• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kiat-Kiat Mempertahankan Keberlanjutan Usaha dalam Islam

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Keberlanjutan Usaha Warung Tradisional di Kota Makassar yang Menerap- Menerap-kan Etika Bisnis Islam

4. Kiat-Kiat Mempertahankan Keberlanjutan Usaha dalam Islam

Dinamika dunia bisnis antarauntung rugi merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa dihindari, bahkan Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa setiap pedagang itu berspekulasi antara untung rugi. 160 Akan tetapi setiap pedagang tidak menginginkan mengalami kerugian dalam usahanya, apalagi sampai mengalami kebangkrutan. Allah swt. sudah mejelaskan dalam al-Qur’an bahwa kunci atau jalan keluar dari segala permasalahan adalah ketakwaan. Termasuk permasalahan dalam

158Ibu Yulianti, Pedagang Warung Tradisional Kec. Manggala, Wawancara, 20 Januari 2022

159Bapak H. Shulthani, Pedagang Warung Tradisional Kec. Panakukang, Wawancara, 19 Januari 2022

160 Syubili, Muqaddimah Fi Mu’amalāti Māliyah Wa Ba’dh Tathbīqāt Al-Mu’āshirah, h. 20.

dunia bisnis jalan keluarnya adalah ketakwaan, sedangkan untuk mendapatkan ketakwaan tersebut harus memiliki dua rukun yaitu hablun min Allah yaitu tali agama Allah dan hablun min al-nās yaitu tali perjanjian dengan manusia, dan ketakwaan tidak dapat diraiah jika ada salah satu dari rukunnya tidak terpenuhi.

sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Āli ‘Imrān/3 : 112.

ِّم ٍلحبَ ِبِ َّ

لَِإ اوُفِقُث اَم َنحي َ أ ُةَّلِّلَّا ُمِهحيَلَع حتَبِ ُضر ٍب َضَغِب اوُءاَبَو ِساَّلنا َنِّم ٍلحبَحَو ِ َّللا َن

َنوُلُتحقَيَو ِ َّللا ِتاَيآِب َنوُرُفحكَي اوُن َكَ حمُهَّنَأِب َكِلََٰذ ۚ ُةَنَكحسَمحلا ُمِهحيَلَع حتَبِ ُضرَو ِ َّللا َنِّم َنوُدَتحعَي اوُن َكََّو او َصَع اَمِب َكِلََٰذ ۚ ٍّقَح ِ حيَْغِب َءاَيِبن َ ح

لأا

Terjemahnya:

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.161

Penjelasan dua rukun takwa yaitu hablun min Allah yaitu tali agama Allah dan hablun min al-nās untuk meraih ketakwaan serta aplikasinya dalam dunia bisnis adalah sebagai berikut:

a. Hablun min Allah

Berpegang kepada tali agama Allah adalah menjalankan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan larangan agama yang mengatur hubungan manusia dengan tuhannya yaitu Allah. Perintah dan larangan yang dimaksud di antaranya adalah mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya, beribadah kepada-Nya seperti berdoa, bersyukur, menjaga salat wajib dan sunah, mengerjakan puasa, membayar zakat menunaikan haji dan umrah bagi yang mampu, membaca al-Qur’an, menjaga zikir pagi dan petang, tidak meminta bantuan kepada jin atau dukun, dan lain-laninnya.

161Kementerian Agama, “Alquran dan Terjemahan,” h. 64.

b. Hablun min al-Nās

Berpegang kepada tali perjanjian dengan manusia adalah menjalankan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan larangan agama yang mengatur hubungan antara manusia. Perintah dan larangan yang dimaksud terangkum dalam etika Islam, di antaranya adalah memenuhi akad-akad atau perjanjian, beakhlak mulia, tidak menzalimi orang lain, bersedekah, membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan lain-lainnya. Adapun dalam dunia bisnis maka hablun min al-nās yang dimaksud lebih spesifik, yang terangkum dalam etika bisnis Islam yang di antaranya menjadi pembahasan dalam penelitian ini.

Setelah menjelaskan dua rukun takwa untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalahan dunia bisnis, diperlukan kiat-kiat yang dapat dilakukan para pedagang dalam mempertahankan keberlanjutan usaha mereka. Akan tetapi kiat-kiat tersebut tidak berdampak positif pada usahanya apabila mengabaikan salah satu atau kedua rukun takwa tersebut.

a. Bersyukur setiap ada barang yang terjual. Karena Allah menjanjikan akan menambahkan nikmat-Nya bagi hamba-Nya yang bersyukur. Allah swt berfirman dalam QS. Ibrāhīm/14 : 7.

