BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. PEMBAHASAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran pendidikan nilai karakter kedisiplinan dilaksanakan dalam proses pembelajaran di kelas melalui muatan pelajaran PPKn dan mengetahui hasil atau dampak yang dirasakan oleh peserta didik terhadap penerapan pendidikan nilai karakter kedisiplinan dalam muatan PPKn. Dalam proses pembelajaran guru harus menerapkan karakter kedisiplinan kepada peserta didik. Dalam perencanaan pembelajaran, guru harus menerapkan pendidikan karakter bagi siswa. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan program yang fokus tujuan utama presiden dalam kebijakannya di dunia pendidikan. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi) dan olah raga (kinestetik) dengan pelibatan, dukungan publik dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat.
Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner diketahui bahwa Kepala Sekolah dan Guru sudah mendapatkan sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter.
Sosialisasi PPK bertujuan untuk mendapatkan arahan peningkatan pemahaman kompetensi dalam penerapan pendidikan karakter peserta didik, mengembangkan karakter peserta didik melalui pengelolaan kelas, menerapkan karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran di kelas.
Sebagai seorang pengajar, guru memfasilitasi dalam pembelajaran sehingga siswa memiliki karakter yang baik khususnya disiplin. Dengan memberikan pelayanan yang baik, siswa akan merasa nyaman tanpa merasa bosan dalam proses pembelajaran di kelas. Guru tidak hanya mengajar saja, tetapi harus
88 mampu mendidik anak agar memiliki karakter disiplin yang baik. Contohnya guru memberikan penguatan-penguatan positif terkait karakter kedisiplinan, bahwa dengan disiplin dapat dilihat dari perubahan sikap siswa apakah siswa memiliki sikap yang baik, menunjukkan saling menghormati, menciptakan suasana yang kondusif di kelas, rambut rapi sesuai dengan ketentuan sekolah, menyelesaikan tugas yang diberikan guru, menggunakan seragam sekolah sesuai dengan ketentuan, dan tertib selama proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas.
Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan bahwa karakter kedisiplinan memuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
1) Perencanaan Pendidikan Karakter Kedisiplinan melalui muatan PPKn Kelas IV SD Negeri Deresan.
Pada perencanaan pembelajaran, karakter kedisiplinan termuat di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdapat kompetensi apa yang dimiliki oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus di pelajari, bagaimana mempelajari dan bagaimana guru mengetahui peserta didik telah menguasai kompetensi tersebut.
Komponen RPP terdiri atas: (1) identitas mata pelajaran yang meliputi satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran atau tema pelajaran, alokasi waktu;
(2) kompetensi inti; (3) kompetensi dasar; (4) indikator pencapaian kompetensi;
(5) tujuan pembelajaran; (6) materi ajar; (7) langkah-langkah kegiatan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup (8) lembar kerja peserta didik; (9) penilaian hasil belajar (10) refleksi. Sekolah harus mempunyai perencanaan yang disiapkan untuk pendidik yaitu guru. Kepala sekolah harus mengatur orientasi guru dalam pendidikan karakter untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman terkait karakter bagaimana yang diajarkan di dalam kelas.
Kemudian dalam pengembangan guru harus mempunyai suatu rancangan unit pengajaran yang terintegrasi untuk pendidikan karakter yang sesuai dengan kurikulum untuk mengintegrasikan pendidikan karakter melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
89 pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu (Permendikbud No. 17 Tahun 2017).
Berdasarkan hasil penelitian, RPP yang digunakan guru kelas IVA dan IVB terkait materi hak dan kewajiban dimasyarakat bahwa dalam pembentukan karakter kedisiplinan berdasarkan kegiatan awal sebelum dilaksanakannya pembelajaran yaitu siswa baris di depan kelas, kemudian guru mengecek seragam sekolah apakah sudah ketentuan, rambut, kuku apakah sudah di potong sebagai penanaman sikap disiplin pada siswa. Kemudian di awali dengan berdoa. Setelah itu guru mengecek kehadiran peserta didik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak diajarkan. Menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa.
Kompetensi inti artinya siswa dituntut untuk menunjukkan perilaku kedisiplinan pada proses pembelajaran salah satunya menunjukkan disiplin pada proses pembelajaran sehingga tercipta suasana kondusif pada pembelajaran. Pada kegiatan inti di lampiran tidak ada lembar kerja peserta didik karena guru kelas IVA menggunakan buku paket dan LKPD Kelas IV yang berisikan pada kegiatan inti siswa membaca teks menghemat kertas yang ada pada buku siswa. Setelah itu siswa menuliskan manfaat kertas, siswa menuliskan pada tabel yang sudah di siapkan. Setiap siswa memegang jawabannya. Siswa menyampaikan jawabannya teman pasangannya. Siswa menambahkan jawaban dari temannya ke tabel jika sudah benar. Siswa bertukar pasangan sebanyak dua kali. Guru menanyakan kepada siswa apa yang terjadi jika tidak ada kertas? Kemudian guru menyampaikan pentingnya kertas dalam kehidupan sehari hari. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Di dalam kelompok berdiskusi terkait penggunaan kertas pada gambar yang ada di buku.
