Analisis Data
HASIL ANALISIS DATA SILANG
1) Keterampilan Sosial Pada Saat Pertama dan Selama Berada di Sekolah Dasar Pada Kasus
Secara keseluruhan, banyak aspek keterampilan sosial pada kasus 1 yang mengalami keterampilan ke arah yang lebih baik. Dalam pengenalan
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
diri, apabila dulu dalam menyebutkan namanya Y.B.R perlu dibimbing, namun sekarang dalam menyebutkan nama tergantung pada moodnya. Kemampuan mengenali diri sendiri pada foto, masih baik seperti dulu. Namun kemampuan dalam menyebutkan gender dan umur masih agak sulit seperti dulu.
Apabila dulu Y.B.R masih menyesuaikan diri, maka sekarang Y.B.R sudah dapat meniru perilaku orang disekitarnya.Hubungan sosial Y.B.R dengan temannya sekarang sudah baik, dimana Y.B.R sekarang sudah mau bergaul dan bermain dengan temannya, walaupun tergantung pada moodnya.
Kemampuan kerjasama Y.B.R kurang begitu berkembang karena masih kurangnya kesempatan untuk bekerjasama dengan teman lainnya. Sedangkan kemampuan untuk mengikuti aturan, rutinitas, dan menunggu giliran sudah lebih baik karena tidak perlu diarahkan kembali.
Apabila dulu Y.B.R masih cuek, sekarang Y.B.R lebih perasa dan dapat merasakan dengan baik apa yang dirasakan oleh temannya.Apabila dulu agak cuek, sekarang rasa empati Y.B.R lebih baik. Y.B.R lebih sering mempertanyakan alasan temannya sedih. Apabila dulu Y.B.R masih malu- malu untuk mencari dukungan dari temannya, sekarang Y.B.R sudah tidak malu lagi, dan dapat membuat teman-temannya menerima dengan baik.
Kemampuan menolong, membagi makanan dan meminjamkan benda sudah lebih baik daripada kemampuan awal. Karena sekarang Y.B.R sudah mampu bergaul dengan temannya, sehingga apabila ada temannya yang kesulitan, membutuhkan barang, atau meminta bekal, Y.B.R pasti membantu. Kemampuan Y.B.R tidak terlalu berubah dalam hal perilaku akrab. Y.B.R kadang masih gelisah bila tidak bersama mainan dan dalam beberapa hal Y.B.R masih tetap harus dibantu.
Apabila dulu disekolah tidak mampu bersaing sama sekali, sekarang kadang Y.B.R mau bersaing dalam mengerjakan hal yang disukainya, seperti permainan.Dalam melakukan perintah, masih seperti dulu, tergantung pada mood Y.B.R. Bila mood sedang baik, Y.B.R mau
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
melakukan semua perintah, sedangkan bila mood sedang jelek, Y.B.R suka menolak perintah dengan cara berpura-pura tidak mendengar atau diam.
Pada saat awal masuk Y.B.R tidak berani mengungkapkan perilaku agresifnya, namun sekarang Y.B.R dapat mengekspresikan perilaku agresif seperti melempar barang pribadinya.Perilaku berkuasa Y.B.R masih sama seperti dulu, dimana Y.B.Rkadang menyuruh tergantung pada moodnya, walaupun tidak sampai mengancam.Dari dulu hingga sekarang Y.B.R selalu memikirkan diri sendiri dan selalu ingin diperhatikan
Untuk mempermudah dalam menganalisis keterampilan sosial pada saat pertama masuk dan selama berada di sekolah dasar, maka data diabstraksikan ke dalam matriks sebagai berikut :
Tabel 4.6
Analisis Data Silang Kasus 1
Mengenai Keterampilan Sosial Saat Pertama dan Selama Berada di Sekolah Dasar
ASPEK KETERAMPILAN AWAL KETERAMPILAN AKHIR ANALISIS
Pengenalan Diri Y.B.R dapat mengenal dirinya sendiri di foto, namun belum dapat menyebutkan tentang umurnya, dan masih memerlukan bimbingan dalam menyebutkan namanya.
Y.B.R mengetahui namanya, namun dalam menyebutkan nama kadang mau, kadang tidak. Sedangkan menyebutkan umur Y.B.R tampak belum bisa. Namun dapat mengenali dirinya sendiri di foto atau gambar.
Dalam pengenalan diri, tidak ada keterampilan yang berarti. Apabila dulu dalam
menyebutkan nama perlu dibimbing, namun sekarang dalam menyebutkan nama tergantung pada moodnya.
