"Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)". (Ar-Rum: 19).
Seseorang bertanya kepada Rasulullah: "Bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati dan apa buktinya?" Beliau menjawab: "Bukankah Anda pernah pergi ke lembah kaummu yang dalam keadaan tandus, tetapi tiba-tiba jadi subur?" Ia menjawab: "Ya". Maka Rasulullah pun bersabda: "Itulah tanda kekuasaan Allah dalam menciptakan. Demikian pula, Allah menghidupkan (kembali) orang yang sudah mati." (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara maknawi).
Jika tulang ekor tumbuh dari tanah dan tumbuh kembali seperti semula, maka setiap ruh kelak akan datang ke tubuhnya masing-masing. Ini disebutkah dalam firman Allah:
"Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)".(At-Takwir: 7).
Demikianlah penciptaan kembali makhluk terjadi seperti penciptaan pertama kali. Allah SWT berfirman:
"(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas, Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya".(Al-Anbiya': 104).
Kritik Terhadap Yang Mendustakan Hari Akhir.
Untuk menjawab orang-orang yang mendustakan hari akhir, cukup kami ketengahkan jawaban Allah atas mereka. Allah SWT berfirman:
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur". (Al-Haj: 5-7).
TANDA-TANDA KIAMAT
Allah SWT berfirman :
.
"(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penja ga-penjaga (mal aikat) di muka dan di belakangnya".(Al-Jin: 26-27).
Dan pemberitahuan dari Muhammad SAW tentang keghaiban tanda-tanda Kiamat, yang tanda-tandanya belum nampak kecuali di zaman kita, membuktikan kebenaran risalahnya, sekaligus membuktikan bahwa Kiamat itu memang benar, dan sudah dekat.
Di antara tanda yang sudah nampak adalah sebagai berikut:
1. Persoalan-persoalan besar yang tadinya tak terbayangkan dalam benak manusia. Keajaiban-keajaiban dan persoalan-persoalan besar yang terjad i da la m penemuan-penemuan, dalam bidang politik, ketatanegaraan, ilmu pengetahuan, juga kejadian-kejadian internasional yang tadinya tidak pernah terbayangkan dalam benak seorang pun jua, baik mengenai kondisi kaum Muslimin maupun orang-orang kafir, membenarkan ramalan sebelumnya. Persoalan-persoalan besar yang tadinya tak terbayangkan dalam benak seorang pun jua, tetapi sudah diinformasikan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum Kalian melihat persoalan-persoalan besa r yang belum pernah Kalian Saksikan dan bayangkan".
2. Orang yang telanjang kaki, tak berbaju dan pengembala kambing berlomba-lomba membangun: Tak seorang pun tadinya membayangkan bahwa orang yang telanjang kaki yang tidak punya sepatu, yang telanjang tak punya baju untuk menutup seluruh tubuhnya, yang makannya tergantung pada orang lain, yang tidak punya pekerjaan selain menggembala kambing ini, akan mampu membangun rumah walau hanya satu, apalagi menjadikan rumah itu sebagai rumah-rumah yang tinggi yang mengalahkan milik oran lain, leb ih-lebih lagi fenome na demik ian bukanlah sekedar fenomena pribadi tetapi fenomena yang terjadi pada sejumlah besar masyarakat penggembala kambing yang telanjang kaki, telanjang (dada) dan ekonominya tergantung kepada orang lain. Ya, ini adalah kenyataan yang tak terbayangkan dalam benak seorang jua pun, tetapi kini menjadi realita di depan hidung. Sebab, setelah Allah membukakan kepada kaum Muslimin dan umat-umat lain kekayaan tanah khususnya minyak, kita melihat para pengembala kambing yang tadinya telanjang kaki, telanjang dada dan ekonominya tergantung kepada orang lain, kini belomba membangun seperti yang sudah diinformasikan oleh Rasulullah SAW, yaitu merupakan salah satu tanda Kiamat menjelang tiba. Beliau bersabda:
"Jika kamu melihat orang yang (biasanya) telanjang kaki, telanjang dada, ekonominya tergantung pada orang lain, pengembala ternak berlomba-lomb a membangun bangunan tinggi, maka tunggulah saatnya (Kiamat tiba)". (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Munculnya wanita berpakaian, tetapi telanjang, meliukkan kepalanya bagaikan pungguk onta.
Ada kesulitan tertentu dalam memahami kondisi wanita yang oleh Rasulullah SAW dinyatakan akan muncul di akhir umat ini dengan ciri khas bahwa mereka berpakaian tetapi telanjang.