Jika setuju? Jika tidak? Berikan alasannya. Setelah itu, siswa mempresentasikan di depan kelas. Guru memberikan penguatan bahwa kertas di buat dari pohon dan memberikan dampak penggunaan kertas. Siswa mempresentasikan kepada kelompok lain. Kelompok lain bisa memberikan pendapat. Guru memberikan penguatan bahwa menghemat kertas kita dapat melaksanakan hak dan kewajiban.
Bahwa dengan menghemat kertas merupakan kewajiban, kita sebagai warga masyarakat menghemat penggunaan energi. Dengan menggunakan kertas sesuai
90 dengan kebutuhan kewajiban kita untuk melestarikan sumber daya alam yang sudah dilaksanakan, selain itu kita juga memperoleh hak yaitu menggunakan kertas tersebut.
Pada kegiatan penutup guru membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar selama sehari. Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab terkait materi yang telah dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti. Melakukan penilaian hasil belajar. Mengajak siswa untuk berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
Berdasarkan RPP yang telah direncanakan oleh guru kelas IVA tidak menuliskan indikator, kompetensi dasar, model, dan metode, media Pembelajaran yang digunakan. Namun berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan guru kelas IVA dijelaskan bahwa guru sudah menggunakan model dan metode saat proses pembelajaran di kelas. Selanjutnya, dokumentasi RPP + perangkat pembelajaran untuk guru kelas IV tidak mencantumkan Kompetensi Dasar.
2) Pelaksanaan Pendidikan Karakter Kedisiplinan melalui muatan PPKn Kelas IV SD Negeri Deresan Yogyakarta
Pada pelaksanaan pembelajaran, terdiri dari keteladanan dan proses pembelajaran. Keteladanan merupakan perilaku dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga dapat dijadikan panutan oleh peserta didik. Keteladanan yang diberikan kepala sekolah dan guru yaitu datang dan meninggalkan sekolah sesuai dengan ketentuan. Sekolah memberlakukan peraturan untuk guru dalam kedisiplinan waktu. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan kepala sekolah saat peneliti melakukan wawancara tentang keteladanan guru. Guru juga memberikan keteladanan kepada siswa, misalnya selalu berpakaian sesuai dengan ketentuan, tertib selama proses pembelajaran, menyelesaikan tugas yang diberikan, dan tidak bermain gadget selama pembelajaran. Dengan adanya keteladanan yang diberikan oleh guru kepada siswa maka akan terbentuk suatu karakter yaitu kedisiplinan. Peran utama untuk menanamkan kedisiplinan melalui teladan/ contoh dari Bapak/ Ibu guru SD
91 Negeri Deresan. Selain itu, kebijakan yang dibuat oleh sekolah terkait pendidikan karakter kedisiplinan di dalam visi misi di SD Negeri Deresan yaitu terwujudnya budaya disiplin, etika dan tata karma kemudian untuk misinya meningkatkan kedisiplinan dan mengembangkan nilai etika dan tata karma bagi seluruh warga sekolah. Selain itu yang didapatkan oleh peneliti kurikulum sudah mengaitkan karakter kedisiplinan bahwa dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan dan pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana dan prasarana, pembiayaan dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Selanjutnya, di SD Negeri Deresan juga memiliki kebiasaan yaitu di awal menyanyikan lagu Indonesia Raya dan di akhir pembelajaran menyanyikan lagu Wajib Nasional dan Daerah. Melalui kebiasaan yang dilakukan dengan menyanyikan lagu nasional diharapkan siswa mempunyai rasa cinta yang tinggi terhadap tanah air, sebagai bangsa Indonesia harus mempunyai jiwa nasionalis di dalam dirinya.
Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan dapat diterapkan melalui aktivitas sekolah sehari hari yang mencerminkan pembentukan karakter pada siswa melalui keteladanan yang diberikan oleh Kepala Sekolah terkait implementasi pendidikan nilai karakter kedisiplinan yaitu datang dan pulang tepat waktu, menggunakan seragam sesuai dengan ketentuan, serta memberikan keteladanan yang baik dalam kegiatan lain yang dilaksanakan oleh siswa.
