• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

2. Kuesioner

sedangkan pertanyaan terbuka berupa uraian. Peneliti memberikan kuesioner kepada guru kelas IV SD Negeri Deresan

50 Tabel 3.1 Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Data

NO

Ragam Implementasi Pendidikan Nilai dan Karakter Kedisip3linan melalui Muatan PPKn

Teknik Pengumpulan Data Sumber Data

1 Wawancara Semi Terstruktur Guru kelas IVA dan Guru Kelas IVB

3 Kuesioner/ Angket Pelaksanaan dan perencanaan proses pembelajaran melalui RPP + perangkat pembelajaran Guru Kelas IV SD Negeri Deresan.

Berdasarkan tabel di atas, peneliti akan memperoleh data mengenai implementasi karakter disiplin melalui muatan PPKn. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa metode wawancara yang digunakan peneliti adalah metode wawancara semi terstruktur kepada guru kelas IV dan Kepala Sekolah SD Negeri Deresan. Dokumentasi yang diperlukan dalam melakukan penelitian berupa RPP, lembar hasil kuesioner guru kelas IV, dan sertifikat sosialisasi PPK. Peneliti juga memberikan kuesioner/ angket untuk diisi sebagai respon dari guru kelas IV dalam merencanakan dan melaksanakan sikap kedisiplinan melalui RPP dalam proses pembelajaran di kelas.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dapat dipermudah olehnya (Arikunto, 2015: 134). Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Indikator-indikator yang menjadi acuan observasi dan wawancara tersebut disusun berdasarkan kajian teori yang telah disusun.

Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data yaitu: instrumen wawancara, instrumen kuesioner, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan instrumen sebagai

51 pedoman atau alat bantu untuk mengetahui implementasi pendidikan nilai dan karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV di SD Negeri Deresan.

Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Indikator-indikator yang menjadi acuan observasi dan wawancara disusun berdasarkan kajian teori yang telah disusun. Berikut instrumen-instrumen untuk pengambilan data:

1. Pedoman Dokumentasi

Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrumen dokumentasi yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang telah direncanakan oleh Guru Kelas IVA dan IVB. Berikut ini adalah daftar dokumen yang diperlukan oleh peneliti:

Tabel 3.2 Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Data

No Daftar Dokumentasi Keterangan

1. Pendahuluan Apersepsi Orientasi Motivasi 2. Kegiatan Inti Perangkat

Pembelajaran (media, materi, model, LKPD) 3. Kegiatan Penutup Kesimpulan/

Rangkuman Refleksi Tindak Lanjut

2. Pedoman Wawancara

Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrument wawancara.

Wawancara ini bertujuan memperoleh data melalui tanya jawab secara langsung.

Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar permasalahan yang ditanyakan terkait penerapan karakter kedisiplinan di sekolah. Wawancara dilakukan dengan Kepala Sekolah dan guru kelas IVA dan IVB.

52 a. Pedoman wawancara Kepala Sekolah

Pedoman wawancara kepala sekolah yang digunakan peneliti dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi karakter kedisiplinan di SD Negeri Deresan.

Tabel 3.3 Pedoman Wawancara Kepala Sekolah

No Aspek yang ditanyakan

1 Pembuatan RPP

2 Kebijakan penerapan penguatan pendidikan karakter 3 Pemahaman penerapan pendidikan karakter kedisiplinan 4 Tahapan penerapan pendidikan karakter kedisiplinan

5 Hambatan – hambatan yang dialami guru dalam menerapkan karakter kedisiplinan di sekolah

6 Upaya untuk mengatasi hambatan yang ditemui dalam menerapkan karakter kedisiplinan di sekolah.

b. Pedoman wawancara guru

Peneliti menggunakan pedoman wawancara untuk memperoleh data mengenai karakter kedisiplinan siswa di kelas IV SD Negeri Deresan.

Pedoman wawancara yang digunakan bertujuan untuk mengetahui implementasi karakter kedisiplinan berupa perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian dalam pelaksanaan hambatan-hambatan yang dihadapi guru kelas IV. Peneliti menyusun kisi kisi pedoman guru tentang implementasi pendidikan karakter kedisiplinan.