Orang jadi bingung bagaimana mungkin bisa dibatalkan seorang wanita berpakaian tetapi sekaligus telanjang sampai akhirnya kita melihat hal itu di zaman sekarang. Sebab, seorang wanita berpakaian tetapi pakaian itu amat ketat atau tipis sehingga
bisa memperlihatkan bentuk tubuh. (Atau seorang wanita punya banyak baju tetapi dipotong pendek) atau dia berpakaian di tempat-tempat tertentu tetapi telanjang di tempat-tempat lain. Mereka juga gemar kesana-kemari. Penyimpangan dari jalan yang benar ini mencapai puncaknya dan melenggak-lenggokkan tubuhnya sehingga kaum laki-laki meletakkan segi empat yang tinggi di pipi wanita-wanita itu untuk menyempurnakan lenggak-lenggok tubuhnya. Dengan cara ini wanita-wanita itu amat menggoda pria.
Kepala mereka seperti halnya pungguk onta yang condong.
Ini adalah realitas yang kita saksikan di zaman sekarang yang membuktikan kebenaran hadits Rasulullah SAW yang diberi pengetahuan ghaib oleh Allah sejak 14 abad yang silam. Sebab, beliau SAW bersabda:
"Ada dua kelompok dari ummatku yang akan menjadi penghuni neraka tetapi aku belum pernah melihatnya. Pertama, orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk memukul orang lain. Kedua, kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan melenggok, lagi merangsang orang lain, yang kepalanya seperti pungguk onta yang meliuk. Mereka tidak masuk sorga dan tidak mendapatkan bau sorga".
4. Benda keras berbicara.
Rasulullah SAW bersabda bahwa:
"Di antara tanda menjelang Kiamat, ialah bahwa seseorang pergi meninggalkan rumah padahal belum lagi pulang tetapi kedua sandalnya, juga pecutnya sudah memberi tahu apa yang diperbuat oleh isterinya setelah ia keluar rumah".
Sandal adalah benda keras. Pecut (cemeti) adalah benda keras. Tak seorang pun tadinya membayangkan bahwa benda keras akan bisa berbicara. Kini kenyataannya, benda keras itu benar-benar bisa berbicara. Persoalannya sekarang, bagaimana sandal atau cemeti memberikan informasi kepada seseorang tentang keadaan keluarga yang ditinggalkannya pergi? Kini, telah ditemukan alat-alat canggih yang dibawa oleh seseorang di tangannya, sehingga mentransfer suara dan pembicaraan yang terjadi di rumahnya, atau di rumah orang lain. Alat ini, dikemas atau dalam bentuk sepatu sehingga tidak kelihatan dan bisa dipasang di ujung tongka t atau di tempa t tertentu pada sepatu sehingga tak terlihat (oleh orang lain).
5. Ilmu Agama dicabut, banyak terjadi gempa bumi, waktu terasa cepat, banyak fitnah dan berlomba membangun.
Ilmu Agama dicabut berarti kematian para ulama dan tidak ada pengganti mereka. Ulama di sini adalah ulama Islam. Dan hadits ini membuktikan hal itu. Banyak terjadi gempa adalah gempa-gempa yang menghancurkan saat-saat sekarang ini kita saksikan dan dengar.
Waktu terasa cepat berarti masa hari-hari berlalu seakan hanya beberapa jam saja. Sebabnya, ialah terlalu banyak kejadian yang menyibukkan, sehingga terasa kekurangan waktu (Wallahu'alam). Sebab, kalau sibuk dalam pekerjaan, maka Anda merasa bahwa satu jam berlalu seperti beberapa menit saja. Sebaliknya, ka lau ngang gur, maka Anda merasakan bahwa waktu terasa lama. Banyak terjadi fitnah, berarti banyak fitnah yang menyudutkan seseorang dari agamanya, juga mengekspresikannya.
Berlomba membangun. Hal ini, bisa Anda buktikan dengan membandingkan pembangunan rumah-rumah lima tahun yang lalu dengan yang ada sekarang, dan bagaimana hebatnya perluasan. Semua ini sudah diinformasikan kepada kita oleh Rasulullah SAW dengan sabdanya:
"Tidak akan terjadi kiamat, sebelum ilmu agama dicabut, gempa banyak terjadi, waktu semakin sempit, fitnah merajalela dan manusia berlomba membuat bangunan".