Kemudian melalui proses pembelajaran, terdapat kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pengintegrasian nilai-nilai utama PPK dalam basis kelas juga dapat dilakukan melalui manajemen kelas. manajemen kelas dapat dilakukan untuk mengimplementasikan nilai-nilai utama PPK misalnya mengatur tempat duduk, adanya peraturan kelas, jadwal piket kelas, dll. Guru kelas IVA dalam proses pembelajaran pada kegiatan awal sudah memuat orientasi, motivasi dan apersepsi. Dalam kegiatan literasi bahwa guru memberikan teks bacaan atau melalui video guru kelas IV memberikan film anak-anak tentang bagaimana
92 seorang pemulung dia harus bekerja keras tetapi disisi lain harus disiplin belajar, membagi waktunya harus memilah sisa-sisa sampah dan harus belajar mengerjakan PR dan ini pentingnya membentuk karakter peserta didik dengan memberikan contoh konkret”. Pada kegiatan apersepsi guru menjelaskan bahwa
“dimulai dengan presensi, kedisiplinan dalam berpakaian, persiapan menerima pelajaran. Selain itu, guru menanyakan apakah peserta didik hari ini sudah membuang sampah pada tempatnya? Mengapa peserta didik harus membuang sampah pada tempatnya? Mengapa kita sebagai warga masyarakat harus menaati peraturan? Ya dengan membuang sampah pada tempatnya kita dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan adanya peraturan di lingkungan masyarakat maka kita akan tercipta suasana aman dan damai. Maka dari itu, kita akan belajar tentang hak dan kewajiban di masyarakat. Kemudian guru mengaitkan hak dan kewajiban yang ada di sekolah, dengan bertanya kepada peserta didik apakah anak-anak hari ini datang ke sekolah tepat waktu? Apakah seragam sekolah yang digunakan sudah sesuai dengan jadwal?” Motivasi yang diberikan ke siswa terkait kedisiplinan dalam proses pembelajaran yaitu “dari dalam diri siswa, pentingnya disiplin yang akan membentuk karakter siswa. Selain itu, guru juga mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu Nasionalisme yaitu Satu Nusa Satu Bangsa” dengan menyanyikan lagu nasional diharapkan siswa mempunyai rasa cinta yang tinggi terhadap tanah air, sebagai bangsa Indonesia harus mempunyai jiwa nasionalis didalam dirinya. Kemudian juga terpenting dapat menumbuhkan kedisiplinan siswa dengan aturan yang telah dibuat. Selanjutnya, orientasi yang di berikan peserta didik dalam proses pembelajaran “penguasaan ruangan, tempat, diberikan wawasan ke depan agar menjadi anak yang hebat. Kemudian orientasi pada sikap kedisiplinan guru mengecek buku pelajaran yang dibawa peserta didik apakah sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, kemudian guru memberikan pertanyaan terkait sikap kedisiplinan contohnya membuat kontrak belajar atau aturan tertulis dan tidak tertulis dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuannya supaya peserta didik dapat mengetahui pentingnya karakter kedisiplinan di sekolah dalam proses pembelajaran”.
93 Kemudian pendekatan dan metode yang digunakan oleh guru kelas IV yaitu pendekatan saintifik dengan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan sesuai dengan kurikulum 2013 yang sudah diterapkan di SD Negeri Deresan dan metode yang digunakan ceramah dan diskusi. Dengan menggunakan metode dan pendekatan tersebut peserta didik memberikan respons yang positif dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan metode diskusi ini peserta didik dapat terlibat secara aktif bersama teman-teman kelompok, saling bertukar pikiran dan informasi, memberikan usulan atau saran yang baik serta dapat memecahkan masalah dalam kelompok. Selain itu juga dengan menggunakan metode diskusi, nilai pembentukan karakter yang dilatih dalam peserta didik terutama kemampuan berpikir kritis. Pengintegrasian nilai-nilai utama PPK dalam basis kelas juga dapat dilakukan melalui model pembelajaran yang tepat. Model/ metode pembelajaran yang dipilih harus dapat membantu guru dalam memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan peserta didik (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 29). Selain itu, guru juga menggunakan model Cooperative Learning yaitu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian masing-masing kelompok menyebutkan hak dan kewajiban yang ada di sekolah, di rumah dan di masyarakat. Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan model pembelajaran yang mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda (Sjoimin, 2017: 45).
