menjadi Rp4,6 triliun. Dana Pihak Ketiga tumbuh
sebesar 18% dan Kredit UMKM tumbuh sebesar 21,8%,
hal tersebut menunjukkan komitmen kami untuk terus
mendorong bisnis Mandiri di sektor Micro & Retail
NASABAH & JARINGAN DISTRIBUSI
Jumlah nasabah dana Mikro & Retail Banking telah mencapai 8,8 juta nasabah atau tumbuh sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Nasabah kredit UMKM telah mencapai 259.000 debitur atau tumbuh sebesar 92% dibandingkan tahun 2007.
Pertumbuhan jumlah nasabah ini berasal dari pertambahan jumlah cabang Mandiri menjadi 1.027 cabang dari 956 cabang di tahun sebelumnya. Khusus untuk segmen UMKM, di tahun 2008 Mandiri telah memiliki 252 outlet untuk melayani kredit Kecil & Menengah (SBDC, SBB, Community Branch) dan 600 outlet untuk melayani nasabah mikro, dengan kredit s/d 100 juta.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah utama, Mandiri telah membuka 6 (enam) Cabang Mandiri Prioritas dan 10 Ruang
Khusus Prioritas baru, sehingga saat ini nasabah utama Mandiri dapat dilayani di 73 outlet Prioritas di seluruh indonesia. Pertumbuhan nasabah untuk segmen ini mencapai 78% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut membuktikan tingginya tingkat kepercayaan dan kepuasan nasabah yang tercermin juga dengan penghargaan yang diperoleh Mandiri sebagai The Best local Private Bank in Indonesia versi Euromoney untuk tahun 2008.
Untuk melayani transaksi nasabah baru tersebut, Mandiri juga melakukan pengembangan jaringan e-channel dengan menambah 934 unit ATM baru menjadi 4.120 unit Mandiri ATM di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2008 Mandiri
meluncurkan 10 unit Mandiri Mobile tersebar di Jakarta (tiga unit), Medan, Batam, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Malang,
RETAIL
Micro and Retail Banking
‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 ‘06 ‘07 ‘08 TOTAL LOANS (Rp. Trilliun)
4 8 12 16 20
Valas Rupiah
TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun)
20 40 80 120 160
Valas Rupiah
CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Triliun)
1 2 3 4 5
FEE INCOME (Rp. Triliun)
0,5 1 1,5 2 2.5
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Triliun)
0,5 1 1,5 2 2,5
Personel
General & Administrative
LOAN YIELD (%) 4 8 12 16 20 Valas Rupiah COST OF LIABILITIES (%) 2 4 6 8 10 Valas Rupiah NPL (%) 1 2 3 4 5 DISTRIBUTIONS ‘06 ‘07 ‘08 Cabang 924 956 1.027 Outlet UKM 156 172 252 Outlet Mikro 200 300 600 Outlet Prioritas 46 56 73 Mandiri ATM 2.800 3.186 4.120 Mandiri EDC 17.661 23.690 27.611
Mandiri Debit menerima penghargaan dari VISA International sebagai Kartu Debit dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, dengan volume transaksi mencapai USD 1,5 milyar di tahun 2008.
Tingginya utilisasi ini menunjukan semakin tingginya tingkat kepercayaan nasabah dalam menggunakan
e-channel sebagai sarana untuk bertransaksi, serta keberhasilan Mandiri dalam melakukan pengalihan transaksi dari cabang ke e-channel.
KUALITAS LAYANAN
Di awal tahun 2008 ini, Mandiri berhasil meraih juara I, The Best Bank Service Excellence 2007/2008 dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan majalah Infobank.
suatu inovasi menggunakan sarana mobil yang didisain khusus sehingga dapat memberikan layanan kas, ATM, pembukaan rekening dan internet banking. Fungsi Mandiri Mobile ini adalah untuk menjangkau nasabah dan wilayah yang jauh dari keberadaan Cabang Mandiri atau Mandiri ATM, serta sebagai sarana promosi.
