• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan multikultural di sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sudah berjalan kearah yang lebih baik. Hal itu bisa disimpulkan dalam beberapa rincian.

1. Pembelajaran disetiap mata pelajaran selalu mengikutsertakan aspek nilai-nilai multikultural melalui contoh contoh soal, penjelasan, gambar dan ajakan untuk tidak mengungkapkan hal-hal yang mendiskreditkan keberagaman.

2. Guru yang diwawancarai mengatakan sudah memahami bagaimana menerapkan pendidikan multikultural baik secara tersurat maupun tersirat karena dari pihak sekolah memberikan semacam pelatihan agar para guru siap memberikan pengajaran sekaligus menjadi role model bagi para siswa-siswi.

3. Wujud implementasi pendidikan multikultural dalam upaya menjadikan siswa memiliki sikap yang toleran dalam mengurangi prasangka negatif satu sama lain, baik antara siswa,guru-guru, penjaga kantin, penjaga kantin dan lainya sudah dapat dikendalikan dengan baik karena menurut kepala sekolah, budaya multikultural harus menjadi fokus yang menyatu dengan lingkungan sekolah.

4. Kegiatan ekstrakurikuler siswa pada saat jam pembelajaran selesai juga sudah mencerminkan pendidikan multikultur selalu diinternalisasikan di sekolah ini, mengingat segala kegiatan-kegiatan siswa diluar jam pelajaran semisal kepanitiaan sebuah acara harus berdasarkan keberagaman identitas yang ada.

110

5. Dan yang terakhir, pendidikan multikultur tidaklah lengkap tanpa faktor fasilitas yang menunjang tercapainya pendidikan ini. Mengingat jarangnya ada sekolah yang menyediakan fasilitas rumah ibadah mini yang mewakili semua agama di Indonesia menjadi pembeda dari sekolah yang ada pada umumnya. Pada intinya sekolah ini hanya ingin membuat setiap siswa bisa menghidupi segala yang berbeda diluar dirinya, menjadikan yang berbeda sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan pemberdayaan sosial semacam ini bisa membuat setiap insan menjadi toleran, demokratis dan menjadi salah satu pendamai disetiap lingkungan masing-masing. Dengan keterampilan sosial seperti ini niscaya dunia akan bisa lebih damai.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian yang diungkapkan diatas, saran- saran yang perlu disampaikan antara lain.

1. Pendidikan multikultur yang belum banyak diterapkan di dunia pendidikan Indonesia ini harus selalu dilakukan upaya inovatif agar semakin lebih sempurna, artinya dunia yang selalu berubah membuat pola belajar terkait pendidikan multikultural juga harus dinamis, selalu ada pembaruan agar kedepanya semakin sempurna.

2. Model pembelajaran pendidikan multikulturan yang diterapkan di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda ini harus konsisten menginternalisasikan pendidikan ini kepada siswa agar sasaran yang diinginkan yakni membentuk

111

pribadi yang berdamai dengan perbedaan nyata dan teguh di setiap insan mahasiswa.

3. Para pengajar yang ada di sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda harus selalu diberikan pelatihan yang baru dan segar, bila perlu mendapat pelatihan dari praktisi-praktisi pendidikan multikultural dari negara-negara yang sudah lebih matang dalam penerapanya. Sehingga guru bisa menjadi garda terdepan dalam mendorong tatanan masyarakat yang demokratis, toleran, mengutamakan persamaan (equality) dan mengedepankan perbedaan keberagaman (diversity).

112

DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan.2007. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainya. Jakarta: Kencana

Balai Litbang Agama Jakarta.2009.Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Multikulturalisme.Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta.