Meniru Y.B.R masih menyesuaikan
diri dengan sekolah, sehingga masih pendiam dan
mengamati. Namun karena sangat tertarik dengan mainan, anak suka menirunya.
Kadang Y.B.R suka meniru perilaku orang disekitarnya. Namun untuk benda seperti tas atau sepatu Y.B.R tidak pernah meniru, namun untuk mainan kadang ingin seperti milik temannya.
Apabila dulu Y.B.R masih menyesuaikan diri, maka sekarang Y.B.R sudah dapat meniru perilaku orang disekitarnya.
Hubungan Sosial
Hubungan sosial masih kurang karena masih menyesuaikan diri dengan teman. Jadi Y.B.R masih malu-malu, dan hanya mengamati
Kadang bila sedang mood dan teman-temannya tidak
mengejek atau jahil, Y.B.R mau bermain dengan temannya.
Hubungan sosial Y.B.R dengan temannya sekarang sudah baik, dimana Y.B.R sekarang sudah mau bergaul dan bermain dengan temannya, walaupun
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
tergantung pada moodnya.
Kerjasama Y.B.R belum dapat
bekerjasama dengan temannya. Namun dapat menunggu giliran dan mengikuti rutinitas walaupun masih perlu diarahkan dan dibimbing.
Kadang Y.B.R dapat
bekerjasama dengan temannya bila diberi kesempatan dan bimbingan. Y.B.R pun dapat mengikuti aturan, menunggu giliran, dan mengikuti rutinitas dengan baik.
Kemampuan kerjasama Y.B.R kurang begitu berkembang karena masih kurangnya kesempatan untuk bekerjasama dengan teman lainnya. Sedangkan
kemampuan untuk mengikuti aturan, rutinitas, dan menunggu giliran sudah lebih baik karena tidak perlu diarahkan kembali.
Simpati Masih agak cuek, namun
dapat mengikuti ekspresi temannya bila sedang senang / sedih
Y.B.R mempunyai rasa perasa yang lebih. Saat ada teman yang senang Y.B.R dapat ikut senang, dan saat ada yang sedih Y.B.R suka ikut sedih, seperti merasakan yang dirasakan temannya.
Apabila dulu Y.B.R masih cuek, sekarang Y.B.R lebih perasa dan dapat merasakan dengan baik apa yang dirasakan oleh temannya.
Empati Y.B.R belum dapat menyuruh
temannya tidak ribut, dan tidak pernah menertawakan temannya yang sedang sedih. Walaupun masih agak cuek, kadang anak dapat bertanya pada temannya yang sedang sedih.
Saat ada teman yang sedih Y.B.R tidak pernah menertawakan, justru Y.B.R dapat bertanya pada temannya yang sedang sedih atau cemas.
Apabila dulu agak cuek, sekarang rasa empati Y.B.R lebih baik.
Dukungan social
Y.B.R tidak dapat melakukan aktivitas untuk memperoleh dukungan dari temannya karena masih malu. Cenderung teman yang mendekati.
Y.B.R sering melakukan tingkah laku yang lucu seperti menyanyi atau berjoget untuk memperoleh dukungan dari temannya.
Apabila dulu Y.B.R masih malu-malu untuk mencari dukungan dari temannya, sekarang Y.B.R sudah tidak malu lagi, dan dapat membuat teman-temannya menerima dengan baik.
Kemurahan hati Y.B.R belum dapat menolong
temannya karena masih cuek. Untuk meminjamkan barang dan membagi makanankadang
Y.B.R kadang dapat menolong orang yang mengalami kesulitan dan kadang dapat meminjamkan barang pada
Kemampuan menolong, membagi makanan dan meminjamkan benda sudah lebih baik daripada
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
anak bisa. temannya, walaupun lebih
sering mengenalkan barang tersebut. Namun Y.B.R selalu membagi makanan pada temannya.
kemampuan awal. Sekarang Y.B.R lebih sering dalam membagikan makanannya kepada teman.
Perilaku Akrab Ketika tidak ada pembimbing Y.B.R suka dibantu oleh Guru Kelas dan teman lainnya, dan tidak terlalu gelisah. Namun saat tidak ada mainan Y.B.R tampak gelisah. Dan dalam mengerjakan tugaspun masih harus diberi bimbingan.