Pada kegiatan inti saat proses pembelajaran di kelas yaitu kegiatan inti adalah kegiatan untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Pada bagian ini menjelaskan isi materi dan pengaplikasian metode yang digunakan oleh guru. Dalam menjelaskan isi materi guru menggunakan metode pembelajaran. Memasuki kegiatan inti, guru memulai dengan melibatkan peserta didik dalam mencari informasi dan pengetahuan dengan meminta anak untuk membaca dan mengamati bacaan tentang menghemat kertas dan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari.
Kemudian siswa menuliskan manfaat dari kertas. Dilakukan secara berkelompok dengan mencari pasangan yang sesuai. Kemudian guru menanyakan apa yang terjadi bila tidak ada kertas? Kemudian guru menjelaskan pentingnya kertas dalam
94 kehidupan sehari-hari. Kemudian guru menanyakan apa pentingnya peraturan yang ada dimasyarakat? Dengan adanya peraturan yang berlaku dimasyarakat maka suasana akan damai dan tentram. Kemudian guru menanyakan kalau pentingnya peraturan di sekolah? Dengan adanya peraturan di sekolah maka menanamkan karakter kedisiplinan di kelas. Karena dengan adanya peraturan maka siswa akan tertib di kelas. Dengan adanya peraturan maka kita memiliki tujuan yang hendak dicapai. Peraturan di sekolah, di masyarakat dan di rumah.
Contoh kewajiban kita di masyarakat membuang sampah pada tempatnya maka hak kita di masyarakat hak mendapatkan lingkungan yang bersih. Sama halnya dengan kewajiban menaati rajin datang ke sekolah maka hak kita di sekolah mendapat pelajaran. Selain itu kewajiban di rumah menghormati anggota keluarga, maka hak di rumah mendapatkan perhatian dari orang tua. Kemudian peserta didik diberikan tugas untuk mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik yang telah diberikan oleh guru terkait hak dan kewajiban yang mendukung karakter kedisiplinan siswa di sekolah. Lembar Kerja Peserta Didik tersebut berupa gambar pengelompokkan hak dan kewajiban di sekolah, di rumah dan di masyarakat kemudian siswa menjelaskan dari gambar tersebut tersebut hak atau kewajiban secara berkelompok. Setelah itu, siswa mempresentasikan hasil diskusi tentang hak dan kewajiban. Pada materi hak dan kewajiban terkait pembentukan karakter kedisiplinan pada proses pembelajaran, bagaimana siswa menunjukkan kedisiplinan saat menjelaskan dari masing masing kelompok supaya tercipta suasana yang tenang saat proses pembelajaran, menunjukkan kedisiplinan dalam menyampaikan pendapat sesuai aturan yang sudah ditentukan, kedisiplinan berperilaku saat presentasi. Agar diskusi berjalan dengan lancar, maka peserta didik diajarkan untuk disiplin saat presentasi berlangsung dengan memperhatikan siswa yang sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Guna untuk menciptakan suasana tenang saat proses pembelajaran berlangsung.
Selanjutnya, kegiatan penutup dalam proses pembelajaran guru melakukan refleksi dengan refleksi diri apa yang telah dilakukan oleh peserta didik, kemudian guru memberikan tindak lanjut terkait sikap kedisiplinan dengan mencatat menggunakan buku penghubung terkait sikap yang dilakukan pada pembelajaran
95 hari ini. Kemudian orang tua mengecek buku penghubung tersebut untuk meningkatkan perkembangan peserta didik terkait karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan penutup guru merangkum materi yang telah diajarkan, beri kesempatan peserta didik untuk bertanya, diberikan refleksi diri terkait materi yang diajarkan apakah sudah jelas atau belum, kemudian diberikan pesan anak anak mempelajari kembali, mengerjakan tugas bahwa hari ini belajar tentang hak dan kewajiban di masyarakat, di sekolah dan dirumah.
Dengan memberikan tugas merupakan bentuk sikap disiplin yang dibiasakan guru kepada siswa sehingga tertanam dalam dirinya sikap disiplin. Dengan adanya hak dan kewajiban di masyarakat, di sekolah maupun di rumah maka kita akan mengetahui pentingnya karakter kedisiplinan bila di terapkan di sekolah maka akan suasana belajar menjadi nyaman. Begitu pula di masyarakat dengan adanya peraturan maka akan menjadi aman dan tentram. Di rumah tetap disiplin belajar, beribadah, membantu orang tua sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
Mencatat perkembangan sikap karakter peserta didik dengan mempunyai buku catatan sendiri dengan mencatat perkembangan fisik, mentalnya, sikapnya.
