"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari kamu dan beramal saleh, bahwa Ia akan jadikan mereka khalifah di bumi sebagaimana Ia telah jadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka dan Ia akan teguhkan bagi mereka agama mereka yang Ia ridhai untuk mereka, dan Ia akan gantikan ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka menyembah akan daku, tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku, dan barangsiapa
kufur sesudah itu, maka mereka itu ialah orang-orang yang fasik". (An-Nur: 55).
Mereka juga berhak memimpin dunia, memegang kendali agama yang diridhai Allah. Mereka berhak diangkat menjadi imam untuk mengendalikan agama para pengikutnya. Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan ashar dan orang-orang-orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar".(At-Taubah: 100).
Inilah umat yang dijadikan benteng agama oleh Allah.
Allah ridha kepada mereka, yang melalui mereka Ia meridhai banyak umat dan bangsa, yang mendekati dan mencintai umat ini walaupun kebangsaan, warna kulit dan bahasa mereka berbeda-beda.
KEMAJUAN YANG MENINGGALKAN KITA
Orang yang mencermati perkembangan umat Islam, tahu bahwa mereka telah menjadi beban bangsa-bangsa lain dalam mengelola masalah-masalah duniawi; baik perindustrian, pertanian, perdagangan maupun ilmu pengetahuan. Nah apakah yang menjadi sebab keterbelakangan material, bahkan agama ini?
Setelah iman melemah dalam diri, hubungan dengan Allah melemah dan akhlak tingkah laku melemah, maka kebobrokan mulai melanda sedikit demi sedikit, sampai meninggalkan shalat dan mengikuti nafsu sehingga manusia saling menzalimi, banyak dosa, timbul konflik internal di antara kaum Muslimin, ketidak-tahuan terhadap masalah agama dan dunia sekaligus tersebar luas di mana-mana, banyak bid'ah dan tahayyul, kaum Muslimin kehilangan kesatuan dan persaudaraan sehingga kekuatan mereka porak-poranda. Mereka terjerembab dari satu ke jurang yang lebih tragis.
Penjajahan Memperdalam Akar Keterbelakangan, Tetapi Justeru Kita Menyambutnya Jika Allah berfirman:
Usman dinikahkan dengan Ummu Kultsum, puteri beliau kedua. Itulah sebabnya mengapa Usman digelari Dzun Nurain (Pemilik dua cahaya). Rasulullah SAW menikahkan Ali bin Abi Thalib dengan puteri beliau.
Fathimah Zahroh si ibu ahli sorga. Demikian pula, Ali bin Abi Thalib menikahkan puterinya, Ummu Kultisum binti Fathimah Zahroh, dengan Umar bin Khatab.
KhulafaurRasyidin adalah menteri-menteri Rasulullah SAW. Beliau seringkali bermusyawarah dengan mereka dalam memecahkan persoalan-persoalan penting. Di samping itu, mereka adalah Sabiqunal awwalin (orang pertama) masuk Islam di Mekkah, di mana yang pertama masuk Islam adalah Ali karamahullahu wajhah, Abu Bakar, Usman dan Umar RA. Ada sejumlah hadits yang menyebutkan keutamaan mereka di atas seluruh sahabat yang baik itu.
.
"Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah, mereka berkata: "Bukankah kami (dapat berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankan kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang yang beriman?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman". (An-Nisa': 141).
Maka umat Islam setelah kehilangan iman yang benar, kemudian digantikan dengan tahayyul dan bid'ah - kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah - menjadi orang yang terkondisikan untuk siap menerima pemerintahan orang-orang kafir, yang sekuat tenaga mereka untuk memerangi semua faktor yang dimungkinkan membangkitkan kaum muslimin dalam masalah agama dan dunia mereka. Sebagai akibat dari kelemahan iman, kita melihat di antara kita ada yang rela diperintah orang-orang kafir bahkan membantu mereka untuk menaklukkan kaum muslimin.
Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kemajuan Dalam Agama Dan Dunia
Faktor-faktor yang bisa membangkitkan Muslimin dalam masalah agama mereka tercermin pada proses pendalaman iman dalam diri mereka, kemantapan hubungan mereka dengan sang Pencipta, keikhlasan ibadah mereka kepada Allah SWT, mengikuti syari'at-Nya dan berakhlak Islam dan mendidik seluruh generasi dengan semua prinsip ini. Jika melakukan semua itu, maka mereka bersatu dan barisan mereka menjadi kuat dan Allah akan menolong mereka dalam mengalahkan musuh-musuh mereka.
Faktor-faktor yang menyatakan kebangkitan dalam masalah dunia tersimpul bahwa orang-orang Islam harus memanfaatkan dengan baik potensi alam yang dipercayakan Allah kepada mereka. Untuk mewujudkan hal ini, mereka membutuhkan beberapa faktor di mana yang paling penting:
1. Memperbanyak eksperimen ilmiah secara teratur. 2. Memperbanyak harta dan bahan pokok.
3. Memperbanyak pabrik dan pasar yang menjual hasil industri.
4. Adanya pemerintahan yang adil yang mendukung kerja, sebaliknya mencegah kezaliman dan kekejaman.
Tidak diragukan lagi bahwa faktor-faktor ini termasuk kategori tindakan positif yang Islam mendorong kita untuk memanfaatkannya dan merealisir gotong-royong untuk melaksanakannya secara khusus, dan kebutuhan untuk mencapainya amat mendesak, karena jika kaum muslimin mengabaikannya - sebagaimana terjadi sekarang - maka mereka akan tetap butuh dan merunduk di hadapan orang-orang kafir.
