BAB 5 BUNGA
3. Diagram Bunga
Diagram bunga merupakan gambar proyeksi bunga pada bidang datar yang letaknya tegak pada sumbu bunga. Jadi diagram bunga merupakan peta yang memberikan gambaran tentang suatu bunga. Dalam diagram bunga, bagian- bagian bunga dinyatakan:
Hiasan bunga dinyatakan dengan sabit,
Benang sari dinyatakan dengan elips atau penampang melintang kepala sari,
Putik dengan penampang melintangnya,
Brakte atau brakteola, dinyatakan dengan sabit kecil,
Bagian belakang tempat bunga muncul dinyatakan dengan bulatan kecil.
Diagram bunga dapat memberikan petunjuk mengenai (gambar 5.23), a). posisi bunga terhadap batang,
b). susunan dan bentuk bunga secara umum mengenai bunga lengkap atau tidak, berkelamin satu atau dua, simetri aktinomorf atau zigomorf, atau asimetris. Simetri aktinomorf, yaitu bunga dapat dibagi sama oleh lebih dari satu bidang. Simetri zigomorf, yaitu bunga yang hanya dapat dibagi sama oleh hanya satu bidang datar,
c). susunan bagian bunga secara horizontal, susunan siklis atau melingkar, d). adanya perlekatan pada tepi bagian bunga atau tidak.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 141 Gambar 5.23
Contoh-contoh diagram bunga pada : 1. Ranunculus, 2. Geranium, 3. Penstemon, 4. Lilium, 5.
Sanguinaria, 6. Teraxatum (kaliks berupa pupus)
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 142
4. Rumus Bunga
Struktur bunga dapat dituliskan dalam bentuk rumus bunga. Pada rumus bunga cirri-ciri morfologi seperti kaliks, corolla, androsium, dan ginaesium dinyatakan dengan huruf-huruf, sedangkan jumlahnya dinyatakan dengan angka-angka.
Setiap buku menggunakan simbul yang berbeda-beda. Dalam kesempatan ini digunakan simbul-simbul seperti table berikut:
Rumus Bunga : Simbul-simbul dan Contoh
Ginesium terdiri dari 3 karpel yang bersatu
Stamen 10, filament bersatu
Korola dan stamen bersatu
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 143
Androsium dan ginesium bersatu
KA3KO3A6G③ sepal 3, petal 3, stamen 6, pistilum 3 karpel bersatu, ovarium superus KA⑤KO 5 A5Ḡ⑤ Sepal 5 bersatu, petal 5 bersatu di bawah, stamen 5, pistilum 5 karpel
bersatu, ovarium inferus
KA2-3KO4+5 A4-5 G② sepal 2 atau 3, petal 4atau 5 bersatu, stamen 4 atau 5, menempel pada petal, pistilum 2 karpel bersatu, ovarium inverus
LKM 5.5 Diagram Bunga dan Rumus Bunga Tujuan
Setelah kegiatan ini selesai, mahasiswa dapat:
1. Membuat diagram berbagai jenis bunga, 2. Membuat rumus berbagai jenis bunga.
Alat dan bahan
Alat yang diperlukan, kater, lup, mikroskup stereo, petridisk.
Bahan: berbagai jenis bunga
Prosedur kerja
1. Perhatikan bunga-bunga yang tersedia. Amati dengan lup atau bila ukurannya kecil amati dengan mikroskup stereo. Gambar diagram bunganya,
2. Setelah dibuat diagram bunganya, buat rumus masing-masing jenis bunga tersebut
Pertanyaan
Apa mamfaat diagram bunga di dalam mempelajari Botani?
Apa mamfaat rumus bunga dalam mempelajari Botani?
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 144
Penyerbukan
Bunga merupakan organ reproduksi seksual yang menghasilkan sel telur dan sel sperma. Dari bunga akan terjadi biji dan buah. Di dalam biji terdapat embrio atau calon individu baru yang merupakan hasil peleburan antara sel sperma dan sel telur. Agar terjadi pembuahan di dalam bakal biji, maka harus didahului oleh peristiwa penyerbukan/ polinasi/ persarian.
