Bab 4 Siklus Akuntansi
V. Neraca Saldo (Trial Balance)
Neraca saldo merupakan salah satu tahapan dari siklus akuntansi yang disusun setelah dilakukan pemostingan jurnal umum buku besar. Neraca saldo adalah suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama rekening beserta saldo total dari setiap rekening yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode rekening yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.
Manfaat dari penyusunan neraca saldo bagi suatu perusahaan adalah:
1. Mempermudah melakukan pengecekan terhadap kebenaran buku besar yang telah dibuat.
2. Sebagai sumber pembuatan kertas kerja atau neraca lajur (worksheet) dan dasar penyusunan laporan keuangan.
Berikut di bawah ini adalah contoh bentuk neraca saldo:
KAP Rina Yunita Neraca Saldo
30 Juni 2017
Nama Perkiraan Debit Kredit
Kas 8.700.000
Piutang Usaha 100.000
Perlengkapan Kantor 200.000
Peralatan Kantor 500.000
Kendaraan 7.500.000
Hutang Bank 6.000.000
Modal Rina Yunita 10.500.000
Prive 300.000
Pendapatan Jasa 2.000.000
Beban Gaji 500.000
Beban Sewa 225.000
Beban BBM 400.000
Beban Bunga 75.000
18.500.000 18.500.000
Rangkuman
· Siklus akuntansi merupakan keseluruhan proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengolah data-data keuangan hingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan untuk mengambil keputusan.
· Siklus akuntansi dimulai dari mengidentifikasi transaksi kemudian dicatat dalam jurnal.
Selanjutnya, dipindahbukukan (posting) ke buku besar dan membuat neraca saldo.
Dari neraca saldo, ada akun yang perlu di-adjustment maka perlu dilakukan jurnal penyesuaian (adjusting entries) dan kemudian membuat kertas kerja (work sheet).
Berdasarkan kertas kerja, akuntansi dapat disajikan dalam bentuk laporan keuangan.
Setelah itu, dibuat jurnal penutup pada akun-akun nominal yaitu akun pendapatan dan beban. Pada periode akuntansi berikutnya lakukan jurnal balik (jika diperlukan).
· Sistem pembukuan ganda (double-entry system), yaitu apabila ada suatu pencatatan yang dibuat perusahaan, maka akan ada dampak ganda, yaitu minimal satu pencatatan di sisi debit (Debere – Dr) dan minimal satu pencatatan di sisi kredit (Credere – Cr).
· Posisi normal akun:
Akun Debit Kredit
Aset Meningkat (+) Menurun (-)
Liabilitas Menurun (-) Meningkat (+)
Ekuitas Menurun (-) Meningkat (+)
Pendapatan Menurun (-) Meningkat (+)
Beban Meningkat (+) Menurun (-)
· Pemindahbukuan (posting) adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal ke dalam buku besar (ledger).
· Buku besar (ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal.
· Buku besar pembantu (subsidiary ledger) digunakan untuk mengetahui secara rinci rekening-rekening yang ada di buku besar.
· Neraca saldo adalah suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama rekening beserta saldo total dari setiap rekening yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode rekening yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.
Soal Latihan
Latihan 1
1. Coba uraikan apa yang dimaksud dengan siklus akuntansi!
2. Sebutkan dan jelaskan posisi tiap akun-akun yang ada di laporan keuangan!
3. Apa yang dimaksud dengan sistem pencatatan double-entry?
Latihan 2
1. PT. Jasmine membayar hutang kepada Toko Mawar sebesar Rp. 7.500.000,- atas jasa konsultasi yang diterima. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
2. CV. Rahayu menerima piutang atas penjualan perlengkapan dari Agus Setya Konsultan sebesar Rp. 2.800.000,-. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
3. PT. Adzkia Service merupakan perusahaan jasa di bidang service barang-barang elektronik. Adzkia sebagai pemilik dan pengelola entitas tersebut, menyetorkan modalnya sebesar Rp. 156.000.000,-. Membeli peralatan sebesar Rp. 30.000.000,- secara kredit, dan membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp. 5.000.000,-. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
4. Berkah Konsultan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis. Berkah Konsultan membeli peralatan secara kredit sebesar Rp. 40.000.000,-.