Jumlah transaksi yang dilakukan nasabah Mandiri di tahun 2008 mencapai 750 juta transaksi, 166 juta dilakukan di cabang-cabang dan 584 juta dilakukan di e-channel, termasuk 417 juta transaksi melalui Mandiri ATM (tumbuh 29%), 17,8 juta melalui Mandiri EDC (tumbuh 40%), 80 juta melalui Mandiri SMS (111%) dan 16 juta melalui Mandiri Internet (tumbuh 107%). Jumlah transaksi Mandiri Debit secara total meningkat menjadi 11,4 juta transaksi (tumbuh 41%).
RETAIL
Micro and Retail Banking
PERTUMBUHAN NASABAH DISERTAI DENGAN PERTUMBUHAN TRANSAKSI MELALUI E-CHANNEL
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 9.0 8.0 7.0 6.0 5.0 4.0 Jan ’ 07
Feb’ 07 Mar’ 07 apr’ 07 Mei’ 07 Jun
’ 07
Jul’ 07 ags’ 07 Sep’ 07 okt’ 07 Nov’ 07 Des’ 07 Jan
’ 08
Feb’ 08 Mar’ 08 apr’ 08 Mei’ 08 Jun
’ 08
Jul’ 08 ags’ 08 Sep’ 08 okt’ 08 Nov’ 08 Des’ 08
Transaksi (Juta) Nasabah (Juta)
Nasabah Jumlah Transaksi
Prestasi ini merupakan puncak keberhasilan tranformasi layanan Mandiri yang terus meningkat dari peringkat III, II dan I MRI sejak tahun 2006, 2007 dan 2008.
Aspirasi Mandiri adalah menjadi Legenda Service yang didukung dengan prestasi yang konsisten dalam peningkatan kualitas layanan dan penjualan di seluruh cabang serta e-channel Mandiri.
Sehubungan dengan hal tersebut, Mandiri secara terus menerus
mengoptimalkan bisnis proses cabang untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas karyawan dalam menjual produk-produk Mandiri, termasuk didalamnya, proses standarisasi disain cabang (layout, interior, eksterior) sesuai dengan proses bisnis yang paling optimal dan brand image yang baru melalui project Branch optimization & Standardization.
PERTUMBUHAN DANA
Sepanjang tahun 2008, total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun meningkat sekitar 18% menjadi sebesar Rp165,4 triliun.
Pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh pertumbuhan Deposito sebesar Rp20,5 triliun sejalan dengan strategi menjaga likuiditas IDR dan USD di akhir tahun 2008. Dana murah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya terutama didorong oleh pertumbuhan jumlah nasabah dan berkat adanya program promosi yang efektif. Tabungan Mandiri tumbuh 9,4% dari Rp79 triliun di tahun 2007 menjadi Rp86 triliun di tahun 2008.
Kemilau Mandiri Fiesta adalah program
TV promosi produk Mandiri Tabungan, sekaligus bentuk komunikasi Mandiri untuk memelihara citra sebagai bank terbesar dan terpercaya. Program tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat yang tercermin dari tingginya nilai rating dan share, hasil survey penonton televisi oleh AGB-Nielsen.
Produk Mandiri Tabungan juga meraih peringkat kedua kategori Saving Account pada ajang Indonesian Bank Loyalty Award 2008-2009.
Di masa mendatang produk Tabungan tetap menjadi fokus penghimpunan dana murah melalui program promosi yang berkelanjutan, penambahan jumlah cabang & ATM serta
penyempurnaan fitur layanan melalui e-channel.
Dalam rangka menggarap peluang bisnis baru di sistem pembayaran mikro, Mandiri telah meluncurkan Mandiri Prabayar pertama yaitu Gaz Card bekerjasama dengan Pertamina. Di tahun 2008 Mandiri kembali meluncurkan produk Mandiri Prabayar yaitu Indomaret Card bekerjasama dengan PT Indomarco Prismatama dan E-toll Card bekerjasama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Citramarga Nusaphala Persada Tbk, PT Marga Mandala Sakti, PT Bintaro Serpong Damai.