Berdasarkan asal serbuk sari dan putik, penyerbukan dibedakan:
a) Penyerbukan sendiri, (autogami), serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang sama.
Penyerbukan ini terjadi pada bunga banci dengan waktu masaknya serbuk sari dan putik secara bersamaan,
b) Penyerbukan tetangga (geitonogami), jika serbuk sari berasal dari bunga lainpada tumbuhan yang sama,
c) Penyerbukan silang (allogami/xenogami), serbuk sari berasal dari bunga lain yang berbeda pada tanaman lain tetapi jenisnya sama,
d) Penyerbukan bastar (hybridogami), jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenis atau sekurang-kurangnya memiliki satu sifat beda.
Sering pada bunga banci penyerbukan sendiri tidak terjadi, karena:
a) Mandul sendiri, serbuk sari gagal berkecambah, atau berkecambah namun pertumbuhan tabungnya terhenti. Contoh pada Puntunia axillaris,
b) Dikogami, masaknya benang sari dan putik tidak bersamaan. Peristiwa ini dibedakan : (1) Protogin, putik lebih dahulu masak dibandingkan dengan benang sari, seperti pada
Aristolochia sp,
(2) Protansri, benang sari masak lebih dahulu,
c) Herkogami, pada bunga banci struktur alat betina dan jantan merupakan halangan bagi penyerbukan. Contohnya pada kembang sungsang (Gloriosa superb) dan (vanilla sp).
d) Heterostili, pada bunga banci panjang putik (terutama stilus) tidak sesuai dengan panjang benang sari sehingga serbuk sari tidak jatuh diatas kepala putik. Contoh pada eceng gondok (Echornia crassipes) (gambar 5.24),
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 145 Gambar 5.24
Heterostili
Karena butir serbuk sari tidak mampu bergerak ke kepala putik, maka perlu faktor pembantu agar serbuk sari jatuh pada kepala putih. Factor-faktor yang membantu penyerbukan antara lain:
a) Serangga (entomophylly). Serangga tertarik pada bunga untuk mendapatkan makanan yaitu serbuk sari dan nektar. Contoh serangga yang membantu penyerbukan adalah: lebah, kupu-kupu, lalat, dan kumbang. Serangga tertarik pada bunga karena warna. Tidak semua warna cerah pada bunga menarik serangga. Bagi serangga (misalnya lebah) yang terbang siang hari tertarik akan warna kuning dan biru. Warna merah tidak menarik lebah. Lalat tertarik pada warna merah redup (warna darah) dan bunga berbau busuk. Sedangkan serangga yang terbang pada malam hari (seperti ngengat), tertarik pada warna cerah dan kuning, serta bunga mekar pada malam hari,
b) Penyerbukan oleh burung (ornitophylly), seperti burung kolibri yang secara teratur mengunjungi bunga untuk memproleh nectar dan menghisapnya dengan paruhnya yang panjang. Polen dibawa oleh burung lewat dada dan kepalanya. Bunga yang penyerbukannya di bantu oleh burung memiliki bentuk benang sari dan stigma yang muncul di permukaan bunga, serta kaku sehingga tidak rusak saat disentuh oleh burung. Warna bunga cerah, tidak berbau, tidak berbentuk tabung dan mengandung nectar. Contoh bunga yang di bantu penyerbukannya oleh burung, Hibiscus sp dan Eritrina sp.
