• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tipe-tipe Buah

Dalam dokumen Morfologi_Tumbuhan.pdf (Halaman 152-0)

BAB 6 BUAH

2. Tipe-tipe Buah

Berdasarkan asal atau perkembangan buah dikenal :

 Buah sejati atau buah sungguh, adalah buah yang berkembang dari bakal buah (ovulum) saja.

 Buah asesori, adalah buah yang berkembang dari bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain.

Gambar 6.1 bagian-bagian buah kelapa

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 149 Gambar 6.2 perkembangan morfologi buah Annacardium occidentale L. (sumber : Simson &

Conner-Ogorzaly, 1986)

Gambar 6.3 Buah Sejati Tunggal Keringa.Buah longkah, b. buah jail, c. buah geluk, d. daun samara, e. buah bumbung, f. buah polong, g. buah jiring, h. buah lobak, i. buah kotak, j. buah

berbelah, k. buah kendaga.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 150

 BUAH SEJATI

Buah ini dapat dikelompokkan menjadi buah tunggal, buah ganda dan buah majemuk.

 1. Buah Sejati Tunggal

Berdasarkan keadaan perikarpnya pada saat matang, buah ini digolongkan menjadi dua, yaitu buah tunggal kering dan buah tunggal berdaging.

Menjadi dua, yaitu buah tunggal kering dan buah tunggal berdaging.

 Buah sejati tunggal kering (siccus), adalah buah yang setelah matang perikarpnya kering. Buah kelompok ini setelah matang ada yang memecah (dehiscent) dan tidak memecah (indehiscent). Berdasarkan hal ini maka buah tunggal kering digolongkan menjadi dua, yaitu :

Buah sejati tunggal kering tidaak memecah, yang termasuk buah ini adalah:

a. Buah longkah (achene), buah tidak memecah, kering, umumnya kecil dengan satu biji, perikarp tipis dan terpisah dengan kulit biji, misalnya buah bunga matahari (Helianthus annuus L)

b. Buah jail (caryopsis), buah longkah yang perikarpnya berfungsi dengan kulit biji, misalnya pada padi (Oryza sativa L)

c. Buah geluk (nut), buah tidak memecah, kering, perikarpnya kaku dan keras, dan tersusun dari karpel yang jumlahnya lebih dari satu, misalnya buah serangan (Castanea argentea B1)

d. Buah samara, buah longkah yang perikarpnya bersayap, misalnya pada Depterocarpaceae.

Buah sejati tunggal kering memecah, meliputi :

a. Buah bumbung (follicle), buah tersusun dari satu karpel yang memecah pada satu sisi buah, misalnya pada vinca (Catharanthus roseus).

b. Buah polong (legum), buah tersusun dari satu karpel yang memecah pada dua sisi buah, misalnya buah kembang merak (Caesalpinea pulcherrima).

c. Buah jiring (loment), buah legum yang memisahkan secara transversal diantara biji menjadi beberapa bagian buah (merikarp).

d. Buah lobak (silique), buah tersusun dari dua karpel yang memecah melalui batang pusat yang disebut replum, misalnya pada buah lobak (Raphanus sativus).

e. Buah kotak (capsula), buah memecah tersusun dari dua karpel atau lebih, perikarp terbuka dapat melalui satu lubang, celah atau alur, misalnya durian (Durio zibethinus) melaui alur, krokot (Portulaca), melalui celah mebujur, opium (Papaver somoniferum), melalui lubang.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 151 f. Buah berbelah (schizocarp), buah yang memecah menjadi beberapa bagian seperti buah

geluk (achene) dan masing-masing mengandung satu biji yang ditutup oleh dinding buah yang tidak memecah. Masing-masing bagian seperti buah geluk ini disebut merikarp. Berdasarkan jumlah merikarp yang dihasilkan, maka buah berbelah dapat digolongkan menjadi:

- Buah berbelah dua (diachenium), contoh pada buah pegangan (Centela asiatica).