ديِد َش َل ِبياَذَع َّنِإ حمُتحرَفَك نِئَلَو ۖ حمُكَّنَديِزَ َلأ حمُتحرَكَش نِئَل حمُكُّبَر َنَّذَأَت حذوَإِ

Terjemahnya:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".162

b. Perbanyak berdoa kepada Allah. Karena Allah menjanjikan akan mengijabah doa hamba-hamba-Nya. Terlebih lagi seorang yang sedang dalam kesulitan atau menghadapi masalah dalam kehidupannya. Sebagaiman firman Allah swt. dalam QS. Al-Naml/27 : 62.

162Kementerian Agama, “Alquran dan Terjemahan,” h. 256.

َعَّم هََٰلِإ َ

أ ِضحر َ ح

لأا َءاَفَلُخ حمُكُلَعحجَيَو َءو ُّسلا ُفِشحكَيَو ُه َعََد اَذِإ َّر َط حضُم ح

لا ُبيِ ُيج نَّمَأ َنوُر كَذَت اَّم ًلايِلَق ۚ ِ َّللا َّ

Terjemahnya:

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)..163 c. Bersedekah setiap hari. Karena Allah menjajikan akan melipatgandakan

barkali-kali lipat balasanorang yang bersedekah di jalan Allah. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah/2 : 261.

ٍة َلُبنُس ِّ ُكُ ِفِ َلِباَنَس َعحبَس حتَتَبنَأ ٍةَّبَح ِلَثَمَك ِ َّللا ِليِبَس ِفِ حمُهَلاَوحمَأ َنوُقِفنُي َنيِ َّلَّا ُلَثَّم ميِلَع عِساَو ُ َّللاَو ُءا َشَي نَمِل ُفِعا َضُي ُ َّللاَو ٍةَّبَح ُةَئاِّم

Terjemahnya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.164

Hal sederhana yang dapat dilakukan oleh pedagang agar dapat bersedekah setiap hari di antaranya dengan menurunkan harga jika konsumen tidak memiliki uan gyang cukup atau menyediakan keranjang sedekah bagi konsumen dan yang membutuhkannya. Konsumen yang datang dapat meletakkan barang yang mau disedekahkan kepada orang yang membutuhkannya, dan orang yang membutuhkannya yang tidak memiliki uang dapat mengambilnya sesuai kebutuhannya. Hal ini merupakan kebiasan masyarakat turki sejak masa khilafah

‘Utsmaniy yang mayoritas penduduknya adalah muslim.165

163Kementerian Agama, “Alquran dan Terjemahan,” h. 382

164Kementerian Agama, “Alquran dan Terjemahan,” h. 44.

165 Daily Sabah, “Nubdzah ’an ’Adat Atrak Ijtima’iyah Ma’khudzah Min

Al-’Ashr Al-’Utsmaniy,” 21 februari 2022, https://www.dailysabah.com/arabic/history/2021/06/11/.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kehadiran retail modern di tengah-tengah warung tradisional memberikan dampak negatif kepada keberlanjutan usahanya. Akan tetapi, kehadiran retail modern tidak bisa ditolak, karena merupakan tuntutan perkembang-an zamperkembang-an dperkembang-an kemajuperkembang-an ilmu pengetahuperkembang-an dperkembang-an teknologi. Dperkembang-an pedagperkembang-ang warung tradisional yang merasakan dampak positif atau terbantu dari keberadaan retail modern hanya sedikit, dan tidak merata dirasakan oleh semua pedagang warung tradisional.

2. Para pedagang warung tradisional di Kota Makassar yang menjadi objek penelitian memahami etika bisnis Islam secara substansial tetapi tidak secara terperinci, dan para pedagang telah menerapkan sebagian besar dari etika Islam pada usaha warung tradisional mereka. Terdapat 5 etika bisnis yang diterapkan oleh semua pedagang, 4 etika bisnis diterapkan oleh sebagian besar pedagang, dan 1 etika bisnis yang banyak ditinggalkan oleh pedagang.

3. Penerapan etika bisnis Islam pada pedagang warung tradisional di tengah maraknya retail modern di Kota Makassar dapat mempertahankan keber-lanjutan usaha mereka. Meski angka penjualan para pedagang belum pernah mencapai seperti sebelum hadirnya retail modern, namun mereka meyakini dan merasakan terbukanya pintu-pintu rizki Allah selama diterapkannya etika bisnis Islam.