Saat tidak bersama Guru Pembimbing Khususnya dan mainannya kadang Y.B.R merasa gelisah. Dalam melakukan segala sesuatu ada yang bisa sendiri dan ada yang masih harus dibantu.
Kemampuan Y.B.R tidak terlalu berubah dalam hal perilaku akrab. Y.B.R kadang masih gelisah bila tidak bersama mainan dan dalam beberapa hal Y.B.R masih tetap harus dibantu.
Persaingan Y.B.R tidak pernah bersaing
untuk mengerjakan tugas dengan temannya karena tugas dan kemampuan Y.B.R berbeda dan Y.B.R tampak santai dalam mengerjakan tugas.
Walaupun kemampuan berbeda, kadang Y.B.R suka bersaing dalam mengerjakan tugas atau dalam permainan dengan teman-temannya.
Apabila dulu tidak mampu bersaing sama sekali, sekarang kadang Y.B.R mau bersaing dalam mengerjakan hal yang disukainya, seperti permainan.
Negativisme Dalam menuruti perintah /
nasihat tergantung kepada mood Y.B.R. Bila sedang tidak mood Y.B.R menolak perintah dengan cara diam atau pura-pura tidak mendengar.
Saat sedang tidak mood Y.B.R kadang suka berpura-pura tidak mendengar permintaan orang lain dan kadang suka menolak tugas dengan cara bermain atau keluar dari kelas, sehingga mengerjakan tugas seenaknya.
Dalam melakukan perintah, masih seperti dulu, tergantung pada mood Y.B.R.
Perilaku Agresif
Ketika awal masuk belum dapat mengekspresikan perilaku agresifnya dengan tidak berkata kasar, mencubit, dan menendang teman. Namun bila marah kadang melempar barang pribadinya.
Y.B.R tidak pernah berkata kasar atau memaki orang lain. Saat sedang marah, tidak ingin mengerjakan tugas, atau diganggu, Y.B.R kadang suka memukul teman atau Guru Pembimbing Khususnya. Kadang bila marah Y.B.R pun melempar barang, namun tidak pernah sampai rusak
Pada saat awal masuk Y.B.R tidak berani mengungkapkan perilaku agresifnya, namun sekarang Y.B.R dapat mengekspresikan perilaku agresif seperti memukul.
Perilaku berkuasa
Bila sedang tidak mood atau malas Y.B.R kadang suka
Kadang Y.B.R suka menyuruh Guru Pembimbing Khususnya
Perilaku berkuasa Y.B.R masih sama seperti dulu,
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
memerintah orang yang dekat dengannya, namun tidak pernah sampai mengancam.
dan kadang belajar dan keluar masuk kelas seenaknya bila sedang tidak mood. Namun tidak pernah sampai mengancam orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.
dimana Y.B.R sering menyuruh tergantung pada moodnya, walaupun tidak sampai mengancam.
Memikirkan diri sendiri
Y.B.R ingin selalu diperhatikan dan ingin perminaannya selalu dituruti, jika tidak akan menangis atau keluar kelas.
Y.B.R selalu ingin diperhatikan oleh semua orang, dan suka cemburu bila tidak diperhatikan.
Dari dulu hingga sekarang Y.B.R selalu memikirkan diri sendiri dan selalu ingin diperhatikan.
2) Keterampilan Sosial Pada Saat Pertama dan Selama Berada di Sekolah Dasar Pada Kasus 2
Keterampilansosial M.B.R tidak terlalu berubah, bila dibandingkan dengan Y.B.R, bahkan aspek keterampilan sosial M.B.R ada yang menurun. M.B.R dapat menyebutkan namanya dan identitas gendernya walaupun dengan suara yang kecil dan kurang jelas. M.B.R dapat merespon ketika dipanggil dengan cara mengarahkan wajah kepada orang yang memanggil. Untuk umur M.B.R tampak belum terlalu mengerti. Namun M.B.R dapat mengenali dirinya sendiri di foto atau gambar.
Keterampilan meniru M.B.R agak menurun. Bila dulu pernah meniru perkataan temannya, sekarang tidak pernah dan tetap diam saja. M.B.R tidak pernah meniru benda milik temannya.Dari dulu hingga sekarang M.B.R suka menyendiri dan kurang dapat bergaul dan bermain dengan temannya. Bila ada teman yang mengajak bermain, M.B.R suka menolak dan lebih memilih menyendiri. Bila dulu M.B.R kadang bermain dengan ABK lain, sekarang M.B.R tidak pernah bermain sama sekali.