c) Penyerbukan oleh angin (anemophylly). Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh angin umumnya: kecil, tidak menonjol, berwarna hijau, tidak berbau, tidak memiliki nectar, tidak bewarna tidak memiliki tajuk, tangkai sari panjang, antera bergoyang, serbuk sari berukuran kecil, ringan dan kering seperti tepung. Contoh pada suku graminiae, Pinus merkusii. Pada
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 146 jagung penyerbukan dibantu oleh angin. Tumbuhan ini berumah dua. Serbuk sari masak lebih dulu sehingga tidak terjadi penyerbukan sendiri,
d) Penyerbukan oleh kalong (cheiropterophylly). Banyak terjadi di daerah topik. Morfologi kalong yang membantu penyerbukan memiliki kepala panjang, dan ramping, lidah dapat dijulurkan untuk meraih nectar di dalam bunga. Sifat bunga yang penyerbukannya dibantu oleh kalong antara lain: serbuk, sari besar, nectar lengket atau berlendir, bunga bermulut lebar, bunga mekar hanya pada malam hari, umumnya kauliflora (bunga melekat pada batang). Contoh tumbuhan yang diserbuki oleh kalong, Musa sp dan Durio sp.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 147
BAB 6 BUAH
6.1 Rasional
Buah merupakan salah satu reproduksi yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal buah (ovariu). Morfologi dan perkembangan buah sangat beragam, sehingga perlu dilakukan observasi secara teliti di lapangan untuk mengetahui asal perkembangan buah.
Observasi juga perlu dilakukan untuk memudahkan dalam mendiskripsikan dan mengidentifikasi tipe buah suatu tumbuhan.
6.2 Sasaran Belajar
Setelah selesai melakukan pembahasan materi ini melalui kegiatan diskusi-informasi dan observasi, diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan pembentukan dan struktur buah,
2. Membedakan antara buah sejati dengan buah semu, dan
3. Menjelaskan tipe-tipe buah dengan menggunakan yang disertai dengan contoh.
6.3 Uraian Materi Kuliah
1. Pembentukan dan Struktur Buah
Secara botani, istilah buah digunakan untuk suatu struktur yang mengandung biji (walaupun tidak semua buah berbiji seperti buah dari hasil parthenogenesis dan rekayasa genetika).
Pembentukan buah didahului dengan polinasi dan fertilisasi. Setelah melalui proses ini stamen dan perianthium umumnya akan gugur, ovarium berkembang menjadi dinding buah (perikarp) dan ovulum menjadi bakal biji (semen). Perikarp secara teoritis terdiri dari tiga lapisan (gambar 6.1), yaitu : 1) Epikarp (eksokarp), adalah bagian lapisan yang terletak paling luar, 2) Mesokrap, adalah lapisan bagian tengah yang biasanya berkembang dengan baik, dan 3) Endokarp, adalah lapisan paling dalam yang tipis perbatasan dengan kulit biji (testa).
Buah dapat berkembang dari ovarium yang berasal dari satu kuntum bunga yang memiliki satu atau beberapa karpel yang bersatu, seperti pada bunga sinkarp. Buah yang berkembang dari bunga yang demikian dinamakan buah tunggal. Jika buah berkembang dari satu kuntum bunga apokarp (bunga yang memiliki karpel yang tidak bersatu tetapi dalam satu
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 148 kuntum bunga) disebut buah ganda (etaerio), sedangkan buah yang terbentuk dari satu perbungaan (inflorescentia) disebut buah majemuk. Di samping itu, dikenal istilah buah asesori atau buah semu, yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian bunga lainnya.
Bagian-bagian bunga yang ikut membentuk buah adalah sebagai berikut.
a. Kepala putih, misalnya pada buah Garcinia manggostana L. (manggis) b. Tangki kepala putik, misalnya pada buah Zea mays L. (jagung)
c. Kelopak, misalnya pada buah Solanum melongena L. (terung) d. Dasar bunga bersama, misalnya pada buah Fragaria vesca L. (lo) e. Hypantium, misalnya pada buah Malus sylvestris Mill. (apel)
f. Tangkai bunga, misalnya pada buah Annacardium occidentale L. (jambu mente), gambar 6.2
g. Tenda bunga dan ibu tangkai, misalnya pada buah Artocarpus integra Merr. (nangka)
2. Tipe-tipe Buah
Berdasarkan asal atau perkembangan buah dikenal :
Buah sejati atau buah sungguh, adalah buah yang berkembang dari bakal buah (ovulum) saja.