Menerima pendapatan atas jasa yang diberikan sebesar Rp. 15.700.000,-. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
5. PT. Angkasa Raya membayar sewa kantor secara tunai sebesar Rp. 12.000.000,- untuk 12 bulan, dan membeli perlengkapan kantor sebesar Rp. 4.500.000,- secara kredit. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
6. Galaxy Finance, Co., menerima pendapatan jasa yang diterima di muka pada tanggal 1 September 2017 sebesar Rp. 13.500.000,-. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
7. Pada tanggal 3 Oktober 2017, PT. Sejahtera menerima piutang dari klien atas jasa yang telah diberikan sebesar Rp. 7.400.000,-. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
8. Pemilik PT. ABC mengambil uang tunai sebesar Rp. 1.250.000,- untuk keperluan pribadi pada tanggal 3 Oktober 2017. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
9. Tanggal 10 Oktober 2017, pemilik PT. Jasmine Indah kembali menyetorkan modalnya berupa peralatan kantor sebesar Rp. 25.000.000,- dan kendaraan sebesar Rp.
245.000.000,-. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
10. PT. Amanah membayar pinjaman bank sebesar Rp. 4.500.000,- dan bunganya sebesar Rp. 500.000,- pada tanggal 30 Oktober 2017. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!
Latihan 3
1. Buatlah buku besar utama dan buku besar pembantu berdasarkan info yang ada di bawah ini:
Nama Rekening Saldo
Bank Mandiri Syariah Rp.
10.200.000,-BNI Syariah Rp.
23.500.000,-BCA Rp.
5.250.000,-Nama Rekening Saldo
Piutang PT. Rina Cookies Rp.
3.650.000,-Piutang Nona Icha Alisa Rp.
4.700.000,-Piutang Toko Laris Manis Rp.
4.950.000,-Piutang Bapak Adhi Rp.
4.130.000,-Nama Rekening Saldo
Hutang PT. ABC Rp.
2.100.000,-Hutang Bapak Hasan Rp.
3.500.000,-Hutang UD. Cap Rasa Rp.
2. Arifah Travel merupakan perusahaan jasa yang bergerak di bidang biro perjalanan.
Azka sebagai pemilik mendirikan perusahaan ini pada bulan November 2017. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan November 2017:
1. Azka sebagai pemilik perusahaan jasa Arifah Travel, pada tanggal 1 November 2017 menyetorkan modalnya sebesar Rp. 55.000.000,-.
2. Tanggal 3 November 2017, Arifah Travel membeli perlengkapan ATK sebesar Rp.
750.000,-.
3. Tanggal 3 November 2017, membeli peralatan secara kredit sebesar Rp. 4.500.000,-.
4. Arifah Travel menerima pendapatan di muka secara tunai sebesar Rp. 6.500.000,- pada tanggal 4 November 2017, atas jasa travel ke Bromo yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2017.
5. Diterima uang sebesar Rp. 3.250.000,- pada tanggal 6 November 2017 atas jasa yang diberikan oleh Arifah Travel.
6. Pada tanggal 8 November 2017 Azka kembali menyetorkan modal sebesar Rp.
15.000.000,-.
7. Membayar rekening listrik, air dan telepon sebesar Rp. 850.000,- pada tanggal 13 November 2017.
8. Membayar gaji karyawan sebesar Rp. 6.450.000,- pada tanggal 15 November 2017.
9. Tanggal 20 November 2017 Azka kembali menyetorkan modal berupa kendaraan sebesar Rp. 250.000.000,-.
10. Tanggal 22 November 2017 diakui pendapatan sebesar Rp. 2.600.000,- atas jasa yang telah diberikan.
11. Dibayarkan secara tunai sebesar Rp. 250.000,- pada tanggal 24 November 2017 untuk kebersihan dan keamanan lingkungan kantor.
12. Membeli perlengkapan kantor secara kredit pada tanggal 24 November 2017 sebesar Rp. 1.300.000,-.
13. Tanggal 27 November 2017 diterima piutang dari pelanggan sebesar Rp. 1.500.000,-.
14. Tanggal 29 November 2017 diterima pendapatan jasa sebesar Rp. 2.300.000,-.
15. Tanggal 30 November 2017 membayar hutang atas pembelian peralatan yang terjadi pada tanggal 3 November 2017.
Diminta:
a. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut dan posting ke buku besar.
b. Susunlah neraca saldo 30 November 2017.