Contoh melaksanakan piket sesuai jadwal, buku penghubung mencatat perkembangan peserta didik hari ini kemudian orang tua mengecek buku tersebut supaya orang tua mengetahui sikap yang di lakukan oleh peserta didik, kemudian guru meminta peserta didik untuk membuat jadwal kegiatan di sekolah dan di rumah. Pengelolaan kelas dengan management kelas harus dikelola dengan baik harus kondusif apakah peserta didik sudah siap menerima pembelajaran, tempat duduk peserta didik yang teratur. Disiplin memerlukan waktu dengan mengecek perkembangan peserta didik supaya terjadi perubahan sikap menjadi lebih baik.
Proses pembelajaran di kelas IVB, pada kegiatan awal pembelajaran di awali dengan berdoa sikap doa yang baik. Setelah itu, guru melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa, selanjutnya dilakukan dengan apersepsi.
Apersepsi disampaikan kepada siswa secara kontekstual dengan tujuan agar lebih mengena karena hal-hal yang dilakukan siswa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Apersepsi dengan menayangkan video tentang hak dan kewajiban yang ada di masyarakat, di sekolah dan di rumah kemudian dikaitkan dalam kehidupan
96 sehari hari. Misalnya, apakah anak-anak sudah memakai seragam sekolah sesuai ketentuan sekolah. Di mulai dari hal-hal sederhana, dengan menyampaikan dan menanyakan kepada siswa sejauh mana mereka menaati tata tertib atau aturan yang ada di masyarakat dengan menjaga kebersihan di lingkungan. Kemudian guru menanyakan sejauh mana mereka menaati tata tertib atau aturan yang ada di kelas, misalnya dalam hal piket kelas, mengerjakan pr, dan cara peserta didik membuang sampah. Dengan adanya mentaati tata tertib maka dapat disimpulkan bahwa materi yang akan diajarkan hak dan kewajiban. Hak yaitu sesuatu yang dapat kita terima. Kewajiban merupakan sesuatu yang harus kita laksanakan yaitu dengan membuang sampah di tempatnya, melaksanakan tugas piket dll. Motivasi yang diberikan ke siswa terkait kedisiplinan dalam proses pembelajaran yaitu
“dari dalam diri siswa, pentingnya disiplin yang akan membentuk karakter siswa.
Selain itu, guru juga mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu Nasionalisme yaitu Satu Nusa Satu Bangsa” dengan menyanyikan lagu nasional diharapkan siswa mempunyai rasa cinta yang tinggi terhadap tanah air, sebagai bangsa Indonesia harus mempunyai jiwa nasionalis didalam dirinya. Kemudian juga terpenting dapat menumbuhkan kedisiplinan siswa dengan aturan yang telah dibuat. Selanjutnya, orientasi yang di berikan bagaimana siswa berproses pembelajaran yaitu dengan membuat kontrak belajar terlebih dahulu di awal supaya pembelajaran akan terstruktur dan siswa mengetahui pentingnya karakter kedisiplinan diterapkan di kelas. Semua siswa boleh berpendapat dan memberikan masukan yang sekiranya bisa disepakati untuk dijalani dalam proses pembelajaran di kelas. termasuk yang terpenting sikap disiplin, kita semua warga kelas, mempunyai hak yang sama sebagai “penghuni” di kelas 4. Jadi, ketika pembelajaran dimulai, semua harus sadar bahwa dalam proses ptersebut ada waktunya mendengar dan ada waktunya untuk berbicara. Dan guru berperan sebagai pembimbing/ fasilitator di kelas”.
Kemudian pendekatan dan metode yang digunakan oleh guru kelas IV yaitu pendekatan saintifik dengan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan sesuai dengan kurikulum 2013 yang sudah diterapkan di SD Negeri Deresan dan metode yang digunakan ceramah dan diskusi. Dengan
97 menggunakan metode dan pendekatan tersebut peserta didik memberikan respons yang positif dalam proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang digunakan yaitu cooperative learning, siswa dibentuk kelompok dan di dalam kelompok tersebut mereka menyebutkan masing-masing hak dan kewajiban yang ada di sekolah, di rumah, dan di masyarakat”.
Pada kegiatan inti dalam proses pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran penerapannya secara umum, dengan memberikan contoh, dimulai dengan pengkondisian kelas mengatur tempat duduk. Kemudian guru mengecek seragam, buku apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang diberikan di sekolah.
Media yang digunakan yaitu video tentang karakter kedisiplinan kemudian guru meminta peserta didik memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah dan memahami seberapa pentingnya kedisiplinan itu diterapkan kepada peserta didik.
Kegiatan inti adalah kegiatan untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Pada bagian ini menjelaskan isi materi dan pengaplikasian metode yang digunakan oleh guru.
Kegiatan inti adalah kegiatan untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Pada bagian ini menjelaskan isi materi dan pengaplikasian metode yang digunakan oleh guru.