- Buah berbelah tiga (triachenium), misalnya pada buah Trapaelum majus

- Buah berbelah empat (tetrachenium), misalnya pada buah selasih (Ocimum basiliticum)

- Buah berbelah banyak (polyachenium), misalnya pada buah Malvaceae

g. Buah kendaga (rhegma), buah yang jika telah matang memecah menjadi bagian-bagian yang dapat memecah lagi. Masing- masing bagian ini dinamakan kokus. Berdasarkan jumlah kokus, maka buah kendaga dibedakan menjadi :

- Buah kendaga dua (dicoccus), misalnya buah Mercurialis

- Buah kendaga tiga (tricoccus), misalnya buah kaliki (Ricinus communis) - Buah kendaga lima (pentacoccus), misalnya buah Geranium.

- Buah kendaga banyak (polycoccus)

 Buah sejati tunggal berdaging (carnosus), buah yang setelah matang sebagian atau seluruhnya berdaging. Buah golongan ini meliputi :

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 152 Gambar 6.4 Buah sejati tunggal berdaging

a.Buah batu, b. buah buni, c. buah lemo.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 153 a. Buah batu (drupe), buah tidak memecah, epikarp tipis, mesokarp berdaging, endocarp keras,

testanya tidak keras dan berbiji satu, misalnya buah kelapa (Cocos nucifera L) dan buah mangga (Mangiferacindica)

b. Buah buni (bacca atau Berry), buah tidak memecah, berbiji satu atau lebih, epikarp tipis, mesokarp dan endocarp berdaging dan memiliki testa yang keras, misalnya buah papaya (Carica papaya L) dan buah anggur (Vitis vinifera).

c. buah lemo atau jeruk (hesperidium), buah seperti buah buni, permukaan luar eksokarp kaku dan mengandung kelenjar minyak astiri, lapisan ini dinamakan floavedo. Mesokarp lebih tebal, strukturnya seperti spons, bewarna putih tidak berbau, lapisan ini dinamakan albedo.

Endocarp menghasilkan cairan yang letaknya dalam suatu kantung air jeruk (juicesac), misalnya pada buah jeruk (Citrus).

 2. Buah sejati ganda, buah ini dapat dibedakan menjadi beberapa tipe buah seperti berikut.

a. Buah longkah ganda (achenicetum), buah achen yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah mawar (Rosa sp). Buah mawar ini sering juga disebut buah “hip”

b. Buah buni ganda (baccacetum), adalah kumpulan buah buni yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah srikaya (Annona squamosa)

c. Buah bumbung ganda (drupacetum), adalah buah batu yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah rubus (Rubus fraxinifolium).

d. Buah bumbung ganda (follicetum), adalah buah bumbung yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah cempaka (Michelia champaca L)

e. Buah samara ganda (samaracetum), adalah kumpulan buah samara yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah Liliodendron.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 154 Gambar 6.5 Buah Ganda

a.karpel pada cempaka, b. perkembangan buah stoberi.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 155

 3. Buah sejati majemuk, misalnya buah batu majemuk pada pandan (Pandanus tectorius sol). Buah pada pandan ini merupakan kumpulan buah-buah yang dihasilkan oleh perbungaan, masing-masing buah memiliki perikarp seperti buah kelapa.

 BUAH SEMU

Buah ini dapat dibedakan menjadi :

a. Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang berkembang dari satu kuntum bunga dengan satu bakal buah dan bagian bunga yang lain. Misalnya pada buah manggis (Garcinia mangostana), kepala putik jelas terlihat pada permukaan buah. Termasuk buah ini adalah buah apel (pome) dan buah labu (pepo), bagian buah yang berdaging pada buah berkembang dari bunga hipanthium.

b. Buah semu ganda, yaitu buah semu yang berkembang dari bunga apokarp, bakal-bakal buah bersama bagian lain membentuk buah. Misalnya pada buah arbei (Fragaaria vesca L). dasar bunganya membesar dan bersama bakal buah dari setiap putik bunga apokarp ini membentuk buah ganda.

c. Buah semu majemuk, meliputi beberapa buah seperti berikut.