3. Galaxy Finance Consultant merupakan perusahaan jasa yang bergerak di bidang jasa konsultasi keuangan. Tn. Aan sebagai pemilik mendirikan perusahaan ini pada bulan September 2017. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan September 2017:
1. Pada tanggal 2 September 2017, Tn. Aan sebagai pemilik Galaxy Finance Consultant menyetorkan uang tunai sebesar Rp. 50.000.000,-, dan peralatan kantor sebesar Rp.
15.600.000,-.
2. Pada tanggal 3 September 2017, membeli perlengkapan kantor sebesar Rp.
2.500.000,- dan membayar sewa kantor untuk 3 bulan ke depan sebesar Rp.
6.000.000,-.
3. Pada tanggal 6 September 2017, perusahaan menerima jasa konsultasi keuangan dari klien sebesar Rp. 13.500.000,-.
4. Pada tanggal 8 September 2017, membeli kendaraan secara kredit sebesar Rp.
150.000.000,-.
5. Pada tanggal 15 September 2017 diterima di muka atas pendapatan jasa sebesar Rp.
21.000.000,-.
6. Pada tanggal 20 September 2017, dibayarkan tagihan air, listrik dan telepon sebesar Rp. 850.000,-.
7. Pada tanggal 23 September 2017, dibayarkan gaji karyawan sebesar Rp. 8.000.000,-.
8. Pada tanggal 24 September 2017, Tn. Aan mengambil uang tunai sebesar Rp.
2.300.000,- untuk keperluan pribadi.
9. Pada tanggal 27 September 2017, perusahaan kembali menerima pendapatan jasa sebesar Rp. 12.000.000,-.
10. Pada tanggal 29 September 2017, dibayarkan beban kebersihan dan keamanan sebesar Rp. 500.000,-.
Diminta:
a. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut dan posting ke buku besar.
b. Susunlah neraca saldo 30 September 2017.
Ayat Jurnal Penyesuaian
I. Pengertian
Salah satu konsekuensi entitas menerapkan prinsip akrual adalah pengakuan pendapatan dan beban harus dilakukan pada periode saat terjadinya pendapatan atau beban tersebut.
Karenanya entitas harus melakukan proses penyesuaian untuk memenuhi prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan. Proses penyesuaian itu adalah analisis dan pemuktahiran akun-akun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disiapkan. Ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).
II. Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries)
Ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries) yang dilakukan pada tiap akhir periode akuntansi, di mana dalam penyesuaian akun tidak adanya aliran kas yang masuk atau pun kas yang
Bab 5
keluar, hanya menyesuaikan akun-akun tertentu. Jenis-jenis akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut:
1. Beban dibayar dimuka/beban yang ditangguhkan (prepaid expenses/defferd expense)
Adalah pos yang awalnya dicatat sebagai aset karena kasnya telah dibayarkan, sedangkan jasa atau barangnya belum diterima, seperti: iklan dibayar di muka, bunga dibayar dimuka, sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka.
Contoh:
Pada tanggal 2 Juni 2017 KAP Rina Yunita membayar uang sewa sebesar Rp. 2.400.000,- untuk 12 bulan.
Jurnal:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Juni 2 Sewa Dibayar Dimuka 2.400.000
Kas 2.400.000
Pada akhir suatu periode yaitu 30 Juni 2017, sisa sewa dibayar dimuka sebesar Rp.
2.200.000,-. Buatlah ayat jurnal penyesuaian pada rekening tersebut.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Beban Sewa Dibayar Dimuka 200.000
Sewa Dibayar Dimuka 200.000
Note:
Beban Sewa: Rp. 2.400.000 – Rp. 2.200.000 = Rp. Beban Sewa:
2 Juni – 30 Juni 2017 = 1 bulan
=Rp × =
bulan Rp . . .
. . 2 400 00
12 1 200 000
bulan
2. Pendapatan diterima di muka/pendapatan yang ditangguhkan (unearned revenues/deferred revenues)
Adalah pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban karena kasnya telah diterima di muka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan, seperti: pendapatan diterima di muka, sewa diterima di muka, premi diterima di muka.
Contoh:
Pada Tanggal 5 Juni 2017 KAP Rina Yunita menerima pembayaran jasa konsultasi untuk bulan Juni – September 2017 sebesar Rp. 4.000.000,-.