Baidhawy Zakiyuddin, Thoyibi M.2005.Islam Multikultural. Surakarta: Penerbit Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial

Martono, Nanang. 2016. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Rajawali press

Narwoko J Dwi, Suyanto Bagong.2004.Sosiologi: Teks Pengantar & Terapan.Jakarta:

Kencana Prenada Media Group

Nasution Zulkarnain.2009.Solidaritas Sosial dan Partisipasi Masyarakat Desa Transisi(Suatu Tinjauan Sosiologis).Malang: UMM Press

Praksis Pendidikan Multikultural di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda.2015.Merawat Keberagaman.Medan

Purwasito Andrik.2003.Komunikasi Multikultural.Surakarta: Muhammadiyah University Press

Setiadi Elly M, Kolip Usman.2011.Pengantar Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi dan Pemecahany. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

SB,Agus.2016.Deradikalisasi Nusantara.Jakarta: Daulat Press

113

Setowara Subhan, Soimin.2013.Agama dan Politik Moral.Malang: Intrans Publishing

Soekanto, Soerjono.2012.Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Pt RajaGrafindo Persada

Ritzer, George. 2014. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenadamedia Group

Jurnal/Skripsi

Kusumadewi, Lucia Ratih. 20 10. "Kembalinya Subyek: Sosiologi Memaknai Kembali Multikulturalisme." jurnul Sosiologi MASYARAK4 T, Vol. 15, No. 2, Juli: 61-84.

Ibrahim, Rustam. 2013. “PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Pengertian, Prinsip, dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam.” Jurnal sosiologi Masyarakat ADDIN, Vol. 7, No. 1, Februari 2013

Arif Unwanullah 2012. : Transformasi Pendidikan Untuk Mengatasi Konflik Masyarakat Dalam Perspektif Multikultural.” Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 1, Nomor 1, juni 2012

Sutjipto 2017. “Implementasi Kurikulum Multikultural di Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 2, Nomor 1, juni 2017.

Murni Eva Marlina 2014. “Makna Pendidikan Multikultural Bagi Siswa” Jupiis Volume 6 Nomor 1, juni 2014

Hermana Somantrie 2011. “Konflik dalam Perspektif Pendidikan Multikultural” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 6, Nopember 2011.

114

Zubaedi 2008. Pendidikan Multikultural: “Konsep dan Implementasi dalam Pelajaran”

Cakrawala Pendidikan, Februari 2008, No.XXII, Vo. 1.

Sagaf S. Pettalongi 2013. “Islam dan Pendidikan Humanis dalam resolusi Konflik Sosial. Cakrawala Pendidikan, Juni 2013, Th. XXII, No, 2.

Siti Hairiyah 2016. “Multikulturalisme dalam Pendidikan Islam dan Implementasinya di Lembaga Pendidikan” Kariman, Volume 04, Nomor 02, Desember 2016.

Nurul Islamiyah 2015 “Implementasi Pendidikan Multikultural di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu ( Studi Tentang Sikap Demokratis dan Toleransi)” Skripsi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim M

115 LAMPIRAN

A. Dokumentasi Foto

Gambar 1. wawancara dengan informan Ebenezer Parulian Dabukke M.Pd (Guru Agama Kristen)

sumber: dokumentasi pribadi peneliti

116

Gambar 2. wawancara dengan informan Ibu Tri Rizki Zahara S.Pdi

Sumber: dokumentasi pribadi Peneliti

Gambar 3. wawancara dengan siswa kelas XII Abdul Farid

117

Sumber: dokumentasi pribadi Peneiti

Gambar 4. wawancara dengan informan Purna Satya Raz (Guru Agama Budha)

Sumber: dokumentasi pribadi Peneliti

118

Gambar 5. wawancara dengan siswa kelas XII Gilbert Yeremi Naibaho

Sumber: Dokumentasi Pribadi Peneliti

119

Gambar 6. Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM)

120

Gambar 7. Perayaan Hari-Hari Besar Keagamaan sekolah YPSIM

121

Gambar 8. Rumah Ibadah yang berada di Komplek sekolah YPSIM

122

Gambar 9. Keterlibatan siswa dalam mendekor untuk perayaan hari besar keagamaan

123

1

1

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

1