- Buah lo (synconium), yaitu buah majemuk yang mengandung buah geluk (achene) yang melekat dalam dasar bunga yang berbentuk piala berdaging, misalnya pada beringin (ficus sp)

- Buah sorosis (coenocarpium), adalah buah buni majemuk dengan sumbu perbuaan (rakis) membesar dan berdaging terdapat buah buni. Misalnya buah nenas (Ananas comosus), selain rakis berdaging juga ikut membentuk buah adalah braktenya.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 156 -

Gambar 6.6 buah semu tunggal

a.perkembangan buah labu siem, b. perkembangan buah apel

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 157 Gambar 6.7 buah semu majemuk

a.buah lo, b. perkembangan buah nenas.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 158 6.4 Lembaran Kegiatan Mahasiswa

Kegiatan 06 MORFOLOGI BUAH Tujuan :

1. Mengamati bagian-bagian buah sejati

2. Membedakan morfologi buah semu dan buah sejati

3. Membedakan antara buah tunggal, buah ganda dan buah majemuk 4. Membandingkan morfologi berbagai tipe buah

Bahan dan Alat:

1. Bebagai tipe buah 2. Pisau

Prosedur kerja:

1. Berilah nama tipe buah berbagai jenis buah yang disediakan dan berilah alasannya.

2. Gambarlah morfologi buah dan penampang melintang atau membujurnya!

Pertanyaan :

1. Jelaskanlah perbedaan perkembangan antara buah murbei, nenas dan buah sukun!

2. Apakah yang membedakan antara buah semu dengan buah sejati. Jelaskan disertai dengan contoh.

3. Apakah perbedaan antara buah tunggal, buah ganda dan buah berdaging? Jelaskan dengan contoh.

6.5 Rangkuman

Buah merupakan bakal buah yang telah berkembang menjadi dewasa.

Berdasarkan perkembangannya dikenal buah sejati dan buah semu. Buah sejati berdasarkan asal perkembangannya dibedakan menjadi buah sejati tunggal, buah sejati ganda dan buah sejati majemuk. Berdasarkan keadaan perikarp pada saat matang, maka buah sejati dibedakan menjadi buah sejati tunggal kering dan buah sejati tunggal berdaging. Buah sejati tunggal kering tidak memecah meliputi buah longkah, buah jail, buah geluk, buah asmara dan buah sejati tunggal memecah meliputi buah bumbung, buah jiring, buah lobak, buah kotak, buah berbelah dan buah kendaga. Buah sejati berdaging meliputi buah batu, buah buni, dan buah lemo. Buah sejati ganda meliputi buah longkah ganda, buah buni ganda, buah batu ganda, buah bumbung ganda, dan buah asmara ganda, sedangkan buah sejati majemuk dapat ditemukan pada buah pandan.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 159

BAB 7 BIJI

7.1 Rasional

Biji merupakan organ reproduksi yang memiliki bentuk, ukuran, warna dan permukaan yang bervariasi. Di samping itu biji sering digunakan untuk tujuan identifikasi tumbuhan dan tujuan pertanaman. Untuk itu perlu dipelajari bagian-bagian biji dan kecambah.

7.2 Sasaran Belajar

Setelah mahasiswa melakukan diskusi-informasi dan observasi mengenai biji, maka mahasiswa diharapkan:

1. Dapat membedakan bagian-bagian biji,

2. Dapat menjelaskan tentang bagian-bagian kulit biji,

3. Dapat membedakan biji albuminus dengan biji eksalbuminus, 4. Dapat menjelaskan bagian-bagian embrio,

5. Dapat membedakan bagian-bagian kecambah, dan

6. Dapat membedakan tipe perkecambahan hypogeal dengan tipe epigeal.

7.3 Uraian Materi Kuliah

1. Bagian-bagian biji

Biji merupakan bagian buah yang berkembang dari ovulum. Biji terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: a) kulit biji, b) jaringan penyimpan cadangan makanan, dan c) embrio.

a. Kulit Biji

Kulit biji merupakan bagian luar biji yang berkembang dari bagian jaringan ovulum seperti integument, jaringan kalaza, rafe atau jaringan nuselus. Fungsi kulit biji adalah sebagai pelindung bagian-bagian biji yang ada di dalamnya dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan jamur, bakteri dan serangga.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 160 Gambar 7.1 Bermacam-macam biji.