Buah asesori, adalah buah yang berkembang dari bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain.
Gambar 6.1 bagian-bagian buah kelapa
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 149 Gambar 6.2 perkembangan morfologi buah Annacardium occidentale L. (sumber : Simson &
Conner-Ogorzaly, 1986)
Gambar 6.3 Buah Sejati Tunggal Keringa.Buah longkah, b. buah jail, c. buah geluk, d. daun samara, e. buah bumbung, f. buah polong, g. buah jiring, h. buah lobak, i. buah kotak, j. buah
berbelah, k. buah kendaga.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 150
BUAH SEJATI
Buah ini dapat dikelompokkan menjadi buah tunggal, buah ganda dan buah majemuk.
1. Buah Sejati Tunggal
Berdasarkan keadaan perikarpnya pada saat matang, buah ini digolongkan menjadi dua, yaitu buah tunggal kering dan buah tunggal berdaging.
Menjadi dua, yaitu buah tunggal kering dan buah tunggal berdaging.
Buah sejati tunggal kering (siccus), adalah buah yang setelah matang perikarpnya kering. Buah kelompok ini setelah matang ada yang memecah (dehiscent) dan tidak memecah (indehiscent). Berdasarkan hal ini maka buah tunggal kering digolongkan menjadi dua, yaitu :
Buah sejati tunggal kering tidaak memecah, yang termasuk buah ini adalah:
a. Buah longkah (achene), buah tidak memecah, kering, umumnya kecil dengan satu biji, perikarp tipis dan terpisah dengan kulit biji, misalnya buah bunga matahari (Helianthus annuus L)
b. Buah jail (caryopsis), buah longkah yang perikarpnya berfungsi dengan kulit biji, misalnya pada padi (Oryza sativa L)
c. Buah geluk (nut), buah tidak memecah, kering, perikarpnya kaku dan keras, dan tersusun dari karpel yang jumlahnya lebih dari satu, misalnya buah serangan (Castanea argentea B1)
d. Buah samara, buah longkah yang perikarpnya bersayap, misalnya pada Depterocarpaceae.
Buah sejati tunggal kering memecah, meliputi :
a. Buah bumbung (follicle), buah tersusun dari satu karpel yang memecah pada satu sisi buah, misalnya pada vinca (Catharanthus roseus).
b. Buah polong (legum), buah tersusun dari satu karpel yang memecah pada dua sisi buah, misalnya buah kembang merak (Caesalpinea pulcherrima).
c. Buah jiring (loment), buah legum yang memisahkan secara transversal diantara biji menjadi beberapa bagian buah (merikarp).
d. Buah lobak (silique), buah tersusun dari dua karpel yang memecah melalui batang pusat yang disebut replum, misalnya pada buah lobak (Raphanus sativus).
e. Buah kotak (capsula), buah memecah tersusun dari dua karpel atau lebih, perikarp terbuka dapat melalui satu lubang, celah atau alur, misalnya durian (Durio zibethinus) melaui alur, krokot (Portulaca), melalui celah mebujur, opium (Papaver somoniferum), melalui lubang.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 151 f. Buah berbelah (schizocarp), buah yang memecah menjadi beberapa bagian seperti buah
geluk (achene) dan masing-masing mengandung satu biji yang ditutup oleh dinding buah yang tidak memecah. Masing-masing bagian seperti buah geluk ini disebut merikarp. Berdasarkan jumlah merikarp yang dihasilkan, maka buah berbelah dapat digolongkan menjadi:
- Buah berbelah dua (diachenium), contoh pada buah pegangan (Centela asiatica).
- Buah berbelah tiga (triachenium), misalnya pada buah Trapaelum majus
- Buah berbelah empat (tetrachenium), misalnya pada buah selasih (Ocimum basiliticum)
- Buah berbelah banyak (polyachenium), misalnya pada buah Malvaceae
g. Buah kendaga (rhegma), buah yang jika telah matang memecah menjadi bagian-bagian yang dapat memecah lagi. Masing- masing bagian ini dinamakan kokus. Berdasarkan jumlah kokus, maka buah kendaga dibedakan menjadi :
- Buah kendaga dua (dicoccus), misalnya buah Mercurialis
- Buah kendaga tiga (tricoccus), misalnya buah kaliki (Ricinus communis) - Buah kendaga lima (pentacoccus), misalnya buah Geranium.