Kemampuan M.B.R tidak berubah dalam hal bekerjasama dengan teman-teman lain di kelas. M.B.R masih tidak mampu bekerjasama. M.B.R tidak suka bermain dengan teman. M.B.R kurang dapat mengikuti aturan dan rutinitas, misalnya M.B.R sering terlambat ke sekolah dan masih diawasi ketika menunggu guliran membeli sesuatu.
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Rasa simpati M.B.R sama seperti dulu, agak kurang dan masih cuek. Saat teman gembira kadang M.B.R ikut gembira dengan ikut tersenyum. Saat teman sedang sedih, M.B.R diam dan cuek saja. Kemampuan empati M.B.R sama seperti yang dulu, saat ada yang sedih kadang M.B.R cuek, kadang tertawa tidak jelas. M.B.R anak yang pasif yang tidak dapat menenangkan temannya yang sedang sedih atau cemas.
Dari dulu hingga sekarang, M.B.R tidak pernah melakukan aktivitas tertentu untuk memperoleh dukungan dari teman. Di sekolah M.B.R cenderung diam saja dan tidak banyak bicara. Kemurahan hati M.B.R tampak menurun dibandingkan dahulu. M.B.R belum pernah menolong orang yang mengalami kesulitan dan cenderung M.B.R yang ditolong oleh teman. Bila dulu kadang M.B.R dapat meminjamkan barang pada teman, sekarangM.B.R tidak pernah meminjamkan barang atau mainan pada teman. M.B.R tidak pernah membagi bekal, karena M.B.R selalu makan sendiri.
Bila dulu M.B.R gelisah jika tidak bersama Bapaknya, sekarang tidak pernah gelisah dan cuek bila tidak bersama Bapaknya, namun bila kekelas tetap harus diantar. M.B.R kadang melakukan sesuatu dengan mandiri, seperti dalam mengerjakan tugas, namun ketika jajan masih harus ditemani dan dibimbing.
Dari dulu hingga sekarang M.B.R tidak pernah berusaha mengerjakan tugas lebih cepat dari temannya. Dalam mengerjakan tugas sering santai dan kadang mengistirahatkan tangannya dulu.Dari dulu hingga sekarang, kadang saat sudah malas atau ingin pulang atau sedang marah, M.B.R suka berpura- pura tidak mendengar nasihat atau perintah dari Guru / Bapaknya, dengan cara menggumam dan diam. Kadang M.B.R juga suka menolak nasihat atau perintah dari Guru Kelas.
Sekarang M.B.R tidak pernah berperilaku agresif seperti dulu. Bila dulu M.B.R kadang berkata kasar, dan memukul teman yang mengganggunya, sekarang tidak pernah. Dari dulu hingga sekarang
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
M.B.Rtidak pernah merusak barang.Kemampuan M.B.R masih sama, M.B.R tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengerjakan sesuatu, walaupun dalam mengerjakan tugas, masuk sekolah, dan saat malas belajar kadang suka seenaknya. Namun tidak pernah sampai mengancam orang lain untuk memenuhi kebutuhannyaDari dulu hingga sekarang M.B.R cuek dan tidak ingin selalu diperhatikan.
Untuk mempermudah dalam menganalisis keterampilan sosial saat pertama masuk dan selama berada di Sekolah Dasar, maka data diabstraksikan ke dalam matriks sebagai berikut :
Tabel 4.7
Analisis Data Silang Kasus 2
Mengenai keterampilan Sosial Saat Pertama dan Selama Berada di Sekolah Dasar
ASPEK KETERAMPILAN AWAL KETERAMPILAN AKHIR ANALISIS
Pengenalan Diri
M.B.R dapat menyebutkan namanya, walaupun
menyebutkan nama panggilan, serta M.B.R dapat merespon bila dipanggil. M.B.R dapat mengenali dirinya di foto, namun belum dapat
menyebutkan umur. M.B.R pun mngetahui bahwa dia itu laki- laki.
M.B.R dapat menyebutkan namanya dan identitas gendernya walaupun dengan suara yang kecil dan kurang jelas. M.B.R pun dapat merespon ketika dipanggil dengan cara mengarahkan wajah kepada orang yang memanggil. Untuk umur M.B.R tampak belum terlalu mengerti. Namun M.B.R dapat mengenali dirinya sendiri di foto atau gambar.