A. Penampang membujur biji Ricinus communis L; B. Penampang membujur Zea mays L; C.

Penampang membujur Phaseolus vulagaris L; D. Penampakan biji dari luar, di bagian hilum.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 161 Pada tumbuhan Angiospermae biasanya memiliki kulit biji yang berasal dari ovulum bitegmen, yaitu:

 Lapisan kulit luar (testa), mempunyai sifat bermacam-macam, ada yang tipis, kaku seperti kulit, keras seperti kayu atau batu.

 Lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, yang sering disebut kulit ari.

Kulit biji pada tumbuhan Gymnospermae umumnya berasal dari ovulum unitegmen tetapi pada biji Gnetum gnemon L (melinjo) memiliki tiga lapisan, yaitu :

 Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging yang pada saat dewasa berwarna merah.

 Kulit tengah (sclerotesta), tebal bersifat kuat dank eras, berkayu menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.

 Kulit dalam (endodesta), biasanya tipis seperti selaput, sering kali melekat erat pada nuselus dan membentuk tabung ramping kea rah luar.

Pada bagian kulit luar biji sering ditemukan bagian-bagian lain seperti berikut:

1. Pusar biji (hilum), berkas tempat melekatnya biji pada funikulus yang memiliki warna yang lain dari kulit bijinya, hilum sangat jelas dilihat pada biji yang berasal Phaseolus vulgaris L (buncis)

2. Tulang biji (rafe), struktur khas pada kulit biji yang berasal dari peleburan funikulus yang menempel pada integumennya. Rafe masih kelihatan jelas pada biji Ricinus communic L (kaliki).

3. Liang biji (mikrofil), lubang kecil yang menembus kulit biji merupakan bekas masuknya tabung polen ke bakal biji pada peristiwa pembuahan.

4. Bekas kalaza (chalaza), tempat pertemuan integument dengan nuselus, seperti pada Vitis vinifer L (anggur).

5. Sayap (ala), bentuknya seperti sayap terdapat pada kulit biji, seperti pada biji Spathodea campanulata P.B (saptodea) dan biji Moringa oleifera Lamk (kelor).

6. Bulu (coma), bentuknya berupa rambut-rambut halus seperti pada biji Gossypium sp (kapas0 dan biji Calotropis gigantean Dryand (biduri).

7. Salut biji (arilus), merupakan tonjolan bagian lain dari biji. Ariloid pada rafe disebut strofiola, misalnya pada biji Viola dan Chelidonium, sedangkan ariloid yang dekat mikrofil dinamakan karunkula. Pada biji Ricinus communis L (kaliki) dapat dilihat adanya karunkula yang bewarna putih dan berdaging.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 162 b. Jaringan Penyimpan Cadangan Makanan

Jaringan nutrient biji yang sering ditemukan pada biji Angiospermae adalah : 1. Endospermae, yaitu jaringan yang berkembang dari hasil pembuahan inti sperma

dengan inti polar, misalnya terdapat pada biji Zea mays L. (jagung) dan Cocosnucifer L (kelapa).

2. Kotiledon, merupakan daun biji, misalnya pada biji Arachis hypogaea L. (kacang tanah) dan biji Cucur bita pepo L. (labu).

3. Perisperm, jaringan nuselus yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Misalnya pada biji Beta vulgaris L. (bit) dan Piper nigrum L. (lada).

Berdasarkan pada tidaknya endosperm pada biji yang sudah matang, maka bedakan dua tipe biji, yaitu:

 Endospermus (albuminous), biji yang memiliki endosperm, misalnya biji Richinus communis L. (kaliki) dan biji Phaseolus vulagris (kacang).

 Non-endospermus (eks-albuminus), biji yang tidak memiliki endosperm, misalnya Glycine max (kedelai) dan biji Araca cathecu (pinang).

c. Embrio (lembaga)

Embrio merupakan tumbuhan muda yang baru berkembang sebagian, terdiri dari akar embrio (radicula), daun lembaga (cotyledone) dan batang embrio (cauliculus).

1. Akar embrio (radicula), merupakan akar embrio yang akan tumbuh menjadi akar primer dan selalu mengarah ke mikrofil kecuali pada beberapa Euphorbiaceae. Akar lembaga monokotil diselubungi oleh suatu sarung yang disebut sarung akar lembaga (coleorhiza)

2. Daun lembaga (cotyledone), merupakan daun pertama suatu tumbuhan. Pada tumbuhan dikotil memiliki dua daun lembaga yang disebut juga dua keeping biji dan pada monokotil memiliki satu daun lembaga yang sering disebut skutelum (scutellum) dan tidak tampak seperti kepingan biji.