Allah SWT berfirman:
"Dia telah memiliki kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan".(Al-Haj: 78).
Sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk tolong-menolong dalam kebaikan yang memperluas semuanya ini dan memperluas yang lainnya, dan melarang kita terhadap dosa dan pelanggaran dalam semua bentuk.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu
Kita misalnya bisa mengadakan kuliah-kuliah syari'ah, matematika, ilmu pengetahuan, pertanian atau kedokteran di setiap bulan, kalau saja setiap orang menyumbang real. Dari kuliah-kuliah ini kita bisa menghasilkan e ksperimen-eksperimen ilmiah yang lazim untuk mewujudkan industri. Kita juga bisa menggali potensi alam kita dan memanfaatkan dengan baik, di samping itu kita dimungkinkan memiliki pakar-pakar eksperimen.
Kalau setiap orang menyumbang setengah real di setiap bulan, maka kita bisa mendirikan koperasi atau pabrik yang bermanfaat, lantas bisa dibayangkan kalau setiap orang dari kita ini menyumbang segala-galan ya? Ya, dalam waktu singkat, kita berja ya dalam kebangkitan material.
Allah telah menjadikan negara-negara Islam kaya dengan potensi tetapi kita terlalu lemah dari memanfaatkan kekayaan ini, kecuali di bawah kontrol dan bimbingan orang-orang kafir.
Pernyataan Perang Dari Kaum Penjajah Terhadap Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kaum Muslimin Maju
Sebagian besar negara-negara Islam tunduk berpuluh-puluh tahun kepada pemerintahan kafir yang tidak pernah melepaskan setiap kesempatan untuk memerangi Islam dan umat Islam. Mereka nemerangi agama di berbagai bidang, di antaranya yang terpenting:
1. Menjungkirkan hukum Islam dari negara Islam.
2. Menghilangkan pendidikan agama di segala lapisan sekolah. 3. Memerangi ulama Islam yang aktif.
4. Membentuk partai-partai atheis yang memerangi agama.
5. Mendorong untuk bid'ah dan tahayyul, dengan meminjam nama agama.
6. Merusak wanita dan keluarga, dan menyebar-luaskan tindakan yang tidak bermoral.
7. Membangkitkan faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya permusuhan antar umat Islam.
Allah telah memperingatkan kita agar tidak taat kepada ahli kitab. Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir
sesudah kamu beriman". (Ali Imron: 100).
Pengganyangan dari kaum penjajah terhadap kekuatan material kaum Muslimin, memang serius di mana yang paling menonjol adalah:
1. Menciptakan jurang untuk memecah-belah umat Islam. 2. Menguasai harta kekayaan umat Islam.
3. Mendidik generasi Islam di bawah bimbingan missionaris dan orientalis, dengan menebarkan racun bahwa kemajuan umat Islam hanya bisa tercapai dengan cara memerangi agama dan merusak wanita dengan kedok kebebasan wanita dalam akhlak, kebajikan dan kesucian, dan memperbolehkan mereka meneguk minuman keras dan zina; dengan memerangi syari'ah dan menggantikannya dengan hukum-hukum sekuler.
Untuk memalingkan perhatian kita dari mendirikan pabrik, perseroan, perguruan tinggi dan organisasi, mereka memusatkan perhatian kita dalam usaha memerangi propaganda anti akidah, akhlak, syari'ah dan prinsip-prinsip Islam. Mereka menganggap orang-orang yang shalat adalah kolot, sebaliknya meninggalkan shalat dianggap modern.
Wanita yang berpakaian Islam dan menjauhi pergaulan bebas dianggap terbelakang, sedangkan pelacuran dianggap modern. Orang yang tidak mau minum khomer dianggap kolot dan picik, sedangkan hura-hura dianggap modern dan merdeka.
Penjajah dan murid-murid mereka telah menjauhkan kita dari memanfaatkan sarana-sarana kemajuan material yang benar.
Musuh-musuh Islam menciptakan strategi sedemikian rupa agar kaum Muslimin amat bergantung kepada mereka, baik berupa pabrik dan produksinya.
Kita harus memahami bahwa kemajuan yang dicapai negara-negara kafir bukan dikarenakan kekafiran, karena kafir sudah ada sebelum Islam, tetapi tidak mempersembahkan pesawat terbang, roket, listrik, atau yang lainnya kepada para pengikutnya. Akan tetapi kemajuan material itu mereka capai dikarenakan mereka memanfaatkan fakt or-faktor yang menyebab kan mereka bisa mereguk nikmat yang diberikan Allah untuk hamba-Nya. Allah SWT berfirman:
"Kepada masing-masing golongan - baik golongan ini maupun golongan itu - Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhan-Mu. Dan kemurahan tuhan-Mu tidak dapat dihalangi".(Al-Isra': 20).
Mereka pun menerima pemberian Allah, karena mereka bekerja. Dan kita tidak memperoleh, karena kita malas.
Jalan Keberhasilan
Kalau Kaum Muslimin berpegang teguh kepada agama Islam secara benar, maka kehormatan mereka akan kembali dan Allah membantu mereka mengalahkan musuh-musuh mereka sehingga mereka mudah memanfaatkan faktor-faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam masalah dunia dan agama.
(Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahab lana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab).
Wassalamun 'alal mursalin, wal hamdu lillahi rabbil 'alamin.