Keterampilan M.B.R tidak berubah. M.B.R dapat menyebutkan namanya dan identitas gendernya walaupun dengan suara yang kecil dan kurang jelas. M.B.R pun dapat merespon ketika dipanggil dengan cara mengarahkan wajah kepada orang yang memanggil. Untuk umur M.B.R tampak belum terlalu mengerti. Namun M.B.R dapat mengenali dirinya sendiri di foto
Meniru Kadang M.B.R meniru kata-
kata temannya dan mengulanginya dirumah. Namun M.B.R tidak pernah berusaha meniru benda milik temannya.
M.B.R diam saja, tidak pernah meniru kata-kata atau perilaku temannya dan tidak pernah meniru benda milik temannya, seperti tas atau sepatu.
Keterampilan meniru M.B.R agak menurun. Bila dulu pernah meniru perkataan temannya, sekarang tidak pernah dan tetap diam saja. M.B.R pun tidak pernah meniru benda milik temannya.
Hubungan Sosial
M.B.R kurang mampu bergaul dengan teman lainnya. Apabila temannya mendekati
M.B.R suka menyendiri dan kurang dapat bergaul dan bermain dengan temannya.
Dari dulu hingga sekarang M.B.R suka menyendiri dan kurang dapat bergaul dan
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
M.B.Rcenderung diam dan menghindar. M.B.R lebih sering bermain dengan ABK lain.
Padahal temannya suka mengajak bermain, namun M.B.R cenderung diam saja.
bermain dengan temannya. Bila ada teman yang mengajak bermain, M.B.R suka menolak dan lebih memilih menyendiri. Bila dulu M.B.R kadang bermain dengan ABK lain, sekarang M.B.R tidak pernah bermain sama sekali
Kerjasama M.B.R tidak pernah
bekerjasama dan bermain dengan temannya di kelas, karena M.B.R suka menyendiri. Namun M.B.R dapat menunggu giliran dan dapat mengikuti aturan dan rutinitas walaupun masih harus dibimbing dan diawasi
M.B.R tidak pernah bekerjasama dengan teman- teman lain di kelas karena kemampuannya berbeda. M.B.R tidak suka bermain dengan teman. M.B.R kurang dapat mengikuti aturan dan rutinitas, misalnya M.B.R sering terlambat ke sekolah
Kemampuan M.B.R tidak berubah dalam hal bekerjasama dengan teman-teman lain di kelas. M.B.R masih tidak mampu bekerjasama. M.B.R tidak suka bermain dengan teman. M.B.R kurang dapat mengikuti aturan dan rutinitas, misalnya M.B.R sering terlambat ke sekolah dan masih diawasi ketika menunggu guliran membeli sesuatu.
Simpati M.B.R masih cuek terhadap
lingkungan. Namun kadang bila teman sedang senang M.B.R suka ikut senang, namun bila teman sedih tidak pernah ikut sedih.
Rasa simpati M.B.R agak kurang. Saat teman gembira kadang M.B.R ikut gembira dengan ikut tersenyum. Saat teman sedang sedih. M.B.R diam dan cuek saja
Rasa simpati M.B.R sama seperti dulu, agak kurang dan masih cuek. Saat teman gembira kadang M.B.R ikut gembira dengan ikut tersenyum. Saat teman sedang sedih, M.B.R diam dan cuek saja
Empati Bila ada teman yang sedih,
M.B.R belum bisa
menenangkan temannya karena masih cuek. Saat teman sedang sedih kadang M.B.R tertawa, namun dengan alasan yang tidak jelas.
Saat ada yang sedih kadang M.B.R cuek, kadang tertawa tidak jelas. M.B.R anak yang pasif yang tidak dapat menenangkan temannya yang sedang sedih atau cemas.
Kemampuan empati M.B.R sama seperti yang dulu, saat ada yang sedih kadang M.B.R cuek, kadang tertawa tidak jelas. M.B.R anak yang pasif yang tidak dapat menenangkan temannya yang sedang sedih atau cemas.
Dukungan sosial
M.B.R tidak pernah melakukan aktivitas untuk memperoleh dukungan sosial dari temannya.
M.B.R tidak pernah melakukan aktivitas tertentu untuk memperoleh dukungan dari teman. Di sekolah M.B.R cenderung diam saja dan tidak
Dari dulu hingga sekarang, M.B.R tidak pernah melakukan aktivitas tertentu untuk memperoleh dukungan dari teman. Di sekolah
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
banyak bicara M.B.Rcenderung diam saja dan
tidak banyak bicara Kemurahan
hati
M.B.R tidak pernah menolong temannya. Namun kadang bila ada teman yang meminjam benda dan meminta makanan, M.B.R mau membaginya, walaupun masih jarang.