53 Tabel 3.4 Pedoman Wawancara Guru

No Indikator

1 Pemahaman tentang pendidikan karakter kedisiplinan 2 Perencanaan pembelajaran melalui RPP

3 Kegiatan pada saat pembelajaran

4 Langkah langkah dalam proses pembelajaran

5 Karakter yang diharapkan apakah sudah sesuai dengan siswa di kelas

6 Sikap sikap siswa dalam pembelajaran 7 Penilaian sikap dalam proses pembelajaran

8 Hambatan-hambatan yang dialami guru dalam menerapkan karakter kedisiplinan di sekolah

3. Pedoman kuesioner/ angket untuk guru dan siswa

Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar angket. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011: 199). Angket digunakan untuk mengukur karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran. Angket disusun berdasarkan indikator kedisiplinan. Pedoman angket diberikan kepada guru kelas IV SD Negeri Deresan saat melakukan proses pembelajaran di kelas.

a. Pertanyaan Terbuka

Pada kuesioner dengan pertanyaan terbuka, kuesioner berisi pertanyaan- pertanyaan atau pernyataan pokok yang bisa dijawab atau direspon oleh responden secara bebas. Pertanyaan terbuka merupakan pertanyaan yang harus dijawab sendiri oleh responden. Pertanyaan terbuka memberikan responden kebebasan dalam memberikan jawaban, dan juga peluang untuk memberikan jawaban yang mendalam (Morissan, 2014: 178). Dalam penelitian ini, kuesioner ini berbentuk pertanyaan terbuka untuk menggali data yang menyangkut nilai karakter kedisiplinan yang dikembangkan dan karater kedisiplinan yang sering diterapkan. Berikut ini adalah kisi-kisi dari kuesioner terbuka yang digunakan peneliti.

54 Tabel 3.5 Kisi-kisi Pertanyaan Terbuka untuk guru

No Aspek Item No Item

1 Sosialisasi Memperoleh

sosialisasi Penguatan dalam perencanaan proses pembelajaran

Pembiasaan sikap dan karakter sebelum

55

No Aspek Item No Item

sesuai dengan model pembelajaran.

Mengaitkan isi materi pembelajaran dalam kehidupan sehari hari yang berkaitan dengan nilai dan karakter kedisiplinan

9

Lembar Kerja Siswa sesuai dengan materi yang diajarkan dan

3. Implementasi Karakter Kedisiplinan melalui RPP dalam Pelaksanaan Proses pembelajaran di kelas

Pembiasaan sikap dan karakter sebelum

Melakukan apersepsi 17

56

Mengaitkan isi materi pembelajaran dalam kehidupan sehari hari yang berkaitan dengan nilai dan karakter kedisiplinan

21

Lembar Kerja Siswa sesuai dengan materi yang diajarkan dan

57

Tabel 3.5 di atas adalah pedoman pertanyaan instrumen penelitian untuk memperoleh informasi tentang pengimplementasian karakter kedisiplinan melalui muatan PPKn di SD Negeri Deresan Yogyakarta yang terdiri dari 25 soal.

Responden hanya akan menjawab check point dan uraian yang akan dilakukan pada saat pengambilan data. Dalam penelitian ini, kuesioner ini diberikan kepada peserta didik kelas IV berbentuk pertanyaan terbuka untuk mengetahui seberapa jauh penerapan pendidikan karakter kedisiplinan di SD Negeri Deresan. Berikut ini adalah kisi-kisi dari kuesioner terbuka yang digunakan peneliti.

Tabel 3.6 Kisi-kisi Pertanyaan Terbuka untuk siswa

NO Aspek Pernyataan No Item

1

Pelaksanaan Karakter Kedisiplinan melalui proses pembelajaran di kelas

Pengalaman perasaan peserta didik mengenai pelaksanaan proses pembelajaran terkait sikap kedisiplinan di kelas

1

Nilai/ manfaat dari sikap kedisiplinan yang telah diterapkan oleh guru kepada peserta didik

2

Sejauh mana pemahaman/

pengetahuan peserta didik terkait nilai dan karakter kedisiplinan di kelas

3

Dorongan yang dilakukan untuk peserta didik agar nilai dan karakter kedisiplinan memiliki nilai yang baik

4

Tindak lanjut yang dilakukan peserta didik dalam menerapkan nilai dan karakter kedisiplinan

5

58 Tabel 3.6 merupakan kisi-kisi dari instrumen terbuka untuk siswa kelas IV dan terdiri dari 5 soal yang akan digunakan untuk membuat deskripsi penjabaran dari setiap item soal pada kuesioner terbuka. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penerapan pendidikan karakter kedisiplinan di SD Negeri Deresan. Responden hanya akan menjawab uraian yang akan dilakukan pada saat pengambilan data.

