilai Harga Pokok

1 Jan Persediaan awal 100 80 8.000

31 Mar Pembelian 1 400 100 40.000

15 Sep Pembelian 2 300 150 45.000

18 Nop Pembelian 3 200 200 40.000

31 Des Tersedia Dijual 1.000 - 133.000

Jawab:

Perhitungan Persediaan Akhir:

Tanggal Beli Kuantitas Harga Pokok/Unit Total

18 Nop 200 200 40.000

15 Sep 100 150 15.000

300 55.000

Penjualan: 700 unit × Rp. 300 Rp. 210.000

Beban Pokok Penjualan:

Persediaan awal Rp. 8.000

(+) Pembelian 125.000

(-) Persediaan akhir 55.000

(78.000)

Laba kotor Rp. 132.000

Perhitungan persediaan juga bisa menggunakan kartu stok, seperti di bawah ini:

Tgl Pembelian Harga Pokok Penjualan Persediaan

Kuantitas Biayaper unit Jumlah

biaya Kuantitas Biaya

31 Mar 400 100 40.000 400 100 40.000

15 Sep 300 150 45.000 300 150 45.000

18 Nop 200 200 40.000 200 200 40.000

31 Des 100 80 8.000

400 100 40.000 100 150 15.000

200 150 30.000 200 200 40.000

3. Metode Masuk Terakhir Pertama Keluar – MTPK (Last In First Out – LIFO)

Metode ini merupakan biaya barang yang terakhir masuk yang digunakan saat barang itu yang pertama dijual.

Contoh:

Berdasarkan contoh soal sebelumnya, perhitungannya adalah sebagai berikut.

Jawab:

Perhitungan Persediaan Akhir:

Tanggal Beli Kuantitas Harga Pokok/Unit Total

1 Jan 100 80 8.000

31 Mar 200 100 20.000

300 28.000

Penjualan: 700 unit × Rp. 300 Rp. 210.000

Beban Pokok Penjualan:

Persediaan awal Rp. 8.000

(+) Pembelian 125.000

(-) Persediaan akhir 28.000

(105.000)

Laba kotor Rp. 105.000

Perhitungan persediaan juga bisa menggunakan kartu stok, seperti di bawah ini:

Tgl Pembelian Harga Pokok Penjualan Persediaan

Tgl Pembelian Harga Pokok Penjualan Persediaan

Dalam dokumen AKUNTANSI Berbasis PSAK Terbaru (Halaman 75-0)