• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah Kedua: Menggali Ajaran Kitab Suci dan Ajaran Gereja 1. Kitab Suci

Dalam dokumen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Halaman 178-181)

a. Bacalah teks Kitab Suci, Injil Yohanes 8:1-11!

1Tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. 2Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mer-eka. 3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 4Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perem-puan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 5 Musa dalam hu-kum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 6Mereka menga-takan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memeroleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 7Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perem-puan itu.” 8Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 9Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan per-empuan itu yang tetap di tempatnya. 10Lalu Yesus bangkit berdiri dan berka-ta kepadanya: “Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Ye-sus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

b. Pendalaman

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1) Apa yang disampaikan dalam teks Kitab Suci itu?

2) Bagaimana sikap dan ajaran Yesus tentang HAM berdasarkan cerita tersebut?

3) Apa itu budaya kasih?

c. Penjelasan

- Hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia adalah: hak hidup, hak atas keyakinan keagamaan, hak atas harta milik, hak politik, hak atas perlindungan hukum, hak atas pekerjaan, hak atas tempat tinggal, hak atas pendidikan, dan sebagainya.

- Hak-hak tersebut sering dilecehkan oleh orang-perorangan, kelompok, atau negara.

- Yesus berani berdiri pada pihak yang kurang beruntung, pendosa, orang miskin, wanita, orang sakit, dan tersingkir, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi.

Dengan semangat kasih-Nya yang tanpa pamrih, tanpa kekerasan Yesus membela mereka yang tertindas.

- Sepanjang sejarahnya, Gereja (umat Allah) memerjuangkan nasib orang-orang miskin, menderita dengan berbagai cara atas dasar hukum kasih.

2. Ajaran Gereja

a. Bacalah dokumen Konsili Vatikan II tentang “Gaudium et Spes” artikel 29 berikut ini!

Kesamaan Hakiki

Antara Semua Orang dan Keadilan Sosial

Semua orang mempunyai jiwa yang berbudi dan diciptakan menurut gambar Allah, dengan demikian mempunyai kodrat serta asal mula yang sama.

Mereka semua ditebus oleh Kristus, dan mengemban panggilan serta tujuan ilahi yang sama pula. Maka harus semakin diakuilah kesamaan dasariah antara semua orang.

Memang karena pelbagai kemampuan fisik maupun kemacam-ragaman daya kekuatan intelektual dan moral tidak dapat semua orang disamakan. Tetapi setiap cara diskriminasi dalam hak-hak asasi pribadi, entah bersifat sosial entah budaya, berdasarkan jenis kelamin, suku, warna kulit, kondisi sosial, bahasa atau agama, harus diatasi dan disingkirkan, karena bertentangan dengan maksud Allah. Sebab sungguh layak disesalkan, bahwa hak-hak asasi pribadi itu belum dimana-mana dipertahankan secara utuh dan aman.

Seperti bila seorang wanita tidak diakui wewenangnya untuk dengan bebas memilih suaminya dan menempuh status hidupnya, atau untuk menempuh pendidikan dan meraih kebudayaan yang sama seperti dipandang wajar bagi pria.

Kecuali itu, sungguhpun antara orang-orang terdapat perbedaan-perbedaan yang wajar, tetapi kesamaan martabat pribadi menuntut, agar dicapailah kondisi hidup yang lebih manusiawi dan adil. Sebab perbedaan-perbedaan yang keterlaluan antara sesama anggota dan bangsa dalam satu keluarga manusia dibidang ekonomi maupun sosial menimbulkan batu sandungan, lagi pula berlawanan dengan keadilan sosial, kesamarataan, mertabat pribadi manusia, pun juga merintangi kedamaian sosial dan internasional.

Adapun lembaga-lembaga manusiawi, baik swasta maupun umum, hendaknya berusaha melayani martabat serta tujuan manusia, seraya sekaligus berjuang dengan gigih melawan setiap perbudakan sosial maupun politik, serta mengabdi kepada hak-hak asasi manusia di bawah setiap pemerintahan. Bahkan lembaga-lembaga semacam itu lambat-laun harus menanggapi kenyataan-kenyataan rohani, yang melampaui segala-galanya, juga kalau ada kalanya diperlukan waktu cukup lama untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan. (GS 29)

b. Pendalaman

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1) Mengapa Gereja menyatakan bahwa kita harus semakin mengakui kesamaan dasariah antara semua orang?

2) Apa sikap Gereja terhadap diskriminasi pribadi manusia?

3) Bagaimana Gereja menyikapi perbedaan dalam masyarakat?

c. Penjelasan

- Semua orang mempunyai jiwa yang berbudi dan diciptakan menurut gambar Allah, dengan demikian mempunyai kodrat serta asal mula yang sama. Mereka semua ditebus oleh Kristus, dan mengemban panggilan serta tujuan ilahi yang sama pula. Karena itulah kita harus mengakui kesamaan dasar setiap manusia.

- Cara diskriminasi dalam hak-hak asasi pribadi, entah bersifat sosial entah budaya, berdasarkan jenis kelamin, suku, warna kulit, kondisi sosial, bahasa atau agama, harus diatasi dan disingkirkan, karena bertentangan dengan kehendak Allah.

- Perbedaan-perbedaan yang wajar itu ada, tetapi kesamaan martabat pribadi menuntut, agar dicapailah kondisi hidup yang lebih manusiawi dan adil. Sebab perbedaan-perbedaan yang keterlaluan antara sesama anggota dan bangsa dalam satu keluarga manusia di bidang ekonomi maupun sosial menimbulkan batu sandungan, lagi pula berlawanan dengan keadilan sosial, kesamarataan, martabat pribadi manusia, pun juga merintangi kedamaian sosial dan internasional.

Langkah Ketiga: Menghayati Semangat HAM Sesuai Ajaran Gereja

Dalam dokumen Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (Halaman 178-181)

Dokumen terkait