• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI 1.1 Sistem Pendukung Keputusan

Dalam dokumen Seminar Nasional Informatika SNIf 2013 (1) (Halaman 161-164)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BANTUAN DANA UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM)

2. LANDASAN TEORI 1.1 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung

pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik [5].

DSS biasanya dibangun untuk mendukung solusi atas suatu masalah atau untuk mengevaluasi suatu peluang. DSS yang seperti itu disebut aplikasi DSS. Aplikasi DSS menggunakan data, memberikan antarmuka yang mudah dan dapat menggabungkan pemikiran pengambil keputusan [4].

Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti

Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dan lain-lain.

1.2 Fuzzy Multi Criteria Decision Making

Fuzzy Multi Criteria Decision Making

(FMCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menetapkan alternatif keputusan terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu yang akan menjadi bahan pertimbangan. Beberapa pilihan yang akan digunakan dalam FMCDM yaitu [6]:

 Alternatif, adalah objek-objek yang berbeda dan memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih oleh pengambil keputusan.

 Atribut, atau karakteristik, yaitu komponen atau kriteria keputusan.

 Konflik antar kriteria, misalnya kriteria

benefit (keuntungan) akan mengalami konflik dengan kriteria cost (biaya). Kategori benefit

bersifat monoton naik, artinya alternatif yang memilki nilai lebih besar akan dipilih. Sebaliknya, pada kategori cost bersifat monoton turun, alternatif yang memiliki nilai lebih kecil akan lebih dipilih [8].

 Bobot keputusan, menunjukkan kepentingan relatif dari setiap kriteria, W = (W1, W2, ... Wn).

 Matriks keputusan, suatu matriks keputusan X yang berukuran m x n, berisi elemen- elemen Xij, yang merepresentasikan Rating

dari alternatif Ai, (i=1,2,...m) terhadap

kriteria Cj, (j=1,2,....,n).

1.3 Langkah Penyelesaian FMCDM

Ada 3 langkah penting penyelesaian yang harus dilakukan [7], yaitu:

2.3.1 Representasi Masalah

a. Identifikasi tujuan keputusan, direpresentasikan dengan bahasa alami atau nilai numeris sesuai dengan karakteristik dari masalah tersebut.

b. Identifikasi kumpulan alternatif keputusannya. Jika ada n alternatif, maka dapat ditulis sebagai A = {Ai | i = 1,2, ..., n}.

c. Identifikasi kumpulan kriteria. Jika ada k kriteria, maka dapat dituliskan C = {Ct | t =

1,2, ..., k}.

d. Membangun struktur hirarki keputusan. 2.3.2 Evaluasi Himpunan Fuzzy

a. Memilih himpunan rating untuk bobot-bobot kriteria, dan derajat kecocokan setiap alternatif dengan kriterianya. Himpunan rating terdiri atas 3 elemen, yaitu: 1) Variabel linguistik (x) yang merepresentasikan bobot kriteria, dan derajat kecocokan setiap alternatif dengan kriterianya; 2) T(x) yang merepresentasikan rating dari variabel linguistik; 3) Fungsi keanggotaan yang berhubungan dengan setiap elemen dari T(x).

Setelah menentukan himpunan rating, maka harus ditentukan fungsi keanggotaan untuk setiap rating dengan menggunakan fungsi segitiga.

b. Mengevaluasi bobot-bobot pada setiap kriteria dan derajat kecocokan dari setiap alternatif terhadap kriteria.

c. Mengagregasikan bobot-bobot kriteria, dan derajat kecocokan setiap alternatif dan kriterianya dengan metode mean. Penggunaan operator mean, Fi dirumuskan pada Persamaan (1) sbb.:

 

       k W S W S W S k i F ik i i ... 1 1 1 2 2 (1)

Dengan cara mensubstitusikan Sit dan Wt

dengan bilangan Fuzzy segitiga, Sit = (oit, pit,

qit); dan Wt = (at, bt, ct); maka Ft dapat

didekati sebagai Persamaan (2):

Yi Qi Zi

i

F  , , (2)

Dengan

Yi,Qi,Zi

seperti di Persamaan (3), (4), dan (5) :

k t i it i o a k Y 1

,

1 (3)

k t i it i p

b

k Q 1

,

1 (4)

k t it i i q

c

k Z 1

,

1 (5) Dimana, i = 1,2,3,…,n.

2.3.2 Seleksi Alternatif Optimal

Memprioritaskan alternatif keputusan berdasarkan hasil agregasi untuk proses perangkingan alternatif keputusan dengan menggunakan metode nilai total integral. Misalkan F adalah bilangan fuzzy segitiga, F = (a, b, c), maka nilai total integral dapat dirumuskan sebagai Persamaan (6) berikut:

 

F

c b

a

IT     1 2 1 ( 6)

Nilai  adalah indeks keoptimisan yang merepresentasikan derajat keoptimisan bagi

pengambil keputusan (0≤≤1). Apabila nilai 

semakin besar mengindikasikan bahwa derajat keoptimisannya semakin besar.