3. Batang lembaga (cauliculus), terdiri dari bagian epikotil (sumbu batang diatas kotiledon), hipokotil (sumbu batang di bawah kotiledon ), dan plumula (epikotil beserta calon-calon daun muda). Pada pucuk lembaga biji Gramineae terdapat selubung yang disebut sarung pucuk lembaga (coleoptilum).

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 163

2. Kecambah (plantula)

Pada kondisi pertumbuhan yang cocok, satu biji yang hidup akan berkecambah dan menghasilkan tumbuhan muda atau kecambah. Gejala perubahan pertama dari kecambah adalah pecahnya testa di daerah mikrofil dan dari bagian ini muncul radicula menuju tanah media tanam. Setelah munculnya radicula mulailah pertumbuhan aktif pada bagian embrio.

Kecambah memiliki bagian yang sama dengan embrio. Hanya pada kecambah bagian-bagiannya lebih jelas dan mempunyai ukuran lebih besar.

Berdasarkan perkembangan dan posisi kotiledon pada saat perkecambahan, maka perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu :

a. Epigeal : jika dalam perkecambahan hipokotil aktif memanjang sehingga kotiledon dan plumula muncul di permukaan tanah. Misalnya Phaseolus vulgaris L. (buncis) dan Ricinus communis L. (kaliki)

b. Hipogeal : jika dalam perkecambahan kotiledon tetap berada di dalam tanah, epikotilnya aktif bertambah panjang, sedangkan hipokotilnya pendek. Misalnya pada Zea mays L. (jagung), Pisum sativum L. (ercis)

Gambar 7.2 Perkecambahan Epigeal

Perkecambahan biji Phaseolus vulgaris L.L; b. perkecambahan biji pisum ricinus communis L.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 164 Gambar 7.3 Perkecambahan Hipogel

Perkecambahan biji Zea mays L.; b. perkecambahan biji Pisum sativum L.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 165 7.4 Lembar Kegiatan Mahasiswa

Kegiatan 07

Morfologi Biji dan Morfologi Perkecambahan Tujuan :

1. Mengamati bagian-bagian biji 2. Mengamati bagian-bagian kecambah

3. Mengamati morfologi perkembangan kecambah

Bahan dan alat :

2. Tentukanlah tipe bijinya berdasarkan ada tidaknya endosperm!

3. Tanamlah biji tersebut, masing-masing 15 biji pada kotak persemaian dengan menggunakan media pasir. Amatilah setiap dua hari perubahan morfologi yang terjadi dan catatlah tipe perkecambahannya.

Pertanyaan :

1. Mengapa pada biji buncis tidak ditemukan adanya endosperm?

2. Tepatkah istilah keeping biji untuk kotiledon tumbuhan monokotil? Jelaskan jawaban anda!

3. Tentukan bagian biji yang dimakan dari biji-bijian tumbuhan di bawah ini?

a. Lada

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 166 b. Durian

c. Salak d. Rambutan e. Kelapa

7.5 Rangkuman

Biji merupakan bagian yang berkembang dari ovulum terdiri dari kulit biji, jaringan cadangan makanan dan embrio. Asal perkembangan kulit biji bervariasi, ada yang berasal dari ovulum unitegmen dan ovulum bitegmen. Jaringan cadaangan makanan yang biasa ditemukan pada biji Angiospermae adalah berupa endosperm, kotiledon dan perisperm. Embrio merupakan lembaga yang terdapat pada biji terdiri dari radikula, epikotil, hipokotil dan plumula. Apabila kondisi lingkungan biji yang telah matang cocok untuk tumbuh, maka biji akan berkecambah . tipe perkecambahan biji ada yang epingeal dan hypogeal.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 167

TES 1

BENTUK DASAR DAN BENTUK HIDUP TUMBUHAN BUNGA, DAUN, BATANG DAN AKAR

I. PETUNJUK

1. Tulislah nama dan NIM anda pada bagian yang telah disediakan di lembar jawaban.

2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.