1. Kredibilitas dan transferabilitas

Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahihan (validitas) atas kehandalan (realibilitas). Derajat kepercayaan atau kebenaran suatu penilaian akan ditentukan oleh standar apa yang digunakan Moleong (2007: 324), terdapat beberapa kriteria yang digunakan untuk memeriksa keabsahan data, antara lain:

2. Derajat Kepercayaan (Credibility)

Penerapan derajat kepercayaan pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dan nonkualitatif. Fungsi derajat kepercayaan yaitu, penemuannya dapat dicapai, mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan yang sedang diteliti. Kriteria derajat kepercayaan diperiksa dengan beberapa teknik pemeriksaan, yaitu:

a) Triangulasi

Triangulasi data digunakan sebagai proses memantapkan derajat kepercayaan (kredibilitas/ validitas) dan konsistensi (reliabilitas) data, serta bermanfaat juga sebagai alat bantu analisis data dilapangan. Kegiatan triangulasi dengan sendirinya mencakup proses pengujian hipotesis yang dibangun selama pengumpulan data. Triangulasi bukan bertujuan untuk mencari kebenaran, tetapi meningkatkan pemahaman penelitian terhadap data dan fakta yang dimilikinya.

Hal ini dipertegas oleh Wiersma yang mengemukakan triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu (Sugiyono, 2007: 372). Peneliti menggunakan teknik untuk menguji kredibilitas dalam pengumpulan digabungkan berupa observasi, wawancara dan kuesioner untuk sumber data yang sama. Triangulasi

59 sumber untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. Berikut merupakan bagan Triangulasi pengumpulan data penelitian.

Dalam hal ini penulis membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara, dan juga membandingkan hasil wawancara dengan wawancara lainnya.

b) Member check

Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Selain itu, agar informasi yang diperoleh data dan yang akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan (Sugiyono, 2014:

129). Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan data sangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan (Moleong, 2007: 335). ` 3. Transferability

Keteralihan untuk mendeskripsikan secara rinci, jelas, dan sistematis temuan-temuan yang diperoleh di lapangan ke dalam format yang telah disiapkan.

Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung ada pengamatan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melaksanakan pengalihan tersebut, seorang peneliti perlu mencari dan mengumpulkan data kejadian dalam konteks yang sama. Sugiyono (2010: 276) mengatakan bahwa transferbilitas merupakan suatu validitas eksternal yang menunjukkan derajat ketepatan atau hasil penelitian yang dapat diterapkan ke populasi dimana sampel diambil.

Dengan penelitian ini, peneliti mendeskripsikan secara jelas temuan-temuan data dan fakta yang diperoleh selama di SD Negeri Deresan dalam bentuk format

Wawancara Kuesioner

Dokumen

Gambar 3.2 Triangulasi dengan teknik pengumpulan data

60 wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan-temuan ini dipaparkan berdasarkan hasil yang diamati (sesuai dengan faktanya).

F. Teknik Analisis Data

Gunawan (2014: 210) menyatakan bahwa analisis data adalah proses pencarian dan pengaturan secara sistematik hasil wawancara, catatan-catatan, dan bahan-bahan yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap semua hal yang dikumpulkan dan memungkinkan menyajikan apa yang ditemukan.

Setelah mendapatkan data-data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data yang terkumpul dengan menganalisis data, mendeskripsikan data, serta mengolah data dengan menganalisis data, mendeskripsikan data, serta mengambil kesimpulan. Untuk menganalisis data ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, karena data-data yang diperoleh merupakan kumpulan keterangan-keterangan. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu melalui dokumentasi, wawancara dan kuesioner.

Miles & Huberman (1992: 19) mengemukakan tiga tahapan yang harus dikerjakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yaitu (1) reduksi data (data reduction); (2) paparan data (data display); dan (3) penarikan kesimpulan dan verikasi (conclusion drawing/ verying). Analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung, artinya kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan juga selama dan sesudah pengumpulan data.

1. Reduksi data (Reduction Data)

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemisahan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Laporan atau data diperoleh dilapangan dituangkan dalam bentuk uraian yang lengkap dan terperinci.

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, serta dicari tema dan polanya (Sugiyono, 2007: 92).

Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data

61 selanjutnya. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian dalam uraian laporan lengkap dan terperinci. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal pokok, difokuskan pada hal-hal penting kemudian dicari tema atau polanya.

Inti dari reduksi data yaitu suatu proses dalam menggabungkan dan menyeragamkan semua bentuk data yang telah diperoleh menjadi satu bentuk tulisan yang akan dianalisis.

2. Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian. Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil wawancara yang dituangkan dalam bentuk uraian dengan teks naratif, dan didukung oleh dokumen-dokumen, serta foto-foto maupun gambar sejenisnya untuk diadakannya suatu kesimpulan. Penyajian data merupakan suatu proses mengolah data setengah jadi yang sudah seragam dalam bentuk tulisan naratif yang telah memiliki alur tema yang jelas ke dalam suatu matriks kategorisasi serta akan memecahkan ke dalam bentuk yang lebih konkret dan sederhana.