Pada pertengahan Desember 2008 E-toll Card mulai di uji coba di ruas tol dalam kota Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta dan ruas Cikupa-Merak.
Direncanakan pada tahun-tahun berikutnya Mandiri Prabayar juga akan diterapkan untuk sarana pembayaran mikro lainnya terutama di sektor transportasi.
RETAIL
Micro and Retail Banking
PERTUMBUHAN KREDIT
Volume kredit untuk segmen Kecil dan Menengah pada tahun 2008 tumbuh menjadi Rp14,8 triliun (tumbuh 13,25%). Total NPL segmen ini adalah 1,82%. Di segmen Mikro, pada tahun 2008 volume kredit tumbuh mencapai Rp2,96 triliun (tumbuh 99,45%) dari tahun sebelumnya dengan NPL 2,2%.
Ekspansi kredit tetap difokuskan kepada produk kredit yang memberikan margin tinggi dengan tingkat risiko yang terkendali.
Di tahun 2008 telah dilakukan inisiatif penyempurnaan pada sistem Credit Scoring dan loan origination System dengan tujuan untuk memperkuat manajemen risiko.
Dalam rangka mendukung Inpres No. 6 Tahun 2007 tanggal 8 Juni 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), maka pada tanggal 9 Oktober 2007, Mandiri telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi dengan Departemen Pelaksana Teknis Program dan Perusahaan Penjamin disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.
Sepanjang tahun 2008, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri lebih dititikberatkan pada pola penyaluran secara linkage melalui Koperasi maupun Kelompok Tani. Total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp1,14 triliun kepada 37.010
nasabah, dengan tingkat NPL sebesar 0,33%, Mandiri berhasil menjadi bank penyalur KUR dengan tingkat NPL terendah di Indonesia.
Pertumbuhan bisnis kredit mikro juga dilakukan secara non-organik, yaitu dengan melakukan akuisisi Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) yang merupakan salah satu bank terkemuka di Provinsi Bali dengan fokus pada pembiayaan segmen Mikro dan Kecil. BSHB yang berdiri sejak tahun 1970 dan sampai dengan akhir tahun 2008 telah memiliki 66 cabang di seluruh Provinsi Bali.
PERTUMBUHAN BISNIS LAINNYA
Mandiri mencatat pertumbuhan Asset Under Management (AUM) sebesar 66,05% menjadi Rp9,64 triliun yang terdiri dari portfolio reksa dana Rp6,2 triliun dan Obligasi Retail Indonesia (ORI) Rp3,4 triliun. Pada tahun 2008 total ORI yang berhasil dijual Mandiri mencapai Rp3,05 triliun sehingga Mandiri kembali mengulang sukses tahun sebelumnya sebagai Agen Penjual ORI Terbesar & Terbaik untuk tahun 2008 versi Departemen Keuangan.
Pemasaran produk reksa dana dilaksanakan di Cabang Reguler & outlet Mandiri Prioritas yang ditunjuk secara khusus sebagai Cabang Penjual Reksa Dana, dengan lebih dari 1.000 orang pegawai yang telah memiliki Izin WAPERD dari Bapepam-LK
Selanjutnya, guna meningkatkan layanan kepada investor reksa dana, Mandiri meluncurkan fasilitas Monthly Dividend dan program Installment Plan di tahun 2008.
Mandiri juga melayani transaksi valuta asing, khususnya transaksi jual beli uang kertas asing. Mandiri telah menyediakan 27 Authorized Money Changer di beberapa lokasi strategis seperti di bandara-bandara dan pusat perbelanjaan.
Mandiri juga telah membangun tiga unit layanan Retail Brokerage untuk melayani transaksi jual beli saham, dan jumlah unit tersebut akan terus ditingkatkan di masa mendatang.
