• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA NAHUM SITUMORANG Vita Riahni Saragih

Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar [email protected]

ABSTRAK

Bahasa memiliki fungsi yang sangat penting dalam karya sastra. Bahasa merupakan alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa lambang bunyi.

Bahasa tersebut dapat dijumpai dimana-mana yang menggunakan simbol-simbol baik lisan maupun tulisan. Penelitian ini bermaksud untuk menemukan dan menganalisis konteks pada lagu batak toba “Dijou Ahu Mulak” karya Nahum Situmorang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini meliputi penggunaan konteks yang terdiri dari partisipan, topik, usia, jenis kelamin, latar, saluran bahasa, dan sarana komunikasi.

Kata kunci: Analisis, Konteks, Dijou ahu mulak

PENDAHULUAN

Bahasa memiliki fungsi yang sangat penting dalam karya sastra. Abdul Chaer (1998:2) menyatakan, “Bahasa merupakan alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat.” Dengan adanya bahasa memungkinkan manusia untuk dapat memikirkan sesuatu. Bahasa juga merupakan alat untuk berpikir secara rasional dan belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Ritonga,dkk. (2009:1) menyatakan, “bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa lambang bunyi.” Bahasa ialah sebuah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan berkomunikasi. Menurut Kurniawan dalam Darma (2014:1) bahwa, “Komunikasi melalui bahasa ini memungkinkan setiap orang menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik maupun lingkungan sosialnya. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan berita, pikiran, pengalaman, gagasan pendapat, perasaan, keinginan dan lain-lain.”

Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa bahasa merupakan suatu alat untuk mengkomunikasikan sesuatu yang dipikirkan dari setiap orang. Melalui bahasa seseorang mampu mengekspresikan perasaannya, sehingga orang lain dapat memahami

48 dengan mudah perasaan tersebut. Dengan bahasa itulah, seseorang dapat menyatakan kegembiraan, kesedihan, harapan dan perasaan lainnya, baik yang disampaikan dalam konteks.

Sementara itu Kridalaksana dalam Darma (2014:4) menyatakan, “Konteks merupakan ciri-ciri alam di luar bahasa yang menumbuhkan makna pada ujaran atau wacana (lingkungan nonlinguitik dari wacana). Konteks adalah benda atau hal yang berada bersama teks dan menjadi lingkungan atau situasi penggunaan bahasa.” Dardjowidjoyo dalam Hasibuan (2013:19) menyatakan, “Dalam analisis wacana, konteks terdiri atas konteks linguistik dan ekstralinguistik konteks linguistik berupa unsur bahasa di dalam ujaran.”

Dalam http://wikipedia.org/wiki/lagu mengemukakan bahwa, “Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan gubahan musik yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama).”

Lagu merupakan salah satu bentuk karya sastra karena pada dasarnya lagu adalah sebuah puisi yang dinyanyikan. Lagu merupakan salah satu dari bagian wacana tulis. Lagu dikatakan sebagai wacana karena dibangun oleh kesatuan bahasa dari bagian awal dan akhir yang memiliki kesatuan makna. Lagu dibuat oleh pengarang dengan tujuan untuk menyampaikan pesan kepada para pendengarnya. Lagu sebagai media yang universal dan efektif, dapat menuangkan gagasan, pesan dan ekspresi pengarang kepada pendengar melalui lirik, nada, dan bagaimana cara lagu itu dibawakan.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul Analisis konteks lagu batak toba “Dijou Ahu Mulak” Karya Nahum Situmorang.

METODE PENELITIAN

Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2017:2).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan kata lain, metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan objek yang diteliti dengan menggunakan objek penelitian tersebut. Menurut Best dalam Sukardi (2003:157) bahwa, “Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.” Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Metode ini

49 disertai dengan kegiatan analisis agar diperoleh pembahasan yang lebih mendalam tentang konteks wacana dalam lagu batak toba “Dijou Ahu Mulak” Karya Nahum Situmorang.

Langkah-langkah analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Peneliti membaca dan menyanyikan lagu “Dijou Ahu Mulak” Karya Nahum Situmorang secara seksama.

2. Mengumpulkan data-data penggunaan konteks dalam lagu “Dijou Ahu Mulak” Karya Nahum Situmorang.

3. Menganalisis data-data yang telah dikumpulkan terkait dengan penggunaan konteks dalam lagu “Dijou Ahu Mulak” Karya Nahum Situmorang.

4. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif merupakan suatu cara untuk memahami suatu objek, yang disertai dengan kegiatan mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan hasil analisis tersebut yang bertujuan untuk mengungkapkan proses pengorganisasian dan pengumpulan data sehingga dapat ditemukan kesimpulan yang dilengkapi dengan data-data pendukung.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Analisis Konteks lagu “Dijou Ahu Mulak” Karya Nahum Situmorang 1. Partisipan

Partisipan adalah orang yang berpartisipasi dalam peristiwa itu. Semua pelaku yang berpartisipasi pada peristiwa itu disebut partisipan.

1. Sian na dao hubege do sada ende

2. Tarsongon na mangandung-andung inang 3. Mangandungi au parjalangi

4. Borngin nai tangis tarlungun-lungun inang

5. Dijou au mulak inang 6. Tu rura silindung

50 7. Disi do paimahon inang

8. Da na lambok malilung

9. Mansai hansit jala ngotngot mansai porsuk 10. Jala dangol do andungi begeon inang 11. Dirusuki dibolai ate-ate

12. Dibagasan hilalaon amang da inang

13. Na lao au mulak inang 14. Tu rura silindung 15. Asa gira huida inang 16. Na lambok malilung

17. Hundul au inang pual-pualon 18. Jong-jong au inang naso sombopon 19. Mata da inang sora tarpodom 20. Binaen ni sidangolon da inang

21. Di baheni aut marhabong-habong au 22. Tarsongon lali habang au da inang 23. Tongkin on dope au laho habang 24. Manalpuik angka dolok rura inang

25. Nalao au habang inang

51 26. Tu rura silindung

27. Asa gira huida inang 28. Da na lambok malilung

Partisipan yang terdapat di dalam lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang adalah Au (Saya), Inang (Ibu), Amang (Ayah).

29. Topik

Topik yaitu pembicaraan yang ada di dalam teks.

1. Dijou au mulak inang 2. Tu rura silindung 3. Disi do paimahon inang 4. Da na lambok malilung

Topik yang terdapat dalam lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang yaitu tentang seorang Ibu yang menyuruh anaknya di perantauan agar pulang ke kampung halaman.

5. Usia

Usia sangat berperan penting untuk diketahui dalam sebuah konteks agar partisipan mudah memahami sebuah tuturan. Dalam lirik lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang tidak ditemukan adanya usia.

6. Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan penanda antara laki-laki dan perempuan.

1. Dibagasan hilalaon amang da inang

Analisis jenis kelamin yang terdapat dalam lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang yaitu Amang (laki-laki) dan Inang (perempuan).

2. Latar

Latar (setting) adalah konteks kewacanaan yang berupa tempat, waktu, peristiwa, suasana.

Konteks tersebut sangat berpengaruh dalam penggunaan satuan unsur wacana. Sebuah

52 peristiwa berpengaruh dalam penggunaan tuturan dalam wacana. Demikian juga kapan suatu tuturan itu berlangsung (pagi, siang, malam), dan bagaimana suasananya (santai, resmi, tegang).

1. Borngin nai tangis tarlungun-lungun inang

Dalam lirik lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang terdapat latar waktu yaitu Borngin yang artinya malam hari.

2. Mansai hansit jala ngotngot mansai porsuk 3. Jala dangol do andungi begeon inang 4. Dirusuki dibolai ate-ate

5. Dibagasan hilalaon amang da inang 1. Hundul au inang pual-pualon 2. Jong-jong au inang naso sombopon 3. Mata da inang sora tarpodom 4. Binaen ni sidangolon da inang

Dalam lirik lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang terdapat latar suasana yaitu (hansit dan porsuk) yang artinya suasana sakit dan menderita. (Dangol) sedih yang dialami anak diperantauan yang merindukan ibunya. Perasaan ingin segera berjumpa sampai merasuk ke dalam hati (dirusuki dibolai ate-ate). Perasaan terdalam anak kepada Ibu (dibagasan hilalaon).

Perasaan tidak tenang dan kacau, mata tidak bisa terpejam (pual-pualon, naso sombopon, sora tarpodom) karena penderitaan (sidangolon).

5. Saluran Bahasa

Saluran bahasa sangat penting di dalam menginterpretasi makna ujaran. Saluran yang dimaksud dapat secara lisan dan tulisan. Saluran bahasa dalam lirik lagu Dijou Ahu Mulak karya Nahum Situmorang yaitu saluran bahasa lisan berupa lagu.

53 6. Sarana Komunikasi

Sarana komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk mengungkapkan bahasa. Alat yang digunakan dalam menyampaikan bahasa adalah dengan cara bernyanyi berbentuk video dan audio.