3. Penarikan Kesimpulan (Concluting Drawing)

Penarikan kesimpulan yaitu melakukan verifikasi secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung, yaitu selama proses pengumpulan data. Peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari pola, tema, hal-hal yang sering timbul dan sebagainya yang dituangkan dalam kesimpulan yang tentatif. Dalam penelitian ini, penarikan kesimpulan dilakukan dengan pengambilan intisari dari rangkaian kategori hasil penelitian berdasarkan observasi dan wawancara. Penarikan kesimpulan/ verifikasi merupakan tahap terakhir yang menjurus jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian serta mengungkapkan pertanyaan “what” dan “how” dari temuan penelitian. Berikut adalah gambar dari analisis data dan model interaktif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2007: 189).

62 Gambar mengenai komponen analisis data model Miles dan Huberman diatas menjelaskan bahwa dalam melakukan analisis data kualitatif dapat dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Proses yang bersamaan tersebut meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Pengumpulan

Data Penyajian Data

(Data Display)

Penarikan Kesimpulan (Verification) Reduksi Data

( Reduction Data)

Gambar 4.3 Analisis Model Interaktif

63 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian mengenai Implementasi Pendidikan Nilai Karakter Kedisiplinan melalui muatan PPKn Kelas IV SD Negeri Deresan. Pada persiapan penelitian, peneliti melakukan validasi isi instrumen agar instrumen yang akan digunakan valid, sehingga hasil data yang diharapkan juga valid. Instrumen-instrumen yang divalidasi yaitu kuesioner perencanaan dan pembelajaran karakter kedisiplinan melalui muatan PPKn. Instrumen-instrumen tersebut divalidasi oleh Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma yaitu Andreas Erwin P, M.Pd dan Drs.Y.B. Adimassana, M.A. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2020 di SDN Deresan.

Penelitian ini menggunakan instrumen lembar kuesioner pertanyaan tertutup dan terbuka berjumlah 13 butir pertanyaan. Instrumen yang digunakan oleh peneliti sudah diuji dengan validitas muka dan validitas isi. Validitas muka dan validitas isi dilakukan oleh 4 validator yaitu 2 Dosen PPKn dan 2 guru.

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Deresan semester ganjil pada tahun 2019/2020. Kegiatan pertama yang dilakukan peneliti adalah meminta izin Kepala Sekolah SDN Deresan. Selanjutnya peneliti meminta guru kelas 4A dan kelas 4B dalam kegiatan pengisian instrumen. Setelah semua terkumpul, peneliti melakukan kegiatan pengolahan data.

2. Deskripsi Penelitian

Peneliti menggunakan dokumen, wawancara dan kuesioner yang berupa kuesioner terbuka dan tertutup. Pada instrumen yang dibuat oleh peneliti terdiri dari 13 soal yang berupa pertanyaan terbuka dan tertutup. Pertanyaan yang ditulis mencakup Karakter Kedisiplinan kelas IV SDN Deresan. Setiap pertanyaan guru

64 diberikan dua alternatif jawaban yaitu “Ya” dan “Tidak” dan menjawab pertanyaan terkait karakter kedisiplinan dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Wawancara dan Kuesioner Guru dan Peserta Didik Kelas IVA dan IVB.

B. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis dokumentasi, kuesioner dan wawancara yang telah dilakukan peneliti didapatkan hasil penelitian sebagai berikut:

1. Dokumentasi

Salah satu pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan dokumentasi. Dokumentasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dapat dipaparkan sebagai berikut:

Tabel 7 4.1 Hasil Dokumentasi Kegiatan melalui RPP

No Daftar Dokumentasi Kegiatan Keterangan

1 Pendahuluan Literasi Membaca materi

pembelajaran yang berhubungan dengan materi pembelajaran Apersepsi Guru menanyakan kegiatan peserta

65 No Daftar Dokumentasi Kegiatan Keterangan

menanamkan semangat Nasionalisme.