M.B.R belum pernah menolong orang yang mengalami kesulitan dan cenderung M.B.R yang ditolong oleh teman. M.B.R tidak pernah meminjamkan barang atau mainan pada teman. M.B.R tidak pernah membagi bekal, karena M.B.R selalu makan sendiri.
Kemurahan hati M.B.R tampak menurun dibandingkan dahulu. M.B.R belum pernah menolong orang yang mengalami kesulitan dan cenderung M.B.R yang ditolong oleh teman. Bila dulu kadang M.B.R dapat meminjamkan barang pada teman, sekarang M.B.R tidak pernah meminjamkan barang atau mainan pada teman. M.B.R tidak pernah membagi bekal, karena M.B.R selalu makan sendiri.
Perilaku Akrab
Kadang M.B.R gelisah jika tidak ditemani oleh Bapaknya, namun M.B.R dapat melakukan segala sesuatu sendiri, seperti dalam mengerjakan tugas.
M.B.R tidak pernah gelisah dan cuek bila tidak bersama Bapaknya atau benda yang disukainya. M.B.R kadang melakukan sesuatu dengan mandiri, seperti dalam mengerjakan tugas, namun ketika jajan masih harus ditemani dan dibimbing.
Bila dulu M.B.R gelisah jika tidak bersama Bapaknya, sekarang tidak pernah gelisah dan cuek bila tidak bersama Bapaknya, namun bila kekelas tetap harus diantar. M.B.R kadang melakukan sesuatu dengan mandiri, seperti dalam mengerjakan tugas, namun ketika jajan masih harus ditemani dan dibimbing.
Persaingan M.B.R tidak pernah berusaha
mengerjakan aktivitas atau tugas lebih cepat dari orang lain.
M.B.R tidak pernah berusaha mengerjakan tugas lebih cepat dari temannya. Dalam
mengerjakan tugas sering santai dan kadang mengistirahatkan tangannya dulu.
Dari dulu hingga sekarang M.B.R tidak pernah berusaha mengerjakan tugas lebih cepat dari temannya. Dalam
mengerjakan tugas sering santai dan kadang mengistirahatkan tangannya dulu.
Negativisme Kadang bila sedang malas dan
ingin pulang M.B.R suka pura- pura tidak mendengar atau mengerti permintaan dari gurunya dan kadang suka menolak nasihat atau perintah
Kadang saat sudah lelah atau ingin pulang atau sedang marah, M.B.R suka berpura-pura tidak mendengar nasihat atau perintah dari Guru / Bapaknya, dengan cara menggumam dan diam.
Dari dulu hingga sekarang, kadang saat sudah malas atau ingin pulang atau sedang marah, M.B.R suka berpura-pura tidak mendengar nasihat atau perintah dari Guru / Bapaknya, dengan
Ray Yulia Ardha, 2016
KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dari Guru, walaupun dirumah M.B.R anak yang penurut.
Kadang M.B.R juga suka menolak nasihat atau perintah dari Guru Kelas.
cara menggumam dan diam. Kadang M.B.R juga suka menolak nasihat atau perintah dari Guru Kelas.
Perilaku Agresif
Saat sedang marah M.B.R kadang berkata kasar, dan memukul teman yang
mengganggunya, kadang diam. Namun M.B.R tidak pernah sampai merusak barang.
M.B.R tidak pernah berkata kasar atau memaki orang lain dan tidak pernah menendang atau memukul orang lain, serta tidak pernah merusak barang.
Sekarang M.B.R tidak pernah berperilaku agresif seperti dulu. Bila dulu M.B.R kadang berkata kasar, dan memukul teman yang mengganggunya, sekarang tidak pernah. Dari dulu hingga sekarang M.B.R tidak pernah merusak barang. Perilaku
berkuasa
M.B.R tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengerjakan sesuatu, tidak pernah bertindak seenaknya, dan tidak pernah mengancam orang lain
M.B.R tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengerjakan sesuatu, walaupun dalam mengerjakan tugas, masuk sekolah, dan saat malas belajar kadang suka seenaknya. Namnun tidak pernah sampai mengancam orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Kemampuan M.B.R masih sama, M.B.R tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengerjakan sesuatu. walaupun dalam mengerjakan tugas, masuk sekolah, dan saat malas