- Buah kendaga banyak (polycoccus)
Buah sejati tunggal berdaging (carnosus), buah yang setelah matang sebagian atau seluruhnya berdaging. Buah golongan ini meliputi :
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 152 Gambar 6.4 Buah sejati tunggal berdaging
a.Buah batu, b. buah buni, c. buah lemo.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 153 a. Buah batu (drupe), buah tidak memecah, epikarp tipis, mesokarp berdaging, endocarp keras,
testanya tidak keras dan berbiji satu, misalnya buah kelapa (Cocos nucifera L) dan buah mangga (Mangiferacindica)
b. Buah buni (bacca atau Berry), buah tidak memecah, berbiji satu atau lebih, epikarp tipis, mesokarp dan endocarp berdaging dan memiliki testa yang keras, misalnya buah papaya (Carica papaya L) dan buah anggur (Vitis vinifera).
c. buah lemo atau jeruk (hesperidium), buah seperti buah buni, permukaan luar eksokarp kaku dan mengandung kelenjar minyak astiri, lapisan ini dinamakan floavedo. Mesokarp lebih tebal, strukturnya seperti spons, bewarna putih tidak berbau, lapisan ini dinamakan albedo.
Endocarp menghasilkan cairan yang letaknya dalam suatu kantung air jeruk (juicesac), misalnya pada buah jeruk (Citrus).
2. Buah sejati ganda, buah ini dapat dibedakan menjadi beberapa tipe buah seperti berikut.
a. Buah longkah ganda (achenicetum), buah achen yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah mawar (Rosa sp). Buah mawar ini sering juga disebut buah “hip”
b. Buah buni ganda (baccacetum), adalah kumpulan buah buni yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah srikaya (Annona squamosa)
c. Buah bumbung ganda (drupacetum), adalah buah batu yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah rubus (Rubus fraxinifolium).
d. Buah bumbung ganda (follicetum), adalah buah bumbung yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah cempaka (Michelia champaca L)
e. Buah samara ganda (samaracetum), adalah kumpulan buah samara yang berkembang dari satu kuntum bunga apokarp, misalnya buah Liliodendron.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 154 Gambar 6.5 Buah Ganda
a.karpel pada cempaka, b. perkembangan buah stoberi.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 155
3. Buah sejati majemuk, misalnya buah batu majemuk pada pandan (Pandanus tectorius sol). Buah pada pandan ini merupakan kumpulan buah-buah yang dihasilkan oleh perbungaan, masing-masing buah memiliki perikarp seperti buah kelapa.
BUAH SEMU
Buah ini dapat dibedakan menjadi :
a. Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang berkembang dari satu kuntum bunga dengan satu bakal buah dan bagian bunga yang lain. Misalnya pada buah manggis (Garcinia mangostana), kepala putik jelas terlihat pada permukaan buah. Termasuk buah ini adalah buah apel (pome) dan buah labu (pepo), bagian buah yang berdaging pada buah berkembang dari bunga hipanthium.
b. Buah semu ganda, yaitu buah semu yang berkembang dari bunga apokarp, bakal-bakal buah bersama bagian lain membentuk buah. Misalnya pada buah arbei (Fragaaria vesca L). dasar bunganya membesar dan bersama bakal buah dari setiap putik bunga apokarp ini membentuk buah ganda.
c. Buah semu majemuk, meliputi beberapa buah seperti berikut.