3. Setelah selesai mengerjakan periksalah sekali lagi dan selanjutnya diserahkan kepada dosen pengawas.

II. SOAL

1. Kerangka tubuh Angiospermae secara umum terdiri dari…

A. Sistem akar tunggang dan sistem akar serabut B. Sistem akar dan sistem pucuk

C. Organ vegetative dan organ reproduktif D. Akaar, batang dan daun

E. Akar, batang, daun, bunga, buah dan biji

2. Sistem akar tunggang tidak ditemukan pada…

A. Kecambah salak B. Kecambah jagung C. Kecambah kacang tanah D. Akar mangga yang dicangkok E. Akar cabe

3. Bentuk hidup tanaman padi dan jagung menurut klasifikasi Reunkier adalah…

A. Herba B. Semak C. Fanerofit D. Kamefit E. Terofit

4. Manakah istilah berikut yang paling tepat?

A. Pohon jati B. Pohon papaya C. Pohon pisang D. Pohon bambu E. Pohon kelapa

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 168 5. Bentuk hidup tanaman melati dan krasi adalah…

Klasik Raunkier

6. Rumput teki (Cyperus rotundus) memiliki bentuk hidup seperti di bawah ini kecuali…

A. Herba B. Geofit C. Terna D. Kriptofit E. Hemikriptofit

7. Bagian batang antara dua tempat duduknya daun disebut…

A. Nodus B. Internodus C. Pulpinus D. Petioles E. Aksilaris

8. Suatu tumbuhan perdu yang memiliki tinggi 25m dapat digolongkan menjadi…..

A. Nanofanerofit B. Makrofanerofit C. Mikrofanerofit D. Mesofanerofit E. Megafanerofit

9. Manakah pertanyaan berikut yang paling tepat?

A. Tumbuhan dikotil tidak memiliki buku (nodus).

B. Sistem akar tidak ada yang berasal dari daun

C. Sistem akar tunggang dimiliki oleh tanaman dikotil yang distek D. Sistem akar serabut berasal dari batang maupun daun.

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 169 10. Bentuk hidup tanaman berikut adalah termasuk kriptofit, kecuali tanaman…

A. Singkong B. Bakung C. Gladiol

D. Kembang coklat E. Leli

11. Manakah tumbuhan berikut ini yang tidak memiliki filotaksis vertisilaster?

A. Soka B. Alamanda C. Hidrilla

D. Kenyiri/nerium E. Pule

12. Dari hasil observasi maka tanaman yang disebut dibawah ini memiliki daun lengkap, kecuali tanaman….

13. Singkong memiliki rumus daun 2/5, ini berarti singkong memiliki…

A. 2 ortostik dengan sudut divergensi 144°

B. 5 ortostik dengan sudut divergensi 135°

C. Filotaksis spiral dengan sudut divergensi 144°

D. Filotaksis distikaa dengan sudut divergensi 180°

E. 2 daun dalam satu lingkaran dan 5 ortostik

14. Dari hasil pengamatan, manakah tumbuhan berikut yang memiliki daun majemuk menyirip tunggal?

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 170 15. Morfologi daun yang dimiliki oleh kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah…

Apex Margo Circumscription

A.

20. Circumscription daun yang memiliki bagian terlebar ada di tengah-tengah hellaian daun dengan lebar 2 cm panjang 4 cm adalah…

A. Orbicularis B. Peltatus C. Ovalis D. Oblongus E. lanseolatus

21. Daun tumbuhan yang memiliki bangun sudip dengan permukaan kasap adalah….

A. tapak liman B. terung C. jati D. tomat E. tridax

22. Manakah tumbuhan berikut termasuk tumbuhan bertangkai?

A. Lohnera rosea B. Ermelia sonchifolia C. Zinnia elegans

D. Belamcanda chinensis E. Sonchus arvensis

23. Tipe stipula yang terdapat pada daun bunga mawar adalah stipula….

A. librae B. adnatae C. intraptiolar D. antidroma E. interpetiolar

24. Daun tumbuhan berikut memiliki daun majemuk, kecuali…

A. maman B. meniram C. namnam D. vitex E. tembakau

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 171 25. Bagian yang bewarna hijau pada Acasia heterophylla disebut…

A. kaldodia B. filodium C. folium D. petiololus E. foliololum

32. Di samping akar memiliki fungsi utama, juga dapat memiliki fungsi khusus.

Manakah fungsi khusus akar di bawah ini yang kurang tepat?