Jurnal:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Juni 5 Kas 4.000.000
Pendapatan Diterima Dimuka 4.000.000
Pada akhir suatu periode yaitu 30 Juni 2017, pendapatan yang diakui sebesar Rp.
1.000.000,-. Buatlah ayat jurnal penyesuaian pada rekening tersebut.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Pendapatan Diterima Dimuka 1.000.000
Pendapatan Jasa 1.000.000
3. Pendapatan yang belum diterima/Piutang pendapatan (accrued revenues)
Adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tetapi belum dicatat di akun pendapatan.
Contoh:
Pendapatan jasa yang masih harus diterima KAP Rina Yunita adalah sebesar Rp.
2.500.000,-.
Jurnal:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Piutang Usaha 2.500.000
Pendapatan Jasa 2.500.000
4. Beban yang masih harus dibayar (accured expenses)
Adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dicatat di akun beban, seperti: hutang gaji karyawan pada akhir periode, hutang bunga atas wesel bayar, hutang bunga atas pinjaman bank, hutang pajak.
Contoh:
Pada akhir periode 30 Juni 2017, ada beban gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp.
500.000,-.
Jurnal:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Beban Gaji 500.000
Hutang Gaji 500.000
5. Beban penyusutan (depreciation expense)
Penyusutan (depreciation) adalah proses pengalokasian beban yang disebabkan oleh pemakaian aset tetap. Akun yang dikreditkan adalah akumulasi penyusutan (accumulated depreciation). Akun akumulasi penyusutan merupakan akun kontra aset, karena akun tersebut dikurangkan dari akun pasangannya di neraca.
Contoh:
Diketahui beban depresiasi kendaraan untuk periode ini sebesar Rp.
Jurnal:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Beban Penyusutan – Kendaraan 750.000
Akumulasi Penyusutan Kendaraan 750.000
6. Bahan habis pakai
Yaitu beberapa beban tidak dicatat secara harian, misalnya seperti perlengkapan (supplies) yang akan memerlukan banyak ayat jurnal dengan jumlah yang kecil-kecil.
Selain itu, jumlah nilai bahan habis pakai umumnya tidak diperlukan.
Contoh:
Perlengkapan yang tersisa pada periode ini adalah sebesar Rp.
Jurnal:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Beban Perlengkapan 100.000
Perlengkapan 100.000
III. Neraca Saldo Disesuaikan
Neraca saldo disesuaikan untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debit dan kredit sebelum menyiapkan laporan-laporan keuangan. Jika daftar saldo disesuaikan tidak berimbang, berarti telah terjadi kesalahan. Berikut di bawah ini contoh neraca saldo disesuaikan.
KAP Rina Yunita Neraca Saldo Disesuaikan
30 Juni 2017
Nama Perkiraan Debit Kredit
Kas 8.700.000
Piutang Usaha 2.600.000
Perlengkapan Kantor 100.000
Peralatan Kantor 500.000
Kendaraan 7.500.000
Hutang Bank 6.000.000
Modal Rina Yunita 10.500.000
Prive 300.000
Pendapatan Jasa 4.500.000
Beban Gaji 1.000.000
Beban Sewa 225.000
Beban BBM 400.000
Beban Bunga 75.000
Hutang Gaji 500.000
Beban Penyusutan Peralatan Kantor 10.000
Akum. Penyusutan Peralatan Kantor 10.000
Beban Penyusutan Kendaraan 750.000
Akum. Penyusutan Kendaraan 750.000
Beban Perlengkapan Kantor 100.000
Jumlah 22.260.000 22.260.000
IV. Jurnal Koreksi (Correcting Journal Entry)
Jurnal koreksi merupakan perbaikan terhadap akun-akun tertentu yang terdapat kesalahan.
Hal-hal yang menyebabkan harus melakukan jurnal koreksi adalah sebagai berikut:
1. Kesalahan ini dapat diketahui, jika jumlah kolom debit dan kredit di neraca saldo tidak sama. Dengan demikian, perlu dilakukan penelusuran untuk menemukan kesalahan dan melakukan koreksi jurnal.
2. Ketika akan menyiapkan neraca saldo, diketahui salah satu akun memiliki nilai saldo yang tidak biasa (negatif). Jika ditemukan kesalahan tersebut, maka harus dikoreksi.