Memilih alternatif keputusan dengan prioritas tertinggi sebagai alternatif yang optimal. 2. METODE PENELITIAN

2.1 Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada pengurus UKM dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan di STMIK Nurdin Hamzah Jambi. Selain itu data diperoleh dari sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik. Adapun data yang diperoleh sebagai data masukan adalah data proposal sebagai alternatif, kriteria seleksi, dan input data fuzzy. Sedangkan keluarannya adalah hasil rekomendasi proposal yang lulus seleksi sebagai penerima bantuan dana bagi UKM. Adapun langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

3.1.1 Representasi Masalah (Tahap Input Data) a. Tujuan keputusan ini adalah seleksi penerima

bantuan dana UKM di STMIK Nurdin Hamzah Tahun 2013.

b. Ada 5 altenatif kegiatan UKM yang diseleksi :  A1= Makopala Dimitri : Kemah

Konservasi Alam Kerinci

 A2 = Iptek : Workshop Robotika Bagi Seluruh Mahasiswa STMIK

 A3 = Korps Sukarelawan : Aksi Donor Darah Mahasiswa Se-Kota Jambi

 A4 = Kreasistik : Festival Tari Daerah Se- Kota Jambi

 A5 = Forkalam Al-kahfi : Training Motivasi Bagi seluruh Mahasiswa STMIK c. Ada 6 kriteria keputusan yang diberikan yaitu :

 C1 = Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan  C2 = Hasil Yang Akan Dicapai

 C3 = Deskripsi Kegiatan Relevan Yang Akan Dilaksanakan

 C4 = Rencana Pembiayaan

 C5 = Rencana Keberlanjutan Kegiatan  C6 = Bukti Pelaksanaan Kegiatan Yang

Akan Dilaksanakan

Penentuan kriteria berdasarkan pada kebijakan pimpinan yang mengacu pada Dikti.

d. Struktur hirarki masalah tersebut digambarkan pada Gambar 1. berikut:

Gambar 1. Struktur Hirarki Masalah

3.1.2 Evaluasi Himpunan Fuzzy Dari Alternatif-

Alternatif Keputusan (Tahap Proses) a. Variabel-variabel linguistik yang

merepresentasikan bobot kepentingan untuk setiap kriteria, adalah : T (kepentingan) W = {ST, T, C, R, SR} dengan: ST = Sangat Tinggi, T = Tinggi, C = Cukup, R = Rendah, dan SR = Sangat Rendah.

b. Sedangkan derajat kecocokan alternatif- alternatif dengan kriteria keputusan adalah: T (kecocokan) S = {SB, B, C, K, SK}, dengan SB = Sangat Baik, B = Baik, C = Cukup, K = Kurang, dan SK = Sangat Kurang.

c. Fungsi keanggotaan untuk setiap elemen direpresentasikan dengan menggunakan bilangan fuzzy segitiga sebagai berikut: ST = SB = (0,75; 1; 1)

T = B = (0,5; 0,75; 1) C = C = (0,25; 0,5; 0,75) R = K = (0; 0,25; 0,5) SR = SK = (0; 0; 0,25)

d. Rating untuk setiap kriteria keputusan yang ditunjukkan pada Tabel 1. dan derajat kecocokan alternatif terhadap kriteria keputusan yang ditunjukkan pada Tabel 2., diberikan oleh pengambil keputusan.

Tabel 1. Rating Keputusan

Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 C6

Rating Kepentingan T ST R C T C Tabel 2. Derajat Kecocokan Alternatif Terhadap Kriteria Keputusan

Alternatif Rating Kecocokan C1 C2 C3 C4 C5 C6 A1 C SB K SB B C A2 SB B K B C B A3 C C B SB B C A4 B K C C B SB A5 C SB B C K B

e. Mensubstitusikan Sit dan Wt dengan bilangan

fuzzy segitiga ke setiap variabel linguistik ke dalam persamaan, diperoleh nilai kecocokan fuzzy sebagaimana Tabel 3. berikut:

Tabel 3. Index Kecocokan Fuzzy

Alternatif Index Kecocokan Fuzzy

A1 0,19791 0,45833 0,71875

A2 0,1875 0,44791 0,75

A3 0,13541 0,39583 0,71875

A4 0,125 0,375 0,69791

A5 0,14583 0,39583 0,67708

Indeks kecocokan fuzzy untuk setiap alternatif dihitung menggunakan rumus seperti Persamaan (3), (4), dan (5).

3.1.3 Seleksi Alternatif Optimal (Tahap Output) a. Mensubstitusikan indeks kecocokan Fuzzy

dengan mengambil derajat keoptimisan (α) =

0,8, maka akan diperoleh nilai total integral yang dihitung dengan rumus seperti Persamaan (6) sbb: A1 = 0,53645; A2 = 0,542708; A3 = 0,49895; A4 = 0,479166; A5 = 0,48333.

b. Hasil : Alternatif “A2” mempunyai nilai total

integral terbesar sehingga terpilih sebagai prioritas utama penerima bantuan dana UKM. 2.2 Perancangan Sistem

Perancangan sistem dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD), seperti

Gambar 2. Terdiri dari entitas Admin (staf pimpinan STMIK), dan UKM; proses input data master, perhitungan FMCDM, rekomendasi dan proses laporan; serta tabel data master, hasil perhitungan dan hasil rekomendasi.

1P Input Data

2P Perhitungan agregasi bobot pada setiap kriteria

dan derajat kecocokan dari alternatif

3P Hitung nilai total integral berdasarkan nilai agregasi

4P Rekomendasi 5P Laporan Admin UKM d1 Alternatif d2 Kritreria d3 Kepentingan d4 Kecocokan d5 Agregasi d6 Integral d7 H.Rekomendasi Data Kriteria Data Kepentingan Data Kecocokan Data Alternatif Data Altenatif Data Kriteria Data Kepentingan Data Kecocokan Nilai Agregasi Hitung Agregasi Dengan Derajat Keoptimisan Nilai T. Integral

Nilia T Integral Terbesar Hasil Rekomendasi Lap. Hasil Rekomendasi Keputusan rekomendasi Backup hasil rekomendasi

Data kegiatan UKM

Proposal Kegiatan

Gambar 2. DFD Level 0 Sistem

Dalam dokumen Seminar Nasional Informatika SNIf 2013 (1) (Halaman 161-164)

Garis besar

Dokumen terkait