A. Pneumatofor untuk membantu dalam pernafasan.

B. Radix elegan untuk memanjat.

C. Haustorium untuk menyerap air dan zat makanan yang ada pada floem D. Radix aereus untuk menyerap gas dan zat-zat darei udara.

E. Tuber rhizogenum untuk menyimpan cadangan makanan.

33. Radix primaria yang berkembang menjadi umbi berbentuk gasing ditemukan pada umbi…

A. ketela rambut B. wortel

C. bangkuang D. singkong E. dahlia

34. Akar adventif dapat berkembang dari bagian-bagian tumbuhan di bawah ini, kecuali…

A. buku B. ruas C. batang D. stolon E. leher akar

35. Pada akar tidak ditemukan bagian-bagian berikut, kecuali…

A. daun B. buku C. ruas D. duri E. daun sisik

36. Di bawah ini ditunjukkan beberapa cirri batang, kecuali adanya…

A. nodus B. daun C. daun sisik D. tunas

E. cadangan makanan

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 172 37. Perbedaan batang herba dan berkayu terletak pada,

A. pertumbuhan sekunder batang B. adanya cambium

C. organ penyimpan cadangan makanan D. adanya kloroplas

E. adanya meristem inter kalar

38. Kelompok tumbuhan di bawah ini adalah Planta acaulis A. sawi, bawang merah, kedelai, nenas

B. bawang merah, bakung, sawi, leli C. leli, bayam, kubis, nenas

D. bawang merah, bakung, pisang, subang E. jahe, bakung, sawi, rumput teki

39. Kladodia terdapat pada

40. Tumbuhan waluh (Cucurbita moscata) memiliki arah tumbuh batang A. berbaring

B. menjalar C. serong ke atas D. menggantung E. mengangguk

41. Rimpang adalah batang karena memiliki cirri-ciri batang. Namun ada perbedaan antara batang antara batang dan rimpang, yaitu

A. memiliki daun / daun sisik B. nodus

C. tunas

D. tempat tumbuh akar adventif E. jaringan pembuluh

42. Yang kelihatan menggembung (tempat menyimpan cadangan makanan) pada bawang merah adalah:

Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 173 43. Perbedaan umbi kentang dan umbi ketela pohon, adalah seperti di bawah ini kecuali,

A. adanya nodus

B. adanya meristem kuncup C. penyimpan cadangan makanan D. organ reproduksi

E. perkembangannya

47. Pohon kelapa, batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Pohon kelapa ini memiliki morfologi / arsitektur,

A. bunga terminal

B. termasuk model corner C. tumbuh ritmis

D. simpodial

E. kuncup ketiak dorman

48. Untuk mengimbangi pertumbuhan diameter batang pada tumbuhan pohon maka terbentuk jaringan periderm. Pernyataan yang benar mengenai periderm,

A. derivate epidermis

B. jaringan pelindung sekunder pengganti epidermis C. terdiri atas xylem yang mati, floem dan feloderm D. terdiri atas xylem, floem dan epidermis

E. terdiri atas xylem dan ritidom

49. Mangga (mangifera indica) merupakan tanaman yang banyak ditanam di halaman rumah maupun di kebun. Pertumbuhan sumbu cabang / ranting memiliki sifat sebagai berikut kecuali.

A. tampak adanya pancaran tumbuh B. pertumbuhan kontinu

C. adanya katafil pada meristem apikal D. pertumbuhan sumbu monopodial E. pertumbuhan cabang ototrop

50. Tanaman kamboja (Plumeria acuminate) termasuk model arsitektur

Leeuwenbwerg. Cirri utama yang membedakannya dengan model Chamberlain, contohnya pada tumbuhan jarak (Jatropa multifida) adalah,

A. Pertumbuhan simpodial B. Perbungaan terminal

C. Pertumbuhan sumbu ortotrop

C. Pertumbuhan sumbu ortotrop

Dalam dokumen Morfologi_Tumbuhan.pdf (Halaman 152-0)