Contoh:
1. Pada tanggal 21 Juni 2017 KAP Rina Yunita membeli perlengkapan kantor secara kredit sebesar Rp. 2.500.000,-.
Jurnal sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 21 Perlengkapan Kantor 2.500.000
Kas 2.500.000
Pada akhir bulan dilakukan review dan diketahui ada kesalahan dalam penjurnalan transaksi tersebut, maka perbaikan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
· Membuat jurnal balik atas jurnal yang salah
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Kas 2.500.000
Perlengkapan Kantor 2.500.000
· Membuat jurnal yang benar
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Perlengkapan Kantor 2.500.000
Hutang Usaha 2.500.000
2. Pada 27 Juni 2017 staf keuangan KAP Rina Yunita salah mendebitkan beban listrik ke beban telepon sebesar Rp. 500.000,-.
Jurnal sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 27 Beban Telepon 500.000
Kas 500.000
Pada akhir bulan dilakukan review dan diketahui ada kesalahan dalam penjurnalan transaksi tersebut, maka perbaikan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Beban Listrik 500.000
Beban Telepon 500.000
3. Pada 28 Juni 2017 staf keuangan KAP Rina Yunita salah mencatat nilai nominal untuk pembayaran hutang ke PT. Berkah, berdasarkan kuitansi nilai nominal sebesar Rp.
1.200.000,- tetapi dicatat dalam pembukuan sebesar Rp. 1.020.000,-.
Jurnal sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 28 Hutang Usaha 1.020.000
Kas 1.020.000
Pada akhir bulan dilakukan review dan diketahui ada kesalahan dalam penjurnalan transaksi tersebut, maka perbaikan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Jun 30 Hutang Usaha 180.000
Kas 180.000
Rangkuman
· Prinsip akrual adalah mencatat transaksi berdasarkan kejadian/peristiwa tanpa melihat adanya aliran kas yang masuk ataupun keluar.
· Ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries) merupakan ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang perlu dilakukan adjustment antara lain adalah: beban dibayar dimuka/beban yang ditangguhkan (prepaid expenses/
defferd expense), pendapatan diterima di muka/pendapatan yang ditangguhkan (unearned revenues/deferred revenues), pendapatan yang belum diterima/piutang pendapatan (accrued revenues), beban yang masih harus dibayar (accured expenses), beban depresiasi (depreciation expense), dan bahan habis pakai.
· Neraca saldo disesuaikan berguna untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debit dan kredit sebelum menyiapkan laporan-laporan keuangan.
· Jurnal koreksi merupakan perbaikan terhadap akun-akun tertentu yang terdapat kesalahan.
Soal Latihan
Latihan 1
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip akrual dalam akuntansi?
2. Sebutkan dan jelaskan akun-akun yang perlu adjustment!
Latihan 2
Buatlah jurnal penyesuaian untuk transaksi-transaksi di bawah ini:
1. Diketahui perlengkapan yang sudah terpakai sebesar Rp. 3.000.000,-.
2. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar Rp. 4.650.000,-.
3. Harga perolehan peralatan sebesar Rp. 12.000.000,- disusutkan sebesar 5%.
4. Pendapatan yang telah diberikan atas pendapatan yang diterima di muka sebesar Rp.
2.500.000,-.
5. Beban Gaji karyawan yang masih harus dibayar sebesar Rp. 3.250.000,-.
6. Diakui beban sewa sebesar Rp. 1.000.000,- atas sewa dibayar di muka.
7. Kendaraan disusutkan sebesar 10% di mana nilai kendaraan tersebut sebesar Rp.
250.000.000,-.
8. Diakui beban listrik dan telpon sebesar Rp. 750.000,-.
9. Bangunan kantor memiliki harga perolehan sebesar Rp. 350.000.000,- disusutkan sebesar Rp. 20% per tahun.
10. Bahan habis pakai sebesar Rp. 3.250.000,- telah digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.
Latihan 3
1. Diketahui perlengkapan kantor pada awal bulan Februari 2017 sebesar Rp. 750.000,-.
Selama bulan Februari 2017 ada transaksi pembelian perlengkapan kantor berjumlah Rp. 3.250.000,-. Pada akhir bulan Februari diketahui sisa perlengkapan kantor senilai Rp. 1.000.000,-. Buatlah ayat jurnal penyesuaian tersebut jika perusahaan akan membuat laporan keuangan bulanan untuk periode yang berakhir Februari 2017!