- Buah lo (synconium), yaitu buah majemuk yang mengandung buah geluk (achene) yang melekat dalam dasar bunga yang berbentuk piala berdaging, misalnya pada beringin (ficus sp)
- Buah sorosis (coenocarpium), adalah buah buni majemuk dengan sumbu perbuaan (rakis) membesar dan berdaging terdapat buah buni. Misalnya buah nenas (Ananas comosus), selain rakis berdaging juga ikut membentuk buah adalah braktenya.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 156 -
Gambar 6.6 buah semu tunggal
a.perkembangan buah labu siem, b. perkembangan buah apel
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 157 Gambar 6.7 buah semu majemuk
a.buah lo, b. perkembangan buah nenas.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 158 6.4 Lembaran Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan 06 MORFOLOGI BUAH Tujuan :
1. Mengamati bagian-bagian buah sejati
2. Membedakan morfologi buah semu dan buah sejati
3. Membedakan antara buah tunggal, buah ganda dan buah majemuk 4. Membandingkan morfologi berbagai tipe buah
Bahan dan Alat:
1. Bebagai tipe buah 2. Pisau
Prosedur kerja:
1. Berilah nama tipe buah berbagai jenis buah yang disediakan dan berilah alasannya.
2. Gambarlah morfologi buah dan penampang melintang atau membujurnya!
Pertanyaan :
1. Jelaskanlah perbedaan perkembangan antara buah murbei, nenas dan buah sukun!
2. Apakah yang membedakan antara buah semu dengan buah sejati. Jelaskan disertai dengan contoh.
3. Apakah perbedaan antara buah tunggal, buah ganda dan buah berdaging? Jelaskan dengan contoh.
6.5 Rangkuman
Buah merupakan bakal buah yang telah berkembang menjadi dewasa.
Berdasarkan perkembangannya dikenal buah sejati dan buah semu. Buah sejati berdasarkan asal perkembangannya dibedakan menjadi buah sejati tunggal, buah sejati ganda dan buah sejati majemuk. Berdasarkan keadaan perikarp pada saat matang, maka buah sejati dibedakan menjadi buah sejati tunggal kering dan buah sejati tunggal berdaging. Buah sejati tunggal kering tidak memecah meliputi buah longkah, buah jail, buah geluk, buah asmara dan buah sejati tunggal memecah meliputi buah bumbung, buah jiring, buah lobak, buah kotak, buah berbelah dan buah kendaga. Buah sejati berdaging meliputi buah batu, buah buni, dan buah lemo. Buah sejati ganda meliputi buah longkah ganda, buah buni ganda, buah batu ganda, buah bumbung ganda, dan buah asmara ganda, sedangkan buah sejati majemuk dapat ditemukan pada buah pandan.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 159
BAB 7 BIJI
7.1 Rasional
Biji merupakan organ reproduksi yang memiliki bentuk, ukuran, warna dan permukaan yang bervariasi. Di samping itu biji sering digunakan untuk tujuan identifikasi tumbuhan dan tujuan pertanaman. Untuk itu perlu dipelajari bagian-bagian biji dan kecambah.
7.2 Sasaran Belajar
Setelah mahasiswa melakukan diskusi-informasi dan observasi mengenai biji, maka mahasiswa diharapkan:
1. Dapat membedakan bagian-bagian biji,
2. Dapat menjelaskan tentang bagian-bagian kulit biji,
3. Dapat membedakan biji albuminus dengan biji eksalbuminus, 4. Dapat menjelaskan bagian-bagian embrio,
5. Dapat membedakan bagian-bagian kecambah, dan
6. Dapat membedakan tipe perkecambahan hypogeal dengan tipe epigeal.
7.3 Uraian Materi Kuliah
1. Bagian-bagian biji
Biji merupakan bagian buah yang berkembang dari ovulum. Biji terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: a) kulit biji, b) jaringan penyimpan cadangan makanan, dan c) embrio.
a. Kulit Biji
Kulit biji merupakan bagian luar biji yang berkembang dari bagian jaringan ovulum seperti integument, jaringan kalaza, rafe atau jaringan nuselus. Fungsi kulit biji adalah sebagai pelindung bagian-bagian biji yang ada di dalamnya dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan jamur, bakteri dan serangga.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 160 Gambar 7.1 Bermacam-macam biji.