Orientasi Guru menuliskan tujuan pembelajaran

Refleksi Guru melakukan

tanya jawab terkait materi yang telah

66 No Daftar Dokumentasi Kegiatan Keterangan

dipelajari terkait

Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi guru dan satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP pada hakikatnya disusun dalam rangka melaksanakan proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah proses kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan secara terpadu dan sistematis. Proses pembelajaran merupakan bagian untuk mencapai keberhasilan dalam peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik. Di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdapat kompetensi apa yang dimiliki oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus di pelajari, bagaimana mempelajari dan bagaimana guru mengetahui peserta didik telah menguasai kompetensi tersebut. Oleh karena itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat dengan sebaik-baiknya agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sistematis, sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan membantu guru dalam mengkondisikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Berdasarkan RPP guru diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Komponen RPP terdiri atas: (1) identitas mata pelajaran yang meliputi satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran atau tema pelajaran, alokasi waktu; (2) kompetensi inti; (3) kompetensi dasar; (4) indikator pencapaian kompetensi; (5) tujuan pembelajaran; (6) materi ajar; (7) media pembelajaran; (8) langkah – langkah kegiatan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup (9) lembar kerja peserta didik; (10) penilaian hasil belajar (11) refleksi. Pada tahap –

67 tahap tersebut proses pembelajaran dapat merangsang siswa agar dalam proses pembelajaran di kelas siswa menjadi aktif.

2. Kuesioner

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan kuesioner kepada guru dan peserta didik kelas IVA dan IVB SD Negeri Deresan terkait penerapan karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran. Berikut deskripsi hasil kuesioner sebagai berikut:

a. Hasil Analisis Kuesioner guru

1) Perencanaan Pembelajaran terkait Implementasi Pendidikan Karakter Kedisiplinan

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan oleh peneliti melalui RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), guru sudah membuat RPP sesuai dengan Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi guru dan satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP pada hakikatnya disusun dalam rangka melaksanakan proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah proses kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan secara terpadu dan sistematis. Proses pembelajaran merupakan bagian untuk mencapai keberhasilan dalam peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik. Di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdapat kompetensi apa yang dimiliki oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus di pelajari, bagaimana mempelajari dan bagaimana guru mengetahui peserta didik telah menguasai kompetensi tersebut. Oleh karena itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat dengan sebaik-baiknya agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sistematis, sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan membantu guru dalam mengkondisikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

68 (RPP) dengan cara mencantumkan nilai karakter kedisiplinan, mengembangkan RPP disesuaikan dengan mata pelajaran PPKn, menuliskan nilai karakter kedisiplinan yang ada di dalam silabus ke dalam RPP, dicontohkan dalam pembelajaran di kelas dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan RPP guru diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Komponen RPP terdiri atas: (1) identitas mata pelajaran yang meliputi satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran atau tema pelajaran, alokasi waktu; (2) kompetensi inti; (3) kompetensi dasar; (4) indikator pencapaian kompetensi; (5) tujuan pembelajaran; (6) materi ajar; (7) media pembelajaran; (8) langkah-langkah kegiatan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup (9) lembar kerja peserta didik; (10) penilaian hasil belajar (11) refleksi. Pada tahap-tahap tersebut proses pembelajaran dapat merangsang siswa agar dalam proses pembelajaran di kelas siswa menjadi aktif.

2) Pelaksanaan Pembelajaran terkait Implementasi Pendidikan Karakter Kedisiplinan

Berdasarkan hasil analisis data dan dokumentasi-dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu cara guru mengintegrasikan karakter kedisiplinan ke dalam RPP yang telah direncanakan yaitu dengan mengintegrasikan kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup. Cara guru menentukan indikator dan tujuan pembelajaran dengan mencermati KD esensial pada mata pelajaran PPKn. Cara guru menerapkan sikap dan karakter kedisiplinan yaitu dengan mengecek kesiapan diri, mengisi lembar kehadiran, memeriksa kerapihan pakaian, dan posisi tempat duduk.

Cara menerapkan pengelolaan kelas dengan mengintegrasikan karakter kedisiplinan dalam proses pembelajaran yaitu dengan menginformasikan tema yang akan diajarkan. Apersepsi sebelum materi pembelajaran dengan mengaitkan sikap kedisiplinan dalam proses pembelajaran yaitu dengan guru memberi salam dan mengajak semua siswa berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Selain itu guru juga menanyakan kepada

69 peserta didik terkait sikap kedisiplinan dalam kehidupan sehari hari.

Model dan metode yang digunakan untuk mendukung nilai dan karakter kedisiplinan yaitu penilaian proses dan hasil belajar (penilaian sikap), pengamatan sikap. Media pembelajaran yang digunakan untuk mendukung

Model dan metode yang digunakan untuk mendukung nilai dan karakter kedisiplinan yaitu penilaian proses dan hasil belajar (penilaian sikap), pengamatan sikap. Media pembelajaran yang digunakan untuk mendukung