2. Pada 3 Maret 2017 dibayar uang sewa kantor sebesar Rp. 12.000.000,- untuk satu tahun.
Berdasarkan informasi tersebut, berapakah beban sewa yang dapat diakui? serta buat ayat jurnal penyesuaiannya jika pada tanggal 31 Desember 2017 perusahaan menutup buku dan akan membuat laporan keuangan.
3. PT. Amanah Berkah mempunyai kendaraan untuk kegiatan operasional perusahaan di mana harga perolehan kendaraan tersebut sebesar Rp. 240.000.000,- pada tanggal 3 Januari 2017 dengan umur ekonomis 10 tahun. Kendaraan tersebut akan disusutkan tiap tahun sebesar 10% dari harga perolehannya. Buatlah ayat jurnal penyesuaiannya jika pada tanggal 31 Desember 2017 perusahaan menutup buku dan akan membuat laporan keuangan.
4. Pada tanggal 2 Januari 2017 PT. Sukses Makmur membeli peralatan kantor dimana harga perolehan peralatan tersebut sebesar Rp. 6.000.000,- dengan umur ekonomis 5
tahun. Peralatan kantor tersebut akan disusutkan tiap tahun sebesar 20% dari harga perolehannya. Buatlah ayat jurnal penyesuaiannya jika pada tanggal 31 Desember 2017 perusahaan menutup buku dan akan membuat laporan keuangan.
5. Dibayar di muka beban iklan sebesar Rp. 12.000.000,- untuk periode 1 Juli 2017 – 1 Juli 2018. Berdasarkan informasi tersebut, berapakah beban iklan yang dapat diakui?
serta buat ayat jurnal penyesuaiannya jika pada tanggal 31 Desember 2017 perusahaan menutup buku dan akan membuat laporan keuangan.
Latihan 4
1. Berikut di bawah ini adalah neraca saldo PT. XYZ untuk periode yang berakhir 31 Mei 2017
Piutang Usaha 100.000
Perlengkapan Kantor 200.000
Peralatan Kantor 500.000
Mesin 7.500.000
Hutang Usaha 6.000.000
Modal Pemilik 10.500.000
Prive 300.000
Pendapatan Jasa 2.000.000
Beban Listrik 500.000
Beban Telepon 225.000
Beban Promosi 400.000
Beban Kebersihan 75.000
18.500.000 18.500.000
Informasi yang tersedia pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar Rp. 3.200.000 2. Beban gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp. 400.000
3. Penyusutan Peralatan ditetapkan sebesar 1%
4. Penyusutan Mesin ditetapkan sebesar 5%
5. Perlengkapan yang tersisa sebesar Rp. 60.000
Diminta: buatlah ayat jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut!
2. Berikut di bawah ini adalah neraca saldo PT. Rahayu untuk periode yang berakhir 30
Perlengkapan Kantor 100.000
Peralatan Kantor 250.000
Kendaraan 3.750.000
Hutang Bank 3.000.000
Modal Ayu 5.250.000
Prive 150.000
Pendapatan Jasa 1.000.000
Beban Gaji 250.000
Beban Sewa 112.500
Beban BBM 200.000
Beban Bunga 37.500
9.250.000 9.250.000
Informasi yang tersedia pada tanggal 30 November 2017 adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar Rp. 2.500.000 2. Beban gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp. 500.000 3. Penyusutan Peralatan ditetapkan sebesar 2%
4. Penyusutan Peralatan ditetapkan sebesar 10%
5. Perlengkapan yang tersisa sebesar Rp. 100.000
Diminta: buatlah ayat jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut!
Latihan 5
1. Pada tanggal 25 Juni 2017 staf keuangan PT. Adzkia Fashion salah mendebitkan beban telepon ke beban listrik sebesar Rp. 650.000,-. Buatlah jurnal untuk memperbaiki kesalahan tersebut!
2. PT. Kurnia menerima pembayaran piutang dari pelanggan sebesar Rp. 2.000.000,- tetapi di pembukuan dicatat sebesar Rp. 200.000,- oleh staf keuangan. Buatlah jurnal untuk memperbaiki kesalahan tersebut!
3. PT. TAS Batik membeli perlengkapan kantor secara tunai tetapi salah di-posting ke hutang usaha oleh staf keuangan sebesar Rp. 1.350.000,-. Buatlah jurnal untuk memperbaiki kesalahan tersebut!