A. Penampang membujur biji Ricinus communis L; B. Penampang membujur Zea mays L; C.
Penampang membujur Phaseolus vulagaris L; D. Penampakan biji dari luar, di bagian hilum.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 161 Pada tumbuhan Angiospermae biasanya memiliki kulit biji yang berasal dari ovulum bitegmen, yaitu:
Lapisan kulit luar (testa), mempunyai sifat bermacam-macam, ada yang tipis, kaku seperti kulit, keras seperti kayu atau batu.
Lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, yang sering disebut kulit ari.
Kulit biji pada tumbuhan Gymnospermae umumnya berasal dari ovulum unitegmen tetapi pada biji Gnetum gnemon L (melinjo) memiliki tiga lapisan, yaitu :
Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging yang pada saat dewasa berwarna merah.
Kulit tengah (sclerotesta), tebal bersifat kuat dank eras, berkayu menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.
Kulit dalam (endodesta), biasanya tipis seperti selaput, sering kali melekat erat pada nuselus dan membentuk tabung ramping kea rah luar.
Pada bagian kulit luar biji sering ditemukan bagian-bagian lain seperti berikut:
1. Pusar biji (hilum), berkas tempat melekatnya biji pada funikulus yang memiliki warna yang lain dari kulit bijinya, hilum sangat jelas dilihat pada biji yang berasal Phaseolus vulgaris L (buncis)
2. Tulang biji (rafe), struktur khas pada kulit biji yang berasal dari peleburan funikulus yang menempel pada integumennya. Rafe masih kelihatan jelas pada biji Ricinus communic L (kaliki).
3. Liang biji (mikrofil), lubang kecil yang menembus kulit biji merupakan bekas masuknya tabung polen ke bakal biji pada peristiwa pembuahan.
4. Bekas kalaza (chalaza), tempat pertemuan integument dengan nuselus, seperti pada Vitis vinifer L (anggur).
5. Sayap (ala), bentuknya seperti sayap terdapat pada kulit biji, seperti pada biji Spathodea campanulata P.B (saptodea) dan biji Moringa oleifera Lamk (kelor).
6. Bulu (coma), bentuknya berupa rambut-rambut halus seperti pada biji Gossypium sp (kapas0 dan biji Calotropis gigantean Dryand (biduri).
7. Salut biji (arilus), merupakan tonjolan bagian lain dari biji. Ariloid pada rafe disebut strofiola, misalnya pada biji Viola dan Chelidonium, sedangkan ariloid yang dekat mikrofil dinamakan karunkula. Pada biji Ricinus communis L (kaliki) dapat dilihat adanya karunkula yang bewarna putih dan berdaging.
Buku Ajar Morfologi Tumbuhan | 162 b. Jaringan Penyimpan Cadangan Makanan
Jaringan nutrient biji yang sering ditemukan pada biji Angiospermae adalah : 1. Endospermae, yaitu jaringan yang berkembang dari hasil pembuahan inti sperma
dengan inti polar, misalnya terdapat pada biji Zea mays L. (jagung) dan Cocosnucifer L (kelapa).
2. Kotiledon, merupakan daun biji, misalnya pada biji Arachis hypogaea L. (kacang tanah) dan biji Cucur bita pepo L. (labu).
3. Perisperm, jaringan nuselus yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Misalnya pada biji Beta vulgaris L. (bit) dan Piper nigrum L. (lada).
Berdasarkan pada tidaknya endosperm pada biji yang sudah matang, maka bedakan dua tipe biji, yaitu:
Endospermus (albuminous), biji yang memiliki endosperm, misalnya biji Richinus communis L. (kaliki) dan biji Phaseolus vulagris (kacang).
Non-endospermus (eks-albuminus), biji yang tidak memiliki endosperm, misalnya Glycine max (kedelai) dan biji Araca cathecu (pinang).
c. Embrio (lembaga)
c. Embrio (lembaga)