PROGRAM WIRAUSAHA MUDA MANDIRI
Komitmen Mandiri untuk mendorong generasi muda untuk menjadi wirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja baru, tercermin dalam pencanangan tahun 2008 sebagai Tahun Wirausaha Muda Mandiri sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari Mandiri. Implementasi program tersebut dilaksanakan melalui roadshow Workshop Wirausaha Muda Mandiri, pemberian Beasiswa Wirausaha Muda Mandiri dan program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008.
Roadshow Workshop Wirausaha Muda
Mandiri dilaksanakan di kota Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan,
Palembang, Bukitinggi, Banjarmasin dan Makassar dan diikuti oleh 3.125 mahasiswa dari 95 PTN/PTS.
Sepanjang tahun 2008 Mandiri juga memberikan Beasiswa Wirausaha Muda Mandiri kepada 1.000
mahasiswa yang berasal dari 40 PTN/ PTS di seluruh Indonesia.
Apresiasi juga diberikan kepada generasi muda yang berani menjadi
RETAIL
generasi pencipta lapangan kerja dalam Program Penghargaan
Wirausaha Muda Mandiri 2008 kepada enam orang pemenang dari 1.057 peserta meliputi 198 PTN/PTS di 24 provinsi dengan bidang materi industri perdagangan, manufaktur, perikanan dan industri kreatif.
RENCANA PENGEMBANGAN BISNIS
Strategi Direktorat Micro & Retail Banking di tahun 2009 untuk mendukung visi Mandiri sebagai Dominant Multi Specialist Bank adalah fokus pada peningkatan profitabilitas dan Return on Equity melalui peningkatan transaksi dan produk yang memberikan kontribusi Fee Base tinggi, membangun struktur dana yang kokoh (besar, murah dan stabil) melalui implementasi strategi retail payment/retail transaction.
Pada tahun 2009 Mandiri akan tetap melakukan ekspansi bisnis melalui pembukaan minimal 50 cabang, 1000 ATM, dan 7.500 Mesin EDC baru.
Pertumbuhan kredit bermargin tinggi & menjaga NPL yang tetap rendah merupakan fokus utama dalam pengembangan bisnis di sisi aset, yaitu melalui rencana pembangunan 200 Mikro Mandiri Unit dan 200 Mikro Mandiri Sales outlet baru serta pengembangan risk management
untuk segmen mikro. Sehingga total outlet Mikro Mandiri akan mencapai 1000 unit di akhir 2009.
Direktorat Micro & Retail Banking akan selalu meningkatkan kualitas layanan, kualitas operasional dan produktivitas karyawan secara terus menerus termasuk juga melanjutkan upaya untuk tetap menjadi yang terbaik dari sisi kualitas layanan cabang dan internalisasi budaya perusahaan di seluruh jajaran Cabang.
Kami juga akan memberikan fokus yang lebih tinggi di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia & Budaya Perusahaan untuk memastikan bahwa kemajuan yang telah dicapai selama ini berkesinambungan/sustainable. Untuk mendukung inisiatif tersebut Direktorat Micro & Retail Banking telah meluncurkan Micro & Retail Banking Academy di awal tahun 2009 meliputi BranchManagement School, Micro Business School, Retail Business School dan Wealth Management School.
Training Micro & Retail Banking Academy disusun secara komprehensif serta disampaikan oleh pengajar/ fasilitator kompeten dari sumber internal maupun eksternal Mandiri yang telah memenuhi standar sertifikasi ISO untuk mempersiapkan kemampuan teknikal dan managerial
RETAIL
Micro and Retail Banking
pegawai-pegawai terbaik yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk mengisi jabatan kepala unit kerja atau jabatan lain dalam rangka mendukung pencapaian target bisnis.
RETAIL
Micro and Retail Banking
Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) merupakan salah satu bank terkemuka di Provinsi Bali yang fokus pada pembiayaan segmen mikro dan kecil yang berdiri sejak tahun 1970 dan diakuisisi oleh Mandiri pada bulan Mei 2008. Hasil proses akuisisi tersebut, BSHB menjadi perusahaan patungan antara Bank Mandiri (80%) dan Bank Sinar Harapan Bali (20%).