6. Ada salam khusus, perdagangan meluas, pemutusan hubungan kekeluargaan, banyak membaca dan kesaksian palsu.
Salam khusus berarti seseorang menyampaikan salam khusus hanya untuk orang yang ia inginkan. Perdagangan meluas berarti perdagangan semakin berkembang. Menyebarnya pena berarti penggunaan pena meningkat, yang ini merupakan bukti atas banyaknya membaca dan menulis. Semua ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW, yang mengatakan:
"Di antara tanda Kiamat adalah salam khusus, perluasan perdagangan sehingga wanita membantu suaminya untuk berdagang, pemutusan kekeluargaan, perluasan pena, tampilnya kesaksian palsu dan penyembunyian kesaksian yang haq".
7. Banyak terjadi perzinahan dan minum khomer Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sungguh, di antara tanda Kiamat ialah agama dicabut, banyak terjadi kejahilan, banyak terjadi perzinaan dan banyak orang minum khomer."
Banyak terjadi kejahilan di sini berarti ketidak-tahuan akan agama (Islam). 8. Riba merajalela
Nabi SAW bersabda:
"Akan datang suatu masa kepada manusia di mana tak seorang pun di anrara mereka yang tidak makan riba, karena barangsiapa tidak memakannya (toh) terkena baunya".
Pergumulan dengan riba di zaman kita ini dilakukan orang melalui bank-bank dan lain-lain. Walaupun di sana-sini kita melihat banyak bank Islam bermunculan tidak bermain riba - kita patut memohon kepada Allah semoga jumlah bank Islam ini semakin banyak saja.
9. Ucapan salam dengan saling melaknat, laki-laki mirip dengan wanita dan wanita mirip laki-laki.
Islam memerintahkan agar mengucapkan salam penghormatan yang baik, jawabannya pun harus baik. Begitulah masyarakat Islam hidup, hingga di zaman kita ini tampil orang yang menghormati orang lain dengan salam melaknat. Nabi SAW bersabda:
"Umat selalu hidup dalam syari'at yang baik selama belum timbul tiga hal: (Pertama), sebelum ilmu agama dicabut. (Kedua). sebelum lahir banyak anak zina di kalangan mereka. (Ket iga ), sebelum 'As-Saqorun' tampil di tengah-tengah (kehidupan) mereka". Para sahabat pun bertanya: "Saqorun itu sendiri, apa?" (Nabi menjawab): "Suatu generasi yang lahir di akhir zaman nanti di mana salam hormat di
antara - ketika berjumpa - adalah saling melaknat".
Tak seorang pun menyangka sebelumnya bahwa seorang pria akan menyerupai seorang wanita dan sebalik nya, sehin gga kita disuguhi oleh zaman akan musibah ini. Akan tetapi, Rasulullah SAW telah menginformasikan kepada kita tentang realita ini, dan Allah membukakan tabir kepada beliau untuk melihat kenyataan yang akan terjadi. Untuk itu beliau SAW bersabda:
"Salah satu tanda Kiamat sudah dekat, ialah bahwa kaum pria menyerupai kaum wanita".
10. Lahir generasi yang mempertahankan kebenaran.
Betapa pun kebobrokan sudah melanda dunia, tetapi hikmah Allah SWT menghendaki bahwa kelompok pemegang kebenaran akan tetap tampil. Mereka menegakkan hujjah kepada manusia dengan menyerukan kepada agama Allah, memegangi kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya SAW. Ini adalah kenyataan yang bisa kita saksikan sekarang ini. Sebab, di setiap tempat ada orang yang menampilkan agama Allah, memegangi kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya.
Tentang mereka ini, Rasulullah SAW bersabda:
"Sekelompok orang dari umatku selalu memegangi kebenaran akan tampil. Mereka tak jadi rugi karena orang menghinakan mereka sampai ketetapan Allah
datang."
Ya, itu hanyalah sedikit dari sekian banyak khabar yang diinformasikan oleh Rasulullah SAW kepada kita sejak empat belas abad yang silam , yang membuktik an kebenaran kena biannya. Itu merupakan peringatan kepada kita sekaligus berita gembira di hadapan siksa yang pedih. Kalau kita melihat tanda-tanda Kiamat di hari ini, maka kita akan melihatnya di hari esok. Sebab, yang memberi khabar tentang itu adalah satu, padahal ia adalah orang yang jujur yang kejujurannya sudah terpuji. Dia adalah Muhammad SAW.