4. Sewa yang dibayarkan untuk tahun berjalan sebesar Rp. 24.000.000,- dicatat sebagai debit pada Beban Sewa dan kredit pada Sewa Dibayar di Muka. Buatlah jurnal untuk memperbaiki kesalahan tersebut!
5. Dimas sebagai pemilik perusahaan menarik uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,- untuk kepentingan pribadi tetapi dicatat sebagai debit pada Beban Gaji dan kredit pada kas.
Buatlah jurnal untuk memperbaiki kesalahan tersebut!
Latihan 6
Temukan kesalahan dalam neraca saldo berikut ini. Semua akun memiliki saldo normal.
Afira Konsultan Neraca Saldo
30 Juni 2017
Nama Perkiraan Debit Kredit
Kas 43.500.000
Piutang Usaha 500.000
Perlengkapan Kantor 1.000.000
Peralatan Kantor 2.500.000
Kendaraan 37.500.000
Hutang Bank 30.000.000
Modal Afira 52.500.000
Prive 1.500.000
Pendapatan Jasa 10.000.000
Beban Gaji 2.500.000
Beban Sewa 1.125.000
Beban BBM 2.000.000
Beban Bunga 375.000
90.000.000 90.000.000
Neraca Lajur dan Laporan Keuangan
I. Kertas Kerja/Neraca Lajur (Work Sheet)
Kertas kerja/neraca lajur (work sheet) merupakan suatu lembaran kertas berlajur atau berkolom yang digunakan dalam kegiatan akuntansi secara manual. Kegunaan dari pembuatan neraca lajur ini adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Selain itu, neraca lajur juga meningkatkan akurasi penyusunan laporan keuangan, terutama dalam penyusunan secara manual, maka pembuatan neraca saldo, ayat jurnal penyesuaian, neraca saldo disesuaikan hingga pemilahan menjadi laporan posisi keuangan (neraca), laporan perubahan saldo laba, dan laporan laba rugi dapat dilakukan di dalam satu lembar dokumen.
Berikut di bawah ini bentuk dari kertas kerja/neraca lajur (work sheet):
Bab 6
KAP Rina Yunita Neraca Lajur Per 30 Juni 2017 Nama PerkiraanNeraca Saldo Jurnal PenyesuaianNeraca Saldo DisesuaikanLaporan Laba RugiLaporan Posisi Keuangan DebitKredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Kas 8.700.000 8.700.0008.700.000 Piutang Usaha100.000 2.500.000 2.600.0002.600.000 Perlengkapan Kantor 200.000 100.000100.000 100.000 Peralatan Kantor 500.000 500.000 500.000 Kendaraan 7.500.000 7.500.000 7.500.000 Hutang Bank 6.000.000 6.000.000 6.000.000 Modal Rina Yunita 10.500.000 10.500.000 10.500.000 Prive 300.000 300.000300.000 Pendapatan Jasa2.000.000 2.500.000 4.500.0004.500.000 Beban Gaji 500.000 500.000500.000 1.000.000 Beban Sewa 225.000 225.000 225.000 Beban BBM 400.000 400.000 400.000 Beban Bunga 75.000 75.000 75.000 Hutang Gaji 500.000500.000500.000 Beban Penyusutan Peralatan Kantor10.00010.00010.000 Akum. Penyusutan Peralatan Kantor10.00010.00010.00010.000 Beban Penyusutan Kendaraan 750.000750.000750.000 Akum. Penyusutan Kendaraan 750.000750.000750.000 Beban Perlengkapan Kantor 100.000100.000100.000 18.500.000 18.500.000 3.860.000 3.860.000 22.260.000 22.260.000 2.560.000 4.500.000 19.700.000 17.760.000 Laba 1.940.0001.940.000 4.500.000 4.500.000 19.700.000 19.700.000
II. Laporan Keuangan
Setelah menyelesaikan kertas kerja/neraca lajur (work sheet) maka dapat menyajikan laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang dapat disajikan adalah laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan posisi keuangan.
1. Laporan laba rugi adalah akumulasi aktivitas yang berkaitan dengan pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu. Laporan ini terdiri dari pendapatan dan beban-beban yang terjadi pada periode akuntansi tersebut. Berikut di bawah ini adalah bentuk laporan laba rugi.
KAP Rina Yunita Laporan Laba Rugi
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2017
Pendapatan Jasa 4.500.000
Pendapatan Jasa 4.500.000