Pada tahun 2008 BSHB berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp8,526 miliar meningkat 163,7% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, aset BSHB per 31 Desember 2008 tercatat sebesar Rp398,32 miliar (tumbuh 28,7%) dengan rasio kecukupan modal CAR sebesar 41,22%. Rasio-rasio keuangan lainnya juga menunjukan performa yang baik yaitu LDR 108,8%, NIM 10,87%, ROA 3,53%, ROE 12,09%, NPL gross 0,75% dan NPL netto 0,50%.
Sebagai bank yang fokus pada segmen Mikro dan Kecil, BSHB menerapkan stategi pengembangan usaha dengan membangun cabang-cabang yang berada dekat pada target pasarnya yaitu nasabah segmen mikro. Pada tahun 2008 ini BSHB telah membuka 16 kantor cabang baru sehingga total BSHB telah memiliki 66 kantor cabang yang tersebar di seluruh Bali.
Portofolio pembiayaan Mikro dan Kecil BSHB meliputi 98% dari total kredit yang disalurkan, dan 64% diantaranya disalurkan pada usaha produktif yaitu untuk pembiayaan di sektor perdagangan, restoran dan hotel yang merupakan segmen usaha yang berkembang di Bali.
RETAIL
Micro and Retail Banking
PT. AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES PT. AXA Mandiri Financial Services (AMFS) merupakan perusahaan patungan antara Bank Mandiri (49%) dan AXA (51%) yang beroperasi sejak Desember 2003, dan saat ini secara representatif berada di lebih dari 772 cabang Mandiri yang tersebar di sepuluh wilayah, dengan menempatkan lebih dari 1.008 Financial Advisor dan 103 Sales Manager.
Selama tahun 2008, AMFS telah berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp1,92 triliun dengan laba bersih sebesar Rp149,8 miliar. Sementara itu, aset AMFS per 31 December 2008 tercatat sebesar Rp3,57 triliun dengan rasio kecukupan modal (RBC/risk based capital, yang merupakan indikator kesehatan perusahaan asuransi), sebesar 965%, jauh melebihi ketentuan minimum dari Departemen Keuangan sebesar 120%.
AMFS menawarkan layanan perencanaan keuangan dan
manajemen kekayaan melalui berbagai produk asuransi dan investasi yang memberikan nilai tambah kepada nasabah Mandiri. Untuk bisnis individu (ritel), AMFS menawarkan produk kombinasi asuransi dan investasi (unit-linked) yang memiliki beragam pilihan yang fleksibel dengan tingkat keuntungan yang relatif tinggi untuk memenuhi beragam kebutuhan seperti tabungan hari tua, dana pendidikan ataupun dana multi-guna. Disamping
produk unit-linked tersebut, AMFS juga menawarkan produk asuransi tradisional Mandiri Jiwa Sejahtera yang memberikan tingkat proteksi yang lebih tinggi, dan juga serangkaian asuransi perlindungan tambahan (riders). Sementara untuk bisnis grup, AMFS juga menyediakan perlindungan asuransi bagi nasabah pemegang kartu kredit (Mandiri Protection) dan nasabah consumer loan Mandiri.
Dengan kinerja yang baik ini, di tahun 2008 AMFS memperoleh beberapa penghargaan antara lain penghargaan dari Majalah Investor untuk kategori The Best Insurance Company 2007, penghargaan dari Majalah Infobank untuk predikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan 2007, penghargaan peringkat ke-2 dari Majalah Infobank dan mendapat predikat Sangat Bagus untuk kelompok asuransi jiwa dengan premi brutto diatas Rp1 triliun dan juga AMFS berhasil mendominasi peringkat 1 pada ajang TAA-AAJI 2008, dengan meraih beberapa penghargaan, antara lain :
• Peringkat 1 kategori Rookie of The
year 2007
• Peringkat 1 kategori Top Policy 2007 • Peringkat 1 kategori Top Premium